
Anastasia berada dalam perjalanan menuju sebuah planet yang sangat merah yaitu Mars, di sanalah pusat markas dari aliansi itu sampai ia tidak sabar untuk melihat pemerintah yang bernama John Phillips itu seperti apa.
Pesawat luar angkasa kecil itu mendarat dengan aman di tempat yang sudah tersedia, ia bisa melihat banyak sekali Manusia yang dapat bernafas dalam mars karena sudah dilengkapi dengan sebuah barier di sekitarnya.
Di dalam barier itu penuh dengan tumbuhan yang dapat memberikan semua Manusia itu oksigen yang cukup untuk mereka hirup, "Aku datang dengan damai..."
"Kami tahu, Anda dipersilakan untuk melewati karpet merah ini khusus tamu yang dapat diterima oleh John..." Semua penjaga yang memegang senapan mesin itu membiarkan Anastasia jalan untuk lewat.
"Jangan melakukan sesuatu yang macam-macam, Legenda. Kami memperhatikan dirimu untuk selamanya, percakapan yang akan kau berikan pada tuan John tergantung dengan keselamatan dirimu."
Ancaman itu tidak memberikan rasa takut untuk Anastasia yang mulai masuk ke dalam bangunan futuristik di hadapannya, pintu bercahaya di depannya mulai terbuka lebar sampai menunjukkan banyak sekali tentara yang mengenakan zirah Juggernaut dan Goliath dengan modifikasi teknologi canggih.
"Semua Manusia yang memihak aliansi memang sudah sepenuhnya siap untuk berperang pada esok hari..."
"...apa yang dapat aku lakukan hanyalah mendukung kalian di balik layar, mungkin setelah ini aku akan mencoba sebisa mungkin untuk menjadi sesosok Legenda yang berguna bagi dirimu."
Anastasia melihat seorang penjaga yang memegang sebuah keris mulai mengajak dirinya menuju ruangan bawah tanah yang dipenuhi dengan sistem keamanan ketat.
Semua keamanan itu mendadak mati agar Anastasia dan penjaga itu bisa melewati semua keamanan itu, pintu hitam di depan mereka terbuka lebar sampai menunjukkan banyak sekali benda yang emas.
Semuanya memiliki warna emas hampir terlihat seperti ruangan khusus orang kaya, di bagian tembok dan perabotan juga memiliki warna emas sampai Anastasia memasang tatapan kaget lalu pandangannya tertuju kepada dua orang gadis yang berdiri di hadapan seorang manusia.
"Ini dia, kita telah kedatangan seseorang yang memberikan kesempatan besar untuk kemenangan pihak aliansi ketika berhadapan melawan bangsa Legenda..." Ucap John.
Kedua gadis itu ternyata berasal dari ras yang berbeda, salah satunya adalah Fallen Angel dan Dark Elf yang sedang memegang beberapa teknologi untuk memberikannya kepada Manusia itu.
"Kenapa kalian datang untuk membantu Manusia? Sungguh pemandangan yang begitu langka..."
"Mengetahui konsep sihir sudah musnah karena perbuatan dirimu itu, aku ingin semua bangsa Malaikat musnah agar kita satu-satu ras Malaikat yaitu Fallen Angel untuk eksis..."
"Sama halnya dengan diriku, yang aku inginkan adalah kemusnahannya sang penemu untuk merampas semua barang ciptaan dan penemuannya... kebetulan aku berhasil merampas beberapa dari alat tersebut."
"Intinya kita sebagai bangsa yang membenci seseorang dengan derajat melebihi kita sendiri pantas untuk dibunuh..." Ucap John yang mulai bangkit dari atas kursinya.
"Derajat yang sangat melebihi Manusia adalah bangsa Legenda... dan kedua makhluk yang bertampang hina seperti Iblis dan Vampir, semuanya pantas untuk disingkirkan atas nama pemerintah!"
"Kariermu akan berakhir secepat mungkin jika tidak mengetahui cara untuk mengalahkan Shinobu Koneko bersama teman-temannya." Anastasia melempar gulungan senar ke arah John yang langsung mengambilnya.
"Senar itu dapat berubah menjadi seseorang yang kau inginkan hanya dengan membayangkannya saja, akan lebih efektif lagi jika kau membayangkan Legenda yang kuat."
"Senar itu juga dapat melindungi tubuhmu... menjadikannya sebagai zirah yang dapat menahan segala serangan, seseorang yang melihat zirah itu akan merasa kebingungan."
Anastasia menatap bola senar itu lalu ia membayangkan wujud Shinobu, senar tersebut langsung bergerak menuju arah dirinya sampai tubuhnya terselimuti dengan senar yang mulai membantu Shinobu dari pandangan luarnya.
"Whoa...! Ternyata hebat juga... aku tidak menyangka kau akan memiliki alat efektif seperti ini..."
__ADS_1
"Senar ini hanya bisa membayangkan sesuatu yang sudah kau lihat, akan lebih efektif lagi jika kau sudah mengetahui wujud Shinobu seperti apa karena fisiknya akan disamakan dengan seseorang yang ditiru."
"Tetapi lebih bagus juga jika kau mau melihat wujud dari Shimatsu Koizumi, di antara seluruh temannya itu... hanya dia yang memiliki fisik mengerikan jika ingin dibandingkan dengan semua temannya."
"Senar itu juga dapat mengikuti perintah yang kau inginkan, misalnya meniru wujud seseorang lalu melakukan pekerjaan sesuatu seperti membunuh seorang."
"Hampir seperti robot yang dikendalikan dalam jarak jauh, tetapi memiliki kecerdasan dan pertahanan yang begitu besar sampai senar itu tidak akan pernah bisa hancur tanpa serangan sihir yang kuat."
"Ternyata alat pemberian seperti ini memiliki kegunaan yang hebat, aku memang harus berterima kasih sebesar-besarnya kepada dirimu yang sudah mengabulkan keinginan diriku."
"Memusnahkan semua bangsa dan ras asing adalah tujuan utamaku untuk tetap bertahan hidup selama ratusan tahun lamanya..."
"...bangsa asing seperti mereka akan menyadari tempatnya ketika aku sudah berhasil menyelesaikan semua proyek dan persenjataan untuk menghentikan mereka semua!" John mengepalkan kedua tinjunya yang diselimuti dengan sarung tangan hitam.
"Perang besok adalah pembukaan... aku ingin memeriksa sejauh mana mereka berjuang, setelah semua proses selesai maka aku akan mengerahkan semuanya termasuk diriku yang akan turun menuju medan perang!"
"Kalau begitu, aku hanya bisa mengharapkan keberuntungan yang besar untuk dirimu bersama pasukan aliansi itu..." Anastasia mengangguk, ia mencoba untuk pergi tetapi John langsung memegang erat tangannya.
"Bagaimana jika kita hari ini bersenang-senang? Seorang Fallen Angel dan Dark Elf ingin menikmati waktu yang sangat menyenangkan dengan diriku."
Anastasia menghela nafasnya, "Maaf... aku masih memiliki pendirian, aku tidak memiliki niat apapun untuk menjadi seorang ***** yang mementingkan nafsunya."
Anastasia melepaskan tangan John lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu sampai seorang penjaga yang menunggu di depannya langsung membawa dirinya kembali menuju pesawat luar angkasa kecil itu.
"...bagaimana jika kita bercinta?!" Tanya John sehingga ia mendengar suara pintu di belakang yang terbuka, ia memasang tatapan kesal lalu mengancam penjaga itu.
"Sekali lagi kau masuk sembarangan maka kau akan aku lempar keluar dari planet Mars, jelaskan kepadaku sekarang juga...!"
"Apa yang kau inginkan!?" Tanya John yang mulai menyilangkan kedua lengannya, ia bisa melihat penjaga itu menundukkan kepalanya beberapa kali untuk meminta maaf.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya... mungkin Anda ingin mendengar berita yang sangat penting..."
"...satu-satunya kesempatan untuk mengajak seluruh umat manusia masuk ke dalam pihak kita semua, Anda sudah menerima alat yang berguna dari Anastasia bukan?"
"Hmm? Berita seperti apa yang akan kau berikan."
"Jadi..."
***
"Semua presiden negara akan berkumpul dalam satu lokasi untuk membahas kedamaian antar seluruh bangsa asing dan umat Manusia?!" Shinobu memasang tatapan kaget ketika mendengarnya dari Andrian.
"Itu benar... semua presiden akan mencoba untuk meraih kedamaian dengan mempertemukan seluruh warga dalam tempat yang aman dari wabah racun itu..."
"...aku harap kita semua bisa berkumpul di sana, banyak sekali umat manusia yang akan berkumpul dan menantikan sebuah kedamaian dari semua presiden itu." Kata Andrian.
__ADS_1
"Mungkin kau bisa berbicara dengan salah satu presiden soal rencanamu... terutama lagi kau adalah seorang Legenda yang bisa dibilang legendaris karena keturunan dari ratu Touriverse."
Shinobu mulai memegang dagunya sendiri, mungkin sudah waktunya konflik semua umat Manusia ini berakhir agar seluruh pihak aliansi mau menyerahkan diri dan sadar dengan perbuatan yang mereka lakukan.
Tetapi, Shinobu merasa tidak begitu yakin soal pertemuan itu karena kemungkinan besar sebagian anggota dari pasukan aliansi itu memang sudah tidak waras sampai tidak akan memberikan celah apapun untuk umat manusia yang memihaknya.
"Kapan perkumpulan presiden itu akan terjadi?" Tanya Shinobu.
"Besok... para presiden juga akan melihat dari jauh soal sambutan para aliansi yang akan merampas sumber daya di kedua negara." Jawab Andrian.
Shinobu mengangguk, "Kalian juga akan ikut? Rasanya kurang nyaman jika kalian tidak ikut dengan kami semua tamu asing yang berasal dari alam semesta lain."
"Tenang saja, setelah kita menyelesaikan misi pengintaian itu maka kita semua akan berkumpul dalam lokasi itu..."
"...mendengar pidato para presiden yang selalu memiliki makna, aku hanya bisa berharap bahwa perang bisa berakhir secepat mungkin agar diriku bisa pensiun." Kata Andrian yang mulai menatap langit-langit malam.
"Aku ingin sekali ikut... tetapi beberapa Jenderal ingin menghubungi diriku, kita akan mengatakan rapat lainnya soal perang yang akan terjadi nanti lusa."
"Mengandalkan dirimu terlalu berlebihan hanya akan memanjakan jiwa pejuang kami semua..."
"...tenang saja, asalkan Wilhelm dan Aditya ikut denganku maka kami akan bekerja sama sebagai satu tim, sepupumu juga ikut dengan kami yang mengartikan pekerjaan akan berjalan dengan mudah."
"Mm~ itu benar! Semangat...! Kita harus menyadarkan kembali semua umat Manusia dari kesesatan, jika kita tidak bisa mengurangi pihak aliansi itu maka bunuh saja."
"Bunuh ya... semuanya memang akan diakhiri dengan penyelesaian seperti itu..." Andrian tersenyum pahit lalu ia berjalan pergi meninggalkan Shinobu untuk siap-siap.
"...kami akan siap-siap!"
Shinobu mengangguk lalu ia melambaikan tangannya kepada Andrian yang pergi mendekati pesawat kucing itu.
***
"Lokasi dari pesawat luar angkasa itu sudah aku amankan kepada sistem Cyber... pesawat itu akan membawa kita langsung menuju markas itu dengan aman." Kata Koizumi.
"Baiklah...! Ayo kita menggali informasi yang dimiliki oleh pihak aliansi itu!" Seru Aditya yang mulai masuk ke dalam pesawat itu.
"Kalau begitu, kami akan pergi." Andrian menatap Shinobu bersama yang lainnya untuk melihat kepergian mereka semua.
"Hati-hati, semoga kalian dapat menemukan informasi penting soal kekuatan terhadap persenjataan yang mereka pegang." Ucap Shinobu.
Mereka semua mengangguk lalu pergi memasuki pesawat itu, Koizumi mulai meminta Cyber untuk membawa mereka semua menuju lokasi markas luar angkasa itu.
Tidak lama kemudian, pesawat itu melayang ke atas langit lalu melepaskan pembakaran besar yang membawa langsung menuju luar angkasa.
"Semoga beruntung...!"
__ADS_1