Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 372 - Greed


__ADS_3

Rokuro cukup terkejut ketika Kuharu mengetahui tentang kekuatan tujuh dosa besar yang ia wariskan yaitu [Greed], setidaknya ia tidak tahu bagaimana cara Rokuro bisa bergerak dan menggunakan sedikit penghentian waktu kepada Kuharu. Rokuro hanya perlu fokus kepada satu tujuan dan ia berharap untuk tidak mengacaukan semua itu karena ia ingin menyelesaikan semua masalah ini dan bertemu kembali dengan Haruka. Kuharu bangkit kembali dari atas tanah dengan tatapan yang terlihat mengancam, mereka berdua terbang ke atas langit.


Kuharu mencoba untuk melompati waktu sehingga ia dikejutkan dengan Rokuro yang berada tepat di hadapannya dengan tatapan yang terlihat mengancam karena ia menggunakan kekuatan Greed dengan resiko yang sangat tinggi. Tubuhnya dipenuhi dengan keringat, jantungnya berdetak cepat, dan bahkan nafas-nya terasa sangat berat.


Setidaknya ia juga dapat melompati waktu dan berhasil menyerang Kuharu terlebih dahulu dengan menghantam wajahnya lalu melepaskan seluruh sihir air iri hati milik Hana untuk melukai dirinya dan melempar dirinya ke belakang. Hana sengaja memindahkan seluruh sihir airnya kepada Rokuro karena kekuatan dari [Greed] dapat merebut semua itu dan memberikannya kembali menjadi sebuah serangan yang diperkuat seperti dikalikan sebanyak 2 kali.


Rokuro melompat ke belakang lalu ia mengatur nafas-nya dan menepuk dadanya beberapa kali untuk memelankan detak jantungnya itu, ia tidak ingin tubuhnya merasakan tekanan besar karena menggunakan kekuatan dari [Greed]. Kuharu mengepalkan kedua tinjunya dan ia bisa menebak bahwa dari namanya saja Greed itu memiliki arti serakah, sepertinya ia merebut semua sihir yang ada dan menggunakannya menjadi dua kali lipat lebih kuat dengan bayaran tubuhnya yang akan melemah. Resiko yang besar tetapi Rokuro dapat menahannya dalam waktu yang lama berkat bantuan Hana.


Kuharu mulai menghentikan waktu dan melakukan lompatan waktu, ia menyerang Rokuro dengan semua sihir yang ia miliki tetapi Rokuro berhasil menghindarinya dan menyerangnya kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar bahkan sampai melempar Kuharu ke atas langit. Semakin banyak Kuharu menggunakan sihir waktu maka kekuatan dari Greed akan mengambil alih setengahnya dimana penghentian waktu itu terbelah menjadi dua dan saling dibagi kepada Rokuro dan Kuharu.


Kuharu mulai menggigit jari-jarinya karena ia merasa kesal dan khawatir dengan lawan satu ini, Rokuro memiliki serangan dan kemampuan yang cukup sama berkat bantuan dari [Greed], musuh yang ia lawan bertambah sulit dan memiliki kemampuan yang sangat bertolak belakang. Kuharu melebarkan matanya untuk membaca masa depan dan Rokuro melakukan hal yang sama sehingga Kuharu bertambah frustrasi dan kesal, ia sampai bergerak menuju arah Rokuro dan mencoba untuk melukai dirinya.


Kuharu menggabungkan penghentian waktu dan lompatan waktu secara bersamaan dan Rokuro menggunakan setengahnya dengan dua kali lipat dari bantuan [Greed], "Greed of Imitation!" Kuharu melebarkan matanya ketika ia melihat tangannya tiba-tiba berada di depan karena lompatan waktu yang digunakan oleh Rokuro, ia mulai melancarkan beberapa serangan ke arah Kuharu sehingga semua serangan itu terarah kepada kening-nya itu dan mengenai jam pasirnya.


Kuharu dikejutkan dengan serangan Rokuro yang mengarah ke arah kening bukan bagian fatal, Rokuro mengakhiri semua serangan itu dengan menendang dadanya. Waktu kembali berjalan dan Kuharu terlempar ke belakang dengan tatapan yang terlihat kesal, ia mulai melepaskan seluruh kekuatan yang terdapat di tubuhnya untuk memberi ruangan bagi seluruh kekuatan yang akan ia serap. Realm of Time, semua kekuatan waktu yang terdapat di dalam wilayah itu langsung terserap oleh tato [Greed] yang terletak di lehernya itu.

__ADS_1


"Aku akan melakukan sesuatu, bersiap-siaplah!" Rokuro mencoba satu cara yang bisa digunakan sekali, jika Rokuro gagal maka ia tidak akan bisa melanjutkan pertarungan-nya ini dan ia pasti akan gagal dalam menyelamatkan Haruka. Wilayah itu mulai bergetar penuh dengan kekuatan dan Kuharu terlihat kesal ketika melihat seluruh kubus waktu hancur menjadi aura hijau yang masuk ke dalam tato milik Rokuro.


Kuharu mencoba untuk masa depan dan kali ini masa depan yang ia lihat cukup mengerikan karena Rokuro akan melakukan serangan kombinasi yang sangat mematikan. Masa depan yang ia lihat mulai membuat Kuharu merasa semakin kesal dan ia mencoba untuk menggunakan sihir waktu tetapi tidak bisa karena semua sihir itu tersedot masuk ke dalam tato [Greed], Rokuro bernafas berat dan tubuhnya mulai berjalan tidak stabil ketika mencoba untuk menggunakan sihir waktu. Setidaknya ia melakukan ini demi Haruka dan keselamatan seluruh teman-teman, kekuatan Greed-lah adalah satu-satunya kekuatan yang dapat ia handalkan.


"Dasar bodoh! Jika kau terus melanjutkan semua tindakan ini maka hasil yang kau dapatkan akan bertambah jauh lebih buruk dan mengerikan, kau tidak akan bisa bertahan... waktu kehidupan yang kau miliki akan terus berkurang sehingga menyebabkan dirimu untuk terbunuh...! Mortal dan penerus Shimatsu ternyata gegabah ya untuk mengandalkan dosa-dosa yang mereka miliki...!" Kuharu mencoba untuk memperingati Rokuro, entah kenapa kemampuan yang dimiliki oleh Rokuro itu sama mengerikan-nya dengan kemampuan cahaya milik Minami.


Tidak bisa dibandingkan lagi ketika Rokuro dapat membaca masa depan, kekuatan yang ia miliki lebih menakutkan dibandingkan kekuatan cahaya Minami karena semua cahaya itu juga pasti akan tersedot masuk ke dalam tato Greed itu terutama membalikkannya menjadi kekuatan yang ditambah dua kali lipat. Rokuro menghela nafas panjang lalu ia melompati waktu untuk melakukan percobaan sehingga Kuharu terkejut karena ia tidak bisa melihat dirinya.


Rokuro menampakkan dirinya tepat di belakang Kuharu dan Kuharu langsung mempersiapkan diri untuk menerima serangan apapun dari Rokuro. Tato [Greed] yang tertera di punggungnya mulai memancarkan warna merah dan menonjolkan beberapa urat di lehernya sehingga memberi dirinya rasa kesakitan secara bertahap, "Rasa sakit ini belum cukup...!!! Rasa sakit yang cukup adalah menghajar dirimu, Kuharu!!! Aku akan menghajarmu! Teruslah ingat serangan dariku ini...! Keparat!"


Rokuro menghantam kening Kuharu lagi, "Cobalah sekali lagi menggunakan kemampuan yang berkaitan dengan waktu... aku akan menimpa-nya lagi dan lagi terutama sihirmu yang lain, aku akan menghentikannya...!!!"


Kuharu mengerang keras dan mencoba untuk menggunakan sihir ilusi dan Crimson tetapi gagal karena Rokuro menghentikan dan melompati waktu dengan ketepatan yang sudah ia kalkulasi. Rokuro memiliki banyak kesempatan dan ia menggunakannya untuk menghajar wajah Kuharu beberapa kali sampai ia bisa melihat satu retakan muncul di jam pasir yang menempel di kening-nya. Rokuro melakukan salto ke atas untuk melempar Kuharu ke atas dan ia mulai melesat menuju arah dirinya untuk menginjak wajahnya beberapa kali dengan bantuan lompatan waktu.


"Hah... hah... hah.... satu serangan lagi...!!!" Rokuro muncul di atas daratan lalu ia mengeluarkan seluruh air yang Hana berikan kepada dirinya, semua air itu mulai membentuk Leviathan yang sangat besar, Leviathan itu mengamuk dan melesat menuju arah Kuharu dengan kecepatan tinggi sehingga Kuharu melebarkan matanya untuk mengundurkan waktu selama beberapa detik, ia mengundurkan waktu dalam waktu yang kurang tepat karena ia masih dihajar habis-habis oleh Rokuro.

__ADS_1


Rokuro menyadari pengunduran waktu itu karena tato [Greed] menyerap kekuatan itu dan membaginya setengah, itulah kenapa pengunduran waktu Kuharu tidak berjalan cukup lama, hanya beberapa detik sebelum ia di lempar ke atas udara. Rokuro mulai merasakan rasa nyeri yang mengalir di seluruh tubuhnya, satu serangan mengenai wajah Kuharu dan ia langsung terjatuh dengan tubuh yang terasa lemas. Setidaknya ia berhasil membuat jarum pasir itu retak dan Kuharu sudah merasa sangat kesal bahwa ia mengangkat kedua lengannya.


Rokuro memaksa tubuhnya untuk bergerak dan ia mulai menyerang Kuharu tetapi pukulannya menembus tubuh Kuharu dan Kuharu langsung membalas serangan itu dengan menghantam wajah Rokuro sampai ia terdorong ke belakang, "Aku akan memberi dirimu rasa kesakitan yang pantas kau terima...!!! BERANI-BERANINYA KAU MENIRU KEMAMPUAN WAKTU YANG AKU MILIKI!!!" Seru Kuharu keras dan ia langsung menghentikan waktu.


Kuharu terkejut ketika melihat Rokuro masih bergerak dengan tubuh yang perlahan-lahan pulih, "Kau terlambat... aku tidak akan berterima kasih karena kau terlambat selama lima detik..."


"...Honoka." Rokuro perlahan-lahan bangkit dan mundur beberapa langkah karena ia tidak bisa melanjutkan pertarungan, nama yang baru saja disebutkan oleh Rokuro membuat Kuharu tercengang karena tubuhnya tidak bisa ia gerakan lagi-lagi dan tanpa disadari... keberadaan seseorang muncul tepat di belakangnya dan keberadaan itu tidak terlalu asing, "H-Honoka...?"


"Ya, itu aku, sepertinya Rokuro melakukan pekerjaan yang bagus dalam mengulurkan waktu hanya untuk menghancurkan jam pasir itu... Kuharu, akhirnya kau menampakkan dirimu ya. Sepertinya kita tidak terlambat tiba di Realm of Time, kau menikmati waktumu melukai teman-temanku...? Sekarang giliran kami yang akan menikmati dirimu terluka, ambil rasa sakit ini..." Honoka menghantam punggung Kuharu sampai ia terlempar ke belakang, ia melebarkan matanya lalu melihat sekeliling dimana seluruh teman-teman Honoka perlahan-lahan mengalami proses pemulihan karena bantuan Kou.


"T-Tidak... Tidak mungkin... Kenapa...!? SIALAAANNN!!!" Seru Kuharu keras, dua jam pasir muncul melalui punggungnya lalu berputar tepat di belakang punggungnya. Kuharu menginjak daratan dengan kekuatan penuh lalu menatap Honoka dengan tatapan yang mematikan bahwa ia akan memberi mereka takdir yang sama seperti Minami, masuk ke dalam dunia yang hanya menyediakan kematian dengan cara yang berbeda.


"Kalian semua...!!!"


"...akan menerima arti dari kematian untuk seumur hidup!!!"

__ADS_1


__ADS_2