
"Light Creation: Triple Light Blitz...!!!" Shira mulai menciptakan tiga bola cahaya yang mengelilingi sekitar tubuhnya, bola-bola emas itu langsung meluncurkan gelombang emas yang mengenai semua serigala yang berada di depan Shira, beberapa serigala lainnya mulai menyerang Shira dari segala arah, tetapi semua serigala itu langsung terkena serangan sihir melalui ketiga bola emas itu yang mampu membuat serigala-serigala itu terbakar sampai habis.
"Sihirmu sepertinya meningkat cukup pesat, Shira." Megumi tersenyum melihat sihir Shira yang meningkat, ia juga bisa melihat tubuh Shira mulai berkeringat karena menggunakan sihir cahaya mampu membuat tenaganya terkuras cukup besar. Megumi mulai mengusap semua keringat itu menggunakan ekornya dan itu membuat Shira terkejut dan merasa geli, "G-Geli..."
"Tahan sebentar..."
Agfi tersenyum melihat Shira dan Megumi, mereka berdua terlihat seperti kekasih yang pas, Shira mulai memegang ekor Megumi erat, "Berhenti..." Megumi langsung membulatkan kedua matanya dan seluruh tubuhnya langsung terkejut seperti terkena sengat oleh listrik kecil, "Nya!" Kuku Megumi mulai terlindungi dengan auranya, ia langsung mencoba untuk merobek tubuh Shira menggunakan cakar itu, tetapi Shira menghindarinya.
"Hahaha! Kau harus terbiasa dengan ekormu, Megumi! Itu adalah sumber kelemahanmu yang terbesar." Ucap Shira, Megumi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal bahkan wajahnya juga terlihat memerah, "Diam!!!" Teriak Megumi keras hingga Agfi mulai menepuk tangannya beberapa kali hingga membuat mereka berdua melirik ke arahnya, "Jangan berkelahi, suara kalian bisa saja memancing monster-monster."
"GRAAAAGGGHHH!!!" Tiba-tiba sebuah monster besar muncul di belakang Agfi, monster itu mengayunkan tongkatnya ke arah Agfi, tetapi Agfi melompat ke depan lalu ia melirik ke belakang dimana ia melihat monster itu memiliki ukuran yang sama besarnya dengan pohon-pohon itu, "Cih... Itu artinya kita bertiga sebentar lagi akan sampai di kota Ezlento..." Shira melihat monster yang memiliki bentuk yang sama dengan ogre itu mengayunkan tongkatnya ke arah Shira, tetapi Shira langsung menahan tongkat itu menggunakan dua bola cahaya yang ia pegang di kedua telapak tangannya.
BUSSHHH!!!!
Shira langsung mendorong ogre itu mundur menggunakan dua bola cahaya itu yang meledak hingga menimbulkan efek yang sama seperti knockback, "Sihirku dan Lenergy-ku terasa seperti meningkat, tetapi tenagaku terus terkuras..." Shira mulai berkeringat dan ia melihat ogre itu mengayunkan tongkatnya lagi ke arah Shira, tetapi Megumi langsung memotong tongkat itu menggunakan kuku-nya.
SLAASSHHH!!!
"Ayo, Shira!" Megumi melompat menuju arah ogre itu lalu ia menebas dada dan perut ogre itu menggunakan kuku-nya yang dilumuri dengan auranya, perlahan-lahan kuku Megumi mulai memanjang dan perlahan-lahan Shira langsung menunjuk ogre itu menggunakan telapak tangan kirinya, "... ..." Shira mulai berkonsentrasi untuk menciptakan sihir cahayanya yang berbentuk seperti cincin.
Ogre itu menatap Shira dan ia langsung menghantam Shira, tetapi Shira melompat ke belakang dan tinju kanan Ogre itu ditendong oleh Megumi hingga lengan kanan Ogre itu terpental ke atas, "... ...!" Shira tersenyum karena sepertinya Megumi mulai membantu Shira bertarung, ia melihat ogre itu terus mencoba untuk menyerang Shira, tetapi Megumi mendorongnya mundur menggunakan sihir anginnya.
Telapak tangan kiri Shira mulai bersinar cerah dan sinar itu memiliki sinar yang sama dengan matahari, ogre itu menutup kedua matanya karena sinar di telapak tangan kiri Shira mampu membuat kedua mata ogre itu silau, "Rasakan ini... Cahaya...? Uhh... Cahaya... Apa ya...?" Shira tiba-tiba tidak jadi meluncurkan sihirnya karena ia tidak tahu nama dari sihir yang akan ia keluarkan, Megumi dan Agfi mulai menepuk wajah mereka karena Shira masih memiliki beberapa waktu untuk bercanda walaupun ia saat ini sedang melawan monster yang besar.
__ADS_1
Ogre itu mengamuk lalu ia mencoba untuk menginjak Shira, tetapi kedua mata Shira langsung bersinar, ia mundur ke belakang dan setelah itu ia menunjuk wajah ogre itu, "LIGHT OF JUDGEMENT...!!!" Shira meluncurkan cincin cahaya yang besar menuju arah ogre itu, ia akhirnya bisa menemukan nama untuk sihir yang akan ia luncurkan.
BAAMMM!!!
Cincin itu mampu menghancurkan kepala ogre itu seperti balon yang dipecahkan dengan jarum, kedua lengan Shira mulai terasa lemas, "Nrgh..." Agfi mulai memegang bahu kiri Shira dan Shira langsung menatap wajahnya yang terlihat serius, "Kau benar-benar harus berlatih, Shira." Agfi mulai memberi Shira sebuah botol kecil yang berisi air berwarna merah.
"A-Apa ini...!? Jangan-jangan ini racun!!!" Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan, "Itu darah malaikat... Aku mendapatkannya di semesta Xuusuatouri ketika aku menemukan beberapa mayat malaikat yang utuh, darah mereka mampu membuat luka-lukamu kembali pulih bahkan darah malaikat juga mampu memulihkan tenagamu juga, Shira." Ucap Agfi hingga Shira mulai menunjukkan wajah yang jijik, ia mundur beberapa langkah karena ia tidak mau meminum darah malaikat.
Megumi mulai tertawa melihat Agfi, "Hahaha, Shira tidak akan mau hal yang seperti itu, Agfi. Dia hanya mau... Whiskas penyembuh!!!" Megumi mulai mengeluarkan sebuah whiskas dari saku celananya dan setelah itu ia mulai mendekati Shira yang ekspresinya mulai terlihat seperti tambah jijik, "Tidak...!!! Itu tidak terasa enak...!!!" Teriak Shira yang mulai memanjat pohon, "Ayolah..." Megumi mulai tersenyum dan ekspresinya saat ini terlihat seperti seorang psikopat, ia mulai memanjat pohon yang Shira panjati.
Megumi memegang kaki kanan Shira, "Makanlah dan sembuhlah, Shira~" Agfi mulai menghela nafasnya melihat tingkah mereka yang konyol, "Shira, tenang saja. Aku sudah mencampur darah malaikat ini dengan sari stroberi, jadi darah malaikat ini akan terasa manis kok, percayalah."
Shira melompat menuju arah Agfi lalu ia mengambil botol kecil itu lalu ia membuka penutup botolnya, "Huu... Dasar..." Megumi mulai mengembungkan kedua pipinya ketika ia melihat Shira tidak mau sembuh karena bantuan Megumi, ia perlahan-lahan turun dari pohon itu lalu ia menghampiri Agfi, Agfi menatap Megumi lalu ia mengeluarkan dua botol kecil berisi darah malaikat, "Ehh...? Aku tidak terluka, Agfi."
"Hahaha, tenang-tenang, tidak perlu bersikap berlebihan seperti itu." Agfi memasukkan botol kecil itu di saku celana Megumi, "Bukan Shira saja, siapa tahu nanti kau akan terluka, Megumi." Agfi berjalan pergi dan melewati Shira yang sedang tersenyum, "Ternyata kau benar, Agfi. Rasanya seperti stroberi." Agfi mengangguk lalu ia berjalan lurus karena ia masih mengingat jalan menuju kota Ezlento.
Shira melirik ke belakang dimana ia melihat Megumi masih tersipu, "Megumi, ayo." Shira mulai mengikuti Agfi dan Megumi hanya bisa mengangguk lalu ia mengikuti Shira dari belakang selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat malu.
Beberapa menit kemudian, Shira mulai mendengar suara langkahan kuda dimana-mana, ketika ia menatap ke depan ia melihat sumber cahaya yang besar dan juga suara yang berasal dari beberapa legenda, sepertinya sebentar lagi mereka akan tiba di kota yang bernama Ezlento itu, Agfi mulai melewati sebuah semak besar di depannya lalu ia tiba di kota Ezlento dimana hal yang pertama ia lihat adalah beberapa Legenda yang sedang menaiki seekor kuda, "Kita sudah tiba."
Shira dan Megumi melewati semak-semak yang besar itu lalu mereka melihat kota Ezlento dimana terdapat banyak sekali Legenda yang sedang jalan, menaiki kuda, dan terbang. Shira bahkan bisa melihat beberapa Legenda yang sedang berjualan dan menjaga toko, "Wah... Terlihat rukun sekali, aku menyukainya... Hampir sama seperti kota dan desa yang di campur menjadi satu."
"Biasanya setiap kota selalu memiliki pusat kota dan pusat itu terletak di tengah-tengah, kita saat ini sedang melihat desa-desa Shira, jadi desa-desa hanya akan terletak di luar pusat kota itu." Ucap Agfi karena Kota yang bernama Ezlento ini memiliki banyak sekali perumahan dan bahkan toko-toko, semakin mereka masuk ke dalam pusat kota maka mereka akan melihat banyak sekali bangunan yang besar dan bahkan patung dewa yang kota itu sembah.
__ADS_1
"Kita 'kan tinggal di semesta Yuusuatouri ya...?"
"Ya, tentu saja."
"Aku penasaran, seberapa banyak planet yang ada di setiap semesta dan juga berapa banyak kota yang ada di setiap planet juga...?" Tanya Shira, Agfi mulai pergi mencari restoran untuk mereka semua makan bersama, ia juga tidak lupa untuk menjawab pertanyaan yang Shira berikan kepadanya, "Hmm... Semua semesta yang ada di semesta Touri sih memiliki sepuluh planet dan disetiap planet memiliki lima kota dengan satu ibu kota." Jawab Agfi.
"Planet yang kita tinggali saat ini bernama planet Legenia dengan lima kota yaitu Ezlento, Ghisaru, Milagia, Gosa, dan Zergenia. Ibu kota dari planet Legenia adalah kota Ghisaru..." Agfi mulai teringat sesuatu yaitu raja, "Ahh, di setiap kota terdapat raja yang memimpin rakyatnya dan setiap kota juga bahkan memiliki dewa yang mereka percayai dan mereka hormati."
"H-Hebat..." Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan, "Ehh?! Jadi siapa raja dari ibu kota itu...?" Tanya Megumi dan Agfi hanya bisa tersenyum lalu ia berhenti berjalan, ia melirik ke arah mereka berdua, "Adikku yang bernama Yuuki Ghifari." Agfi tersenyum hingga Megumi dan Shira langsung menunjukkan ekspresi yang terkejut karena Agfi adalah kakak dari sang raja.
"E-Ehh..?! B-Bagaimana kau bisa menjadi seorang kakak dari sang raja Ghisaru...!?" Tanya Megumi dengan ekspresi yang terlihat terkejut, Agfi terkekeh lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, "Yah... Mama-ku yang memilihnya, dia ini masih berumur 8 tahun dan saat ini dia sudah menjadi raja yang memimpin ibu kota Ghisaru!" Agfi mulai melanjutkan perjalanannya untuk mencari sebuah restoran.
"Ehh...? Delapan tahun dan dia sudah menjadi seorang raja...? H-Hebat... Itu artinya Yuuki Ghifari juga adalah anak dari dewa yang bernama Alvin Ghifari juga..." Shira mulai berkeringat dan ia merasa cukup terkesan bahwa seorang Legenda yang berumur 8 tahun mampu memimpin ibu kota, "Apakah raja Yuuki bisa memimpin ibu kota itu dengan benar...?" Tanya Shira dan Agfi hanya bisa mengangguk, "Terkadang ya dan terkadang tidak karena dia suka lelah. Yah... Dia memiliki bantuan Mama sih dan Mama adalah seorang putri yang sangat cantik di semesta Yuusuatouri!" Ucap Agfi.
"B-Begitu... Aku jadi penasaran melihat istri dari Alvin Ghifari..." Shira mulai memegang dagunya, ia melirik ke arah Megumi dimana ia terlihat seperti khawatir, sepertinya tujuan yang ia incar itu benar-benar pergi ke kota Ezlento untuk mencari keluarganya, tetapi sepertinya penciuman Megumi tidak mampu bekerja untuk mencari orang tuanya. Megumi sadar bahwa Shira saat ini sedang menatapnya dengan ekspresi yang terlihat khawatir, "Ehh...? Ada apa, Shira?" Tanya Megumi.
"Eh, tidak apa-apa." Shira langsung menatap arah lain dan ia mulai menatap beberapa Legenda yang memiliki zirah tebal sedang mengendarai seekor kuda yang memiliki zirah juga, "Aku juga ingin naik kuda..." Shira mulai menatap langit-langit dimana ia melihat beberapa Legenda yang terbang pergi meninggalkan kota Ezlento itu, "Bahkan para Legenda juga bisa terbang tanpa sayap... Yah, apa yang aku harapkan dari seorang Legenda yang memiliki semua DNA tumbuhan dan hewan." Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat diam.
"Kita sudah sampai." Ucap Agfi yang berdiri tepat di depan restoran dimana Shira dan Megumi langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, kedua lubang hidung mereka mencium aroma yang terasa lezat sekali, "Hmmm... Daging mino..." Mulut Megumi mulai berliur dan setelah itu Shira hanya bisa menelan ludahnya sendiri.
"Aku akan mentraktir kalian."
"TERIMA KASIH, AGFIII!!!" Teriak mereka berdua bersama.
__ADS_1