
Arisu merapatkan giginya lalu ia melepaskan ledakan api besar yang mampu mendorong Zoiru mundur, luka yang terima kembali pulih dengan cepat sebelum Zoiru kembali menyerang.
"Bukannya aku sudah bilang...?" Zoiru melihat ledakan di hadapannya terus bertambah besar lagi dan lagi.
Zoiru menyentuh ledakan itu lalu ia melepaskan dorongan yang mampu menghapusnya, setelah itu ia muncul di belakang Arisu lalu menendang wajahnya dan melakukan tendangan lain yang mampu melemparnya ke atas.
Zoiru muncul di hadapan Arisu lalu ia menunjukkan pedang runcing tipis yang berbentuk seperti taring, ia menusuk perut Arisu lalu terbang maju ke depan.
Punggung Arisu menabrak gunung di belakangnya dan ia melihat Zoiru mencoba untuk menebas lehernya tetapi ia berhasil menggenggam taring itu.
Arisu berubah menjadi api lalu ia muncul di atas daratan dengan tatapan kesal, "Ada yang aneh... perbedaan kekuatan di antara kita jauh lebih besar..."
"Dan aku terus merasakan sebuah kehilangan dimana-mana, apakah dia mengulur waktu saja atau Bamushigaru memang sudah bangkit sampai ia sekarang sedang memakan banyak planet...?" Ungkap Arisu.
"Semuanya hilang begitu cepat... esensi, apakah Zoiru mengincar itu saja...? Atau dia hanya menginginkan kehancuran...?"
"Ancaman yang sebenarnya bukan Bamushigaru atau Bamushi melainkan majikannya sendiri yaitu dewa agung sialan ini..." Arisu menatap Zoiru yang mulai mendarat di atas daratan.
"Aku akan menggunakan waktuku untuk menyiksa dirimu, Arisu. Aku akan ubah kau menjadi hidangan yang Bamushi sukai..." Zoiru menunjuk ke atas dan melepaskan beberapa laser hijau yang berkumpul di atas.
Semua sihir yang berada di atas langit mulai melepaskan hujan laser deras yang mencoba untuk membunuh Arisu dan kedua saudaranya.
Methode berpikir cepat dengan menciptakan kristal besar untuk melindungi dirinya bersama kedua saudaranya dan Shou melepaskan gerhana bulan besar di atas langit.
Zoiru bisa merasakan gravitasi meningkat tetapi itu tidak mempengaruhi dirinya yang sering melakukan latihan seperti mengangkat beban dari tubuh Bamushigaru.
"Ini saja...?"
Semua laser itu mengenai daratan sampai menciptakan banyak asap hijau yang mengganggu semua indra milik Arisu dan yang lainnya.
"Aku tidak bisa merasakannya... kau melarikan diri kemana, Zoiru?" Ungkap Arisu, mencoba sekuat mungkin untuk mencarinya.
Arisu mencoba untuk menyucikan semua asap itu tetapi sihir tersedot begitu saja sehingga membuat dirinya kaget dan bertambah semakin panik karena kekuatan Omni nya terasa tidak berguna seketika.
Zoiru selama ini berjalan mengelilingi tubuh Arisu, mencoba untuk mencari bagian yang Bamushi dan dirinya sukai, setelah menemukan apa yang ia inginkan.
Zoiru tanpa basa basi mencabut mata kanan Arisu lalu menghilang, Arisu meringis kesakitan dan semua indranya bertambah tidak stabil ketika menerima serangan tadi.
"Aku tidak bisa merasakan apapun... semuanya terasa hampa dan aku tidak bisa melihat sekarang karena satu mata yang ia ambil..."
"...semuanya bertambah tidak stabil, tubuh ini... tubuh maha kuasa dari segala Saint kalah begitu saja oleh seorang dewa agung Oath?"
"Aku mengerti... jadi ini perbedaannya... yang palsu dan asli memang tidak seharusnya bertambah, aku merasa tidak berguna sekarang..."
"Zoiru satu ini... aku benci untuk mengatakannya tetapi dia berada di atas tingkatan yang tidak dapat aku ikuti... yang satu ini jauh lebih brengsek dan menyebalkan karena kemampuan itu..."
"...dewa berdarah dingin juga seorang Vampir yang di angkat menjadi dewa agung, kematian baginya adalah hal yang mudah." Tubuh Arisu terasa lemas seketika.
__ADS_1
"Serangan tadi... keberadaan dan semua energi sihirnya berada dimana-mana."
Zoiru berjalan mendekati Arisu dengan senyuman puas karena ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, esensi yang melepaskan semuanya kemampuan dan potensi di dalamnya.
Zoiru menciptakan gumpalan hijau di tapak tangannya yang berada di hadapan wajah Arisu, "Sebagian dari kemampuanku juga... terasa menghilang seketika sampai aku tidak bisa menggunakannya..."
"Aku merasakan... bahaya..."
"...darurat seperti ini... tidak ada pilihan lain."
"...LIGHT OF HOPE!!! TINGKATAN TAK TERBATAS!!!" Arisu melepaskan cahaya yang sangat silau bahkan sampai melepaskan dorongan dan tekanan yang mampu menghempas Zoiru ke belakang.
"Arisu Blaze...!!!" Arisu terus menumpuk semua peningkatan kekuatannya satu per satu untuk mendapatkan semua penambahan kekuatan juga Lenergy yang ia butuhkan.
Arisu maju ke depan dengan kecepatan tak terlihat lalu ia menghantam perut Zoiru sampai punggungnya meledak dan menyebabkan dirinya memuntahkan banyak darah.
Setelah melakukan satu pukulan tadi, Arisu mengisi kekuatan penuh dari sihir gelombang di kedua lengannya, semuanya sudah terkumpul menjadi satu dan ia melepaskannya tepat di hadapan Zoiru.
BAMMMM!!!
Tubuh Zoiru terus terbakar dan menerima banyak luka ketika gelombang itu terus membakar tubuhnya, Arisu meningkatkan lebih banyak lagi kekuatannya.
Menyebabkan gelombang itu bertambah besar dan tebal sehingga membuat Methode dan Shou kaget, mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengalirkan seluruh kekuatan mereka kepada Arisu.
Arisu terus meningkatkan lebih banyak kekuatannya lagi sampai setengah dari kepala Zoiru hancur termasuk dengan lengan kanannya.
Baammm!!!
Arisu menghantam dagu Zoiru lalu berputar dan melakukan tendangan yang mampu mementalkan Zoiru ke belakang, Arisu langsung mengejar dirinya tanpa memberi kesempatan apapun kepada Zoiru.
Arisu muncul di belakang Zoiru lalu ia mengangkat kedua lengannya, mengumpulkan semua cahaya yang ia serap dari semesta Yuusuatouri sehingga menciptakan gumpalan cahaya emas yang terbakar.
Arisu melemparnya ke arah tubuh Zoiru sampai ia menerima serangan kumpulan cahaya itu yang terasa menyakitkan, Arisu mendorong sihirnya itu dengan penuh dorongan.
"Aku harus terus bertahan...!!! Aku tidak akan kau menyebar seperti Virus!!!" Arisu mengangkat lengan kanannya sampai sihir itu melayang ke atas dengan Zoiru yang terbakar di dalamnya.
Kumpulan cahaya itu menimbulkan ledakan besar dan Arisu mendarat di atas daratan lalu mengerang keras untuk melepaskan semua kekuatan penuh dan batasan terakhirnya.
"LIMIT BREAKER...!!! HAAARRRGGGHHHH!!!" Tubuh Arisu terbakar dengan api yang sangat panas bahkan tubuh Shou dan Methode langsung tersengat.
Arisu muncul di atas langit lalu ia menginjak perut Zoiru beberapa kali tanpa memberinya ampun, Arisu menginjak tubuh Zoiru sampai membanting tubuhnya di atas daratan.
Arisu melompat ke belakang lalu melepaskan beberapa ilusi, ia bersama semua ilusi itu mulai melepaskan sihir gelombang cahaya yang terbakar dalam dekat dengan Zoiru.
"Peningkatan tinggi terhadap kekuatan dan Lenergy..."
"...tidak akan mengubah fakta." Zoiru menahan semua gelombang itu.
__ADS_1
mulut Bamushi yang berada di perut Zoiru mulai mengunyah sesuatu lalu memuntahkannya sampai menciptakan semua anggota tubuhnya yang hancur.
"... ...!!!" Arisu melebarkan kedua matanya ketika semua peningkatan kekuatan dan Lenergynya hilang seketika.
"Tubuhku... bekerja dengan sendirinya... ada apa dengan penyembuhan suciku..."
"...semuanya hilang... aku tidak bisa menggunakannya..." Tubuh Arisu melepaskan asap yang mampu membuat dirinya merasa sesak nafas sampai ia mengalami kesulitan untuk bernafas.
"Beritahu aku, bangsa Legenda. Apakah kau pikir melawan seorang dewa agung sepertiku adalah ide yang bagus?" Tanya Zoiru sambil menahan semua gelombang itu yang mulai mengecil sampai terisap oleh mulut Bamushi yang terbuka lebar.
"Hmmmmm... Ahhhhh... sungguh lezat, aku terlalu kuat... Sadarlah dengan sebuah perbedaan."
"Yang palsu tidak akan memiliki kualitas sama dengan yang asli. Banyak keterbatasan juga yang di miliki oleh palsu seperti kalian."
"Aku bahkan bisa menjadi lebih kuat lagi di bandingkan ini...! Ternyata Haruka memang cukup Jenius untuk menciptakan semua kepalsuan yang dapat aku jadikan sebagai hidangan untuk Bamushi!"
Tubuh Zoiru bertambah besar dengan otot yang terus membesar sampai menonjolkan lebih banyak urat lagi, kali ini kulitnya telah mengeras seperti kulit naga.
Ketika Zoiru menunjukkan kekuatan dan kemampuan lainnya, dorongan dan tekanan yang ia lepaskan mampu membuat Arisu ketakutan sampai ia terus dikejutkan dengan berbagai kekuatan yang tidak bisa ia lawan.
Sebuah cincin hijau muncul tepat di belakangnya, "Aku juga memiliki tanda yang sama, tanda yang mengartikan bahwa kita berada di atas kuasa yang jauh lebih tinggi dari apapun..."
Arisu tidak bisa merasakan apapun kecuali satu pukulan tajam yang menusuk tubuhnya cukup dalam, Zoiru membawa Arisu menuju daratan lalu ia menendang perutnya.
"K-Kuat sekali..." Arisu menabrak daratan sampai sebagian dari tulangnya sudah hancur.
Zoiru kembali mengecilkan tubuhnya kembali, ia tidak memiliki niat untuk menggunakan kekuatan seperti tadi yang sebenarnya tidak pantas untuk di gunakan kepada lawan sejenis keledai.
Zoiru melepaskan laser melalui kedua matanya dan laser itu mengenai lengan kiri Arisu sampai memutuskannya, Arisu mulai menghilang dan melarikan diri ke tempat yang aman.
Arisu dengan cepat menumbuhkan kembali lengannya dengan bantuan dari sihir pemulihan yang masih bisa ia kendalikan.
"ZOIRU!!!" Arisu menjerit keras lalu ia melesat ke arah Zoiru tetapi punggungnya menerima satu tendangan yang menghempas dirinya menuju daratan.
Zoiru sekarang tidak memiliki niat untuk bermain karena menerima banyak kerusakan ketika Arisu menumpuk semua kekuatannya.
Ia mulai menyerang Arisu beberapa kali sehingga Methode dan Shou terkejut ketika melihat langit-langit terus melepaskan dorongan yang mampu menghancurkan daratan sampai tingkatan lebih dalam.
Arisu menghantam wajah Zoiru sampai ia terjatuh di atas tanah, "Hohhh... kau masih bisa bertahan sepertinya."
"Tadi itu hampir saja... aku dapat menggunakan kesempatan terakhir sebagai kartu as yaitu Legend's Boost."
"Kekuatan dan Lenergy terus mengalir di dalam tubuh ini karena menerima banyak kesakitan juga bertahan di saat-saat aku akan mati..." Ungkap Arisu.
"Ternyata kemampuan alami yang bernama Legend's Boost sangat berpengaruh untuk bangsa Legenda ya..."
"...tetapi dewa agung, Zoiru, tidak akan membiarkan siapa pun mencoba untuk melukainya lagi." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
__ADS_1
"Bersiaplah, Arisu..."
"...kau akan menjadi keledai panggang!"