Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 107 - Kemampuan apa!? Sihir apa!? Ilmu apa!?


__ADS_3

"Dukun...?"


Ophilia dan Agfi tertawa sebentar karena Korrina sudah jelas tidak akan mengetahui [Dukun] itu apa, "Dukun atau biasanya manusia memanggil mereka sebagai orang pintar..." Ophilia mulai menjelaskan Dukun kepada Korrina.


"Dukun adalah sebuah istilah yang secara umum dipahami dalam pengertian orang yang memiliki kelebihan dalam hal kemampuan yang menyebabkannya dapat memahami hal tidak kasat mata serta mampu berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib, yang dipergunakan untuk membantu menyelesaikan masalah di masyarakat, seperti penyakit, gangguan sihir, kehilangan barang, kesialan, dan lain-lain..." Lanjut Agfi.


"Berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib...?! Apakah yang kalian maksud itu bangsa Astral...!? Jadi makhluk guling, wanita berambut panjang dan tanpa tubuh itu adalah arwah yang Dukun itu keluarkan...!?" Korrina segera mengira bahwa Dukun itu berbahaya, mereka memiliki kekuatan yang mampu membuat dirinya ketakutan dengan arwah serta alam gaib.


"Dukun...! Kau sangat berbahaya...!!!" Korrina segera menunjuk Sakti menggunakan kedua jari-nya yang terbakar dengan api suci.


Agfi dan Ophilia langsung kaget karena Dukun itu bisa saja membantu mereka dalam perang antar semesta, Aditya bersama teman-nya segera menghalang Korrina agar ia tidak menyerang Sakti dan membunuhnya dengan satu serangan. Bahkan Sakti juga sudah mencapai batas ingin sekali melakukan ritual [Santet] kepada Korrina.


"Oi, oi, oi, wanita cantik. Kau tidak perlu menyerang manusia yang memiliki julukan Dukun ini. Dia tidaklah jahat karena dia sudah berada di pihak kami sekarang. Dukun itu sangatlah kuat dan mutlak loh, mereka dapat membunuh musuh tanpa harus menyentuh-nya." Ucap Aditya dimana ia segera menurunkan tangan Korrina menggunakan tangan-nya.


"Membunuh tanpa menyentuh...!? Ada apa dengan semesta aneh ini...!?" Tanya Korrina yang terlihat kebingungan, melihat reaksi Korrina mampu membuat Agfi tertawa terbahak-bahak karena dirinya yang dikenal sebagai Mortal yang dapat membunuh dewa takut dengan makhluk gaib yang ada di Yuutouri termasuk negara Indonesia.


"Kau tidak akan pernah mengerti, ibu cantik. Saya bisa membunuh anda dengan hanya menyantet anda...!" Ancam Sakti.


"Menyantet...!? Apa itu...!?" Korrina mundur beberapa langkah, ia terlihat sangat ketakutan bahkan keringat dingin-nya terus mengalir.


"Menyantet, intinya Dukun memiliki kemampuan luar biasa yang bernama [Ilmu Santet] atau [Ilmu Mutlak] dimana mereka dapat membuat musuh terbunuh dalam sekejap tanpa harus menyentuhnya, bahkan ilmu santet ini dapat memberikan penyakit yang langka untuk musuh." Ucap teman Aditya yang mulai menjelaskan apa itu [Menyantet].


"Hehhh...!? Hehhhh...!?" Korrina terlihat kebingungan, ini pertama kalinya dia mendengar kemampuan atau sihir seperti itu.


"Jadi... Intinya Dukun itu seperti penyihir loh, Mama. Tetapi mereka sangatlah kuat terhadap membunuh satu orang, aku sudah melihat ilmu santet itu dimana mbah Sakti mengeluarkan sebuah boneka yang terlihat persis seperti manusia lalu ia menusuk boneka tersebut sampai manusia yang ia target langsung terbunuh karena mengalami luka besar di dalam tubuh-nya." Ucap Agfi yang terlihat sangat terkagumi dengan kemampuan Dukun.

__ADS_1


"Dukun ini...!!! Sangat berbahaya...!!!" Korrina mengangkat kedua lengan-nya, menciptakan sebuah meteor yang terbuat dari api suci. Meteor itu mampu membuat Sakti sontak kaget sampai ia bersembunyi di balik pohon itu.


"Mama...! Mereka tidak berbahaya kok...! Mbah Sakti ini adalah Dukun yang bisa kita andalkan karena dia adalah teman dari Aditya dan Andrian...!" Agfi mengembungkan pipi-nya.


"Uck..." Korrina sebenarnya memiliki niat untuk menghabisi semua Dukun yang ada di Yuutouri karena mereka mendapatkan bantuan dari makhluk gaib dan arwah yang dapat membuat dirinya ketakutan setengah mati. Ini pertama kalinya Korrina bisa merasakan ketakutan terbesar-nya yaitu makhluk-makhluk gaib yang ada berada di Yuutouri.


"Terserah..."


"Jadi Mbah Sakti, gadis cantik ini adalah Mama-ku. Dia sepertinya benar-benar mendapatkan sinyal darimu." Agfi mulai memperkenalkan Korrina kepada Sakti dan Sakti segera melangkah maju menuju dirinya dengan wajah yang terlihat sopan.


"Ohhh... Jadi kamu, bunda dari anak sopan yang bernama dek Agfi ini ya. Hmmmm... Sepertinya kau sangat takut dengan hantu yang ada di negara Indonesia ya, padahal mereka ini tidak menakutkan loh." Sakti mengulurkan lengan kanan-nya untuk berjabat tangan dengan Korrina.


"Tidak menakutkan... Apa-nya yang tidak menakutkan...!? Esensi dan aura yang aku rasakan dari dalam mereka membuat diriku merinding setengah mati, aku tidak pernah menyangka bahwa sesuatu yang sangat mengerikan akan berada di semesta kecil seperti Yuutouri termasuk di wilayah yang bernama Indonesia...!" Nada Korrina mulai terdengar kesal, ia tidak ingin melihat makhluk gaib lain-nya lagi termasuk guling dengan wajah manusia.


"Hohoho... Sepertinya kau satu-satunya ibu-ibu yang aku temui tidak terlalu bar-bar dan jelek ya. Kau terlihat sangat muda walaupun dirimu sudah melahirkan banyak anak, itu yang dikatakan dek Agfi. Perkenalkan, saya adalah manusia dukun yang sudah membunuh banyak musuh dengan ilmu mutlak yang dimiliki oleh dukun. Anda bisa memanggil saya dengan sebutan mbah atau abah Sakti."


"Puaanasssssss....!!! Panas...! Panas...! Panas...!!!" Sakti mencoba untuk melepas jabatan tangan Korrina, tetapi Korrina menggenggam erat tangan kanan-nya terus karena ia mencoba untuk menghapus ilmu mutlak yang dapat membuat dirinya berkomunikasi dengan makhluk gaib di negara Indonesia.


"Sangat-sangat senang bertemu denganmu, abah~ Tehehe~" Korrina tersenyum sambil menunjukkan wajah yang tidak berdosa.


"Jahanam...! Apakah ini api dari neraka jahanam...!? Panas...!!!" Teriak Sakti keras.


"Oi! Hentikan perbuatan-mu yang membuat abah kesakitan...!" Aditya segera menepuk tangan Korrina sampai ia berhenti menjabat tangan Sakti, sepertinya dirinya memiliki rasa dendam yang besar terhadap Dukun karena sudah membuatnya merasakan ketakutan yang berlebihan.


Ophilia mencoba untuk memberitahu Korrina tentang kebenaran bahwa Agfi dan diri-nya lah yang menyuruh Sakti untuk mempermainkan Korrina dengan memanggil beberapa makhluk gaib dari alam gaib serta membangkitkan beberapa hantu yang sedang beristirahat di dalam kuburan, Dukun memiliki kemampuan unik seperti itu.

__ADS_1


Agfi segera menutup mulut Ophilia karena jika dia memberitahu tahu Korrina tentang kebenaran-nya maka Korrina sudah pasti akan marah besar kepada Ophilia dan Agfi bahkan mereka berdua pasti akan merasakan hukuman yang besar ketika dia marah besar. Agfi segera mengalihkan pembicaraan dan mencoba untuk membuat Korrina bisa berteman baik dengan Sakti.


"Mama. Ketiga Manusia ini sudah merawat kami loh, mereka itu baik-baik dan jauh melebihi ekspektasi kita. Mereka berbeda dengan manusia yang selalu kita ketahui, mereka tidak rakus dan tidak terlalu mengakui bahwa Manusia dapat melampaui apapun melalui pengetahuan mereka, bahkan Dukun juga tidak mengaku sebagai dewa." Ucap Agfi.


"Itu benar, Mbah Sakti ini sebenar-nya adalah Dukun yang bertujuan untuk melindungi negara-nya sendiri bersama dengan semesta Yuutouri, ia menggunakan ilmu-nya hanya untuk melawan musuh yang berbahaya dan memiliki tingkat ancaman tinggi." Ophilia mulai berbicara sekarang.


"Hmph..." Korrina menyilangkan kedua lengan-nya dan ia menggembungkan pipi-nya, "Kalau Agfi dan Ophilia mengatakan itu maka aku akan bertemu dengan mereka, salam kenal wahai manusia, aku adalah Korrina Comi."


"Perkenalkan, kau juga pasti ras yang bernama Legenda itu bukan...? Penampilan yang sama dengan kita tetapi kalian memiliki umur abadi serta kalian juga tidak akan pernah tumbuh tua seperti memiliki rambut putih dan keriput..."


"...Ah, namaku adalah Andrian Purwira. Kau bisa memanggil-ku Andrian saja." Andrian tersenyum dan itu membuat Korrina mulai merasa yakin dengan manusia bahwa tidak semua dari mereka memiliki sifat yang busuk dan tidak sopan.


"Senang bertemu denganmu..." Jawab Korrina.


"Namaku adalah Aditya Loka, kau bisa memanggil-ku dengan sebutan Adit atau Aditya. Senang bisa bertemu dengan ras Legenda seperti-mu." Ucap Aditya.


"Hm..." Korrina mengangguk dan ia segera mengalihkan pandangan-nya kepada Sakti, Sakti segera menatap tajam Korrina dan mempersiapkan sebuah boneka yang terlihat seperti manusia lalu ia mengeluarkan sebuah jarum.


"Aku tidak akan membunuh-mu, lebih baik kita berteman dan saling memikirkan rencana agar perang antar semesta ini tidak terjadi." Korrina mulai mendekati Sakti dan ia segera merebut boneka serta jarum itu karena ia mencoba untuk melakukan ilmu yang dikatakan oleh Agfi yaitu ilmu santet.


"Beritahu aku cara-nya, abah. Aku ingin melihat ilmu santet secara langsung..." Tatap Korrina serius.


"Tentu saja, aku pasti akan memperlihatkan kemampuan Dukun hebat seperti diriku...!" Sakti mulai mengangkat kaki kanan-nya serta kedua lengan-nya mulai memperagakan ular dimana Korrina melihat dirinya seperti ingin menari.


"Cepat lakukan..."

__ADS_1


"...Ilmu santet itu!"


__ADS_2