Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1076 - Berlian Hitam


__ADS_3

Tubuh Konomi diselimuti aura biru kehitaman dengan salah satu pupil mata bersinar kemerahan dan lainnya bersinar biru gelap, "Lost Integral Crosslight Mode...!"


Kemampuan bertambah 12 kali lipat dari sebelumnya, kemampuan refleks meningkat sangat tajam sebanyak 600% mampu menghindari serangan fisik maupun sihir yang bergerak tak kasat mata maupun yang akan dilancarkan oleh musuh.


Grace langsung melancarkan banyak sekali tebasan lubang hitam menuju arah Konomi yang langsung memindahkan semua itu menggunakan peluru energi dari Railgun yang berhasil menghempas lubang hitam itu.


"... ..." Grace mengerutkan dahinya lalu ia melihat Konomi yang mengeluarkan pedang dengan bilah berbentuk trapesium dan memiliki gradasi warna jingga dan kuning.


Pedang magis dengan efek pendarahan dan penyerapan energi bila melukai target musuh, mereka berdua melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan beberapa tebasan yang saling berbenturan.


"Mungkin aku harus memperingati dirimu dengan sesuatu hal yang penting bahwa sihir rampasan lubang hitam itu, aku sudah mempelajarinya cukup lama...!" Konomi menendang perut Grace sampai ia terpental ke belakang.


Grace merapatkan giginya lalu ia mengeraskan seluruh berlian yang menempel pada tubuhnya sehingga ia sekarang sudah dapat memperkuat semua kekuatan rampasan yang ia dapatkan.


Konomi mengulurkan kedua lengannya ke depan hanya untuk memunculkan banyak sekali Railgun yang melepaskan jutaan peluru energi ke arah Grace yang langsung membentuk perisai besar di depannya.


Semua serangan itu terpental menuju arah berbeda sampai mengeras menjadi berlian yang menempel di tubuh Grace, ia menggunakan kesempatan itu dengan melepaskan serangan yang sama yaitu peluru energi.


"Dasar brengsek... sepertinya aku tidak bisa melepaskan satu sihir sembarangan karena dia hanya akan mengerasnya menggunakan kemampuan alami dari Gems..."


"...hanya memerlukan satu serangan atau sihir yang langsung mengakhiri kehidupannya agar ia tidak merampas kekuatanku itu yang diperkuat...!!!"


Grace dan Konomi melepaskan banyak sekali peluru energi yang saling menabrak satu sama lain lalu menimbulkan ledakan yang cukup besar di hadapan mereka.


"Dengan kekuatan peniruan dan pengerasan dari berlian, kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dariku lagi...!!!"


Grace menyeringai sampai seluruh tembakan yang dilakukan oleh Konomi hanya mengenai tembok berlian yang ia ciptakan di depannya sampai semua peluru energi itu memantul menuju arah dirinya.


Untungnya refleks Konomi sangat cepat sampai satu ayunan dari pedangnya itu sudah cukup menghempas semuanya ke arah lain lalu menimbulkan ledakan yang lumayan dahsyat.


Konomi dikejutkan dengan tubuh Grace yang terisap ke dalam lubang hitam lalu ia muncul dari arah lain sampai menipu dirinya, wajahnya langsung menerima satu tebasan dari pedang itu yang mencoba untuk menghisap wajahnya.


Konomi langsung menangkis pedang serta pusaran lubang hitam kecil itu, tetapi punggungnya menerima satu tusukan dari kristal yang Grace bangkitkan dari atas tanah sampai fokusnya langsung pecah.


Grace dapat melakukan berpindah dengan kristal apapun, ia muncul kembali di atas kristal tajam itu hanya untuk menebas punggungnya sampai ia terpental ke atas langit lalu menerima tebasan lainnya di bagian perut.


Konomi terpental menuju daratan lalu ia bisa menyelamatkan tubuhnya untuk tidak terisap masuk ke dalam lubang hitam itu berkat bantuan dari Lenergynya untuk menstabilkan beban pada tubuhnya agar tidak tertarik.

__ADS_1


Konomi mencoba untuk bangkit lalu ia dapat melihat Grace yang berdiri di hadapannya tetapi kedua kakinya langsung hancur ketika menerima satu tebasan darinya yang mulai serius.


Tetapi Grace dapat kembali menumbuhkan kaki itu sampai ia langsung menendang wajah Konomi sehingga ia terhempas ke belakang, walaupun sudah mempelajari banyak hal tentang lubang hitam dari Haruki.


Kekuatan Grace bisa dibilang cukup kuat berdasarkan daya tahan dan kekuatan, terutama lagi kemampuan Gems bisa dibilang cukup menyebalkan ketika bisa merampas kekuatan seseorang lalu memperkuatnya untuk dirinya sendiri.


"Apakah dia orang yang sama sebelumnya...? Tidak, wujudnya sempat terlihat seperti Humanoid tetapi sekarang..."


"...entah kenapa mengingatkan diriku kepada robot kristal yang mencoba untuk melindungi inti tubuhnya." Konomi menghindari semua tebasan lubang hitam yang dilakukan oleh Grace.


Grace langsung muncul secepat mungkin di hadapan Konomi sampai memakan dirinya dengan tebasan yang ia lancarkan beberapa kali, Konomi melebarkan matanya lalu ia menangkis pedang itu ke atas sampai mengejutkan dirinya.


"Ck...!!!"


"Integral Order: Phantom Assault...!!!" Konomi 20 tebasan pedang yang berlapis aura ungu kehitaman secara beruntun dalam waktu satu detik ke arah target yang dapat menimbulkan efek luka berat dan pendarahan pada tubuh musuh yang terkena serangan ini.


Kemampuan ini memiliki potensi untuk membelah maupun memutilasi tubuh musuh yang menjadi targetnya, tetapi serangan itu tidak memberikan efek apapun kepada Grace yang menumbuhkan kembali tubuhnya.


"Tubuhmu tidak lembek seperti sebelumnya, kau memang memiliki perubahan yang dapat mengubah dirimu..."


Kemudian, tubuhnya langsung menerima banyak sekali tembakan peluru energi oleh Grace yang menggunakan Railgun kristal lengan kirinya itu sehingga ia terhempas ke belakang lalu menabrak banyak sekali kristal.


"Hahhhhh...!!!" Grace mengangkat pedangnya ke atas hanya untuk memfokuskan semua kekuatannya ke dalam pedang berlian itu agar ia bisa melepaskan lubang hitam yang sangat kuat.


Konomi meringis kesakitan lalu ia dapat melihat pusaran lubang hitam yang begitu besar muncul di atas pedang itu sampai menarik pasukan Touriverse dan Kountraverse yang sedang sibuk bertarung.


"Apakah kau bisa bertahan menerima lubang hitam sebenar ini sekarang, hah...!?" Grace melancarkan satu tebasan ke depan sampai pusaran lubang hitam itu melesat menuju arah Konomi.


"Cih..." Konomi memperbesar Lenergy di dalam tubuhnya sampai ia mulai mencoba kekuatan barunya dalam wujud Lost Integral itu.


"Apakah kau pikir hanya ras dan dirimu saja yang dapat merampas atau meniru kekuatan seseorang untuk sementara, hah...!?" Seru Konomi.


"Integral Killer Override!!!" Konomi menggunakan kemampuan sihir yang dapat mengambil alih kekuatan maupun kemampuan sihir musuh secara paksa untuk mendapatkan keuntungan dalam pertempuran.


Kekuatan maupun kemampuan sihir musuh yang berhasil diambil alih dapat dilumpuhkan maupun digunakan untuk menyerang balik musuh yang menggunakannya, lubang hitam itu langsung lenyap di hadapannya.


"Apa---" Wajah Grace menerima satu tebasan dari pedang Konomi sampai mendorong dirinya ke belakang lalu menjatuhkan Grace ke bawah karena daya kekuatan dari pedang tadi cukup kuat.

__ADS_1


"Artes Chaos Multi Blaster...!!!" Konomi menggunakan kemampuan sihir yang dapat memunculkan beberapa meriam Blaster yang melayang di sekitar tubuhnya.


Semua itu dapat dikendalikan oleh Konomi secara telepati dimana meriam tersebut dapat selalu mengikuti targetnya kemanapun selama berada dalam jarak pandang hingga dipanggil kembali oleh penggunanya.


Serangan tersebut ditujukan untuk melukai musuh sebanyak mungkin dengan rentang serangan sesingkat mungkin, setelah melepaskan semua serangan itu ia langsung maju dan melihat Grace yang sedang memulihkan tubuhnya.


Namun, wajahnya menerima satu tebasan dari pedang itu sampai Konomi langsung melancarkan serangan kombinasi menggunakan pedang yang langsung ia ubah menjadi tombak sampai menusuk-nusuk tubuhnya.


"Assault Order: Crosslight Strike Slash...!!!" Konomi melepaskan sebuah tebasan tombak ke target dimana bagian ujung berbentuk mata pedang berlapis aura putih keunguan karena ter aliri oleh Lenergy


Menciptakan tebasan yang sangat kuat ke salah satu bagian tubuh target yang ingin diserang, serangan ini memiliki kemungkinan untuk membelah tubuh Grace menjadi dua tetapi ia tetap menyatukan dan mengeraskan tubuhnya.


"Dengan semua kekuatan ini, kau yakin bisa menang melawan diriku yang sudah berpengalaman dengan lubang hitam itu...?!" Tanya Konomi yang terus melancarkan tusukan ke arah Grace sampai menghancurkan tubuh kristalnya itu.


Konomi menusuk perut Grace cukup dalam sampai ia terpental ke belakang, ia mulai kembali bangkit hanya untuk melancarkan satu tebasan lubang hitam yang berhasil Konomi terobos dengan tusukan tombak itu.


"Apa...!?" Wajah Grace langsung menerima tusukan dari tombak itu sampai semua lubang hitam yang dilepaskan oleh dirinya berhasil Konomi singkirkan dengan tombaknya sendiri.


Konomi memutar tombak itu beberapa kali lalu ia melancarkannya ke depan sampai ujung dari bilah itu menusuk dada Grace sampai terlepas keluar dari belakang punggungnya itu sehingga Konomi terus menggusurnya ke depan.


Konomi melempar tombak itu ke depan lalu menendang wajahnya sampai Grace terpental ke belakang lalu menyentuh berlian itu untuk memunculkan lubang hitam yang membesar.


"Jadi ini klimaksnya ya...?" Tubuh Konomi bisa merasakan penarikan menuju arah Grace yang melempar lubang hitam sebesar alam semesta itu menuju arah dirinya.


Pasukan Touriverse dan Kountraverse langsung tertarik ke dalam lubang hitam itu tetapi Konomi langsung menghentikannya terlebih dahulu dengan menggunakan kemampuannya.


"Destruction Order: Void Anti-Matter Supernova!!!" Konomi menggunakan kemampuan penghancur yang berupa sebuah bola anti materi terkompresi dan berkekuatan besar dari ujung senjata baik Railgun maupun senjatanya yang lain untuk ditembakkan ke targetnya.


Bola anti materi tersebut akan menghasilkan ledakan kehancuran yang sangat masif hingga mencapai ukuran yang tidak terhitung setelah menyentuh targetnya.


Tembakan tersebut dapat menembus hingga ke dalam inti sebuah planet tanpa terhalang sedikit pun dan tidak dapat terhentikan, tembakan yang ia lakukan langsung menghancurkan lubang hitam itu sangat mengejutkan Grace.


"Huh---" Tubuh Grace menerima tembakan itu sehingga seluruh berlian pada tubuhnya pecah terutama lagi seluruh inti dari tubuhnya langsung pecah tanpa menyisakan apapun ketika menerima serangan itu.


"Hah... Hah... Hah..."


"...aku berhasil melanjutkan tekad kalian..."

__ADS_1


__ADS_2