
Semua informasi dan perubahan yang Korrina butuhkan dari Kountraverse telah sepenuhnya ia tulis tetapi dalam pikirannya sendiri, Zephyra yang memberitahunya agar semuanya dapat berjalan dengan adil.
Tahapan awal dari Ragnarok telah resmi selesai, hanya tersisa dua tahapan lagi sebelum perang akbar dimulai dan menjatuhkan banyak sekali nyawa dari kedua belah pihak layer.
"Apakah semua itu sudah cukup jelas, Korrina Comi?" Tanya Zephyra.
"Ya, terima kasih." Korrina melayang kembali menuju takhtanya untuk mendengar peringatan terakhir yang akan Zephyra sebutkan.
"Dengan ini aku menyatakan tahapan awal dari Ragnarok telah sepenuhnya selesai, kita akan langsung membahas peraturan baru dari Ragnarok yang ketiga ini!" Zephyra mulai melayang ke depan agar mereka semua bisa melihat dirinya.
"Aku harap kalian semua penghuni dari kedua layer sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti Ragnarok ketiga agar bisa memperlihatkan siapa yang layak untuk tinggal di layer tertinggi..."
"...mungkin pemenang bisa menikmati hadiah yang sangat menguntungkan dimana mereka akan terangkat menuju sebuah tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan layer ini."
""Transenden..."" Ucap Korrina dan Brimgard ketika mengetahui pemenang bisa saja memiliki kesempatan untuk memuncak tinggi sampai tidak terikat dengan layer itu.
"Masih ada dunia atau ruang yang berada di puncak paling atas dibandingkan layer?" Tanya Shira.
"Begitulah... mereka yang sudah mengalami transenden menuju dunia yang menganggap layer sebagai hal kecil, itu artinya dia adalah makhluk yang bisa disebut sebagai Higher Being..."
"...menanggapi layer dan singularitas di sekitarnya sebagai fiksi biasa yang dapat dikendalikan juga seperti apa yang Zephyra lakukan saat ini." Jawab Korrina.
"Kita semua akan bertemu dalam ruangan ketiadaan ini... bertarung sampai mati untuk memperlihatkan siapa yang sebenarnya layak untuk tetap hidup di dalam layer!"
"Mereka yang gugur sudah pasti bisa dicap sebagai penghuni lemah yang terlalu bersantai di dalam dunianya sendiri tanpa mempersiapkan perang akbar yang dijadikan sebagai puncak kehidupan mereka."
"Apakah kau pernah berpikir Brimgard akan menandai kita sebagai ancaman itu sendiri?"
"Tidak, Brimgard lebih fokus dengan musuh yang dekat dengan dirinya... dia lebih memilih mengincar kelemahan, kebanyakan penghuni Touriverse sejak itu mencoba untuk menghindari pasukan Zerdians."
"Santai saja, bukan Legenda saja yang bisa disebut tangguh bagi Brimgard... kita memiliki banyak pasukan yang setidaknya bisa memberikan mereka tekanan ketika mencoba untuk melawan."
"Baiklah, sedikit revisi terhadap peraturan sudah aku selesaikan..." Zephyra mulai melepaskan aura hitam melalui tubuhnya untuk mengisi ruangan ketiadaan itu.
"Apa yang dia lakukan?" Tanya Arata yang mencoba untuk menyerap aura tersebut tetapi ia tidak dapat menampungnya sama sekali karena berada di tingkatan yang berbeda.
"K-Kuat sekali..."
"Kalian akan saling membunuh satu sama lain untuk menjaga keseimbangan dan kelayakan yang perlu dimiliki oleh seorang penghuni untuk menduduki layer tertinggi..."
"...aku mengetahuinya... aku tahu segalanya apa yang coba kalian lakukan, tetapi hal tersebut tidak ada gunanya karena aku bisa memaksa kalian seperti menggerakkan pion untuk terus maju sampai memakan pion raja!"
"Pergerakan yang aku lakukan secara paksa adalah sebuah peringatan, sekali lagi kau mencoba untuk melakukan sesuatu yang tidak aku suka maka hukuman yang kalian terima adalah berubah menjadi ketiadaan."
"Lebih mengerikan dibandingkan eksistensi yang terhapus, kalian akan terus bertarung dan bertarung sampai waktu habis serta menyisakan petarung layak yang banyak agar bisa menang."
Korrina mengetahui jelas peraturan itu tidak berubah sama sekali, perang Ragnarok ini hampir sama seperti perbudakan dimana mereka terpaksa untuk Bertarung hanya untuk membunuh satu sama lain dan bertahan sebisa mungkin.
Bertahan dengan melarikan diri akan menerima sebuah peringatan dimana Zephyra memaksa mereka untuk maju sampai terbunuh oleh musuhnya sendiri.
"Seperti biasanya mereka yang gugur dalam perang akan mengalami perpindahan untuk sementara agar tidak mengganggu pertarungan, dan tentunya tidak menghalangi siapapun."
"Mungkin pada saat Ragnarok berakhir, aku akan memberikan kalian waktu beberapa menit untuk berbicara dengan jasad dari orang yang kalian cintai!" Seru Zephyra selagi menunjukkan ekspresi sadis.
Shira langsung mengepalkan kedua tinjunya bahwa Dewi satu ini tidak memiliki perbedaan apapun dengan Zangetsu, malahan ia bisa dibilang sangat berbahaya dan mematikan.
__ADS_1
"Kita harus bertahan." Kata Korrina sampai mereka menatap dirinya.
""Ya... Legends Never Dies.""
Semua Dewa dan Dewi mulai saling mendiskusikan kembali tentang Ragnarok bahkan sebagian dari mereka mulai merasa ketakutan sampai tidak bisa mengeluarkan satu pun kata.
"Apakah kalian melihatnya?" Tanya Korrina yang menunjuk seluruh Dewa dan Dewi dari kedua belah pihak terlihat sangat ketakutan dan putus asa.
"Hari dimana para Dewa dan Dewi akan merasakan ketakutan yang sebenarnya... memperlihatkan keringat dingin, air mata, dan ekspresi yang dipenuhi dengan negatif."
"Para Mortal juga pasti akan ketakutan sampai mereka terus memikirkan Ragnarok sampai memimpikannya..."
"...kalian tidak bisa meremehkan hal tersebut, kita bertarung sebagai satu pihak untuk mempertahankan dunia kita dan tentunya bertahan hidup."
""Kami mengerti...""
"Akan sangat menyedihkan ketika pihak dengan jumlah sedikit kalah lalu terpaksa harus melihat orang yang mereka cintai mati dengan lumuran darah dan anggota tubuh yang hilang bukan...?" Ucap Zephyra.
"Dan juga kali ini aku menambahkan sesuatu yang sangat menarik, pihak kekalahan akan menerima sebuah hadiah dariku... jadi nantikan saja ya."
Brimgard dan Korrina memasang ekspresi kaget ketika Zephyra kali ini menambahkan sesuatu untuk pihak yang mengalami kekalahan, "H-Hadiah...?"
"Hadiah misteri~ kalian juga akan tahu ketika sudah mengatakan kata perpisahan dengan seseorang yang kalian cintai atau sayangi...!"
"Peraturan bisa dibilang cukup simpel... kalian harus membunuh lawan kalian dan tetap bertahan sampai waktu habis, bersembunyi atau melarikan diri adalah sebuah pengecualian."
"Para Dewa atau Mortal yang memiliki kemampuan mematikan berkaitan dengan penghapusan eksistensi akan menerima sebuah hukuman juga..."
"...itu artinya Korrina dan Brimgard dilarang untuk menggunakan senjata mereka yang dapat menghancurkan layer dan singularitas dengan mudah."
"Apa maksudnya itu?" Tanya Arata yang mulai menatap Korrina.
"Sebelumnya aku menggunakan senjata itu untuk membunuh Eldritch bernama Eo'syl yang tidak akan pernah bisa mati selama inti kehidupannya yang berada di alur waktu berbeda mati."
"Sekali saja aku membunuh Eo'syl maka semua inti kehidupannya juga akan hancur tanpa membutuhkan alasan..."
"...sayang sekali satu daging berhasil melarikan diri sampai melahirkan Eldritch bernama Eo yang dipelihara Koneko."
"Apakah aku tidak bisa menggunakan God Slayer?" Tanya Arata.
"Itu masih bisa dibilang wajar... tidak untuk senjata kami yang dapat menghancurkan layer jika kami mau."
"Ternyata Keris yang Shinobu pegang bukanlah senjata terkuatmu ya..."
"Begitulah... langit di atas langit."
"Dan peraturan baru juga baru saja aku ciptakan dimana kecepatan kalian semua akan disetarakan, tetapi mereka yang berhasil menghancurkan konsep yang aku buat bisa mengembalikan kecepatan itu."
""Tunggu... apa...?!""
"Ya, kecepatan kalian akan aku setarakan menjadi tak terbatas agar pertarungan bisa berjalan lebih adil, tetapi bagi mereka yang bisa meningkatkan kecepatan dengan menghancurkan batasan mungkin tidak masalah."
"Sudah kuduga dia akan membawa sesuatu secara mendadak." Korrina menghela nafasnya.
"Karena di dalam ruangan ini kita tidak memiliki waktu atau realitas yang sama di luar, aku bisa mengetahui batasan waktu yang terlewati..."
__ADS_1
"...Ragnarok akan berhenti ketika kalian tidak bisa bergerak atau melakukan serangan lainnya."
"Jadi berapa lama kita harus bertarung?"
"Itu adalah rahasia, tidak ada yang mengetahui kapan waktu kematian kita menginjak nol bukan?" Tanya Zephyra sampai memunculkan rasa ketakutan kepada mereka semua.
"Mungkin ada kesempatan pihak layer dapat membantai dan meratakan pihak layer lainnya..."
"...tetapi aku sudah mengetahui beberapa petarung kuat yang pasti akan bertahan lama, pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah dari kedua pihak yang bertahan sampai titik akhir."
"Itu saja yang bisa aku jelaskan, hari dimana para Dewa dan Mortal dari kedua belah pihak akan saling bertarung di perang akbar!"
"Aku bisa merasakan tekanan yang sangat besar..."
"...ini bukanlah perang atau turnamen biasa, anggap saja seperti kiamat dengan perwujudan perang dimana kita memutuskan siapa yang akan mati." Kata Arata.
"Aku setuju denganmu tentang itu..." Jawab Haruki.
"Jadi kapan Ragnarok akan dimulai?" Tanya Shira.
"Satu Minggu dari sekarang..." Mendengar hal tersebut semua orang langsung bertambah semakin panik karena batas waktunya kecil sekali.
"Bukannya dulu kita mendapatkan waktu dua minggu untuk mengikuti tahap kedua yaitu melakukan persiapan seperti latihan, merancang strategi, dan mengumpulkan pasukan?" Tanya Brimgard.
"Satu Minggu tetaplah satu---"
"Aku menolaknya!" Seru Korrina sampai seisi ruangan langsung menatap dirinya yang berani membantah pilihan Zephyra.
"Korrina... mulai menunjukkan sikapmu sebagai seorang anjing kampung ya?" Zephyra tersenyum ketika Korrina mencoba untuk membantah lagi.
"Aku memilih kewajiban sendiri untuk bisa membantah tentang batas waktu itu, seharusnya Ragnarok bisa dimulai satu bulan dari sekarang agar kita bisa menyelesaikan semuanya dengan sempurna!"
"Kau menginginkan Ragnarok ketiga menjadi perang akbar yang dahsyat---" Korrina mengalami perpindahan menuju Zephyra sehingga kedua pipinya dicengkeram oleh tangannya.
""Korrina!"" Shira dan kedua temannya mencoba untuk membantu dirinya tetapi Korrina langsung mengulurkan lengan kanannya untuk menahan mereka di posisi.
"Diam di tempat...!" Perintah Korrina sehingga mereka bertiga langsung berhenti sebelum mendekati Zephyra.
"Korrina, kau tahu aku membenci orang yang mencoba untuk membantah pilihanku bukan?"
"Kau sudah mengubah peraturan sebanyak dua kali, seharusnya batas waktu sebelum Ragnarok dimulai bisa kau tambah sampai satu bulan agar lebih adil..."
"Hmm~ menarik, kau melakukan ini untuk mereka juga?" Tanya Zephyra yang mulai menoleh kepada Brimgard.
"Tentu saja..."
"Kalau begitu aku akan menambahkan batas waktu itu sampai satu bulan jika kau ingin menjilat kakiku sepeti anjing kampung yang menginginkan tulang!"
Zephyra menginjak kepala Korrina sampai wajahnya menempel dengan lantai lalu ia dapat melihat jari kaki Zephyra yang sudah menerima sebuah pelayanan dari Korrina.
"Apakah kau mau mengorbankan harga dirimu di hadapan para Dewa dan Dewi serta temanmu...?"
"Hentikan, Korrina... satu Minggu sudah cukup untuk melaksanakan latihan dan rencana!" Seru Shira.
"Baiklah..."
__ADS_1
"...aku akan melakukannya."
"Lima menit sudah cukup."