Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 907 - Melawan Planet untuk Kebebasan


__ADS_3

"Sungguh Dewa yang aneh sekali... kenapa dia mau melakukan semua ini sampa harus menyatu dengan planet hingga menjadi planet itu sendiri?" Tanya Ako.


"Dia adalah Legenda yang bertekad besar, aku bisa mengakuinya... melihat dirinya memiliki banyak rencana dan kartu as yang digunakan dalam situasi genting..."


"...dia tidak akan menerima kelelahan begitu cepat sampai aku memberikan dirinya sebuah pelajaran terakhir." Kata Shinobu yang mulai memegang ikat kepalanya yang ia lepas lalu simpan dalam Kisetsu nya.


Shinobu mendekati planet itu sampai ia bisa melihat wajah Demetrio yang terus menertawakan dirinya karena ukuran dan kekuatan yang sudah tidak bisa ia rasakan karena terjadi pembatasan yang begitu kuat antar kekuatan mereka.


"Hwahwahwa!!! Aku bisa merasakan banyak harapan dan kepercayaan yang terus meluas dalam tubuh Planet ini...!!!"


"Ternyata menggunakan kristal untuk bersatu dengan sebuah planet yang dapat aku perbesar tidak buruk juga...!!!"


"Hentikan sekarang juga, Demetrio!" Seru Shinobu sehingga ia melihat Demetrio tidak mendengarkan dirinya sama sekali karena planet itu mulai menumbuhkan banyak sekali tangan dengan elemen yang berbeda.


Demetrio melancarkan banyak sekali pukulan dengan unsur elemen yang berbeda di dalamnya, ukuran kepalan tinjunya itu melebihi tubuh Shinobu bagaikan gajah dan semut, tetapi Shinobu masih bisa menahan semua pukulan itu menggunakan kedua lengannya.


Shinobu melihat banyak sekali pukulan yang melesat menuju arah dirinya sampai ia mulai tertekan, ia hanya perlu mengulur waktu sampai Koizumi menyelesaikan sihir Greed itu.


Semakin banyak lengan yang bermunculan sehingga semuanya dapat melancarkan sihir yang berbeda secara bersamaan tetapi Shinobu terus menghindar dan menahannya.


Apa yang dia bisa lakukan sekarang adalah melakukan berbagai macam pertahanan karena melakukan satu saja serangan bisa menyebabkan kesalahan untuk dirinya karena ia tidak mau menanggung risiko apapun untuk saat ini.


"Hahaha...!!! Planet ini adalah tubuhku yang bisa aku perbesar lagi dan lagi, tidak lama kemudian aku bisa menggapai satu alam semesta lalu melemparnya kepada kau...!!!" Demetrio terus melancarkan banyak sekali serangan berukuran besar.


Shinobu terus menahan semua serangan itu sampai ia meminta semua temannya untuk menjaga jarak agar tidak terkena oleh serangan yang terus dilakukan oleh Demetrio, Ako mulai pergi meninggalkan lokasi bersama Konomi untuk berlindung sementara.


Koizumi ikut menjauh karena ia membutuhkan banyak kekuatan dan Lenergy yang harus diberikan kepada Shinobu, Hinoka dan Anastasia masih berada di lokasi agar bisa membantu dirinya dengan melepaskan beberapa sihir pendukung.


"Ini gawat... menghindari dan menahan serangannya mungkin bisa mencegah planet ini meledak, tetapi kekuatan Demetrio terus membesar tanpa kendali." Kata Anastasia.


Shinobu yang terus menahan serangan itu langsung kedatangan Shira yang muncul di sebelah dirinya, tidak mengurus masalah yang saat ini ia hadapi karena dirinya ia ingin menyarankan sesuatu kepadanya.


"Shinobu."


Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat Shira muncul secara mendadak di sebelahnya itu, "Kakek...?"


"Satu-satunya mengalahkan Demetrio adalah dengan melepaskan semua kekuatan yang kau miliki... hampir sama seperti menghancurkan planet tetapi dengan menggunakan Golden Sunshine."


"Kau tidak akan merasa takut menyebabkan kehancuran di Yuusuatouri bukan? Golden Sunshine dapat mengubah kehancuran dan ledakan yang kau sebabkan menjadi sebuah pemulihan."


"Sekarang adalah waktunya untuk mengerahkan semua kekuatan itu sampai titik akhir... kau pasti bisa melakukannya..."


"Yakinlah dengan kekuatanmu sendiri..." Demetrio mencoba untuk menyerangnya Shira tetapi dengan satu tatapan saja sudah cukup untuk menghancurkan lengannya itu.


"Oke... Koneko akan mengerahkan semuanya sampai tidak tahu apa arti dari batasan yang sebenarnya!" Shinobu mulai menunjukkan tekad yang sangat besar untuk menghabisi Demetrio.


"Semoga beruntung..." Shira mulai menghilang dan berpindah menuju planet Legenia untuk melihat dari jauh.


Shinobu melihat Demetrio terus tertawa sampai planet itu bertambah semakin besar lagi dan lagi sampai Koizumi muncul di sebelah dirinya lalu ia menunjuk planet itu menggunakan kedua tapaknya yang menunjukkan lambang Greed.


"Shinobu, aku sudah mempersiapkan semuanya..." Kata Koizumi dengan tatapan serius sampai Shinobu mengangguk lalu memasang tatapan yang sangat tajam selagi mengepalkan tinju kanannya.


"Ini adalah serangan yang terakhir ya... takdir masa depan akan aku tentukan melalui tinjuku ini!"


Shinobu memancarkan cahaya yang cerah melalui tinju kanannya sampai matahari di Yuusuatouri mengarahkan semua cahayanya kepada Shinobu.


Semua planet mendadak kehilangan cahaya dari matahari karena Shinobu yang mengarahkannya pada dirinya sendiri, "Koneko akan berjuang...!!!"


Shinobu melesat maju menuju arah Demetrio sampai menerima banyak sekali pusaran angin yang mencoba untuk mendorongnya mundur, ia berhasil melewati semuanya tetapi ia melihat tantangan lainnya.


Sebuah tsunami besar menabrak tubuhnya tetapi ia berhasil terbang melewati semua ombak dan tsunami itu sampai ia juga mendapatkan sambutan dari letusan gunung berapi yang melesat padanya.


Shinobu terus menabraknya dengan tubuh yang sudah mendapatkan bungkusan dari daun emas, tubuhnya yang basah itu mulai membeku tetapi ia melepaskan dorongan cahaya yang berhasil memecahkannya juga.


Banyak sekali akar muncul dari dalam daratan, mencoba untuk mengikat tubuhnya tetapi semua akar itu langsung berubah menjadi emas sampai berhasil Shinobu kuasai dengan menutup semua lubang lahar yang terus terlepas pada dirinya.


Sambaran petir dari atas langit terus mengenai tubuhnya tetapi yang sebenarnya terjadi adalah semua sihir petir itu bukannya mengenai tubuhnya melainkan daun emas yang ia munculkan sampai menarik sihir seperti petir itu.

__ADS_1


"Tidak akan aku biarkan begitu saja...!!! Shinobu Koneko...!!!" Teriak Demetrio keras yang menjatuhkan banyak meteor di hadapannya untuk menahan dirinya agar tidak tiba dalam planet itu lalu memukulnya.


Semua meteor itu berhasil Shinobu hancurkan menggunakan tinju kirinya yang memancarkan cahaya emas sampai membantu dirinya untuk maju lurus meninggalkan banyak lubang di semua meteor itu.


Tetapi, Demetrio menggunakan sihir gabungan elemen terakhir yang langsung menahan pergerakan Shinobu di atas langit sampai ia tidak bisa mendekati daratan atau memukulnya dengan pukulan itu.


"Sialan...!!! Sebentar lagi!!!"


Shinobu terus menerima tekanan pada tubuhnya serta di belakangnya juga terasa tarikan yang begitu kuat karena pusaran angin sebesar planet di belakangnya yang mencoba untuk menyedot dirinya seperti kijang hitam.


"Sialan...!!! Sudah dekat sekali!!!" Teriak Shinobu keras yang menerima banyak luka dari daratan karena tubuhnya terus menerima banyak serangan sihir elemen yang memicu berbagai reaksi elemen seperti ledakan, pembekuan, dan lainnya.


Kekuatannya mulai melemah sampai terserap sedikit demi sedikit karena sudah memasuki atmosfer planet Legenia yang artinya Demetrio dapat menyerap kekuatan dan energi sihir apapun untuk mereka yang masuk ke dalam planet Lemia.


Tubuh Shinobu juga tidak bisa ia gerakan, rasanya seperti membentuk karena tekanan dan tarikan di belakangnya sampai ia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk memberontak.


"Kak Koizumi... sisanya aku serahkan padamu...!" Batin Shinobu, ia mengandalkan Koizumi dalam situasi genting seperti ini karena ia sudah mengira dari awal bahwa dirinya tidak akan bisa mendekati daratan dalam situasi yang kelelahan.


"Sebentar lagi, Shinobu...!!!" Seru Koizumi keras sampai kedua lengannya bergetar penuh kekuatan karena serapan yang ia lakukan dalam inti semesta Touri.


"Terima ini, Shinobu Koneko!!!" Koizumi melepaskan dua gelombang merah menuju arah Shinobu sehingga ia menerima banyak sekali kekuatan dan Lenergy hasil penyerapan Koizumi kepada seluruh alam semesta di Touri.


"ROOOAAAAAGGGGHHHH!!!" Shinobu melepaskan raungan yang sangat keras dan menggema, Koizumi bersama yang lainnya bisa melihat planet Lemia memancarkan sinar sampai mengubah planet itu menjadi persis seperti matahari.


"ROOOAAARRRR!!!" Shinobu melepaskan tekanan dan dorongan yang sangat besar sampai menghancurkan semua sihir yang mencoba untuk menghalangi dirinya.


"SHINOBU KONEKOOOOO!!!" Demetrio melancarkan banyak pukulan kepada dirinya tetapi Shinobu menghancurkan semua itu dengan raungan Beast Neko Legend.


"HAHAHA!!! KAU TIDAK AKAN BISA BERTAHAN!!!"


Demetrio mengeluarkan dua lengan yang berhasil menangkap tubuh kecil Shinobu yang masih menyesuaikan tubuhnya dengan kekuatan yang Koizumi berikan melalui Greed.


Sepertinya masih belum cukup, Shinobu belum kembali ke kondisi yang sempurna sampai ia masih menerima banyak pengurang dan tekanan sehingga ia sekarang terkurung dalam genggaman tangan Demetrio.


"Sial... ternyata masih belum cukup ya... Shinobu, jangan menyerah...!!!" Koizumi sudah tidak memiliki tenaga untuk menyerap lebih banyak kekuatan dan Lenergy dari Touri.


"Jangan sampai membiarkan dirinya membesar lebih lanjut lagi, Koneko!!!"


"Semangat, Shinobu Koneko!!!" Anastasia memainkan banyak sekali musik yang mencoba untuk mendukung dirinya dengan memberikan kekuatan tambahan.


Tidak lama kemudian, pohon emas yang sebesar alam semesta itu mulai memancarkan cahaya yang begitu cerah, tempat yang dijadikan sebagai pemakaman Minami mulai menciptakan bola cahaya energi yang melaju ke dalam Touri.


Koizumi melebarkan matanya ketika ia bisa merasakan sumber cahaya besar di dalam tubuhnya, ia melirik ke belakang bersama seluruh temannya lalu menyaksikan bola energi cahaya besar yang meluncur menuju arah Shinobu.


"Datang juga... untungnya... aku bisa menggunakan Golden Sunshine... untuk menarik cahaya dari pohon emas yang Tante Minami ciptakan..." Shinobu tersenyum penuh rasa syukur.


Bola cahaya yang berasal dari pohon emas itu mulai Shinobu serap sampai tubuhnya melepaskan aura yang sangat besar sampai menyerupai tubuh Demetrio lalu mengejutkan dirinya seketika.


"ROOOAAARRRR!!!" Shinobu melepaskan ruangan terakhir yang menyebabkan planet Lemia sampai tidak terlihat karena cahayanya yang begitu cerah sampai menyilaukan pandangan mereka.


"CRIMSON BLOODLUST...!!!" Tubuh Shinobu mulai menunjukkan banyak sekali garis Crimson yang menyebar di seluruh tubuhnya termasuk wajahnya sendiri.


Aura emasnya mulai menerima lapisan dari aura Crimson yang berwarna merah darah sehingga ia terus menerima kekuatan yang mulai merusak tubuhnya termasuk organnya sendiri.


"LIGHT OF HOPE...!"


Shinobu menghancurkan kedua lengan Demetrio yang menjebak dirinya sampai auranya sekarang membesar melebihi alam semesta sampai menyerupai Yuusuatouri untuk melindunginya.


"TINGKATAN...!!!"


Shinobu mengepalkan kedua tinjunya sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah bersamaan dengan kedua matanya karena sudah melebih-lebihkan semua kekuatan dan kecepatannya sampai titik yang tidak bisa ia tempuh.


"...SATU JUTAAAAGGGGGHHH!!!"


Shinobu melepaskan cahaya yang lebih besar sampai mengejutkan Koizumi bersama yang lainnya karena cahaya di hadapan mereka sudah sulit untuk dilihat.


"Apa yang Shinobu lakukan...!? Kekuatan sehebat ini...?!?!" Koizumi sendiri bahkan terlihat kaget karena merasakan banyak campuran kekuatan yang melonjak tinggi tanpa batasan yang menghalang.

__ADS_1


Dengan menggunakan sihir peningkatan dari Light of Hope dan Crimson Bloodlust, tubuh Shinobu dalam hitungan detik menuju kehancuran sampai Demetrio terlihat ketakutan melihat dirinya bertambah sekuat ini.


Kedua matanya melihat tubuh Shinobu yang terhalang dengan cahaya sampai ia tidak bisa melihatnya sama sekali kecuali cahaya serta aura merah yang menyebar sampai membungkus planet Lemia.


"Takkan aku biarkan...!!!"


Demetrio melawan rasa takut itu dengan melepaskan seluruh elemen sihir dan tipe sihir lainnya yang tak berkaitan dengan elemen, semua itu menyerang Shinobu dari segala arah.


Namun, Light of Hope telah melindungi dirinya sampai menyebabkan Shinobu untuk kebal dengan serangan sihir ketika ia menggunakan peningkatan dari cahaya harapan itu.


Bahkan ketika Light of Hope habis, cahaya harapan ini akan muncul untuk melindungi dirinya ketika Shinobu yang mencoba untuk melepaskan serangan pada musuhnya.


"GOLDEN...!!!"


Shinobu mengepalkan tinju kanannya sampai memunculkan bulan dan matahari emas yang memutari tinjunya.


"Bajingan kau, Shinobu Koneko!!!" Demetrio langsung melepaskan banyak sekali serangan fisik yang mengelilingi tubuh Shinobu.


Walaupun menggunakan serangan fisik, semua itu tak dapat menembus selimutan cahaya Light of Hope yang menyelimuti tubuh Shinobu sampai ia menerima kekebalan terhadap serangan fisik.


"MAXIMUM...!!!"


Shinobu melesat maju menuju daratan yang membentuk wajah Demetrio.


Demetrio melepaskan banyak sekali serangan berupa sihir dan fisik dimana Shinobu memutuskan untuk menambahkan efek pada selimutan cahaya itu.


Kali ini semua serangan yang menyentuh tubuhnya langsung dibalikkan pada Demetrio sendiri dengan serangan yang sudah diambil oleh Shinobu lalu memperkuatnya dibandingkan serangan yang Demetrio lepaskan.


"SHINOBU KONEKOOOOGGHHH!!!"


"OVER....!!!"


Shinobu menarik lengan kanannya ke belakang sampai organ di dalam tubuhnya langsung pecah satu per satu ketika ia berada dalam penerbangan menuju wajah Demetrio.


"...DRIIIVEEEEEEEEE!!!"


Teriak Shinobu keras selagi melancarkan satu pukulan penuh kekuatan ke depan sampai mengenai wajah Demetrio lalu menghancurkannya, termasuk dengan tubuh Shinobu juga.


Punggungnya meledak mengeluarkan banyak sisa organ yang sudah hancur termasuk dengan darahnya sendiri sehingga ia sekarang bersama Demetrio langsung melepaskan ledakan cahaya yang begitu dahsyat.


Ledakan cahaya itu menyebar sampai mengenai Touriverse sekaligus, tidak memberikan kehancuran apapun melainkan sebuah pemulihan untuk memperbaiki semua kehancuran yang disebabkan oleh Demetrio.


Perang juga mendadak berakhir sampai semua yang gugur langsung terkubur bersamaan dengan bunga emas yang muncul untuk mengubur tubuh mayat mereka.


Ledakan yang terjadi sangat lama dan luas sampai menakuti semua orang yang berada di Touriverse, guncangan besar itu awalnya menakutkan mereka sebagai peringatan amarah Dewa.


Namun, mereka sadar bahwa semuanya terlihat baik-baik saja dan sempurna sekarang karena ledakan cahaya yang sudah memperbaiki semua kerusakan sampai pada penghuni berpikir bahwa ancaman dewa itu sudah berakhir termasuk dengan kutukan batu.


***


"A-Apa yang terjadi...?" Tanya Ako yang mulai membuka kedua matanya, ia bisa melihat banyak sekali partikel emas berjatuhan di seluruh alam semesta termasuk Touriverse.


Semuanya berjatuhan ke dalam planet sampai semua penghuni mulai merasakan kebahagiaan besar ketika melihat semua partikel itu membentuk kelopak bunga.


Ako melihat Koizumi dan Hinoka yang sedang tersenyum bangga sampai mereka mulai menunjuk ke depan menggunakan jempolnya.


Ako menatap ke depan, melihat ledakan emas kecil yang masih terjadi sampai ia juga melihat planet Lemia yang sudah berubah menjadi matahari kedua.


Matahari itu mulai mengecil karena Shinobu yang berhasil menyerapnya, ia menggunakan nyawa keduanya tadi untuk mengakhiri kehidupan Demetrio dalam tubuh planet Lemia.


"Dia berhasil...!?"


Shinobu mulai menghilang seketika sampai membuat mereka memasang tatapan yang terlihat kebingungan.


"Ehh?! Dia pergi kemana..."


"Entahlah... dia tidak jauh."

__ADS_1


__ADS_2