Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 661 - Kebersamaan Menikmati Wisata


__ADS_3

"Nyonya, pesawat itu sudah tiba."  Peringat Tech.


Kou melihat keluar jendela dan ia bisa melihat sebuah pesawat besar mendarat tepat di belakang gedung itu yang sudah menyediakan tempat pendaratan.


"Ayo, kita pergi sekarang." Kou menatap semua temannya lalu ia meminta Tech untuk mengaktifkan keamanan tingkatan paling atas agar tidak ada satu pun orang yang bisa masuk.


Semua orang mulai berjalan keluar menuju halaman pendaratan, pesawat itu terbuat dari teknologi dan sistem canggih Tech sehingga pintu dari pesawat itu terbuka lebar.


"Aku tidak menyangka era bangsa Legenda akan menyertai manusia dan malaikat soal teknologi." Kata Rokuro.


"Aku masih ingat dulu sekali... kendaraan yang kita gunakan hanya monster yang dapat terbang seperti naga dan lain-lain." Ucap Asriel.


"Legenda juga membutuhkan kemajuan dan teknologi juga penting... teknologi dapat memberikan kita jalan terhadap latihan dan kekuatan baru."


"Dengan teknologi, kita juga dapat mengetahui leluasa ilmu pengetahuan dan menciptakan tempat latihan yang sungguh hebat." Kou masuk ke dalam pesawat itu.


"Memangnya apa yang Mama pikirkan sampai ingin menciptakan teknologi dan sistem ya?" Tanya Honoka.


"Untuk kemajuan, Legenda harus bisa mempelajari hal-hal yang berbeda... baru salah satunya karena kita sudah hidup lebih dari triliun tahun jadi kita perlu mengetahui sesuatu yang baru."


"Walaupun begitu, tidak semuanya mengandalkan teknologi, sistem, dan ilmu pengetahuan. Pikiran mereka hanya dipenuhi pertarungan untuk menciptakan sejarah." Kou terkekeh.


Mereka semua masuk ke dalam pesawat, melihat banyak sekali penumpang yang sudah menantikan berbagai macam wisata yang akan mereka kunjungi.


Semuanya gratis, jadi mereka sudah pasti akan merasa bersemangat tanpa harus mengkhawatir biaya apapun. Kou meminta Tech untuk menjalankan pesawat itu menuju wisata yang pertama.


"Shuan... apakah sudah merasa baikkan?" Tanya Shira.


"Ayah... ya, untuk sekarang semuanya baik-baik saja."


Megumi terkejut melihat Shuan yang mengalami beberapa perubahan di penampilannya, rambutnya setengah terlihat merah bahkan kulit juga dipenuhi dengan garis merah.


"Kamu baik-baik saja, nak?" Tanya Megumi sambil meraih tangannya yang terasa begitu dingin.


"Hm, aku baik-baik saja, ibu. Aku sudah bilang sebelumnya bukan? Aku memohon kepada kubus permohonan untuk memindahkan kutukan Kou kepadaku."


"Itu hanya satu-satunya tujuan yang aku inginkan, melihat dirinya bahagia dan tersenyum terus... sudah terasa lebih baik bagiku." Shuan menatap kedua tapaknya.


"Aku tidak merasa kesakitan, hanya saja perbedaan, bisa aku rasakan melalui kekuatan dan fisik ini." Shuan duduk di hadapan Shira.


"Kamu terlihat hancur, nak." Shira mengelus kepala Shuan dan ia bisa merasakan kekuatan besar mengalir deras ke dalam tubuhnya hanya karena perubahan yang di alami Shuan itu.


"Aku memang sudah hancur dari awal, sejak merasakan berbagai macam kekalahan tetapi masih bisa bangkit." Shuan menghela nafas pelan lalu ia menatap keluar jendela untuk melihat pemandangan.


"Tidak perlu bersedih lagi ya... Kakakmu akan mengalami kesulitan di atas sana jika melihat dirimu terus mengalami kesedihan seperti ini." Megumi duduk di sebelah Shuan untuk mengelus kepalanya.


"Iya, aku sudah mencobanya... kehidupan tidak akan bisa berlanjut jika terus bersedih dan mengalami depresi."


"Aku sekarang menantikan kelahiran anakku itu, kemudian melihat dirinya tumbuh besar menjadi seorang Legenda yang mau berubah dan kuat tentunya."

__ADS_1


"Aku hanya berharap dia tidak memiliki sifat ceroboh dan manja sepertiku karena ingin menang... tidak mau merasakan kekalahan dan lainnya."


"Dia hanya harapan yang bisa aku berikan karena harapan yang ku miliki tidak bisa mengubah apapun kecuali masa depan anakku sendiri..."


"...masih ada waktu jadi aku ingin anakku bisa tetap kuat dan menjaga harga dirinya dengan baik." Shuan tersenyum kecil karena itu tujuan selanjutnya, melihat anaknya menjadi Legenda layak dan sukses.


"Minami menyerahkan harapannya kepadamu... aku juga." Kata Shira.


"Ya, dan aku juga menyerahkan semua harapan itu kepada kehidupan yang sedang terbuat di dalam perut Kou."  Ucap Shuan.


Shira dan Megumi bisa merasakan kesedihan di dalam diri Shuan, bahkan rada pasrahnya juga sudah terlalu besar sehingga ia hanya ingin membuat anaknya menjadi Legenda yang berbeda sepertinya.


Harapan yang terus di wariskan kepada generasi selanjutnya, Shuan sudah menyerah dengan menanggung harapan itu karena ia tidak mau merasakan kegagalan dan kekalahan yang menyebabkan kehancuran lagi.


"Aku tidak seperti Ayah dan Kakak... aku lebih cocok mendukung saja seperti Ibu." Shuan memasang tatapan serius sampai Megumi mulai memeluk dirinya.


"Jika kamu merasa kesulitan, bisa menceritakannya kepada kami kok. Sebagai keluarga dan tentunya ibumu, aku akan mendengarnya." Kata Megumi.


"Tidak ada yang harus aku ceritakan... tadi sudah aku ungkapkan isi dari harga diri dan perasaanku."


Kou yang sedang berada di ruang pengendali bisa mengetahui isi pikiran Shuan, ia hanya bisa diam dan mencoba untuk memenuhi harapannya terhadap anaknya itu.


"Kou, kita akan pergi kemana?" Tanya Haruki.


"Kita mulai dengan mengunjungi Xuutouri, banyak sekali hiburan dan pemandangan indah yang menanti kita." Kou tersenyum lalu ia bisa melihat lokasi Xuutouri yang sudah dekat.


"Semesta yang dipenuhi penghuni berbeda-beda ya, bukan hanya Elf saja yang memenuhi semesta itu melainkan ras dan monster lain juga ada." Kata Chloe.


"Hahaha, aku pernah beberapa kali mengunjungi semesta ini untuk mencari berbagai macam kekuatan yang belum pernah aku ketahui."


Beberapa menit kemudian, Kou mulai meminta Tech mendaratkan pesawat itu di tempat pendaratan yang berada dekat dengan wilayah wisata itu, semua Legenda bisa melihat banyak sekali pemandangan indah.


"Semuanya dipenuhi dengan pelangi dan partikel seperti cahaya..."  Kata Yuuna.


"Tidak salah lagi dengan istilah semesta yang dipenuhi keajaiban dan sesuatu mistis, Xuutouri juga dipenuhi dengan wisata yang berkaitan sejarah dan dongeng." Jawab Shizen.


Pesawat itu mendarat di atas tempat pendaratan, pintu pesawat itu terbuka lebar sampai mereka semua mendapatkan sambutan dari Elf yang siap untuk memandu semua tamu yang datang.


""Nona Kou, selamat datang di wisata sejarah Touriverse!"" Semua Elf itu menundukkan kepalanya kepada Kou dan mereka juga tidak lupa untuk menyambut semua orang yang datang bersamanya.


Beberapa menit kemudian, mereka semua memasuki wisata itu yang berbentuk seperti istana besar dan isinya dipenuhi dengan barang-barang antik yang terlihat begitu indah.


""He-Hebat...!"" Mereka semua kagum dengan isi ruangan itu karena dipenuhi barang-barang yang begitu langka dan mahal bahkan tembok dipenuhi dengan tulisan sejarah.


"Wisata pertama kita mengunjungi istana besar yang mengandung banyak istilah sejarah dan dongeng di dalamnya." Kou menatap semua teman-temannya.


"Semua barang-barang ini sepertinya berada dari zaman kuno ya..." Shira mengambil sebuah batu yang berwarna hitam.


"Ehh... apakah aku boleh menyentuhnya?" Tanya Shira yang mulai menempati batu itu kembali.

__ADS_1


"Tentu, asal jangan di bawa pulang atau merusaknya. Semua barang-barang itu bisa di bilang material langka yang sudah hancur..."


"...hanya istana ini yang memiliki semua barang-barang langka itu, semuanya asli dan tentunya istana ini dipenuhi dengan keamanan yang begitu ketat."


Mereka semua mulai melihat-lihat barang itu, tidak lupa untuk mengambil beberapa foto menggunakan kamera yang mereka bawa sebagai kenangan juga.


Shira, Arata, dan Haruki memasuki ruangan lainnya sehingga mereka dikejutkan dengan gambar yang sangat besar tertera di tembok.


"Ternyata sejarah memang benar... semua sejarah akan terdengar menyenangkan jika kau melihat dan mencoba untuk mengetahuinya." Shira menyentuh gambar itu.


"Gambar yang terlihat cukup menakjubkan... sejarah soal makhluk sihir itu." Arata melihat banyak sekali makhluk sihir yang terlihat seperti bertarung antar satu sama lain.


"Ternyata Bamushigaru memang makhluk sihir yang sangat besar... semuanya terlihat seperti bakteri dan semut baginya." Haruki menunjuk semua makhluk sihir yang ia lihat.


"Pegasus... berada di paling atas." Arata bisa melihat Pegasus berada di ujung gambar selagi melebarkan kedua sayapnya itu.


Gambar itu juga memiliki tulisan singkat tentang sejarah tersebut, semuanya ternyata akurat karena mereka bisa melihat keturunan Phoenix yang menyebabkan semua kelahiran makhluk sihir itu.


Dengan bantuan dari semua Dewa Agung, mereka berhasil menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak ada karena melanggar penciptaan secara ilegal sampai menyebabkan kehancuran terhadap keseimbangan.


Mereka mengunjungi ruangan lain sampai mendapatkan kejutan lainnya, gambaran sejarah yang menceritakan antara peperangan besar pertama Legenda melawan Iblis.


"Itu Diablo ya..." Arata bisa melihat Diablo sedang berhadapan dengan seorang Legenda yang memiliki rambut emas juga.


Melihatnya saja sudah membuat Arata dan Haruki yakin bahwa Legenda itu pasti memiliki kaitan besar dengan Shira.


"Legenda itu mirip sepertimu, Shira." Kata Haruki.


"Apa? Karena rambutnya itu?"


"Ya, siapa lagi Legenda yang selalu memiliki rambut emas dengan cahaya yang menyinari tubuhnya."


"Iya, itu Ayahku. Shiratori Shukaku, aku tidak menyangka ini adalah sejarah yang menceritakan tentang kebaikannya..."


"...semua Shiratori sepertinya gugur karena pengorbanan demi sesuatu yang mereka anggap dekat dan penting, mereka semua tidak bisa merasakan potensi penuh dari cahaya."


"Ayahku memiliki kemampuan cahaya melalui bintang. Golden Star, sayang sekali beliau tidak dapat meneruskan potensi itu..." Shira menghela nafasnya.


Wisata pertama berjalan dengan lancar, mereka semua menikmati waktu yang mereka miliki dengan melihat dan mempelajari kembali sejarah yang belum pernah mereka ketahui.


Mereka semua kembali memasuki pesawat itu untuk pergi menuju Yuutouri, sudah lama sekali mereka semua tidak menikmati makanan yang berada di Yuutouri.


Tujuan utama Kou tentunya Indonesia karena negara tersebut adalah salah satu makanan yang sangat disukai oleh Korrina.


Pesawat itu mengalami perpindahan cahaya dengan cepat sampai mereka tiba di planet Bumi, teknologi di bumi juga berjalan begitu cepat sampai mereka semua bisa melihat mobil terbang.


"Indonesia ya, hanya untuk menikmati makanan yang ada di sana kan?" Tanya Arata.


"Itu benar... wisata pertama hanya untuk meluaskan ilmu pengetahuan dan kedua untuk mengisi tenaga juga perut kita sebelum menikmati sesuatu yang menyenangkan."

__ADS_1


"Aku juga ingin membeli wisata yang ada di sana." Kou terkekeh.


"Jangan semuanya di beli..."


__ADS_2