
Ako membidik Dallas lalu melepaskan ratusan panah yang menembus tubuhnya itu sehingga diubah menjadi gelembung yang ia lempar balik kepada Ako.
Ako mencoba untuk menghindarinya dengan terbang mengelilingi wilayah itu tetapi gelembung tersebut mengejar dirinya, semakin ia memberontak dengan melarikan diri maka semakin cepat gelembung itu mengejar.
Gelembung itu melesat dekat dengannya sampai menyebabkan Ako menerima luka dari pemisahan air yang menajam sampai menembus perisainya, terdapat beberapa lubang kecil di bahunya yang terus mengeluarkan darah sekarang.
"Ckk...!!!" Ako menutup bekas luka itu menggunakan tangannya sendiri lalu ia melihat Dallas memunculkan Kraken yang sangat besar.
Kraken yang terbuat dari air sampai ia mulai mengayunkan semua tentakel itu tanpa henti kepada dirinya, setelah itu Ako menghantam semua serangannya itu menggunakan pedang yang sangat besar.
Ako melihat langit yang sangat gelap terus menurunkan hujan bagaikan paku yang sangat tajam, daratan juga mulai retak sampai terbelah menjadi karena Dallas yang mengeluarkan banyak pancuran air untuk menyerang dirinya.
Semua itu dapat ia manipulasi dan kendalikan, air-air itu terus menyerang Ako dengan cara yang berbeda sampai ia mulai tertekan di tengah karena melihat banyak sekali tsunami besar yang menentang dirinya secara bersamaan.
Pancuran yang keluar dari dalam daratan juga mencoba untuk menariknya menuju dasar lautan dalam yang sudah disediakan oleh Dallas, di dalamnya terdapat banyak sekali siksaan yang pas untuk Ako.
Ako mengubah senjatanya menjadi kapak dengan elemen angin di dalamnya, melakukan serangan yang mampu menghancurkan sihir dan menimbulkan luka yang sangat fatal bagi seseorang yang berada di dekatnya.
Dallas memasang tatapan kesal melihat semua sihir airnya pecah sampai serangan yang dilepaskan oleh kapak itu mengenai pipinya sampai meninggalkan luka sobek.
"Kau masih melawan ya... tidak ada gunanya untuk terus melanjutkan semua ini!!!" Dallas mengangkat kedua lengannya sampai memunculkan banyak tsunami dan pancuran yang mengepung Ako.
Ako menciptakan perlindungan yang mampu menahan semua serangan beruntun dari Dallas, semua tetesan hujan yang dapat menembus tubuhnya berhasil meretakkan pertahanan itu sedikit demi sedikit.
"Aku akan menyimpannya... lihat saja, jika aku sudah berada dekat dirinya maka akan aku lepaskan... tidak ada lagi yang namanya ampunan bagi Dewi sialan seperti kau...!" Batin Ako yang mengumpulkan banyak serangan melalui perisai listriknya itu.
Dallas melesat maju menuju arahnya dengan Kraken yang berubah menjadi zirah untuk dirinya, Ako mulai terbang jauh ke belakang selagi melepaskan banyak serangan jarak jauh menuju arah dirinya.
Serangan itu langsung menembus tubuh air Dallas lalu mengubahnya menjadi gelembung yang mengejar Ako sampai meletus di dekatnya lalu memberikannya luka sedikit demi sedikit.
Ako mulai bergerak tak kasat mata selagi mengelilingi tubuh Dallas, setiap wilayah yang ia kunjungi memberikan dirinya kesempatan untuk melancarkan berbagai macam serangan yang mengenai tubuhnya itu.
"Haaaaarrrgggghhh...!!!" Dallas memunculkan gelombang air dari dalam daratan yang mengelilingi tubuhnya sampai melempar balik serangan yang dilakukan Ako menjadi gelembung.
Dallas mengangkat lengan kanannya ke atas lalu melempar gelembung dengan ukuran planet menuju arah Ako, dengan cepat Ako mengarahkan perisai listriknya itu kepada gelembung itu.
Setelah ia menerima serangan dari gelembung itu maka dia mendapatkan banyak keuntungan dengan menyerangnya balik menggunakan katana yang ia munculkan.
Tebasan katana ini mengandung listrik yang melesat maju menuju arah Dallas sampai memotong semua ombak yang menghalanginya, zirahnya juga langsung menembus sampai bahunya.
"Aggghhh...!!!" Dallas memasang tatapan kesal lalu ia memunculkan lebih banyak pancuran air menuju arah Ako yang mulai melarikan diri lagi.
Ako hanya membutuhkan waktu dan kesempatan yang pas agar bisa menyerang dirinya atau ia akan menerima banyak sekali luka karena sihir Dallas yang bisa dibilang sebagai perangkap.
__ADS_1
Area yang penuh dengan air ini sudah menjadi keuntungan bagi dirinya sehingga Ako hanya perlu waspada dengan serangan air yang mencoba untuk mendekat karena ia tidak mau berisiko air itu masuk ke dalam tubuhnya sendiri.
Ako melebarkan matanya ketika melihat Dallas mencegat dirinya lalu melepaskan banyak gelembung menuju arah dirinya, Ako mengubah katana yang ia pegang menjadi pedang.
Pedang itu menangkis semua gelembung itu sampai ia bisa merasakan tubuhnya tidak akan bertahan lama jika membiarkan Dallas melepaskan lebih banyak sihir air.
Semua air itu dapat ia kendalikan juga menggunakan Liquid Manipulation, hanya saja ia memiliki satu percobaan sebelum digagalkan oleh Dallas yang saat ini menembak banyak sekali gelembung secara beruntun seperti senapan api.
"Dark Raze...!!!" Ako menciptakan serangan rentetan sihir kegelapan yang mampu menembus semua serangan gelembung itu sampai mengubahnya menjadi lenergy Negatif yang infektif terhadap makhluk lainnya.
Semua gelembung yang hancur itu berubah menjadi kekuatan bagi dirinya, Dallas mengumpulkan ombak di sekitarnya lalu mengubahnya menjadi serangan gelombang yang mengarah kepada dirinya itu.
"Burning Imprecation...!!!" Ako melepaskan serangan sihir kutukan berelemen api yang mampu membakar tubuh dan jiwa musuhnya tanpa henti yang mampu mengurangi kekuatan musuh dan menambah kekuatan diri sendiri.
Semua gelombang air itu langsung menghilang seketika sehingga Dallas berubah menjadi air lalu menyambut Ako dari depan satu pukulan air yang melukai wajahnya sampai memerah.
Dallas muncul tepat di belakang Ako lalu ia menyentuh punggungnya sampai melepaskan gelombang yang meletus sampai merobek Kisetsu bagian punggungnya termasuk dengan dagingnya itu.
Ako menoleh ke belakang, melihat Dallas mencoba untuk melakukan serangan kepada dirinya tetapi kakinya menerima satu tendangan oleh Ako yang mengganggu keseimbangan dirinya.
Dallas langsung berpikir cepat dengan melakukan satu putaran yang dicampur semburan air sampai mengenai wajah Ako lalu mengelupas pipinya itu.
Ako memasang perisainya ketika melihat Dallas melepaskan banyak sekali ombak, gelombang, dan gelembung air kepada dirinya tetapi Ako menggunakan semua itu sebagai kekuatan yang ia serang balik padanya.
Ako langsung menangkap kedua tinju Dallas dengan mengubah pedangnya menjadi sarung tangan, walaupun sudah menahan semua pukulan itu perutnya menerima serangan gelombang air yang keluar melalui perut Dallas.
Ako terpental ke belakang lalu menerima letusan gelembung yang sangat besar sampai ia menjerit kesakitan karena kekuatan Dallas terus meningkat karena hujan badai yang terus menjatuhkan banyak air untuk memberikannya kekuatan.
Ako menabrak gunung di belakangnya lalu ia melihat Dallas mengangkat kedua lengannya sampai membentuk gelembung yang besar, gelembung itu mulai membentuk cumi-cumi dengan ujung kepalanya yang tajam.
"Yang benar saja, Ako... apakah kau akan mengecewakan Kakakmu yang sudah mengalahkan seorang Dewa...?!"
"Lihat lah dirimu, apa yang kau lakukan hanyalah lari dan menggunakan kekuatan yang aku miliki sebagai kekuatan curianmu itu..."
"...kali ini tidak ada kesempatan kedua karena aku akan menarik dirimu menuju dasar lautan neraka bersama dengan Kakakmu yang masih pingsan itu!" Dallas terus mengerahkan banyak God Lenergy ke dalam serangannya.
"Apapun yang terjadi... resolusi seorang Mortal tidak akan pernah bisa bertahan...! Hanya kami para Dewa dan Dewi yang dapat melindungi semua penghuni alam semesta dengan menerima kekuatannya itu!"
"Untuk itu...!!! Aku akan membuang semua hal yang tidak penting demi bisa menjatuhkan dirimu ke dalam dasar lautan!!!" Dallas melempar sihirnya itu kepada Ako yang saat ini mencoba untuk mengerahkan semua kekuatan di dalamnya.
"Membuang semua hal yang tidak penting...?! Yang benar saja... janjiku kepada Kakak untuk tetap bertahan, pertolongan yang aku berikan kepada teman-temanku termasuk dengan Nobu...!"
"Harga diriku sebagai bangsa Legenda...!!! Semua itu... aku tidak akan pernah menghancurkannya, jika aku kalah sekarang dan hari ini maka semua yang aku lakukan akan menjadi sia-sia!!!"
__ADS_1
Cumi-cumi itu menyentuh tubuh Ako lalu menghilang seketika karena auranya yang menjadi sangat besar sampai Ako mulai menciptakan pedang yang ia pegang melalui tangan kanannya itu.
"Killer Blade: Lament...!!!" Ako memegang erat pedang berelemen kegelapan dan cahaya yang mampu menembus dan mengabaikan semua sihir penyerangan dan pertahanan.
Setelah musuh mengenai serangan tersebut sang musuh terkena kutukan 'hukuman mati' yang tidak bisa disembuhkan dan mengakibatkan musuh mati setelah 3 menit, ia menggunakan itu sebagai kartu as utamanya.
Ako melesat maju menuju arah Dallas lalu mengejutkan dirinya dengan serangan tebasan yang mengenai wajahnya sampai ia terpental ke belakang dengan darah yang mengucur keluar dari luka tersebut.
Dallas kembali maju bersama semua ombak itu, tetapi Ako berhasil membelah semua sihir itu menjadi beberapa bagian lalu menahan serangan yang coba Dallas lakukan menggunakan pedang yang berbilah panjang itu.
Bilah itu bertambah semakin panjang karena bantuan dari sihir air, Ako mulai mengangkat kaki kanannya ke atas lalu menurunkannya penuh tenaga sampai menghantam ujung kepalanya itu.
"Aggghhh...!!!" Ako langsung melancarkan banyak tendangan menggunakan kedua kakinya sampai menyiksa Dallas secara habis-habisan.
Pergerakan kakinya itu berjalan begitu cepat sampai ia tidak bisa menahannya, sihir airnya juga mulai pecah dan tertebas oleh pedang yang saat ini pegang untuk dijadikan sebagai serangan terakhir.
"HAAARRGGGHHHH!!!" Dallas melepaskan dorongan yang mementalkan Ako ke belakang dengan gelembung yang menjebak dirinya.
Dallas melebarkan kedua lengannya lalu ia memunculkan Kraken besar yang mulai berputar sampai melepaskan banyak sekali gelombang air yang berputar mengelilingi dirinya lalu menyerang ke arah Ako.
"Dallas!!!" Ako melesat maju ke depan lalu ia melancarkan serangan pedang yang membantu dirinya untuk menembus ke depan semua serangan air yang Dallas lepaskan semuanya.
"Apakah kau tidak memiliki batasan...!? Kekuatan apa ini...!? Kenapa kau bersikeras memberontak sesuatu hal yang akan berjalan sementara bagi dirimu sendiri!!!" Seru Dallas sehingga Kraken itu menahan serangan milik Ako.
Kraken itu langsung hancur sampai Ako melihat Dallas melancarkan satu pukulan kepadanya dirinya tetapi ia mengeluarkan perisai yang menyerap kekuatan itu lalu mengubahnya menjadi kekuatan bagi Dallas.
"Tekad Mortal...!!! Akan terus berjalan, maupun itu sementara atau tidak...!!! Kami akan tetap maju demi bisa meraih kedamaian yang memberikan kita kebebasan!!!"
Ako melancarkan satu tebasan yang mengenai pinggang Dallas sampai melebarkan matanya ketika serangan pedang itu menjalar luas kepada tubuhnya karena Ako yang menggerakkan ke sebelah sampai menyebabkan potongan dua ditubuhnya itu.
"Hwaaaaggghhhhhhh...!!!" Jerit Dallas keras dengan tubuh yang menerima banyak kesakitan karena kutukan yang terkandung dalam pedangnya itu.
"Kita semua... adalah budak takdir yang dimasukkan ke dalam labirin... setiap ruangan dan jalan yang kita lewati menyediakan berbagai macam masalah..."
"...entah siapa yang sudah melakukan itu tetapi kita adalah budak... seperti semut yang dimasukkan ke dalam kota kecil dengan berbagai macam halangan untuknya..."
"...itulah kenapa kita butuh Kepercayaan... sebagai kekuatan untuk menempuh sesuatu..." Kata Dallas sampai tubuhnya berubah menjadi air lalu menghilang begitu saja.
"Uck..." Ako merasa bersalah ketika mendengar perkataan yang Dallas ucapkan, pedang yang ia pegang menghilang sampai terjatuh ke dalam lautan dengan kondisi yang melemah.
"...apa yang dia maksud dengan budak...?"
"Apakah Dewa dan Mortal memiliki derajat yang sama sesuai dengan penjelasan Nobu...?"
__ADS_1