Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 952 - Umat Manusia yang Dipercayakan pada Gadis Kecil


__ADS_3

"Rapat sepertinya sudah di mulai... kita hanya perlu membuka telinga kita dengan baik dan benar untuk mendengar rencana seperti apa saja yang akan mereka buat." Ucap Mitler.


"Tunggu dulu... lebih kita tidak mendengar pembahasan soal strategi atau rencana, lebih baik kita melihat kondisi Jenderal itu dalam misi mata-matanya, kita memiliki kesempatan sebanyak 20% persen." Kata Anastasia.


"Gadis kecil seperti Shinobu Koneko tidaklah layak untuk kalian remehkan karena dia itu sangat mengerikan dalam segi luar dan dalamnya..."


"...kita tidak tahu apa yang ia pikiran dan tunjukkan kepada diri kita masing-masing karena Legenda kecil sepertinya mudah sekali untuk memanipulasi banyak orang termasuk musuhnya sendiri."


Anastasia menjelaskan semua hal yang ia ketahui dari Shinobu selagi membantu tentara lainnya yang sedang merakit proyek untuk digunakan dalam perang selanjutnya, kali ini senjata yang benar-benar mematikan.


Semua proyek itu mendapatkan dukungan dari Anastasia yang mengartikan Legenda seperti Shinobu dan yang lainnya mungkin akan merasa kesulitan ketika berhadapan dalam perang selanjutnya.


"Kita hanya membutuhkan sumber daya alam lainnya... kali ini kita terpaksa mengenakan zirah rompi yang membantu kita untuk menghilang berkat bantuan teknologi malaikat itu."


"Banyak sekali hal yang harus kita persiapkan... simpan semua senjata kuat kita dalam area tertentu untuk mengejutkan mereka semua yang tidak akan pernah mengetahui soal senjata tak kasat mata itu."


"Ya... itu benar-benar ide yang baik, kalau begitu aku harus membantu kalian soal ramuan ya... karena aku adalah penyihir maka aku meminta semua obat yang kalian miliki kepadaku."


Anastasia memasang tatapan serius karena ia memang mengadu domba kan kedua pihak, setelah ia menyelesaikan semua urusannya di dalam markas itu maka ia akan mencoba untuk bertemu dengan Shinobu agar bisa membicarakan soal pihak pemerintah.


Di saat itulah ia sudah mengendalikan satu medan perang yang besar dengan mendapatkan kepercayaan seorang calon ratu Touriverse yaitu Shinobu sedangkan satunya lagi adalah seorang pemerintah yang tidak ia ketahui namanya.


***


"Sebelum kita membahas soal kepercayaan... aku ingin memberitahu kalian sesuatu tentang wabah racun yang sedang terjadi di seluruh negara dan pusat kota masing-masing."


Shinobu mengeluarkan sebuah botol kecil berisi ramuan yang memberikan imun terhadap racun pelepasan pemerintah itu, "Ini adalah ramuan yang dapat membantu kalian semua untuk kebal terhadap wabah racun itu."


"Jika kalian menginginkannya bukti maka akan aku tunjukkan sekarang juga..." Shinobu menatap Aditya yang bersedia untuk menerima sebuah gas beracun yang Shinobu bawah.


Shinobu mendekati Aditya lalu menunjukkan sebuah ramuan kecil berwarna hijau yang melepaskan gas beracun, karena Aditya sesudah meminum ramuan itu maka ia hanya perlu menghirupnya sampai tidak merasa apapun.


Mereka semua memasang tatapan yang kaget ketika melihat ramuan itu memang berhasil, "Sebelum kalian diserang dengan banyak kejutan, perlu diingat bahwa ramuan ini diciptakan oleh salah satu temanku."


"Itu artinya aku masih belum cukup bisa untuk menerima kepercayaan dari kalian semua..." Shinobu tersenyum lalu ia akan mendengar keluh kesah mereka soal dirinya yang tidak dapat dipercaya.


"Kalian memangnya ingin pemimpin seperti apa yang bisa memegang seluruh Jenderal bersamaan dengan pasukannya?" Tanya Shinobu sampai mereka mulai berdiskusi sebentar.


Isi pikiran mereka langsung Shinobu sebutkan menggunakan kata-kata, "Ternyata masalah soal fisik ya... kalau begitu itu adalah hal yang sulit karena Mamaku melahirkan diriku seperti ini, bisa dibilang karena keturunan tubuhku menjadi seperti ini."


"Wajar saja sih, aku ini setengah Neko Legenda dan setengah Astral yang mengartikan tubuhku tidak akan pernah tumbuh lebih besar seperti kedua sepupuku bagaikan Kakak di sebelahku."


"Kelemahan terbesar umat Manusia bisa terlihat dari komplain sebelumnya bahwa kalian memang memandang fisik seseorang sampai menilainya terlalu cepat dari dalam."


Seorang Jenderal mulai mengeluarkan sebuah pistol untuk menguji coba kehebatan dirinya yang katanya bisa menangkap peluru apapun dan membuatnya menjadi gepeng.


Diam-diam ia membiarkan Shinobu memejamkan kelemahan mereka soal memandang fisik, "Lagi pula kami bangsa Legenda tidak membutuhkan fisik untuk menunjukkan kelayakan kita semua..."


"...bisa terlihat dari pengalaman dan tentunya harga diri yang mereka punya--- percuma!" Shinobu berhasil menangkap tembakan peluru yang dilepaskan oleh Jenderal China.

__ADS_1


"Oi, brengsek! Berani-beraninya kau memotong pembicaraan sepupu kecilku!" Koizumi langsung mengancam Jenderal itu dengan membidik kepalanya menggunakan sniper.


Hinoka sudah mengeluarkan sebuah granat untuk ia lempar kepada dirinya termasuk Ako yang sudah membidik Jenderal itu sampai mengangkat kedua kepalanya.


"Apa yang kau lakukan? Kau hampir saja membunuh dirinya dengan tembakan tadi, tetapi kau baru saja memberikan diriku kepercayaan untuk gadis itu."


Shinobu menunjukkan peluru yang ia tangkap itu kepada mereka semua sehingga para Jenderal merasa kagum lalu bertepuk tangan, "Hebat... ternyata kau memang benar soal kelemahan umat Manusia yang memandang fisik."


"Peluru seperti ini tidak cukup, aku sangat amat benci pamer tetapi terpaksa untuk melakukannya demi bisa mendapatkan kepercayaan kalian soal kepemimpinan ini." Shinobu menghela nafasnya.


"Sudah... turunkan senjata kalian." Perintah Shinobu sampai mereka mulai menandakan Jenderal yang mencoba untuk menembak dirinya itu.


"Ayo, kita keluar."


Beberapa menit kemudian, semua Jenderal memasang tatapan yang kaget ketika melihat Makarov mulai mengendarai tank Rusia yang sangat kuat untuk menembak Shinobu yang sudah siap untuk menunjukkan potensi bangsa Legenda.


"Apakah kau yakin...? Bukannya ini sangat berlebihan, kami sekarang mengerti soal bangsa Legenda yang memang memiliki fisik jauh lebih kuat dari kita."


Rasa percaya mulai tumbuh sedikit demi sedikit sampai Shinobu mengacungkan lengan kanannya untuk memberikan Makarov sinyal agar bisa menembak peluru itu dengan cepat.


"Bersiaplah!" Makarov menekan tombol merah untuk menembak rudal anti penetrasi kepada Shinobu.


Tank itu melepaskan banyak sekali peluru senapan otomatis sebagai permulaan, Shinobu menangkap semua itu menggunakan lengan kirinya sampai mengejutkan semua Jenderal.


"Inilah kenapa bangsa Manusia tidak akan pernah maju lebih tinggi lagi..." Kata Koizumi yang berbicara di belakang jenderal itu.


"Fisiknya memang seperti gadis kecil, tetapi Shinobu Koneko dapat berubah menjadi mesin pembunuh yang cukup untuk memusnahkan semua umat Manusia."


Semua Jenderal itu menatap satu sama lain, menyetujui rencana tentang umat Manusia yang dipercayakan kepada Shinobu karena ia sudah merencanakan banyak sekali hal yang memiliki kemungkinan besar untuk membantu mereka semua menang.


Semua Jenderal itu mengangguk lalu melihat Shinobu yang melesat maju ke depan dengan kedua matanya yang menajam seperti kucing, ia melompat ke depan lalu menghantam rudal penetrasi itu.


Satu pukulan sudah cukup untuk menghancurkannya, semua Jendral itu tersenyum penuh harapan bahwa kemenangan untuk umat manusia terlihat lebih jelas sekarang sampai mereka semua mulai bertepuk tangan.


"Apakah itu sudah cukup?" Tanya Shinobu yang mulai tersenyum polos, semua Jenderal itu langsung menghampiri Shinobu untuk berjabat tangan dengan dirinya dan tentunya meminta maaf.


Melihat Shinobu mendapatkan kehormatan dan kepercayaan dari mereka semua memberikan perasaan yang melegakan untuk Koizumi bersama yang lainnya bahwa Shinobu sudah berlangsung sangat jauh.


"Apakah kita akan melakukannya sekarang?" Tanya Hinoka kepada Koizumi.


Koizumi yang tadi tersenyum langsung memasang ekspresi kesal, ia hanya perlu menunggu sinyal yang Shinobu berikan maka di saat itulah dirinya bisa bergerak untuk melakukan sesuatu kepada 'seseorang'.


Koizumi terus memperhatikan para Jenderal itu berjabat tangan dengan Shinobu sampai ia bisa melihat ekspresi serius Shinobu yang memberikan dirinya sinyal untuk melakukannya sekarang.


"Arah jam tiga!!!" Seru Shinobu.


Koizumi langsung menoleh ke sebelah  barat lalu membidik seorang Manusia yang sedang memata-matai mereka dari atas gedung, satu tarikan pelatuk itu membiarkan kecepatan tambahan untuk penembakan peluru sniper nya.


Peluru sniper milik Koizumi melesat menuju kepala Manusia itu sampai menghancurkannya, Manusia yang sedang memata-matai juga sempat menembakkan peluru sniper nya tetapi Koizumi langsung menangkapnya.

__ADS_1


"... ...!?" Seorang Jenderal mencoba untuk melarikan diri tetapi Ako mengangkat lengannya lalu membanting tubuhnya di atas tanah sampai Hinoka menginjak dadanya agar ia tidak melarikan diri.


"Lihatlah, tuan-tuan. Kita telah kedatangan tamu yang mencoba untuk membodohi kita semua." Shinobu menatap Jenderal China itu yang selama ini adalah seorang mata-mata.


"Kalian sepertinya masih kekurangan informasi soal negara yang mengikuti pihak pemerintah, negara China sudah terambil alih oleh pemerintah dan mereka melepaskan satu mata-mata."


Shinobu menghampiri Jenderal itu lalu ia menginjak kedua lengannya sampai hancur sehingga ia menjerit keras, semua Jenderal itu memasang tatapan kaget ketika melihat injakan dari kaki kecilnya mampu menghancurkan tangan seorang pria kekar.


"Memangnya kalian ini pintar untuk mengelabui diriku, hah!?" Tanya Shinobu dengan tatapan mengancam sampai ia mulai mencekik leher Jenderal itu lalu mengangkat tubuhnya ke atas.


"Aku tahu mana yang bisa dipercayai dan mana yang tidak...! Dengan gegabahnya kalian menjadi mata-mata untuk mencari informasi yang akan aku jelaskan!?" Shinobu menjatuhkan Jenderal itu langsung menerima besi panas dari Koizumi.


"Aaagggghhhhh...!!! Ampun...!!! Tolong...!!!"


"Ya, meminta ampun ketika kau berada di ambang kekalahan, klasik sekali Manusia!" Shinobu langsung mengambil earphone yang dikenakan oleh Jenderal itu.


"Oi..."


***


Mitler memesan tatapan kaget ketika mendengar suara Shinobu, earphone itu telah diambil oleh dirinya, "Sial... mata-mata kita gagal...!"


"Aku tidak tahu siapa kalian sebenarnya... tetapi usaha yang percuma sekali untuk mencoba membodohi dan menipu diriku."


"Dengar..."


"Aku tidak tahu siapa kau sebenarnya...."


"...aku tidak tahu apa yang kau inginkan..."


"...jika kau mencari tebusan, aku dapat memberi tahu dirimu bahwa aku tidak memiliki uang untuk kerasukan kalian..."


"...tetapi yang aku miliki adalah seperangkat keterampilan yang sangat khusus..."


"...keterampilan yang aku peroleh selama karier yang sangat panjang..."


"...keterampilan yang membuat diriku menjadi mimpi buruk bagi orang-orang sepertimu..."


"...jika kau tidak melepaskan nuklir yang dapat memusnahkan lebih banyak nyawa maka itu akan menjadi pengakhiran konflik kita..."


"Aku tidak akan mencarimu..."


"Aku tidak akan mengejarmu..."


"Tetapi jika tidak..."


"Aku akan mencarimu..."


"Aku akan menemukanmu..."

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu..."


"Aku akan membuatmu menderita..."


__ADS_2