
Babak Semi-Final masih terus berlanjut dimulai dari pertarungan Akina dan Korrina yang sedang berlanjut saat ini, semua penonton bersorak sepenuh tenaga karena mereka sangat menantikan mereka berdua bertarung, kedua gadis itu sangat popular dan juga semua penonton laki-laki jelas jatuh cinta kepada mereka semua. Jorgez sudah tergila-gila melihat mereka berdua yang menyerang dengan sihir counter mereka, sepertinya pertarungan mereka benar-benar menunjukkan kesetaraan mereka. Sihir mereka saling menyamakan dan juga memiliki counter secara masing-masing.
Pertarungan terus berlanjut dan sudah menghabiskan beberapa waktu, Korrina sudah terluka di bagian kedua bahunya karena tebasan dari tombak yang dimiliki Akina dan Akina telah tertebas di bagian perutnya yang membuat baju dibagian perutnya robek, "... ..." Mereka berdua mulai menatap satu sama lain, Akina merasakan sesuatu yang berbeda dari Korrina karena sepertinya ia menganggap pertarungan ini seperti pertarungan sampai mati, tujuannya sepertinya akan terus ia kejar sampai ia dapatkan. Walaupun begitu, Akina merasa tenang bisa berbicara dengan dia sebentar.
Korrina mulai diam selagi menatap Akina dengan kedua matanya yang berwarna biru tua, ia menggunakan sihir sacred berjenis Concecrated agar ia bisa menebak pergerakan Akina, "... ..." Akina membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Korrina yang berada di belakangnya, ia mulai melakukan serangan kombinasi menggunakan katana-nya, tetapi Akina menahan semua serangan itu menggunakan tombak Chastity-nya sehingga api sacred milik Korrina mampu terserap dan tidak mengenai tubuhnya. *CLANG! CLANG! CLANG!* Akina menangkisnya mundur lalu ia memutarkan kedua tombaknya kepada yaitu tombak Chastity dan Humility sehingga sihir Sacred dan Crimson Korrina tidak berguna.
Mereka mulai saling mengadu senjata mereka dan Korrina langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat Akina bergerak ke depan selagi menunduk, "Chastity's Domain!" Akina menghantam wajah Korrina menggunakan tombak Chastity-nya sehingga membuatnya terpental ke belakang. Korrina mulai melakukan beberapa backflip ke belakang selagi menatap Akina dengan ekspresi yang terlihat kewalahan karena sihir Sacred-nya sangat tidak berguna, "Aku tidak akan kalah di babak ini..." Korrina mulai membakar katana-nya menggunakan sihir Crimson sehingga kedua pupil matanya mulai berubah menjadi warna Crimson lalu terbakar dengan api merah darah, Akina membuka mulutnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena instingnya mengatakan bahwa sihir-sihir itu tidak akan bisa lama ia counter atau serap.
Agfi melihat beberapa helai rambut Korrina yang mulai berubah menjadi warna Crimson yang menandakan pertandaan yang buruk, "Mama..." Mereka berdua melesat menuju arah satu sama lain dengan cepat lalu ia menghantam kedua tombak Akina sampai terpental ke belakang dan juga membuatnya terdorong ke belakang, hantaman tadi membuat suara yang bising serta dorongan yang besar, Akina menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena hal itu bisa terjadi kepada kedua tombak kebajikannya, Akina langsung memunculkan tombak Patient-nya dan ia mulai menjaga bagian kepalanya yang hampir saja tertusuk oleh katana miliki Korrina.
BAAAMMMM!!!
Akina melesat menuju arah Korrina lalu ia mengayunkan tombak-nya beberapa kali serta memutarkannya, Korrina menahan semua serangan itu selagi mundur dengan cara zig-zag, mereka berdua mulai saling menyerang satu sama lain dan sayangnya serangan mereka tidak mengenai sasaran mereka. Akina berputar lalu ia menendang Korrina, tetapi Korrina menahannya menggunakan lututnya dan ia melihat Akina yang membuat tombaknya bersinar putih lalu ia mencoba untuk menghantam wajah Korrina, tetapi Korrina sempat menahannya menggunakan katananya saja,
CLAAAANGGG!!! BUSSSHHH!!!
Lantai yang berada di belakang Korrina langsung hancur lantas hantaman dari tombak milik Akina, setelah Korrina menahannya ia melompat lalu berputar dan mencoba untuk menebas pipi Akina. *BAAMMMMM!!!* hantaman yang dibuat oleh katana milik Korrina mampu menciptakan ledakan, mereka terdorong ke belakang dan Korrina melompat menuju arah Akina lalu mengayunkan katananya ke arah Akina, tapi dengan cepat Akina menahan serangan itu menggunakan tombaknya. *CLANG!* Mereka mundur ke belakang dan mulai lari memutari arena selagi menatap satu sama lain, Akina dan Korrina berlari selagi mengadukan senjata mereka.
CLANG! CLANG! CLANG!
Korrina mulai meluncurkan beberapa serangan kombinasi menggunakan katananya dan itu membuat Akina terkecoh karena kedua penglihatannya melihat bahwa Korrina seperti terbelah menjadi beberapa bagian selagi menyerang dengan bersamaan, Akina menahan serangan yang salah jadi seluruh tubuhnya tertebas cukup banyak sekali, "Ack...!" Akina meringis kesakitan lalu Korrina melompsat dan menendang wajahnya ke depan.
"Ilusi dicampur sihir Crimson...?! Bagaimana bisa!?" Ungkap Rexa. Akina menyerang kembali, tetapi gagal karena Korrina menghindari, "Half-Fallen... Mode..." Kedua lengan Akina langsung terhalangi dengan kegelapan dan aura yang sangat menyengat bagi Korrina, Akina langsung menghantam pinggang kanan Korrina sampai retak, "AGGHHHH!!!" Lalu Akina menebas kaki kanan Korrina menggunakan tombak bagian tajamnya.
__ADS_1
"Nrgh... Apa-apaan ini...?" Tanya Korrina yang kekurangan informasi tentang aura menyengat Akina, Akina mulai memutarkan tombaknya lalu ia mengayunkannya ke arah Korrina dan mencoba untuk menusuknya juga, Korrina melesat ke depan dan kedua penglihatan Akina melihat bahwa Korrina seperti membelah dirinya menjadi beberapa bagian atau klon, Korrina mencoba untuk menebas mata kanan Akina, tetapi Akina dengan beruntungnya menahan serangan itu.
CLAAAANG!!!
Korrina berpikir cepat dengan menghantam perut Akina menggunakan tinju kirinya, "HUEGGHH!!!" Akina memuntahkan darah yang cukup banyak, Korrina mengangkat katana-nya ke atas dan dia mencoba untuk menebas dada Akina, Akina membulatkan kedua matanya lalu ia menarik tombak Chastity-nya dan mulai menusuk perut Korrina dalam sekali, "AGGGHHHHH!!!!" Akina langsung menghantam tombak itu menggunakan tombak satunya lagi sehingga tombak Chastity menusuk bagian perut Korrina lebih dalam lalu keluar melalui perut
"AAHHHHHHH!!!" Teriak Korrina kesakitan yang mulai berlutut, tombak Chastity-nya mampu menyerap sihir Crimson milik Korrina sampai habis, lubang bagian perut dan punggungnya mengeluarkan banyak sekali darah, "Nrghhh..." Korrina mulai merasa kesakitan yang dahsyat dan tubuhnya terasa seperti terbakar oleh kesucian karena ia saat ini menggunakan sihir Crimson-nya.
"Chastity's Curse Breaker." Ucap Akina yang mulai menarik tombak Chastity-nya yang terdapat beberapa sihir crimson di sekitarnya yang mengartikan bahwa ia menghancurkan sihir Crimson milik Korrina sampai benar-benar hilang, "GRAAGGGHHHH!!!" Teriak Korrina keras sehingga membuat Akina terdorong ke belakang, Korrina mulai mengambil beberapa helai rambutnya lalu memakannya sampai lubang yang terdapat di perut dan punggungnya teregenerasi.
ZWOSSHH!!!
Korrina mulai mengeluarkan sebuah kalung kristal di dalam kedua payudara-nya yang besar, "Ahh!!!" Akina terkejut melihat Korrina yang mencoba untuk menggunakan sihir waktu menggunakan kalung kristal waktu itu, jika seseorang menggunakan kalung itu maka mereka bisa mengendalikan waktu cukup lama dan tak terbatas sama sekali, "... ...!" Akina bergerak maju menuju arah Korrina, Korrina langsung menghantam wajahnya menggunakan tinju kirinya sehingga Akina tidak bisa melihat pergerakan Korrina karena ia menggunakan sihir pemberhenti waktu, "Cih!" Akina sekuat mungkin untuk mencoba menyeimbangkan dan menahan tubuhnya untuk tidak terjatuh dari atas arena.
Akina mulai mencoba untuk melempar tombaknya ke arah Korrina, tetapi Korrina mulai menggunakan kuda-kuda bertarung milik Alvin, "... ..." Akina hanya bisa diam selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, tetapi pinggangnya langsung terhantam oleh Korrina dan itu membuatnya terkejut dan tidak bisa melihat pergerakan Korrina sama sekali, diantaranya Korrina menggunakan pelompatan waktu dan pemberhenti waktu jadi Akina tidak bisa melihatnya sama sekali, Akina muncul di atas Korrina lalu ia mengayunkan tombaknya tepat di atas kepalanya, tetapi Korrina dengan cepat langsung menghantam perut Akina dengan sangat dalam, "HUGGHHH!!!"
Akina langsung mengayunkan tombaknya lagi, tetapi Korrina mulai menghantam perut Akina lebih dalam sehingga membuatnya menjatuhkan kedua tombaknya, Korrina langsung mendorongnya mundur dan Akina mulai menaikkan seluruh auranya dan mulai menggunakan Half-Fallen Mode-nya lagi, tombak-tombak kebajikannya mulai menghilang dan Korrina baru saja mendapatkan informasi bahwa tombak itu hanya bisa digunakan oleh seseorang yang suci, "... ..." Akina mulai memunculkan sayap malaikatnya dan setengah dari sayap serta cincin di atas kepalanya mulai berubah menjadi hitam, Korrina melihat mata kiri Akina yang mulai berubah menjadi merah juga, "Apa ini...?"
Akina melesat menuju arah Korrina dengan kecepatan penuh sehingga membuatnya terkejut, Akina mulai menyerang Korrina secara bertubi-tubi dan tidak memberi Korrina kesempatan untuk menggunakan sihir waktunya, walaupun begitu ia melakukannya tetapi gagal karena serangan Akina yang begitu cepatnya, "Ada apa ini...? Tidak mungkin, aku tidak bisa menggunakan sihir waktu-ku sama sekali, apakah ini karena kecepatannya yang sangat cepat?" Ungkap Korrina yang mulai berkeringat dingin. Korrina mencoba untuk menggunakan sihir lompatan waktu dan ia sudah menyiapkan katana-nya untuk menebas mata kiri Akina, tetapi seketika Korrina menggunakan sihir waktu, Akina langsung menendang perutnya dalam sekali dan setelah itu ia berputar lalu menendang wajah Korrina lebih keras sehingga membuatnya terdorong ke belakang.
"B-Bagaimana bisa...? Apakah dia juga memiliki counter sihir waktu, ini tidak mungkin... Mustahil, kalah oleh seorang malaikat? Apakah seorang malaikat sekuat ini...? Apakah mereka memiliki kekuatan dewa juga...!?" Korrina lama-lama mulai merasa kesal sehingga ia mulai mengendalikan penghentian waktu selama sepuluh detik, ia melesat ke depan dan mulai menghantam seluruh tubuh Akina tanpa henti, "HARRGGGHHH!!!" Korrina menghantam perut Akina dalam sekali sehingga ia terpental ke belakang dan hampir saja terjatuh di atas lantai.
Untungnya Akina menggerakkan kedua sayapnya mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya, ia mulai mendarat di atas tanah selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "A-Apa...?" Korrina mulai menunjukkam ekspresi yang kaget, Akina mulai mengepalkan kedua tinjunya dan aura hitamnya mulai membesar.
__ADS_1
"GRAAAGGGGHHHHHH!!!" Teriak Akina keras sehingga teriakannya itu mampu membuat sayap dan cincin-nya berubah menjadi hitam, sayap-sayapnya mulai menjatuhkan beberapa bulu-bulu yang kemudian berubah jadi partikel hitam, kedua mata Akina berubah menjadi warna merah darah dan mulai bersinar, "FALLEN MODEEEEE!!!" Teriak Akina keras sehingga aura kegelapannya mulai membesar dan membuat seluruh tubuh Korrina merinding serta keringat dingin mulai bermunculan.
"Sangat bau...! Sangat menyengat...!" Ucap Korrina, Akina muncul tepat di depan Korrina selagi memegang pedang berwarna hitam dan merah, "FALLEN CATASTROPHE!!!" Akina memanggil nama itu dengan Fallen Catastrophe, ia langsung menebas mata kanan Korrina menggunakan pedang itu dan meninggalkan luka bekas abadi, tapi untungnya Korrina masih bisa melihat berkat sihir regenerasinya, Korrina mulai menatap Akina dengan tatapan kesalnya lalu ia melesat ke depan selagi menggunakan sihir pemberhenti waktu.
"FALLEN TIME: TIME OF DESTRUCTION!!!" Teriak Akina yang mulai menggunakan sihir counter waktu, sihir counter waktu itu bernama Fallen Time dan Fallen Time hanya bisa digunakan oleh malaikat yang memiliki mode Fallen Angel, Fallen time bisa menghancurkan semua sihir waktu dan mengendalikan waktu juga, Korrina langsung terkejut ketika sihir waktunya tidak berguna, ia melihat kedua mata Akina yang berubah menjadi lambang jam dalam sekejap, "HARRGGGHH!!!" Akina menebas perut Korrina.
"Sihir waktu... Sihir suci... Sihir Sacres... Sihir Crimson... Tidak berguna, aku bisa mengalahkan semua dengan sihir counter yang aku miliki!" Ucap Akina selagi menunjukkan tatapan mematikannya, di wujud Fallen Angel-nya dia terlihat seperti seorang malaikat dingin dan jahat. Akina mulai menebas seluruh tubuh Korrina beberapa kali dan setelah itu ia menghantamnya ke atas dengan menendangnya.
BAMMMMMM!!!
"ULTIMATE TIME CONTROL!!!" Teriak Korrina sehingga kalung waktunya retak, Korrina muncul tepat di depan Akina yang tidak bisa bergerak lalu ia menghantam seluruh tubuhnya tanpa henti menggunakan kedua tinju dan kalinya. *BAM! BAM! BAM! BAM! BAM!* "JYAAGGHHH!!!" Korrina menghantam wajah Akina menggunakan kedua tinjunya sehingga membuatnya terpental menuju lantai lalu tergeletak di atas lantai.
"HARRRGGHHH!!!" Akina mulai menaikkan seluruh auranya, ia muncul tepat di depan Korrina dan Korrina mencoba untuk menggunakan sihir waktunya lagi, "FALLEN TIME: TIME FINISHER!" Akina mulai menatap kalung Korrina dengan membulatkan kedua matanya, kalung Korrina langsung pecah dan tidak bisa digunakannya lagi, Korrina panik serta menggunakan sihir lompatan waktu-pun tidak bisa karena Akina dapat menghancurkannya.
"KEMENANGAN ADA DITANGANKU!!!!" Teriak Akina yang mengayunkan pedangnya ke arah Korrina, Akina membulatkan kedua matanya ketika melihat wajah Korrina yang sedih dan putus asa, Akina berubah kembali menjadi wujud normalnya dan ia masih bisa menebas wajahnya sehingga membuatnya terjatuh di atas daratan merah yang mengartikan dia kalah.
BAAAAGGGGG!!!
"... ..." Korrina mulai meneteskan air matanya, "Aku memang bodoh dan lemah..." Ucap Korrina yang baru saja kalah karena sudah mengenai daratan merah dan menciptakan lubang yang besar. Akina mendarat di depan Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah, "FANUTASTIKUUU!!! PEMENANG SEMI-FINAL ADALAH SHIMATSU AKINA DIMANA DIA AKAN MELAWAN AGFI DI BABAK FINAL NANTI!!!" Teriak Jorgez keras.
Akina mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah ketika melihat Korrina yang hanya terbaring di atas daratan selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat putus asa, Akina juga sadar bahwa kalung yang retak tadi mulai terjatuh di depannya, Akina mulai menatapnya dan juga ia melihat sebuah foto yang menunjukkan foto Korrina sedang memeluk lengan kanan Alvin, Alvin sedang menggendong bayi-nya yang baru lahir yaitu Haruka, "Ahh..."
Sepertinya kristal waktu yang hancur tadi mampu membuat gambar itu terlihat karena kristal itu sebenarnya untuk melindungi kenangan di foto tersebut dan kalung itu milik Haruka serta kalung itu rusak oleh Akina, "... ..." Akina memejamkan kedua matanya lalu ia meneteskan air mata-nya.
__ADS_1