Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 509 - Aku akan Melindunginya, Harapan Besarku


__ADS_3

Shuan menatap cincin itu terus, dengan harapan besar di dalam dirinya bahwa ia sekarang sudah cukup layak untuk memiliki Kou secara keseluruhan.


Bukan itu saja, ia sudah mendapatkan kekuatan yang ia inginkan sejak dulu berkat kerja kerasnya bersama Minami dan sebentar lagi keturunan Neko Legenda yang baru bisa saja lahir.


Dengan campuran darah dari Shiratori dan Comi, menghasilkan kutukan keras kepala dalam merasakan arti menyerah, Korrina dari tadi terus menatap Shuan yang sedang menatap cincin itu.


"Uhhh... Sedang memasang mantra ya? Aman kok." Korrina meriah tangan Shuan lalu memegangnya dengan erat untuk memindahkan seluruh harapannya juga.


"Tidak ada yang tahu soal keberadaan diriku, intinya aku masih hidup dan akan selalu mengawasi kalian semua..." Korrina tersenyum pahit, Shuan mulai menatap Korrina dengan tatapan kecewa.


"Jika aku ingat kembali, kamu sudah pergi bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah kembali... Kalau tidak salah Kou masih berumur 6 tahun." Shuan tidak merasa marah atau kesal karena dirinya sudah mengendalikannya secara keseluruhan.


"Masalahnya... Dunia, galaksi, terutama alam semesta itu sangat luas, kau tahu? Banyak misteri yang tersembunyi dan sesuatu yang tidak pernah kita ketahu sebelumnya."


Korrina menatap ke atas, "Bukan hanya Touriverse saja yang ada melainkan banyak sekali semesta bahkan proses pembuatannya di mulai dari big bang."


"Kepergianku hanya bertujuan untuk memeriksa semua alam semesta satu per satu, untuk menyelidiki apa yang saja misteri yang ada di dalamnya..."


"...aku memang egois tetapi keegoisanku sudah cukup untuk menyelamatkan keluarga dan teman-temanku sendiri."


"Kekuatan dan kemampuanku sudah bisa di bilang besar, kau tahu? Bahkan dalam perjalanan, aku sampai menemukan jawaban dan jalan menuju surga itu sendiri."


"Lihatlah diriku sekarang, aku menjadi seorang penjaga segala Surga dari semua alam semesta yang ada, bukan hanya Touriverse tetapi segalanya."


"Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Setiap dimensi yang berbeda-beda terutama alternatif... Aku ingin mencegah semuanya dari atas sana agar ketiga anakku bisa hidup tenang..." Korrina mulai meneteskan beberapa air mata.


"Hanya rasa penyesalan yang bisa aku rasakan karena pilihan untuk kembali dan pulang membutuhkan proses yang lama, intinya aku harus bisa pulang secepatnya untuk bertemu mereka..."


Korrina memeluk Shuan erat, agar bisa memperbaiki rasa rindunya kepada Kou, "Itulah kenapa aku membawa jodoh anak-anakku ke surga..."


"...dengan tujuan melindungi dan menemani mereka sampai pulang karena hanya aku yang dapat memperbaiki kutukan itu sedangkan ketiga anakku tidak."


"Aku adalah kutukan dari segala kutukan yang ada jadi aku ingin menghindari Touriverse terlebih dahulu, terdengar egois tetapi Comi memang sudah egois sejak awal..." Korrina melepas pelukan Shuan.


"Intinya, rasa percayaku sudah melampaui tingkatan apapun. Kau dan Rokuro adalah harapan satu-satunya untuk bisa menyingkirkan kutukan tersebut..." Korrina mengepalkan tinju kanannya.


"...mungkin? Ahahaha... Tapi aku yakin kalian pasti bisa terutama lagi dirimu, Shuan." Tubuh Korrina mulai memancarkan cahaya emas, waktunya berbicara dengan Shuan sebentar lagi akan habis.


Shuan hanya bisa diam, ia tidak bisa merasa khawatir atau kesal melainkan dirinya harus bisa lebih bersemangat lagi dalam melindungi harapannya itu.


"Tidak ada yang harus kau khawatir, Bu Korrina. Sebagai keturunan Shiratori, aku tidak mempercayai kutukan apapun itu, omong kosong yang dapat di perbaiki dengan sebuah jalan."


"Setiap pilihan dan percobaan akan menyiapkan jalan tertentu, kutukan tidak akan bisa bertahan untuk selama-lamanya, karena itu aku akan membuat Kou merasa senang!" Shuan menepuk pipinya beberapa kali.

__ADS_1


Korrina tersenyum bangga ketika Shuan berbicara seperti itu, "Kira-kira, lima bulan tersisa ini, apakah kau bisa pulang untuk menonton ketiga anakmu?"


"Hm, aku usahakan untuk pulang secepatnya. Aku sendiri bosan menjelajahi berbagai macam alam semesta..." Korrina berbohong, surga adalah miliknya sekarang jadi ia bebas melakukan apapun di dalamnya.


Tidak ada halangan yang dapat menghentikan dirinya, jadi lebih baik berbohong di bandingkan mengatakan sesuatu yang tidak bisa tercapaikan begitu saja.


"Baiklah, aku akan melamar Kou secepat mungkin, setelah memenangkan turnamen pasti waktu yang cukup tepat..." Shuan memasukkan cincinnya ke dalam saku celananya.


"Ingat, semua yang kau bicarakan bersamaku di surga tidak bisa di ucapkan kembali ketika arwahmu masuk kembali..."


"...intinya ini benar-benar rahasia kita yang sudah terkunci." Korrina mengelus kepala Shuan lalu ia lupa untuk memberitahunya tentang sesuatu.


"Tetaplah panggil diriku dengan sebutan Korrina, aku tidak begitu nyaman jika di tambah dengan ibu atau nyonya..."


"...semisalnya, aku tidak pulang ketika pernikahanmu bersama Kou di mulai, setidaknya penuhi lah apa yang aku inginkan, Shuan."


"Dan itu?"


"Aku ingin kau merekam semua momen indah bersama Kou, hanya meminta Tech saja sudah cukup karena ia pasti akan menurutinya, Rokuro juga akan melakukannya."


"Permintaan seperti itu mudah aku penuhi baiklah, intinya aku tidak akan mengecewakan dirimu, Korrina." Shuan mengacungkan jempolnya.


Korrina mengacungkan jempolnya juga, "Kamu adalah harapan! Elang putih yang terbang bebas untuk menyebarkan semua harapannya, sama seperti Ayahmu."


"Pertanyaan yang bagus, semuanya berawal dari suamiku dan nenekku sih...."


"Kakekmu yang bernama Shukaku pernah bekerja sama dengan nenekku yaitu Konami dalam melawan dewa agung dari berbagai macam wilayah sihir."


"Kau tahu banyak, ternyata julukan dari Ratu Touriverse bukan main--- Aw." Kepala Shuan terkena tepukan kipas lagi.


"Itu adalah hal yang biasa, jika kau ingin sepertiku maka fokus lah belajar di bandingkan latihan berat sampai menyiksa tubuhmu itu..." Korrina tersenyum sehingga tubuhnya mulai terlihat transparan sekarang.


"Mungkin sudah waktunya sekarang... Kau tadi menanyakan soal Shiratori dan Comi memiliki kaitan semacam hubungan bukan...?"


"Yah, dari namanya juga kutukan, sudah pasti kutukan akan datang kapan pun seperti Shimatsu, Ichinose, Shichiro, dan Shizukaze telah berkaitan penuh dengan Comi."


Korrina membalikkan tubuhnya lalu menatap ke depan, sudah waktunya ia pamit dengan jodoh dari Kou Comi dan ia tinggal menunggu jodoh terakhir yang akan menikahi Honoka.


"Jujur, sungguh menyenangkan bisa berbicara dengan dirimu, Shiratori Shuan."


"Aku tidak menyangka keturunan keras kepala seperti kalian ingin dekat dengan sebuah kutukan..."


"Apapun yang terjadi tetaplah menjadi harapan dan motivasi untuk Kou, Kou sangat aku manjakan karena kondisinya itu dan aku yakin kamu dapat menjaganya dengan baik..." Korrina menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Sebelum itu, Shuan." Korrina menatap Shuan dengan tatapan penuh harapan.


"Tidak lama lagi, Kou akan berulang tahun... Menjadi lebih dewasa tentunya, aku ingin kau bisa mengucapkan ucapan ulang tahunku kepadanya..."


"...tetapi jangan sampai curiga karena Kou dapat masuk ke dalam pikiranmu sehingga menggali semua rahasia yang ada, intinya dia pasti akan berhadapan langsung denganku."


"Berkat kehebatan dari Heaven's Mind, sungguh menakjubkan."


Korrina merasa senang bahwa ia masih sempat berbicara dengan Kou berkat Heaven's Mind, untuk yang terakhir karena ia tidak mau efek dari Heaven menyakiti dirinya juga.


"Baiklah, semua pesan terakhirku sudah aku ucapkan dan ini mungkin akan menjadi perpisahan kita yang terakhir." Korrina mendekati Shuan lalu memberi dirinya sebuah pelukan hangat.


"Perpisahan terakhir...?"


"Ya, perpisahan terakhir di surga."


"Tolong ingatkan Kou untuk tidak berlebihan mengonsumsi madu... Bilang kepadanya untuk tetap menjaga kondisi dan jangan memaksakan diri soal pekerjaan dari Co. Corp."


Korrina mengatakan itu selagi mengeratkan pelukannya, membuat Shuan terkejut karena tubuhnya merasa dingin seketika air mata Korrina menyentuh tubuhnya.


"Tidak ada yang harus kau khawatir, Korrina. Aku sudah mengatakannya bukan? Kou telah berkembang dan mendapatkan motivasi untuk menjadi lebih hebat darimu."


"Kou ingin menjadi sesosok yang lebih hebat dan menginspirasi lebih dari apapun termasuk dirimu, lihat lah saja nanti..."


"...setelah kau pulang, kau pasti akan dikejutkan dengan perkembangan Kou yang sudah menjadi ratu Touriverse baru yang hebat dan sangat bijak dalam membantu orang yang kesusahan." Shuan tersenyum serius.


"Aku akan selalu menyimpan perkataan itu di dalam hatiku..." Korrina menghilang begitu saja.


"...sampai nanti, Shuan." Kedua pandangan Shuan dikejutkan dengan cahaya putih sehingga tubuhnya terasa berat lalu terjatuh dari atas awan emas.


Arwah Shuan kembali memasuki tubuhnya sehingga ia melebarkan kedua matanya, melihat atap coklat.


Ia sadar bahwa kesadarannya telah kembali sehingga ia masih mengingat Soal percakapan sebelumnya, ia duduk di atas kasur lalu menatap Kou yang masih tertidur.


"Melihat Korrina untuk pertama kalinya... Ternyata benar, mereka sangat mirip terutama semangat dan rambutnya itu. Hanya saja Korrina tidak kecil sedangkan Kou kecil..." Shuan meraih tangan Kou lalu mengusapnya pelan.


Membuat Kou tersenyum senang karena ia mengalami mimpi yang indah bersama Shuan, hanya saja Shuan sadar bahwa Kou memiliki banyak kekurangan karena gabungan dari Astral itu.


Shuan mengeluarkan sebuah cincin di dalam sakunya lalu ia memegangnya dengan erat, setelah itu ia mulai memeluk Kou erat.


"Tujuanku sekarang..."


"...sudah jelas."

__ADS_1


__ADS_2