
"Oi!? Apakah kita akan membiarkan Haruka dan Minami begitu saja di dalam Realm of Time!?" Tanya Rokuro dengan tatapan yang terlihat kesal karena mereka tiba-tiba melarikan diri begitu saja, meninggalkan dua Legenda yang benar-benar layak. Honoka hanya bisa diam karena ia sudah mengetahui rencana itu sendiri, "Tenang saja, Rokuro, Minami saat ini sedang dalam perjalanan menuju tempat ini dan Haruka masih berada di dalam Realm of Time, memperbaiki sesuatu."
Honoka menunjukkan sebuah kubus hitam yang dipenuhi dengan kegelapan, semua kegelapan itu mulai berkurang sedikit demi sedikit sehingga mereka bisa merasakan keberadaan Haruka di dalam kubus waktu itu. Sekarang mereka hanya perlu menunggu cahaya yang dapat membelah celah dan dimensi, cahaya itu tiba dalam waktu beberapa menit dan mereka semua langsung tersenyum karena tidak sabar untuk menyambut kembali Minami yang sudah menjadi pahlawan dan kunci dari kekalahan Kuharu.
"Mina---" Honoka melebarkan matanya ketika cahaya itu mulai menipis dan menunjukkan sebuah jantung, mereka semua juga ikut terkejut karena Minami selama ini berbohong akan kembali pulang dengan selamat. Tidak salah lagi, Minami benar-benar bersikap egois bahkan air mata mengalir keluar melalui kedua matanya, ia berlutut di atas lantai karena merasa sangat sedih dan bersalah ketika melihat jantung itu.
"Ini... Tidak mungkin...! M-Minami...?!" Jantung Honoka berdetak pelan dan tubuhnya merasa merinding karena ia tidak menyangka bahwa Minami menipu mereka semua, mereka semua tidak bisa mengeluarkan perkataan apapun kecuali diam membeku seperti waktu berjalan sangat lambat. Hana mulai menutup wajahnya dan menangis karena ia tidak menyangka Minami mati begitu cepat.
Mereka tidak bisa berpikir dengan tenang karena perasaan sedih yang sudah menguasai tubuh mereka, Honoka sendiri bahkan menghantam tembok di sebelahnya karena ia sudah mendapatkan Shiratori Minami yang serius dan tegas tetapi ia meninggalkan mereka begitu cepat dan begitu saja. Seharusnya Honoka tidak mempercayai tentang rencananya itu, jika saja ia tidak pergi dari Realm of Time maka ia dapat melakukan sesuatu seperti memperbaiki kubus waktu itu tetapi perbuatannya itu hanya akan mengembalikan Kuharu.
"Minami pasti masih hidup 'kan!? Hei, aku tahu dia sering bercanda... dia sendiri kadang bersikap tidak waras!" Asriel mulai berbicara dan mencoba untuk memperbaiki mood tetapi sudah terlambat karena ia sendiri tidak bisa menerima apa yang baru saja ia lihat dan dapatkan, Minami benar-benar mati dan tidak akan pernah kembali. Gedung Comi dipenuhi dengan rasa sedih dan tangisan yang menggema dimana-mana, Honoka tidak tahu apa yang akan ia lakukan, ia bertambah sedih ketika harus memberitahu Shira dan Megumi tentang anak mereka.
Beberapa menit kemudian, mereka semua memutuskan untuk menanggung tanggung jawab yang sama. Honoka menghadapi Shira dan Megumi, ekspresi sudah menunjukkan rasa kesedihan ketika tidak melihat Minami sama sekali, Honoka langsung ke intinya dengan air mata yang masih terus mengalir deras. Ia berhasil memberitahu mereka berita yang cukup menyedihkan bahwa Minami gugur dalam pertarungan dan ia setidaknya berhasil menghentikan ancaman untuk Yuusuatouri bahkan sempat untuk menyelamatkan Haruka kembali.
Reaksi yang mereka tidak ingin harapkan terjadi, rasa sedih menyerang mereka bahkan sampai air mata mengalir deras melalui kedua matanya itu. Hari ini adalah hari yang cukup menyedihkan karena Shira dan Minami benar-benar menangis cukup menyedihkan karena tidak menerima fakta bahwa anak pertama mereka mati dan kematiannya itu tidak sia-sia, dia gugur menjadi seorang pahlawan yang sudah menyelamatkan seorang teman dan Yuusuatouri dari ancaman musuh yang dapat mengendalikan waktu.
Honoka merasakan tanggung jawab yang besar di dalam dirinya, ia sampai memberitahu seluruh penghuni Touri bahwa seorang pahlawan baru yang bernama Shiratori Minami telah gugur dan berhasil menyelamatkan Yuusuatouri dari ancaman yang bisa menjadi besar jika dibiarkan begitu saja. Semua orang mendengarnya dan tentunya merasa sedih ketika mendengar anak dari seorang pahlawan gugur begitu saja, Minami gugur dengan penuh rasa kehormatan gugur menjadi seorang pahlawan yang hebat.
Pemakaman terjadi hari ini dan Honoka sudah menyiapkan semuanya, semua orang datang di pemakaman itu hanya untuk memberi rasa kehormatan yang sangat besar. Megumi masih menangis sekarang karena ia tidak menyangka Minami akan gugur begitu cepat, ia menempati fotonya tepat di atas batu nisan dimana mereka semua mulai berlutut lalu menundukkan kepala, demi menunjukkan rasa hormat yang begitu besar dan tinggi.
Setelah itu, para Legenda bangkit dan melepaskan berbagai macam sihir yang sama seperti petasan untuk menunjukkan rasa hormat yang lebih tinggi lagi. Pemakaman berakhir selama satu jam, Shira bersama yang lainnya berdiri tepat di hadapan batu nisan itu dengan ekspresi yang terlihat sedih, mereka masih ingin bersama dengan Minami walaupun ia kadang berpikir tidak waras.
Kou terus menangis selagi memeluk Honoka karena ia masih ingin bersama Minami, jantung itu sepertinya hadiah terkahir yang akan diberikan oleh Minami. Hadiah ulang tahun yang diterima dalam waktu yang kurang tetap tidak apa-apa, Honoka menghapus air matanya karena ia merasakan keberadaan Haruka yang mulai mendekat. Haruka menampakkan dirinya di belakang mereka dan mereka semua langsung terkejut ketika melihat Haruka yang terlihat baik-baik saja.
"Yo... sepertinya aku terlambat ya di pemakaman Minami..." Haruka tersenyum pahit, ia menghampiri batu nisan Minami lalu berlutut di hadapannya selagi menyatukan kedua tapaknya itu. Mereka semua setidaknya merasa lega melihat Haruka yang bisa bergerak dan berbicara seperti biasanya, Haruka dikejutkan dengan Kou yang memeluk punggungnya dengan sangat erat, "Maafkan aku ya, semuanya... seharusnya kalian tidak perlu repot-repot seperti itu dalam menyelamatkan diriku, waktuku sejak itu seharusnya sudah tiba..."
__ADS_1
"...aku tidak menyangka Minami akan melakukan sesuatu seperti ini. Minami, maafkan aku... tidak, Shira, Megumi." Haruka bangkit dari atas tanah lalu ia menghampiri Shira dan Megumi selagi bersujud tepat di hadapannya, "Maafkan diriku... jika aku tidak menyusahkan kalian maka Minami masih akan tetap hidup, aku benar-benar minta maaf."
"Tidak apa-apa kok, Haruka... angkat kepalamu, ini semua sudah tertera di dalam takdir. Kami sudah cukup bangga melihat Minami yang benar-benar meneruskan Shira, dia menjadi seorang Legenda gugur yang layak, mendapatkan hasil yang sangat memuaskan untuk dunia." Kata Megumi selagi menghapus air matanya, ia tersenyum dan menghela nafas lega bahwa semuanya bisa ia lalui dengan pelan-pelan.
Haruka bangkit dari atas tanah lalu ia tersenyum kecil, "Kalian benar-benar dikuasai dengan rasa sedih ya...? Sampai masih bisa menyebut dan mengingat nama Minami." Kata Haruka, perkataan itu langsung membuat Honoka melebarkan matanya karena ia baru saja mengingat sesuatu, awan yang menghalangi matahari tiba-tiba menghilang dan matahari itu mulai menyinari daratan di belakang mereka yang perlahan-lahan membentuk seseorang.
"Semuanya, terima kasih, terima kasih sudah mengkhawatirkan diriku." Terdengar suara seorang gadis yang tidak asing, mereka dikejutkan dengan suara yang bisa dibilang melembutkan hati dalam waktu seperti ini tetapi dalam waktu biasa itu cukup menjengkelkan, "A-Ahh!?"
Mereka semua menoleh ke belakang dan dikejutkan dengan Minami yang memiliki penampilan remaja yang terlihat dewasa sekarang, dengan jas hitam dan rambut poni yang menghalang mata kanannya itu yang sudah buta karena menerima luka yang cukup fatal, mereka semua tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dilihat. Honoka dan Kou baru saja ingat bahwa seseorang yang menghilang bersama kubus hitam itu pasti tidak akan diingat oleh siapapun tetapi mereka semua masih mengingat dirinya.
""MINAMI!?!?"" Mereka semua terkejut lalu merasa sangat senang ketika melihat dirinya masih hidup, pertanyaan mulai muncul di dalam pikiran mereka dan jika dipikirkan lagi. Haruka berada di dalam Realm of Time dalam waktu yang lama cukup mencurigakan.
"Ahhhh!? Minami masih hidup...!" Seru Mitsuki.
"Aku benar-benar takut..." Kata Minami, Shira dan Megumi tersenyum penuh dengan rasa lega dan mereka mulai memeluk Minami erat. Kedamaian akhirnya menyelimuti mereka dengan kembalinya Minami, bukan hanya Honoka saja yang merasa penasaran melainkan mereka, sesuatu yang berkaitan dengan Haruka tentunya, "Kakak, bagaimana bisa kau mengembalikan Megumi?"
"Intinya aku kembali... ketika Kuharu berhasil dihapuskan dengan kubus hitam itu, tubuhku yang terasa kaku dan baru. Walaupun aku lumpuh, aku mengetahui semua kejadian yang aku lihat kok terutama semuanya aku bisa merasakan dan melihatnya sendiri. Aku masuk ke dalam kubus waktu hitam itu untuk mengundurkan waktu dimana Haruka tidak terjadi dihapuskan dengan kubus hitam, setelah itulah aku memperbaiki Realm of Time yang berjalan tidak stabil..."
"...intinya begitu." Haruka tersenyum, mereka semua setidaknya merasa lega bahwa semuanya berjalan dengan baik-baik saja. Kehidupan damai kembali berjalan seperti biasanya, Minami bersama teman-temannya akhirnya berkumpul di satu tetapi sesuatu yang kurang bisa terasa untuk Minami dan ketiga saudara Comi itu. Okaho yang benar-benar menghilang dan mereka tidak akan pernah mengetahui tentang dirinya itu.
Beberapa menit kemudian, mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat sebentar. Haruka tentu saja mengundang mereka untuk berkunjung kembali ke dalam rumahnya sehingga ia melupakan urusan penting dengan Rokuro, "Oi, Rokuro, aku baru saja ingat." Panggil Haruka kepada Rokuro yang baru saja ingin terbang bersama Hana.
"Apa yang kau butuhkan dariku...?" Tanya Rokuro, ia menatap Haruka yang mulai mendekat dengan senyuman di wajahnya itu, "Time-Stop" Haruka menghentikan waktu lalu ia meraih kedua pipi Rokuro dan mencium bibirnya sehingga waktu kembali berjalan dan menunjukkan Haruka dan Rokuro yang sedang berciuman, Rokuro benar-benar lengah ketika Haruka menggunakan penghentian waktu.
Minami bersama yang lainnya melihat kejadian itu dan mereka langsung teriak histeris karena tidak menyangka Haruka mencium bibir Rokuro, ciuman di bibir saja sudah menandakan bahwa Haruka memiliki perasaan cinta kepada Rokuro, "C-Ciuman!? Kakak berciuman dengan Rokuro!? Apa ini!? Apakah sesuatu yang berkaitan dengan waktu...!? Ilusi...!?" Tanya Honoka dengan tatapan yang terlihat kaget.
__ADS_1
""Hehhhhhhhhhh!?!?""
Haruka berhenti berciuman lalu ia berbisik kepada Rokuro, "Terima kasih..." Wajah Haruka mulai memerah, ia langsung pergi bersama Honoka dan Kou dengan melompati waktu. Rokuro tidak bisa mengatakan apapun karena kejadian tadi cukup memalukan tetapi setidaknya perasaannya meledak dengan rasa senang, "Sialan... aku tidak menyangka dia akan melakukan pergerakan seperti itu."
"Wah-wah, adikku sepertinya yang pertama akan mendapatkan pacar... ugh! Aku kalah!" Kata Hana dengan tatapan sedih, "Berisik, ayo pulang."
"Hahhh... lagi-lagi tidak mau jujur."
***
Minami menghampiri halaman gedung Comi dan ia bisa melihat Haruka, Honoka, dan Kou yang sedang menatap lautan. Sepertinya Minami datang duluan tanpa Haruka yang memberitahu mereka, mereka sudah menyangka bahwa Minami akan datang duluan karena ia adalah sahabat yang terbaik bagi mereka, "Aku tidak perlu di undang, aku akan datang... masuk sendiri dan menyambut kalian."
"Minami, terima kasih, karena sudah menerima kami apa adanya." Kata Haruka dengan senyuman lebar yang tertera di wajahnya.
"Kami harap kamu akan terus menemani kami... tidak, pertemanan kita tentunya akan berjalan untuk selama-lamanya. Tidak ada yang dapat memutuskan tali pertemanan itu, sudah takdir dan sejarah bagi keturunan Shiratori dan Comi untuk terus berteman dan saling membantu satu sama lain..." Honoka tersenyum.
Kou mendekati Minami lalu ia memberi dirinya pelukan yang sangat erat, "Tidak, ini bukan takdir melainkan pilihanku untuk menjadi seorang Legenda yang layak. Intinya aku ingin menjadi seorang Legenda yang lebih hebat dari Ayah dan Ibu, jika Korrina pernah membantu Ayah untuk bertambah kuat maka aku juga ingin membantu kalian bertambah kuat dan kalian membantu diriku untuk bertambah kuat." Minami tersenyum lembut.
""Itu adalah janji!"" Mereka mengulurkan lengan mereka dan saling mengenai tinju satu sama lain dengan senyuman lebar yang tertera di wajah mereka, "Sekarang, kucing garong, berenang!" Haruka tersenyum lebar dan menendang pantat Minami sampai ia terjatuh menuju lautan, Minami tersenyum serius lalu ia menunjuk Haruka dan menarik dirinya menggunakan cahaya yang berbentuk rantai.
"Kalian malah bermain-main, hahhh..." Honoka menghela nafasnya dan melihat Kou melompat-lompat karena ia juga ingin berenang, "Kalau begitu kami juga ikut!" Honoka menggendong Kou lalu ia melompat menuju lautan sehingga mereka membagi tawa dan kesenangan yang sama bersama-sama selagi menikmati kehidupan yang damai.
""Hahaha~""
[Time Conflict - The End]
__ADS_1