
Minami mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melayang di atas langit dengan tubuh yang melepaskan beberapa cahaya emas, Hana mulai menatap dirinya sehingga kedua telinga dan seluruh telinga penonton tertutup dengan sesuatu.
"ROAAAAAAARRRRRR!!!" Minami meraung seluruh suara hewan, menghasilkan suara menggema yang sangat mengerikan, untuknya semua orang tidak dapat mendengar itu karena Minami sengaja menutup kedua telinganya.
Ketika ia meraung keras seperti tadi, tubuhnya melepaskan gelombang emas yang sangat besar ke atas langit, menciptakan dorongan yang membuat Hana terkejut seketika.
Hana mulai menahan semua dorongan itu dan kedua pendengarannya kembali seperti semula, bisa mendengar jelas pusaran angin dan aura yang menyelimuti tubuh Minami.
"Grrgghh..."
"Kau harus bisa melawan Leviathan itu, Hana. Jangan membiarkan dirimu menjadi budak terhadap iri hati dan Leviathan tersebut." Minami mulai berbicara dan suaranya terus menggema.
"Aku akan mengurusinya! Apakah itu wujud terkuatmu...?! Wujud yang kau gunakan untuk melawan Redagon, jika ya maka aku merasa sangat bersemangat untuk menghajarmu lagi!"
"Golden Mother's Nature: Bioluminescence. Aku tidak membutuhkan sesuatu yang berkaitan dengan kekuatan atau Lenergy karena tubuhku sendiri menghasilkan cahaya tanpa batas..."
"...seluruh kemampuanku juga sekarang lebih menonjol kepada hewan, aku bukan lagi Neko Legenda biasa melainkan Neko Legenda yang telah di pilih menjadi ibu alam emas."
"Aku sepertinya harus memberikan dirimu kehormatan, ini yang aku tunggu. Ronde terakhir di mulai dan aku tidak sabar untuk melepaskan seluruh kekuatan penuhku!" Hana muncul tepat di hadapannya.
Tubuhnya mulai diselimuti dengan gelombang air dan gelembung air yang mampu menciptakan sebuah zirah dari sisik Leviathan, zirah yang begitu kuat dan keras bahkan bisa menahan serangan apapun.
Zirah itu terpasang kepada tubuh Hana dan punggungnya mulai memunculkan dua sayap Leviathan yang terbuat dari air, sayapnya terlihat begitu tajam dan indah.
"Aku akan melepaskan semuanya untuk mengakhiri pertarungan ini...!!! SHIRATORI MINAMI!!!" Hana meraung keras, mengeluarkan suara Leviathan yang mampu membuat para penonton merinding.
Dorongan dan ombak besar mulai bermunculan di sekeliling arena bahkan sampai membuat rambut Minami terus bergerak karena terkena embusan angin yang kuat.
"Silakan, Minami! Gunakan semua kekuatanmu, bertarung tanpa harus menahan diri atau kau mati...!" Hana mengepalkan kedua tinjunya.
Minami hanya bisa diam dan ia menumbuhkan kembali ekornya yang putus, ia bisa melihat Hana mengeluarkan beberapa gelembung di sekitarnya.
Semua gelembung itu mulai berputar di atas tapak tangan kanannya, Hana terus terpengaruh dengan Leviathan bahkan ia sampai tidak sabar untuk mengerahkan semuanya demi mengalahkan Minami.
Minami berada di posisi biasa, membiarkan Hana menyerang duluan, Hana tersenyum serius lalu ia melesat ke depan dan mencoba untuk menghantam Minami menggunakan semua gelembung yang sudah terkumpul.
Minami maju ke depan, berhasil menghindari serangan itu sehingga pukulan Hana melepaskan gelembung gabungan yang meluncur ke depan dan melepaskan ombak serta gelombang besar.
"Ck... Ternyata refleks dan kepekaanmu meningkat!" Hana melancarkan satu tendangan tetapi tendangan itu langsung menebus tubuh Minami.
Tendangan itu sudah cukup untuk melepaskan beberapa sihir ombak tetapi Minami tidak pengaruh sama sekali sehingga ia mulai melancarkan beberapa tendangan tetapi semua serangan itu menembus tubuhnya beberapa kali.
"Tubuh cahayanya terasa berbeda sekarang...! Sial... rasanya aku seperti orang gila yang memukul langit-langit! Keberadaan Minami sampai sekarang tidak bisa aku deteksi!" Ungkap Hana sambil terus menendang Minami.
Hana terus melancarkan beberapa pukulan dan tendangan yang melepaskan beberapa sihir setelahnya, tubuh Minami tidak menerima apapun darinya.
Hana merasa muak, ia mengeluarkan beberapa gelembung kecil lalu melepaskannya ke arah Minami, semua gelembung yang terbelah menjadi ratusan mencoba untuk melukai Minami.
Namun, semua gelembung itu tidak mampu menyentuh tubuh cahayanya, Minami kali ini mulai bergerak dengan berpura-pura jatuh menuju arena sambil menatap ke atas.
Hana melepaskan tsunami besar ke arah Minami tetapi itu masih belum cukup sehingga ia tercengang ketika mulai saling berhadapan dengan Minami.
__ADS_1
"ROOAARRR!" Minami meraung seperti singa, menyebabkan Hana terhempas ke belakang dan menerima beberapa serangan cahaya yang cukup menyakitkan.
Minami mendarat di atas arena lalu ia menatap kedua telapak tangannya, perasaan yang ia rasakan terasa cukup luar biasa, damai dan ketenangan yang bergabung, itu yang Minami rasakan.
"Grrrggghhh!" Hana melompat ke atas lalu melayang di atas langit selagi menatap Minami dengan tatapan kesal, lambang Envy nya bertambah besar bahkan sampai memancarkan banyak kekuatan.
Rasa iri terhadap kekuatan dan kemampuan Minami yang terus bertambah kuat serta seluruh penonton yang mendukung dirinya lagi dan lagi.
Envy terus menyatukan semua rasa iri itu dan mengolahnya menjadi kekuatan bagi Leviathan yang saat ini mempengaruhi Hana.
"Serangan tadi masih bisa di tahan oleh zirah ini, apakah kau yakin kekuatan atau wujud ini adalah yang terakhir bagimu...? Aku tidak menerima penahan diri!!!" Seru Hana keras dengan tambahan suara Leviathan yang keluar.
"Ya... aku rasanya hidup di alam, mendengar suara burung dan jangkrik selagi melihat bunga yang bermekaran." Jawab Minami dengan tatapan mengancam.
"Lihatlah, kekuatan dari ibu alam dan cahaya alami!" Minami muncul di belakang Hana dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri dan Shira.
Minami melancarkan beberapa pukulan yang mengenai seluruh tubuh Hana, seketika tubuh Hana menerima banyak serangan cahaya di sekeliling tubuhnya itu.
"A-Aggghhhh---" Minami mengakhiri serangan dengan menendang wajah Hana sampai ia terjatuh di arena, merasa kesakitan di seluruh anggota tubuhnya.
"Tidak mungkin! Kekuatanku jauh lebih kuat...!!!" Jerit Hana sampai Envy itu terus bertambah kuat dan semakin memengaruhinya.
Minami melancarkan serangan lain tetapi Hana berhasil menahannya, daratan arena langsung hancur menjadi kepingan kecil karena tekanan yang Minami lepaskan.
"Hana... aku ingin kau lebih berusaha untuk mengontrol Envy dan Leviathan itu atau kau akan hilang kendali... terjatuh ke dalam jurang yang tersesat, dipenuhi rasa iri." Kata Minami.
Hana merasa kesal dan ia segera memancarkan satu serangan, Minami maju ke depan lalu menendang punggung Hana dari belakang sampai ia terhempas ke atas.
Minami menunjuk ke depan menggunakan jari telunjuknya, menyebabkan tubuh Minami menerima serangan cahaya yang bertubi-tubi sampai ia terjatuh di atas arena.
Dengan darah yang mengalir deras dari seluruh tubuhnya, Hana langsung mengamuk dan sepenuhnya terkendali oleh Leviathan itu, ia meraung cukup keras sampai menciptakan tsunami besar di sekelilingnya.
Hana melayang di atas langit dan melihat Minami saat ini sedang menatap dirinya, "Sudah saatnya meraih apa yang seharusnya aku terima, Hana."
"Brengsek...!!! Brengsek...!!! Brengsek...!!! HWAAARRRGGGGHHH!!!" Hana telah sepenuhnya terkendali oleh Leviathan sehingga ia terus meraung keras dan melepaskan banyak sihir ke arah Minami.
Arata dan Ophilia terkejut ketika melihat putri mereka berperilaku aneh sekarang, Arata bisa merasakan dosa Envy yang menghancurkan batasan tubuh Hana di dalamnya, menyebabkan dirinya terkendali.
"Ini gawat... Batasan tubuh Hana tidak dapat menahan dosa iri hati itu, ia telah terpengaruh dengan rasa iri dan Leviathan, menyebabkan dirinya mengamuk seperti itu." Kata Arata.
"Ehh...? Apa Hana akan baik-baik saja...?" Ophilia mulai terlihat khawatir.
"Semoga saja..."
"GRRRAAAAAGGGGGHHHHH!!!" Hana tidak bisa berbicara lagi, ia terus meraung layaknya seperti naga yang mengamuk, tubuhnya melepaskan seluruh kekuatan dan Lenergy penuhnya.
Menyebabkan arena di penuhi sihir air kuat dan mematikan karena dapat membelah benda yang sangat kuat menjadi dua atau lebih buruknya beberapa bagian.
Tekanan dan dorongan terus ia lepaskan, Minami hanya bisa berdiri tegak selagi menatap Hana yang sudah kehilangan jati dirinya, Leviathan berhasil mengendalikannya secara keseluruhan.
Hana merapatkan giginya kedua matanya memancarkan cahaya yang begitu cerah sampai tubuhnya melepaskan ribuan gelombang air di sekitarnya sampai menciptakan ombak dan tsunami dimana-mana.
__ADS_1
Membuat seluruh penonton tidak bisa melihat karena air yang menghalanginya, Jorgez dan Morgan bahkan bisa melihat arena itu sekarang menjadi akuarium karena Hana.
"HUAAARRRRGGGHHH!!!" Hana mengerang penuh dengan amarah, melepaskan ombak dan gelombang besar ke arah Minami yang mulai maju ke depan dengan tatapan tenang.
Hana melepaskan lebih banyak lagi sihir air, Minami mulai melompat ke atas dan menghindari satu serangan yang mampu meninggalkan beberapa goresan di tubuhnya bahkan sehelai rambutnya sampai terpotong ketika terkena air itu.
Terasa sangat tajam bahkan sampai menghancurkan arena menjadi kepingan kecil, ronde terakhir telah berjalan dan Minami ingin mengakhirinya dengan cepat agar Hana bisa kembali kepada dirinya yang ceria.
Minami mulai mendekati Hana selagi maju ke depan, tubuhnya terus menerima sihir air itu tetapi ia tidak merasakan apapun sekarang sehingga Hana terus meraung keras.
Mengerahkan semua kekuatan dan Lenergynya sampai habis dengan mengakhiri pertarungan, sekali saja ia berhasil mengalahkan Minami maka keturunan Shimatsu akan berada di paling atas, nomor satu.
Jutaan serangan sihir terus Hana lepaskan tetapi Minami mulai memasang tatapan serius, ia menghindari semua serangan mematikan itu yang mampu meretakkan pelindung arena.
Kedua pupil Minami kembali berbentuk, ia melayang melewati semua serangan itu dan mencoba untuk mengumpulkan kekuatan di dalam perutnya itu.
Leviathan yang sangat besar muncul melalui punggung Hana sehingga ia bersama Leviathan mulai melepaskan gelombang tsunami besar yang mencoba untuk mendorong dan menekan Minami sampai menginjak daratan.
"PERTARUNGAN BERAKHIR..."
"...SHIRATORI MINAMI!!!"
"MAJU, SHIMATSU HANA!!!"
""LEGENDS NEVER DIES!!!""
Gelombang tsunami itu menghantam tubuh Minami sehingga Hana tersenyum ketika melihat Minami berhasil terpengaruhi dengan sihir terakhirnya yang dipenuhi kekuatan serta Lenergy.
Tubuh Minami mulai terkupas, melepaskan Minami asli dengan kedua sayap elangnya itu, Hana dan seluruh penonton tercengang ketika Minami melompat dari dalam cangkangnya itu.
"Ahhhh...!?" Hana merinding seketika ia melihat Minami menatapnya dengan tatapan mengancam.
"Shining..."
"...Justice."
Kedua mata Minami memancarkan cahaya emas lalu ia melebarkan mulutnya dan melepaskan gelombang emas yang sangat besar dan tebal sampai mengenai seluruh tubuh Hana.
"ROAAAAARRRRRR!!!" Minami meraung keras, menambahkan tekanan dan dorongan besar sampai membuat Hana terjatuh dari arena dan tubuhnya mulai merasa sangat kesakitan.
Lambang Envy di kedua matanya pecah seketika, menghilang dan berubah menjadi sebuah bibit bahkan tatonya di lehernya menghilang seketika sampai Leviathan di belakangnya meraung keras.
Raungan terakhirnya sebelum berubah menjadi bibit, semua sihir besar yang terjadi di dalam arena itu menghilang seketika, berubah menjadi bibit yang menumbuhkan bunga matahari.
"Ugh..." Hana masih sadarkan diri tetapi dirinya telah kembali seperti biasa tanpa pengaruh dari Leviathan dan rasa iri.
Semua penonton memasang wajah yang tercengang, mulut mereka terbuka lebar ketika melihat Minami ternyata dapat menciptakan sebuah cangkang layaknya seperti ulat yang berevolusi menjadi kupu-kupu.
"H-Hebat...!!! Final ketiga telah... Final ketiga telah..."
"...BERAKHIR!!! Pertarungan yang cukup mendebarkan bahkan sampai membuat para penonton terkejut!!! Tournament of Solicitation akhirnya telah selesai dengan peserta yang membawa kemenangan terakhirnya..."
__ADS_1
"...Shiratori Minami!!!"