
Shira mulai membuka gerbang rumah-nya dimana ia melihat Megumi yang sedang duduk di teras selagi memikirkan sesuatu, dengan dirinya yang menunggu di luar seperti itu... Pasti sesuatu terjadi kepada dirinya dan itu membuat Shira khawatir sampai ia lari menghampiri dirinya dan menyebabkan Megumi kaget.
"S-Shira...! Jangan lari...!" Kata Megumi hingga kecepatan Shira mulai meningkat lalu ia terpeleset di depan Megumi karena cahaya di sekitarnya itu memberi dirinya kecepatan, kemampuan seperti itu masih belum bisa ia kontrol.
"Uck... Kemampuan ini... kadang cukup merugikan." Shira terkekeh pelan dan Megumi mulai tertawa lalu menarik dirinya untuk mendekati-nya, Megumi meluruskan kedua kaki-nya agar Shira bisa berbaring di kedua paha-nya yang empuk.
Shira bisa melihat ekspresi yang terlihat gelisah di wajah-nya, sepertinya dia mencoba untuk menyembunyikan... Megumi seperti biasanya selalu merahasiakan sesuatu walaupun dia sudah bersama dengan seseorang yang sangat ia cintai yaitu Shira.
"Jika dia memikirkan sesuatu dengan gelisah di teras... Maka pikiran-nya mungkin saja terganggu dengan sesuatu." Ungkap Shira.
Sebuah tempat terbuka, dimana Megumi bisa merasa nyaman dan aman... Ketika Shira mencoba untuk mengajak diri-nya masuk ke dalam rumah, Megumi menolak sambil mengalihkan pandangan-nya dengan ekspresi yang terlihat bersalah. Penolakan itu membuat Shira melebarkan matanya sambil terlihat bingung.
"Aku hanya ingin di tempat hangat seperti ini bersama-mu... Hanya berdua saja karena Minami sedang pergi bersama Haruka ke tempat yang cukup menyenangkan."
"Aku mengerti kok... Mungkin rasa hangat ini dapat membuat dirimu tenang dan merasa nyaman...? Apakah kau masih mengkhawatirkan suatu saat nanti Touri akan mengalami konflik yang lebih besar dari serangan raja iblis sialan itu?" Tanya Shira penasaran.
Megumi hanya bisa diam dan menggigit bibir-nya pelan sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat khawatir, ia mengangguk pelan dan memberitahu dirinya bahwa ia tidak ingin berurusan dengan konflik yang berlebihan... Dia hanya takut bahwa Shira dan Minami akan terluka karena mencoba untuk menyelamatkan dan melindungi Touri.
"Semuanya akan baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu, Megumi... Kau hanya harus mempercayai diriku dan Minami, aku yakin dirinya suatu saat nanti akan menjadi Legenda yang layak seperti-ku... Aku juga sudah pasti akan terus berkembang demi bisa melindungi Touri bersama keluarga-ku sendiri---"
"Ini semua tidak baik-baik saja!!!" Megumi tiba-tiba menaikkan suaranya sampai membuat Shira kaget.
Megumi terlihat kaget mendengar suaranya sendiri begitu keras, dan menggenggam tangannya di atas mulutnya, "Aku tidak baik-baik saja... karena... aku... takut..."
"Aku... tidak tahu... apa yang akan terjadi jika konflik yang baru itu... dapat membunuh-mu bersama Minami... Aku tidak mau kehilangan kalian..."
"Rasa takut hanyalah sebuah hambatan---"
__ADS_1
"Aku...!!! Aku...!!!" Megumi mengagetkan Shira dengan menaikkan suara-nya lagi.
"Aku..."
"...Megumi?"
"Aku mencintai-mu, Shira... Tolong-lah tetap di sisi-ku untuk selamanya... Sampai ajal kita sama-sama bertemu... Sampai kita bisa hidup bahagia bersama Minami..." Entah kenapa Shira terlihat terkejut dan merona ketika Megumi menyatakan perasaan-nya walaupun mereka sudah menjadi pasangan sejak dulu.
Shira mendapatkan motivasi besar ketika mendengar perasaan dan wajah-nya itu yang terlihat sekuat mungkin untuk tidak terlihat sedih, kuat... Dia harus terus bertambah kuat demi melindungi keluarga-nya sendiri, dia juga harus bisa menyakini Megumi agar dirinya pasti akan bisa melindungi mereka semua.
"Aku tidak tahu kenapa perasaan ini selalu muncul... Perasaan takut, tetapi... aku hanya tidak ingin kamu meninggalkan diriku, Shira..."
"Ketika aku merasakan perasaan itu... Aku selalu saja memikirkan dirimu... Setiap hari... Sampai aku diam disini hanya untuk merasakan kehangatan matahari yang sama setara-nya dengan kehangatan pelukan-mu itu..." Megumi mulai tersipu, tetapi ekspresi-nya masih terlihat khawatir.
"Aku tahu bahwa suatu saat nanti kamu bisa saja tidak memiliki waktu untukku... tugas-mu sebagai Saint Legenda itu besar sekali, kau adalah pelindung semesta Yuusuatouri yang baru ini..."
"Megumi..."
"Aku tidak mau kamu mengorbankan dirimu untuk Touri... Ini pertama kali-nya aku bersikap egois jadi lebih baik kamu melakukan apa yang kamu bisa tanpa harus mengorbankan nyawa-mu sendiri...! Aku... aku tidak mau kehilangan-mu, Shira...!"
"Aku tidak tahu harus apa jika kau pergi meninggalkan diri-ku, tetapi... Aku hanya tidak mau melakukan tindakan gegabah seperti bunuh diri... Ini cukup menyakitkan... Aku selalu memikirkan-nya... aku selalu membayangkan-nya... Apa yang akan terjadi jika kau mencoba untuk mengorbankan nyawa-mu demi Touri... sama seperti hal-nya Korrina pernah lakukan...!" Megumi mulai menangis tersedu-sedu.
"Hiks... Kenapa... Kenapa aku selalu mengkhawatirkan ini... Aku hanya merasa sedih dan ketakutan jika hal itu benar-benar terjadi... Aku memang seperti anak kecil..." Suara tangisan Megumi terdengar seperti seorang gadis kecil yang menangis dan itu membuat Shira semakin tersentuh.
"Megumi..."
"Semua orang berjuang dan bekerja keras untuk melindungi Touri, tetapi aku hanya terus memikirkan-mu, aku tidak bisa berlatih dan bertambah kuat karena rasa takut dan gelisah yang selalu aku rasakan ini..."
__ADS_1
"...Aku selalu saja menyusahkan orang di sekitar-ku termasuk dirimu, sekarang kau harus melihat diriku yang menangis seperti anak kecil ini... Uckkk... Kenapa... Kenapa aku selalu seburuk ini... Kenapa... Uwaaaaahhhhhh!!!" Megumi menangis tersedu-sedu, dia terlihat sangat sensitif sekarang.
Dia tidak bisa mempercayai dirinya sendiri dan hal-hal di sekitarnya, rasa takut dan gelisah kemungkinan besar adalah kelemahan-nya yang besar. Shira baru saja melihat sisi lemah-nya, terlihat seperti seorang bayi yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
"Jika kamu terus menangis seperti ini dan menunjukkan sisi lemah-mu maka aku bisa saja kehilangan-mu dengan cepat... Semua orang harus bisa melawan kelemahan mereka sendiri untuk bisa maju dan berjuang lebih keras lagi..."
"...Kau bisa saja membuat Minami khawatir karena tangisan-mu ini."
"Aku... tahu..." Mendengar jawaban dari Megumi, Shira segera bangun hanya untuk mendekati-nya dari belakang lalu memberi dirinya sebuah pelukan dari belakang. Pelukan itu mampu membuat Megumi melebarkan matanya kaget karena rasa hangat yang diberikan Shira mampu memberi dirinya rasa untuk mempercayai dirinya sendiri.
"Aku akan melindungi-mu... Percayalah, aku akan terus bertambah kuat. Aku tidak akan pernah mengorbankan nyawa-ku untuk itu, aku tidak akan bisa terus bertambah kuat jika kau tidak mau bertambah kuat bersama diriku, Megumi." Bisik Shira.
"Unnnnggghhh... Nnnnmmmmnnn...." Apa yang Shira katakan kepada Megumi mampu membuat dirinya tersipu merah karena suara-nya itu dapat memberi dirinya semangat tinggi untuk terus berjuang dan melawan rasa takut-nya.
Momentum pas seperti ini, Shira diam-diam mengeluarkan sebuah boks kecil dimana di dalam-nya terdapat sebuah cincin indah yang akan ia berikan kepada Megumi, kenangan baru akan dimulai... Sudah saatnya untuk dia memberanikan diri, menikahi Megumi... Walaupun terlambat tetapi ia sangat senang untuk bisa menikah dengan-nya.
"Megumi..."
"Mmm....?" Megumi bisa melihat tangan Shira yang bergerak lalu ia melihat sebuah boks kecil yang terletak di atas telapak tangan-nya, matanya terbuka lebar seketika melihat sebuah cincin dengan berlian yang indah di atas-nya.
Megumi langsung meneteskan air matanya dan kembali menangis tersedu-sedu sampai membuat Shira menghela nafas-nya, dia benar-benar masih bertingkah laku seperti anak kecil tetapi itu cukup membuat dirinya tenang untuk melihat Megumi yang menangis karena rasa bahagia sekarang.
"Kamu benar-benar imut, Megumi... Maafkan aku jika cincin ini aku tunjukkan dalam waktu yang terlambat, awalnya aku ingin melamar-mu setelah turnamen selesai tetapi konflik datang secara tiba-tiba---" Megumi menghentikan pembicaraan Shira dengan memberi dirinya sebuah ciuman di bibir sampai membuat Shira terkejut.
Tanpa disadari mereka berdua, Haruka dan Minami sedang mengintip di luar gerbang sampai mereka berdua tertawa terbahak-bahak melihat Shira dan Megumi berciuman, urusan ciuman di bibir itu mereka anggap sebagai lelucon karena kepolosan mereka berdua.
Megumi berhenti mencium-nya lalu menatap kedua matanya dengan ekspresi yang terlihat senang, "Jadikanlah diriku sebagai istri-mu..."
__ADS_1
"...Shira"