
Shira dan Shinobu saat ini sedang berhadapan satu lawan satu dimana pertarungan mereka bisa dibilang cukup setara dalam segi kecepatan, tetapi kekuatan Shinobu terus meningkat lagi dengan lagi.
Semua itu karena bantuan kemampuan alami sebagai bangsa Legenda, amarah yang tercipta akan terus membantu dirinya untuk meningkatkan kekuatan agar bisa menjatuhkan mangsa atau musuhnya.
Tetapi pengalaman Shinobu masih belum cukup kuat karena ia paling banyak menerima luka sampai tubuhnya sampai menerima tabrakan alam semesta emas yang dilempar oleh Shira dari atas langit.
Pelatihan mereka bisa dibilang cukup intens karena Shira terus mencoba untuk menyerang Shinobu dengan sesuatu yang cukup mematikan berkaitan dengan kehancuran planet, galaksi, dan alam semesta.
Dengan menggunakan Golden Creation, Shira dapat menciptakan apapun yang ia mau melalui cahaya sampai membentuk sesuatu yang begitu asli salah satunya adalah planet yang terus dilempar oleh dirinya.
Tantangan yang diberikan oleh Shira berhasil Shinobu lewati karena menghancurkan planet cukup muda, galaksi juga sama sampai ia bisa merasakan tubuhnya dipenuhi dengan keringat yang mengalir deras.
Yang perlu ia kuasai adalah ketenangan dan kemurnian emosi untuk bisa menggunakan Golden Spirit berdasarkan kebutuhan, "Golden Creation: Universal...!!!"
Shira memunculkan banyak sekali alam semesta emas di atas langit lalu ia melemparnya menuju arah Shinobu tanpa henti sehingga ia langsung menggunakan Light of Hope untuk menghancurkan semuanya satu per satu dengan pukulan dan tendangan.
Semua alam semesta itu sudah diperkuat oleh Shira jadi ia tidak bisa menggunakan matanya lalu menyerapnya karena terlalu, tujuan utamanya juga menghancurkan semua itu selagi menenangkan perasaan dan pikiran.
"Hyah! Jyah! Nyaaahhhhhh!!!" Shinobu terus menghancurkan semua alam semesta itu satu per satu lalu bisa melihat semua mengepung dirinya tetapi ia langsung meraung keras sampai menghancurkan semuanya tanpa sisa.
Shira langsung mendarat di hadapan Shinobu hanya untuk melihat kondisinya, "Dengar, nak, apapun yang terjadi kau harus menguasai Golden Spirit agar bisa menggunakan seluruh kekuatan dari Golden Saviour!"
"Aku tahu...! Itulah kenapa aku membutuhkan Kakek untuk melepaskan apapun yang Kakek bisa untuk membangkitkan potensi ku yang sebenarnya!" Shinobu kembali memasang kuda-kudanya.
"Kakek seharusnya tidak menahan diri walaupun aku adalah cucumu!" Seru Shinobu keras lalu ia melepaskan beberapa Golden Repulsor menuju arah Shira untuk melakukan latihan lainnya.
Shira menangkis semua itu menggunakan kedua lengannya, "Itu masih belum cukup, Kakek! Jika kau ingin melihatku menguasai semua kekuatan dari Golden Saviour maka kau harus lebih tegas dan mengerahkan semuanya kepadaku!!!"
Shinobu mencoba untuk meminta Shira agar ia mengeluarkan semua kekuatannya untuk ia tahan, "Dalam Ragnarok, tidak ada yang namanya penahanan diri!!!"
"Jangan memedulikan tentang diriku juga..." Ketika Shinobu mengatakan itu, Shira hanya bisa diam sampai ia memasang tatapan kesal kepada dirinya.
"Dengar! Ini adalah satu-satunya cara yang ampuh! Lepaskan semuanya, tidak ada kata untuk menolak bagi pilihan itu...!"
"Kakek, aku tahu kamu sangat menyayangi diriku sampai tidak mau melukai diriku tetapi ketika aku berhasil menguasai semua Golden Saviour... Hasilnya akan memuaskan."
"Jika kau terus memperlakukan diriku dengan lembut maka prosesnya akan lama dan aku tidak akan mendapatkan hasil apapun!"
"Jangan menahan diri! Koneko akan berjuang sekeras mungkin demi bisa menguasai Golden Spirit atau Golden Neutron!!!" Shinobu melepaskan lebih banyak aura emas sampai memberikan Shira semangat.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menahan diri sekarang...!!! Ini kekuatan penuhkan!!!"
"Hahhhh!!!" Shira langsung menggunakan Golden Multiversal sampai mengguncangkan isi dari dimensi itu sampai mengejutkan Megumi dan Shinji.
Menyebabkan Shinobu untuk terdorong ke belakang dan terjatuh sehingga ia melihat gelombang cahaya yang begitu besar meledak tepat di belakangnya.
Shira melayang ke atas langit lalu ia melempar jutaan alam semesta menuju arah dirinya sampai Shinobu merasa puas sekarang karena latihan yang sebenarnya telah di mulai sehingga ia langsung mengerahkan semuanya dengan menggunakan Golden Sunshine.
"Kita akan mencari tahu apakah aku bisa menguasai kekuranganku dan menginjak tingkatkan yang setara denganmu, Kakek!"
"Kerahkan semuanya dan jangan memberikan diriku rasa belas kasihan!!!" Seru Shinobu keras.
Shira menunjuk ke depan sehingga jarinya memunculkan alam semesta yang begitu besar, ia juga mulai menambahkan beberapa galaksi di sekitarnya agar Shinobu tidak berhasil menahannya.
"Multiversal Impact!!!" Seru Shira keras sehingga ia melempar semua alam semesta dan galaksi itu menuju arah Shinobu yang sudah memperkuat tubuhnya menggunakan Golden Sunshine.
"Light of Hope: Tingkatan seribu...!!!" Tubuh Shinobu memancarkan cahaya cerah sampai ia melepaskan gelombang emas menuju arah semua galaksi dan alam semesta itu sehingga saling beradu.
Shinobu langsung merapatkan gigitnya lalu mengepalkan kedua tinjunya, memberi dirinya dorongan besar untuk menahan semua serangan yang mendatangi dirinya.
Tekanan yang Shinobu rasakan terletak di bagian bawah dan atas sampai ia mencoba untuk menenangkan jiwa dan pikirannya agar Golden Spirit datang sebagai tanggapan kebutuhannya.
Galaksi dan alam semesta emas itu menyentuh kedua tapak Shinobu sampai mendorong dirinya masuk ke dalam inti dari Korona matahari, "Nrggghhh...!!!"
"Koneko harus melakukannya...!!! Aku tidak akan mengecewakan dirimu, Kakek!!!" Shinobu mencoba untuk mendorong alam semesta emas itu ke depan dengan mengerahkan seluruh tenaganya.
Shinobu mulai mengingat kembali semua ketakutan yang ia rasakan dari seluruh penghuni Touriverse ketika berperang dalam Ragnarok, salah satunya adalah membaca buku yang membuat dirinya tidak bisa tidur lagi.
"Jika Koneko tidak bisa mencapai kekuatan yang begitu besar maka... ketakutan itu akan terus menyelimuti diriku sampai aku tidak bisa membantu mereka..."
"...aku harus... aku harus bisa...! Koneko akan berjuang!!!" Teriak Shinobu keras sampai suaranya mulai menggema sehingga menyebabkan alam semesta dan galaksi itu mulai retak karena teriakannya.
__ADS_1
"Jika aku bertambah lebih kuat..." Shinobu memejamkan kedua matanya sehingga ia mengingat perkataan Shira.
"...aku bisa membantu semua orang untuk meraih kebebasan dari perbudakan ini, kita semua akan tetap bersama!!!"
"Kita semua akan selamat...!!!" Tubuh Shinobu kehilangan banyak kekuatan sehingga seluruh serangan Shira membawa Shinobu menuju inti dari Korona matahari sehingga tubuhnya terbakar dan terus menerima cahaya itu.
""Kekuatan muncul sebagai tanggapan atas kebutuhan, bukan keinginan!!!""
"Jika saja aku mengerti sejak kecil mengetahui perang Akbar akan terjadi maka..."
"...motivasi yang aku miliki sudah cukup untuk membantu diriku memuncak lebih tinggi lagi demi bisa membebaskan perbudakan itu!" Kedua mata Shinobu memerah karena ia menggunakan kekuatan Beast Neko Legenda dalam wujud Legenda atau Humanoid.
""Kekuatan muncul sebagai tanggapan atas kebutuhan, bukan keinginan! Kau harus menciptakan kebutuhan itu, Shinobu!!!""
"Semua orang berusaha keras dan selalu mempersiapkan diri demi masa depan, demi konflik yang akan terjadi di masa depan...!!! Seharusnya aku lebih berusaha dan lebih bersiap sebagai ratu Touriverse...!!!"
"Kakek... kau selalu saja bisa bertahan menghadapi apapun bahkan kau sendiri pernah mengalahkan seorang Dewa yang memperbudak kita..."
"...aku ingin bisa menjadi seperti Kakek, tetapi jauh lebih kuat agar semua keselamatan bisa terjamin pada diriku!" Shinobu menatap kedua tapaknya yang dipenuhi dengan daging karena terbakar oleh Korona matahari.
"Tidak ada tantangan dan masalah yang muncul dengan tanda tetapi ketika waktunya telah tiba, kau selalu saja siap siaga dalam menghadapinya..."
"...Koneko masih merasa takut karena mimpi itu, aku tidak ingin kita semua untuk berpisah." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mencoba untuk mengubah semua perasaan itu menjadi kebutuhan atas kekuatan.
"Kau menjadi sang Legenda legendaris yang tidak pernah berhenti berjuang sama sekali..."
"...Legenda yang di tunjukkan sebagai Legenda yang akan terus berjuang dan bangkit demi tujuannya sendiri... Seorang Kakek yang selalu aku kagumi agar bisa menjadi lebih hebat darimu..."
"Aku tidak bisa menjadi seorang Legenda yang sama seperti Kakek... aku sendiri yang berpikir seperti itu..." Shinobu masih bertahan menahan serangan itu tetapi pikirannya saat ini berpindah ke suatu tempat.
Shinobu terus berbicara dengan dirinya sendiri dan kedua telinganya hanya bisa mendengar perkataan Shira, "Kekuatan... Kekuatan... Kekuatan..."
""Kekuatan muncul sebagai tanggapan atas kebutuhan, bukan keinginan!!! Kau harus menciptakan kebutuhan itu, Shinobu!!!"'
"Tidak...!!! Koneko harus menjadi kuat...!!! Koneko harus bangkit...!!! Aku harus berusaha lebih keras lagi...!!! Jika aku tidak berjuang..." Semua luka Shinobu mulai pulih secara instan.
"Maka semua yang aku ketahui..."
"...akan menghilang dalam sekejap." Shinobu mengingat Kou yang langsung membangkitkan seluruh perasaannya secara campur aduk tetapi ia berhasil menguasainya tanpa menggunakan The Mind.
"Aku tidak bisa mengandalkan amarah dan The Mind ketika mencoba untuk meraih kekuatan yang alami...!"
"Walaupun memiliki banyak kesalahan dan kegagalan sejak itu, bangkitlah... aku akan tetap bangkit walaupun aku terjatuh lagi dan lagi...!!!" Kening Shinobu sempat menumbuhkan sesuatu tetapi langsung menghilang.
"Grrrgggghhhh!!!" Aura Shinobu tercampur dengan amarah, ketenangan, dan esensial dari makhluk Astral sehingga Shira dapat merasakan tubuhnya menerima sebuah tegangan.
"Shinobu... kau sudah berjuang sejauh ini ya..." Shira tersenyum serius lalu ia mengulurkan kedua lengannya ke depan untuk melepaskan gelombang emas yang berhasil mendorong semua alam semesta dan galaksi itu.
"Itu adalah cara kami...!!! CARA SHIRATORI!!!" Tubuh Shinobu langsung menerima semua serangan dari Shira bersama dengan Korona matahari itu sehingga melesat menuju daratan.
Megumi dan Shinji dapat melihatnya, mereka semua langsung berhenti melakukan latihan hanya untuk menghindar Korona matahari yang langsung menghantam daratan itu sampai melepaskan banyak kekuatan dan cahaya yang cerah.
"La-Latihan apa yang kamu berikan, Shira?!" Tanya Megumi dengan tatapan kaget ketika mengetahui Shinobu berada di dalam inti matahari itu selagi menerima semua serangan.
"Latihan intens yang perlu Shinobu kuasai dengan perasaan terkendalinya... ia perlu membangkitkan kekuatan yang diwarisi oleh Ayahnya terlebih dahulu agar bisa menguasai Golden Spirit." Jawab Shira.
Tubuh Shinobu terbakar dengan kepanasan yang begitu dahsyat bahkan ia tidak bisa merasakan kembali tubuhnya yang sudah mati, Shira hanya bisa diam dengan ekspresi serius ketika mengetahui Shinobu pasti merencanakan sesuatu.
Shinobu diselimuti dengan esensial Astral yang membantu dirinya untuk tetap bertahan dari serangan yang seharusnya sudah menghapus tubuhnya tanpa sisa, "Golden Sunshine: Essential Ascension!!!"
"Grrrgghhh...!!! Nrrrgghhhh!!!" Shinobu merapatkan taringnya, ekornya mulai terbakar dengan api sehingga kedua pupilnya berubah menjadi putih dan memancarkan cahaya yang begitu silau.
Tata Surya emas mulai bermunculan di sekitar Shinobu lalu mengeliling lehernya karena kekuatan Golden Solar System yang ia langsung kuasai, "Arrrggghhhhh...!!!"
Sihir Shira mampu membawa Shinobu ke dalam inti dari Korona matahari sehingga apa yang ia rasakan saat ini hanyalah kesakitan sampai ia mencoba untuk menguasai semua kesakitan tersebut.
"Koneko bisa...!!! Haahhhhhh...!!!" Shinobu melepaskan raungan keras sampai menyebabkan dimensi itu mulai berguncang dahsyat sampai kehilangan banyak kendali.
"Cucumu... memang tidak pernah membuatku kecewa sama sekali, Shiratori Shira." Shinji tersenyum serius ketika menyaksikan kelahiran petarung emas yang layak.
Shira melebarkan matanya ketika melihat Korona matahari itu mulai berguncang begitu dahsyat bersama dengan galaksi dan alam semesta, bahkan Shinji dan Megumi bisa merasakannya dengan jelas, cahaya dari matahari itu terlepas kemana-mana.
__ADS_1
Gelombang dari laharnya juga bahkan terlepas kemana-mana, Shira menunjukkan ekspresi yang terlihat bangga karena ia percaya bahwa Shinobu pasti akan menemukan jawaban yang ia cari untuk dirinya sendiri.
"GRAAAGGGGGHHHH!!!"
Shinobu meraung keras sampai raungan tersebut terdengar begitu mengerikan, seolah-olah monster di dalam dirinya yang meraung keras, mencoba untuk menahan semua tekanan dan kepanasan dari inti matahari dan semua alam semesta itu.
Tubuh Shinobu langsung menyerap seluruh cahaya itu tanpa ada batasan yang menghalangi dirinya, Shira menyadari sesuatu yang berbahaya dari Shinobu yang telah berlebihan melepaskan begitu banyak kekuatan.
Shira memunculkan sebuah Barrier yang begitu tebal untuk menahan ledakan kekuatan dari Shinobu, mereka berdua melakukan hal yang sama dengan menciptakan pelindung cahaya yang begitu besar karena matahari dan alam semesta yang mereka lihat mulai terlihat tidak stabil.
"Grrrgggghhhh!!!" Shinobu merapatkan taring-taringnya sampai ia bisa merasakan aliran cahaya di dalam tubuhnya yang terus mengalir tanpa henti sehingga membukakan banyak sekali jalan menuju kekuatan untuk dirinya sendiri.
"LIGHT OF HOPE...!!!" Shinobu memaksakan dirinya lagi untuk menggunakan kekuatan yang jauh lebih besar.
"...TINGKATAN TAK TERBATAS!!!" Shinobu melepaskan dorongan dan tekanan besar sampai berhasil memecahkan semua perlindungan mereka sehingga mengejutkan Shira.
"A-Apa yang kau lakukan, Shinobu...!? Semua ini terlalu berlebihan...!!!" Shira dapat merasakan gejolak kekuatan yang besar di hadapannya dimana Shinobu telah mengubah semuanya menjadi cahaya putih yang sulit untuk dilihat.
Shira tercengang ketika matahari itu mulai terisap secara pelan-pelan dan mengecil begitu saja bersama alam semesta yang terus mendorongnya, ia tidak mengetahui apa yang terjadi tetapi Shinobu pasti yang menyebabkan hal itu terjadi.
Megumi melebarkan matanya ketika melihat matahari itu mulai terbelah menjadi dua, menunjukkan dua bola biru dengan warna abu-abu yang berputar mengelilingi tubuh Shinobu.
"Oi!!! Shinobu!!! Hentikan!!! Hentikan sekarang juga...!!!" Shira bisa merasakan hal yang sangat tidak stabil di hadapannya sehingga Shinobu tidak menjawab sama sekali melainkan mengeraskan suara raungannya itu.
"ROOOOOAAAGGGGGHHHHH!!!" Shinobu melepaskan teriakan terakhir sehingga terjadi ledakan Supernova total yang mampu mementalkan Shira bersama yang lainnya tetapi mereka berhasil tertahan oleh tumbuhan emas yang ditumbuhkan Shinobu.
Shira menatap ke dalam lalu ia dapat melihat cahaya putih yang meledak begitu besar sampai ia mulai melakukan sedikit pertahanan untuk menahan semua dorongan yang dilepaskan oleh Shinobu.
"Shinobu..." Shira mengubah semua kejutan dan kekhawatiran itu menjadi sebuah kebanggaan untuk cucunya sendiri yang berhasil melakukannya.
"Kau mengetahui jawabannya... dan juga jalan menuju kekuatan yang kau lihat sudah terbuka sampai kau bisa masuk menuju setiap pintu yang ada di hadapanmu."
Shira masih menahan serangan itu dengan melepaskan seluruh kekuatan penuhnya, Shinji dan Megumi melakukan hal yang sama sehingga mereka dikejutkan dengan Korona matahari yang hancur begitu saja bersama alam semesta emas yang diciptakan oleh Shira.
"Jangan-jangan ini!?" Megumi merinding ketika melihatnya.
Shira tersenyum serius ketika mengetahui Shinobu telah membuka semua potensi dari Golden Saviour hanya dengan dorongan penuh, mereka dapat melihat banyak sekali bunga dan daun berbentuk cahaya terlepas ke atas langit.
Terlihat Shinobu melayang di atas langit dengan aura yang terlihat begitu terang dan tatapannya yang memancarkan cahaya yang sangat amat terang, auranya juga terus mengeluarkan partikel yang membentuk bunga dan daun seperti alam.
"... ..." Shinobu menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia menghembusnya sehingga menciptakan alam emas yang luas di sekitar mereka.
Tubuhnya juga diselimuti dengan aura dari bintang [Neutron], melihatnya saja menumbuh rasa kebanggaan untuk Shira sampai ia dapat melihat kedua bintang neutron yang melayang di kedua bahunya.
Shinobu mengeluarkan lengan kanannya ke depan lalu ia menciptakan supernova kecil yang memperbesar seketika, "Kekuatan ini... murni sekali... kuat sekali..."
Suara Shinobu terus menggema seolah-olah ia telah menjadi ibu alam yang akan mengeluarkan suara kemurnian dari ketenangan, "Koneko... berhasil...?"
"Kau berhasil, cucuku...!!!"
"Kau berhasil menciptakan sesuatu yang begitu besar dan baru, jika mereka semua melihat perkembanganmu sekarang maka semua orang akan terkejut." Shira memasang senyuman yang begitu lebar.
Shira mengetahui Shinobu sudah menguasai beberapa kekuatan cahaya Golden Nature, Golden Mother's Nature, Golden Solar System, Golden Astral, Golden Supernova, dan Golden Neutron.
Semua itu tercampur menjadi satu ke dalam kekuatan cahaya emas pertamanya yang bernama Golden Sunshine, "Hebat sekali... Koneko tidak begitu menyangka bisa menerima semua kekuatan emas sebesar dan sebanyak ini."
Amarah yang dihasilkan dari Beast Neko Legenda sudah dikuasai sejak awal jadi ia tidak perlu khawatir tentang hal itu, dengan memberikan dorongan secara paksa ia sudah membuka semua kekuatan emas yang diwariskan oleh Ayah dan Tantenya.
Shira mencoba untuk mendekat lalu ia bisa merasakan tekanan yang begitu kuat sehingga ia hampir saja tertarik menuju Shinobu karena aura dari Neutron itu memiliki tekanan dan gravitasi yang begitu kuat.
"Kontrol semua kekuatan emas itu, nak... Jangan lepaskan semuanya, jika kau melepaskan semuanya sekaligus maka kehancuran akan terjadi dalam kedipan mata saja" Ucap Shira.
Shinobu menjawabnya dengan anggukan pelan sehingga ia menghilang tekanan gravitasinya yang kuat itu, "Baiklah... Koneko bisa... aku ingin menguasai kemampuan Golden Spirit!"
"Golden Sunshine: Neutron Ascension!" Shinobu mulai menghantam daratan sehingga menumbuhkan pohon sebesar alam semesta dimana semua daun itu menciptakan banyak sekali alam semesta dari kecil sampai besar.
Shinobu mulai menatap ke atas sampai tatapannya berhasil menghancurkan semua alam semesta bersama pohonnya itu karena tekanan dari Golden Neutron, "Kalau begitu kamu memang sudah siap..."
"Fueh?"
"Golden Spirit..."
__ADS_1
"...mungkin kau juga akan menambahkan variasi yang begitu unik dari kemampuan itu, nak."