Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 650 - Pohon Emas


__ADS_3

Semua penghuni alam semesta yang berlindung tercengang seketika melihat Zoiru, Rokuro yang sedang menjaga Haruka segera membawa dirinya menuju dimensinya sendiri untuk berlindung.


Haruka dan Honoka tidak bisa bertarung karena bayi di dalam perut mereka sudah tidak mau diam, Zoiru langsung membersihkan lantai dengan membunuh semua penghuni itu satu per satu.


Haruki dan Kuro memasang tatapan kesal, tidak tahu harga apa karena nyawa mereka baru saja di selamatkan oleh Shira yang sudah mengorbankan diri sampai di makan.


Zoiru mengusap mulutnya yang terus menjatuhkan banyak darah dan sisi dari daging itu, "Bamushigaru masih belum kenyang sepertinya... kalian harus aku habiskan terlebih dahulu."


Perkataan Zoiru membuat mereka semua kesal bahkan Minami hanya bisa diam dari belakang, tidak tahu harus apa karena semua bangsa Neko Legenda dibantai habis oleh Zoiru menggunakan mulutnya itu.


Minami hanya bisa menjaga Hana karena ia tidak ingin kehilangan banyak teman lagi, sejarah yang ia rasakan ketika kehilangan Okaho tidak akan ia ulang dengan kehilangan Hana juga.


"Kou dan Shucchi sudah mati... Ayah juga... brengsek...! Sangat brengsek...!!!" Minami merapatkan giginya sampai taringnya mulai bertambah panjang dan tajam.


Haruki dan Kuro mencoba untuk melawan Zoiru dengan melakukan serangan kombinasi tetapi luka yang mereka terima bertambah parah seketika Zoiru bergerak dan melakukan beberapa embusan nafas.


Sebagian dari organ tubuh mereka terus hancur sampai pergerakan yang mereka lakukan terus bertambah lambat, tidak ada lagi harapan kecuali Minami yang masih memikirkan sebuah solusi.


Hasil latihannya yaitu Golden Spirit dapat ia gunakan sekarang juga tetapi risiko bisa saja ia tanggung sendiri karena dirinya masih belum menyempurnakan kemampuan itu secara keseluruhan.


"Keledai kampung seperti kalian sudah bukan tantangan lagi bagi diriku..." Kata Zoiru sehingga ekornya mulai menghantam tubuh mereka sampai kerangka di dalam tubuh hancur seketika.


"Agggghhh...!!!"


Kuro dan Haruki terus membanting tulang demi mengulurkan waktu agar penghuni Touriverse yang berlindung bisa bersembunyi di tempat aman, Minami saat ini hanya diam bersama Hana, tidak dapat melakukan apapun.


"Minami... Biarkan aku bertarung---"


"Tidak...!!!" Seru Minami keras dengan air mata yang mengalir deras.


"Minami..."


"Aku tidak ingin kehilangan teman-temanku yang sangat aku sayangi... aku sudah kehilangan Okaho dan sekarang Kou... Shucchi juga... mana mungkin aku membiarkanmu pergi juga..." Minami menghapus air matanya.


"Minami..." Hana menundukkan kepalanya, melihat Minami sedang frustrasi karena terus memikirkan resolusi untuk menghentikan semua kekacauan ini.


Minami telah kehilangan banyak hal, semua sepupunya, dua teman dekatnya yaitu Okaho dan Kou, adiknya juga sudah terbunuh karena di makan.


Ayahnya juga mati dengan alasan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nyawa yang ia miliki dan kedua temannya itu, Minami mengepalkan kedua tinjunya, merasa tidak berguna seketika.


Hana mulai memeluk Minami dari belakang dan memberi dirinya sebuah usapan di kepala, "Jangan sampai amarah... mempengaruhi dirimu lagi."


"Kamu lebih kuat dari ini, Minami. Jangan sampai terjatuh ke dalam jurang itu, kamu bukan Minami yang dulu lagi..."


"...kamu adalah Shiratori Minami yang baru, kamu pasti bisa." Hana terus menyemangati dirinya sampai Minami mendapatkan kembali semangat untuk bertarung.


Minami memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya, mengeluarkan satu penutup mata emas dan ikat kepala yang langsung ia gunakan.


Minami akan menunjukkan tekad dan harga dirinya sekarang juga, semua hasil latihan yang ia lakukan di dalam kuil dengan mengontrol Golden Spirit, sekarang adalah waktunya untuk bergerak.


"Fuuuhhhh..." Minami menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembus nafasnya pelan sampai tubuhnya memancarkan cahaya emas sampai menarik perhatian Zoiru.


Tubuh Kuro dan Haruki yang sudah berlubang dengan organnya yang keluar kembali pulih seketika Minami melepaskan semua cahaya yang ia miliki itu.


Hana terkejut ketika melihat rambut pendek Minami mulai bertambah panjang seketika dan ekornya juga mulai diselimuti dengan cahaya putih sampai ia melakukan sedikit pemanasan.


"Zoiru... kau ingin sesuatu yang lezat maka lawan diriku, aku adalah campuran dari semua hewan dan mungkin kau suka semua daging kan." Kata Minami.


Minami segera menggunakan kekuatannya yang maksimal yaitu Golden Mother's Nature: Bioluminescence dan kemampuan Golden Spirit yang akan ia gunakan juga untuk pertarungan ini.


Minami maju ke depan dan melancarkan satu pukulan yang berhasil mengenai perut Zoiru sampai ia terdorong ke belakang dengan tatapan serius.


"Wah... ternyata putri Shiratori Shira mungkin akan membuat diriku kagum sekarang, kekuatan yang cukup hebat." Kata Zoiru yang mulai menghadapi Minami.


Zoiru dikejutkan dengan Minami yang sudah berada di depan, tubuhnya menerima serangan cahaya seketika bahkan semua kemampuan yang ia miliki mendadak tidak berfungsi.


Tekanan dan embusan nafas yang cukup untuk membunuh musuh tidak memiliki efek apapun kepada Minami bahkan serangan laser itu juga sempat berubah menjadi cahaya ketika mengenai tubuhnya.


"Minami telah jadi lebih kuat... aku hampir tak mengenalinya! Tapi Zoiru masih jauh lebih kuat darinya, itu adalah tingkat yang tidak bisa dilampaui hanya dengan latihan..." Kata Kuro sambil memperhatikan.


"Menyerah lah, keledai kampung!" Zoiru memegang erat tinju Minami lalu ia melemparnya ke depan.


"Aku memujimu karena mampu meningkatkan kekuatanmu hingga tahap ini, kau akan menjadi makananku yang terbaik." Zoiru tersenyum, melihat Minami yang melayang di atas langit.


Minami mengalami perpindahan ke depan dan melakukan beberapa serangan sampai mengejutkan Zoiru, untungnya ia berhasil menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya yang sangat keras.


"A-Apa yang merasuki Minami?" Tanya Haruki.


"Mungkin dia tidak bisa menerima kekalahan lalu mengamuk?" Kata Hana.


"Aku ragu Minami tidak pernah salah membaca kekuatan musuhnya..." Ucap Kuro yang pernah melihat Minami bertarung di turnamen sejak itu.


"Hentikan omong kosong ini, Minami!" Zoiru mencoba untuk mencekik lehernya tetapi Minami berhasil menunduk untuk menghindari serangan tersebut.


Setelah berhasil menghindar, Minami langsung menghantam wajah Zoiru dan mengakarnya sampai membekas cakar emas di wajahnya itu.


"Keledai kampung...!!! Berani-beraninya kau menyentuhku...!!!" Zoiru mencoba untuk menangkap tubuh Minami lalu ia membanting tubuhnya di atas daratan sehingga ia kembali bangkit.


"Dua serangan tadi membuat Zoiru kesal...? Apakah Bamushigaru memengaruhi dirinya... secara keseluruhan sekarang?" Ungkap Kuro selagi memperhatikan.


Zoiru melakukan beberapa serangan tetapi Minami terus menghindari dan mencoba untuk menyerang dirinya balik tetapi serangan itu berhasil di tahan oleh Zoiru dengan mudah.


Minami menahan satu tendangan menggunakan lengan kirinya lalu ia menendang punggung Zoiru sampai ia mengeluarkan banyak aura Oath di dalam tubuhnya sampai berkumpul di atas langit.


Zoiru melepaskan gelombang Oath melalui mulutnya tetapi Minami melakukan beberapa lompatan ke belakang, melihat semua aura itu terlepas sedikit demi sedikit.


"Minami... kemampuan itu...?"


"Pembelahan Spirit secara paksa." Jawab Minami sehingga ia muncul tepat di hadapan Zoiru dengan tinjunya yang sudah masuk ke dalam perutnya sampai tubuhnya melepaskan lebih banyak Oath.


"A-Apa yang...!?" Haruki tercengang melihat semua aura Oath yang beterbangan ke atas mulai membentuk kembali alam semesta yang utuh.


"HRAAAHHHH!!!" Jerit Minami keras sehingga ia menendang perut Zoiru cukup dalam sampai ia memuntahkan lebih banyak aura hijau melalui mulutnya.


Semua aura itu membantu semua mayat yang ia makan, Minami menggunakan kemampuan dari Golden Spirit untuk mengeluarkan semua kekuatan dan energi yang ia miliki.


Aura itu mulai membentuk Shira bersama yang lainnya, mereka telah diselamatkan berkat Minami yang sudah berlatih keras menggunakan Golden Spirit.


Minami menghantam puncak kepala Zoiru sampai ia terjatuh di atas, ia mendarat tepat di hadapan Zoiru di mana setengah dari tampilannya telah kembali seperti biasanya.


"Apa... Apa yang kau lakukan kepadaku, keledai kampung...?"


"Semua arwah dan mayat yang kau makan... bukan hanya itu saja tetapi semua alam semesta dan hal yang berkaitan dengan energi kehidupan... aku hanya mengeluarkan semuanya." Jawab Minami.


"Kemungkinan besar aku akan mengeluarkan semuanya sampai kau kembali ke titik nol, Zoiru. Return to Zero..." Kata Minami dengan tatapan yang mengancam.


Minami mengangkat lengan kanannya ke atas, memisahkan semua alam semesta itu sampai kembali ke tempat asalnya bahkan semua korban yang ia makan telah kembali tetapi kondisi mereka masih tidak sadarkan diri.


Minami melihat lengan kanannya yang sudah menjadi cahaya secara permanen, "... ..."


Minami menoleh kepada Hana dan ia bisa melihat tatapannya itu, sebuah senyuman mulai ditunjukkan kepada dirinya sampai Minami mengepalkan kedua tinjunya selagi memasang tatapan serius.


"Kemampuan Minami terdengar sangat kuat... kau dengar tidak? Dia dapat mengubah siapa pun ke titik nol... tetapi membutuhkan waktu yang lama." Kata Haruki.


"Aku tahu... dirinya masih belum menyempurnakan Golden Spirit itu jadi memakan waktu yang cukup lama." Jawab Kuro.


Zoiru merasa sangat kesal mendengarnya, lagi-lagi seorang keledai yang mau menghalang dirinya untuk melaksanakan sumpah, ketenangan dan harga dirinya di ambil alih oleh Bamushigaru yang ingin memakan apapun.


"RAAAAGGGGGHHH!!!" Zoiru melepaskan gelombang Oath melalui mulutnya tetapi Minami sudah berada di depan dengan serangan yang mengenai tubuhnya beberapa kali sampai ia terhempas ke atas.


Minami melebarkan matanya, tubuhnya lumpuh seketika sehingga ia terjatuh di atas dan berubah menjadi cahaya seketika sampai mengejutkan semua orang.


"Keberadaan Minami hilang begitu saja...!" Hana terkejut ketika melihatnya, Zoiru tersenyum jahat lalu ia memperbesar ukuran tubuhnya sampai ia membuka mulutnya lebar.


Mulutnya menghisap kembali semua penghuni Touriverse yang keluar itu bersama seluruh alam semesta, Kuro dan Haruki mulai tertarik ke dalam mulut Zoiru tetapi mereka masih bisa bertahan.


Berbeda dengan Hana yang sudah tidak memiliki tenaga untuk bertahan, ia tertarik menuju Zoiru dan kepalanya hampir saja di gigit tetapi Minami menarik kakinya dengan ekor.


"Hana...!!!" Cahaya itu telah kembali membentuk Minami, ia sudah tidak memiliki kendali lagi dengan Golden Spirit itu sampai lengan kanannya terlihat tembus pandang karena cahaya.


"Minami... lepas..." Hana melihat Minami yang sudah kesulitan untuk menarik dirinya, kekuatannya mendadak tidak stabil sehingga Hana tidak ingin menarik dirinya juga.


"Tidak... tidak akan...! Kita bersama...! Harus---" Hana mengubah kaki yang di pegang oleh ekor Minami jadi air sehingga Hana langsung masuk ke dalam mulut Zoiru.


Dengan cepat Zoiru membelah celah di belakangnya lalu ia memperbesar ukurannya sebesar alam semesta untuk menghisap apapun yang berada di sekelilingnya.


Rasa laparnya terus bertambah dan kesadaran Zoiru di ambil alih Bamushigaru yang ingin makan lagi dan lagi, Kuro dan Haruki masih selamat tetapi mereka bisa melihat Minami terlihat sangat kesal


"Hana...!!! Hana...!!! HANA...!!!" Kedua mata Minami berubah menjadi merah lalu ia terbang masuk ke dalam celah itu dan menutupnya kembali karena ia ingin mengakhiri semuanya.


"ZOIRU!!!" Minami mencoba untuk memukulnya tetapi tubuh besar Zoiru berhasil menghantam Minami sampai ia terdorong ke belakang dengan tubuh yang terluka parah.


"ROAAAAGGGGHHHHH!!!" Zoiru menjerit keras dan terus memakan apapun yang ia inginkan karena rasa lapar dari Bamushigaru.


Minami melayang di atas angkasa dengan tatapan kesakitan, ia sudah tidak berdaya karena efek dari Golden Spirit yang perlahan-lahan mengubahnya menjadi cahaya secara permanen.


"Kau terlalu kuat, Zoiru... aku tidak menyangka... akan mengetahui sejarah dewa Oath memulai segalanya dari nol..."


"...sekarang bisa sampai menginjak tingkatan paling atas, seseorang seperti dirinya bisa bertambah kuat karena usaha... cukup mengagumkan." Minami meneteskan beberapa air mata yang berubah menjadi partikel emas.


"Aku memang bodoh... pada akhirnya... aku tidak bisa memperbaiki kesalahan diriku... untuk menyelamatkan semua orang yang aku sayangi..."

__ADS_1


"...kapan aku akan berubah? Hasilnya masih belum cukup ternyata... berubah saja belum cukup... aku harus... bisa... kuat..."


"Tetaplah kuat... dan berjuang..."


"Legends Never Dies!"


Kedua mata Minami memancarkan cahaya yang sangat terang sampai membuat Zoiru merasa silau.


Tubuh Minami mulai bertambah besar berkat bantuan dari Golden Spirit sehingga ukurannya sekarang sama setaranya dengan planet sampai ia akan terus maju sampai ia memperbaiki sesuatu.


Zoiru melihat Minami yang melayang tepat di hadapannya dengan kedua mata yang tertutup, "Ayah... aku akan memperbaikinya... semuanya, aku akan menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa..."


"...Neko Legenda bukanlah ras gagal atau rendah, mereka ada untuk melanjutkan kehidupan yang sama dengan semua bangsa dan ras!" Minami mengepalkan kedua tinjunya.


Sebuah celah terbuka di belakang Minami dan ia mulai menoleh ke belakang, melihat Kuro bersama yang lainnya di ruangan lindungan bahkan ia juga sempat melihat Megumi.


"Mama..."


"Minami..." Ucap Megumi pelan selagi menyentuh dadanya karena rasa khawatir yang berlebihan melihat Minami bertarung sendirian.


Hanya dirinya harapan terakhir untuk seluruh alam semesta, Shira tidak bisa menjadi pahlawan untuk kali ini tetapi ia meneruskannya kepada Minami yang sudah berlatih dengan menyempurnakan Golden Spirit.


"Dukung lah aku..."


"...untuk yang terakhir kalinya!" Minami menatap Zoiru dengan kedua matanya yang memancarkan cahaya putih sampai pupilnya sudah menghilang.


Dengan cepat ia maju ke depan dan menghindari beberapa serangan Zoiru, Minami melepaskan kemampuan dari Golden Spirit semaksimal mungkin sampai Zoiru mencoba untuk menindih Minami menggunakan kedua tapaknya.


Minami berhasil menahan kedua tapak itu menggunakan tapaknya juga sehingga tubuh Zoiru mulai memancarkan cahaya yang sama dengan Minami.


"Zoiru... aku yakin kau bisa mendengar suaraku di dalam sana, walaupun kau sekarang sudah terpengaruh dengan Bamushigaru..."


"...menurutku sumpah yang kau laksanakan salah, jika kau bebas melakukan sumpah maka aku juga sama, lebih ke opini bagiku." Minami terus memancarkan cahaya dari tubuhnya itu.


"Jika kau ingin menikmati waktumu bersama sahabatmu itu yaitu Bamushigaru maka lakukan lah di tempat dimana kau tidak akan merugikan penghuni semesta yang tak terhingga..."


"GROOOAAAGGGHHH!!!" Zoiru melepaskan suara jeritan Bamushigaru yang mencoba untuk bebas, ia ingin sekali memakan Minami karena ukurannya itu.


Tubuh Minami mulai bergetar, terlihat seperti dirinya yang menerima banyak sekali petir karena ia telah menghancurkan peraturan dalam menggunakan Golden Spirit yang belum sempurna.


Kedua kaki Minami berubah menjadi cahaya sampai pikirannya hanya bisa memikirkan satu hal yaitu memperbaiki semua kesalahan yang sudah ia lakukan, itu adalah sumpahnya bagi bahasa Zoiru.


"Apa yang kau... HRAAGGGHHH!!! Coba... lakukan, keledai kampung--- HRAAGGGHHH!!!" Zoiru bisa melihat Minami yang terus berusaha, entah kenapa dirinya seketika langsung menghormati perbuatan Minami tetapi dirinya terus di ambil alih oleh Bamushigaru.


"Semua ini bukan soal sumpah... soal tujuan hidup, alasan kenapa kita semua memiliki nyawa untuk hidup di alam semesta..."


"...arti yang sebenarnya adalah kita menikmati hidup dengan mengalahkan semua tantangan yang muncul, bukan seperti ini karena alam semesta..."


"...masih belum siap untuk menerima kiamat buatan, biarkan takdir yang adil memberikannya, biarkan proses dan waktu yang menentukannya, bukan dirimu!" Minami terus berbicara.


"Kau bilang ingin menantang kami semua dengan membangkitkan Bamushigaru...? Aku pikir salah... pola pikiran untuk melakukan sedikit percobaan kepada penghuni alam semesta yang ingin hidup damai."


"Lebih baik kau menikmati... waktumu... hidup di sebuah dunia dimana kalian bisa menikmati waktu bersama tanpa merugikan mereka yang ingin menjalani kehidupan secara proses dan alami...!"


Jantung yang berada di dalam Minami berubah menjadi emas sampai berdetak cukup cepat sampai kulitnya mulai menumbuhkan beberapa tumbuhan yang terus membesar dan berkembang.


"Apa yang dia lakukan!? Kenapa tidak mau di lepaskan...!?" Tanya Haruki.


"Tubuhnya... bertambah tidak stabil karena kemampuan barunya itu...!" Kata Kuro.


"Minami...!!! Minami...! Lepaskan, nak...!!!" Teriak Megumi keras, ia mencoba untuk mendatanginya terapi Haruka langsung menghentikan dirinya.


"Dia melindungi kita... dia memiliki resolusi yang terbaik bagi dirinya... dan untuk kita semua." Jawab Haruka.


Minami tersenyum dan mencoba untuk mengatakan perkataan terakhirnya, "Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya keadilan...!!!"


"Seorang Neko Legenda yang akan membawa cahaya keadilan menuju masa depan, ada yang bangkit... tetapi itu bukan kejahatan yang kalian mimpikan melainkan keadilan cahaya yang bangkit untuk meraih kembali kedamaian!"


"Terdapat sesuatu yang gelap... tetapi itu bukan putus asa melainkan sebuah matahari yang akan menyinari keputusasaan!!!"


"Cahaya keadilan itu indah, bersinar penuh dengan harapan bagi alam semesta! Keindahan dari cahaya..."


"...cahaya ilahi yang akan menyinari seluruh alam semesta! Dengan ini aku, Shiratori Minami, memiliki sebuah mimpi untuk menjadi sang Legenda pengabdi cahaya keadilan!!!"


"Bangkitlah, cahaya keadilan terakhirku...!!!"


"Shining...!!!" Minami membuka mulutnya dengan sangat lebar.


"...JUSTICE!!!"


Minami melepaskan gelombang cahaya emas melalui mulutnya sampai mengenai dada Zoiru dan mengubahnya menjadi batang pohon emas sedikit demi sedikit.


"Tidak, Minami...!!! MINAMI!!!" Jerit Megumi keras yang mulai menangis tetapi Haruka menghentikan dirinya karena semua yang Minami lakukan adalah niatnya sendiri.


"Kita harus menutup celah ini... maafkan aku, Megumi. Minami sudah memutuskannya..." Kata Haruka dengan tatapan yang terlihat bersalah.


Gelombang yang Minami lepaskan melalui mulutnya terus mengubah sebagian dari tubuh Zoiru menjadi pohon yang sangat besar sampai melebihi alam semesta.


Celah emas itu perlahan-lahan tertutup dan mereka semua bisa melihat perjuangan Minami sendirian untuk menghentikan Zoiru agar ia bisa menikmati waktunya bersama Bamushigaru di alam lain.


""Tidak...""


"Minami..." Megumi memejamkan kedua matanya, tidak tahu harus apa.


***


Minami tersenyum lembut, ia mulai memejamkan kedua matanya untuk mengingat beberapa kenangan yang ia rasakan sejak kecil sampai sekarang ini dalam masa kehidupannya.


Tubuh Zoiru dan Minami perlahan-lahan berubah menjadi pohon emas yang terus membesar, Zoiru mengakui Minami sebagai Legenda paling hebat dan berani untuk menghentikan dirinya.


Zoiru menerima kekalahannya karena ia mengerti apa yang Minami coba maksud, melakukan sumpah di tempat lain, Zoiru menerimanya tetapi Bamushigaru tidak.


"Aku yakin kamu bersenang-senang dengan mengatakan semua perkataan itu, Minami." (Okaho)


"Tenang saja! Kita akan selalu bersama!" (Honoka)


"Kita akan menjadi sahabat untuk selama-lamanya!" (Hana)


"Apapun yang terjadi kau adalah Shiratori Minami... sang pengabdi cahaya!" (Haruka)


"Walaupun kau memiliki adik yang menyebalkan, setidaknya aku bisa melihat Kakaknya yang hebat." (Rokuro)


"Karena dirimu... kita semua dapat mengalahkan Kuharu." (Asriel)


"Kakak... tetaplah di sisiku... aku ingin kau melihat diriku menjadi yang terkuat dari segala hal." (Shuan)


"Kekuatan datang melalui kebutuhan! Bukan keinginan!" (Shira)


"Terdapat sesuatu yang spesial di dalam dirimu, nak... itu lah kenapa kamu harus memilih jalan yang kamu temukan walaupun kamu tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya..."


"...sekali mencoba tidak akan merugikan atau melukai dirimu." (Megumi)


"Kontrak perjanjian sudah di buat! Mari kita sama-sama berjuang untuk tetap meraih kedamaian sampai mendapatkan pertemanan abadi!" (Hana&Honoka)


"Kita akan melihat masa depan bersama-sama...!" (Hana&Honoka)


"Maafkan aku... aku tidak bisa memenuhi janjiku... tetapi... kalian bis melanjutkan janji itu untuk melihat masa depan bersama tanpa diriku." Minami tersenyum lembut.


"Selamat tinggal..."


"...semuanya dan sekali lagi maaf jika aku selalu menyusahkan kalian..."


Minami mengumpulkan nafas terakhirnya dan ia mulai membuka kedua matanya lalu menatap Zoiru yang setengah dari tubuhnya telah berubah menjadi batang pohon.


"Legends... Never... Dies..." Minami mengepalkan kedua tinjunya, melepaskan jumlah cahaya besar sampai mengubah seluruh tubuh Zoiru menjadi pohon emas dengan ukuran melebihi alam semesta.


Pohon emas itu terlihat sangat indah, keindahan yang melebihi bunga sakura bahkan Minami bisa melihat Bamushigaru terlepas dari tubuh Zoiru dan Zoiru sendiri hanya menatapnya.


"Kerja bagus, keledai--- tidak..."


"...Shiratori Minami, kau sudah menunjukkan diriku arti dari sumpah yang sebenarnya!"


***


Pohon emas itu menumbuhkan ranting yang mengeluarkan daun-daun, semua dedaunan emas itu membentuk seluruh penghuni alam semesta yang di makan oleh Zoiru, mereka telah bebas sepenuhnya.


Semua alam semesta juga telah kembali berkat pohon itu yang terus menumbuhkan ranting-ranting, dengan cepat Haruka membuka celah itu untuk melayang keluar bersama penghuni yang sedang berlindung itu.


Semuanya terlihat damai... tidak ada ancaman kecuali pemandangan indah dari pohon emas itu, "Pohon itu...?"


"Ya, itu adalah pohon yang Minami ciptakan dengan kekuatan dari Golden Spirit, ia membawa Zoiru pindah ke sebuah tempat yang tidak akan kita ketahui..." Kata Haruka.


Shira membuka kedua matanya, kembali sadar ketika melihat banyak sekali penghuni alam semesta yang sedang berkumpul bahkan ia bisa melihat pohon besar di hadapannya.


Shira tercengang ketika merasakan keberadaan Minami yang berada tepat di puncak pohon itu, ia segera terbang ke atas dan melihat beberapa Legenda yang mengeliling Minami.


Minami berdiri tegak di atas pohon itu selagi memejamkan kedua matanya, Shira langsung panik karena resolusi ia lakukan ternyata cukup mengejutkan.


"Minami..." Shira mendekati Minami tetapi jalannya terus di halang oleh beberapa penghuni yang melihat dirinya memancarkan cahaya paling terang.


Megumi berdiri di hadapan Minami, melihat dirinya tidak melakukan pergerakan apapun kecuali diam dan berdiri tegak selagi memejamkan kedua matanya dengan senyuman lembut yang tertera.

__ADS_1


"Minami..." Hana mulai mendekati Minami, ia melihat sahabatnya tidak mengeluarkan perkataan apapun kecuali diam.


"Hei, ini aku, Minami... Mizuhana... Shimatsu Mizuhana..." Hana menyentuh tubuh Minami tetapi tangannya langsung menembus sehingga ia terkejut ketika melihatnya.


Minami membuka kedua matanya dengan pelan, "... ..."


"Kamu bisa mendengarku...? Melihatku...?" Tanya Hana dengan air mata yang mengalir deras melalui kedua matanya.


"Kamu berhasil, Minami... kamu menyelamatkan semuanya, seluruh alam semesta bukan hanya Touriverse..." Hana mencoba untuk tersenyum tetapi sulit ketika Minami tidak menjawab.


"Kamu menang... maafkan aku... aku seharusnya membantu... kamu bilang... ingin tetap bersamaku... melihat masa depan bersama..." Hana berlutut di atas tanah tidak bisa menahan rasa sedihnya lagi.


"Kamu... aku... dan Honoka... menikmati waktu kedamaian bersama sebagai sahabat..."


"Minami... kamu dengar tidak...?"


"Minami..."


"Aku menyayangimu... Sahabatku... Hiks... Hwaaaahhhhhh!!!" Hana mulai menangis keras sehingga Ophilia mulai memeluk dirinya dari belakang untuk menenangkan dirinya.


Kou, Honoka, dan Haruka tidak bisa melihat harapan apapun lagi di dalam Minami, resolusi terakhirnya adalah mengubah dirinya menjadi cahaya dengan mengorbankan nyawanya.


Semua penghuni alam semesta berkumpul dan mengelilingi pohon itu, sebagiannya duduk di atas batang, ranting, dan daun untuk berlutut kepada Minami yang sudah berhasil menyelamatkan mereka semua.


"Kakak...!!! Kakak...!!! KAKAKKKKK!!!" Shuan langsung menangis ketika ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Minami, Megumi mulai memeluk Shuan erat agar bisa menenangkan dirinya.


Shira mendarat tepat di hadapan Minami sampai ia membuka matanya lagi, melihat Ayahnya untuk pertama kalinya dan menunjukkan dirinya layak untuk memperbaiki semua kesalahan dan keburukannya.


"Minami... kamu memang gadis yang sangat menurut dan baik... kamu penuh energi dan ceria walaupun dulu kamu suka di hina dan direndahkan." Shira mencoba untuk mengusap kepalanya dan ternyata berhasil.


"Aku tidak bisa mengungkap perasaan banggaku dengan kata-kata lagi... kamu melebihi segalanya... bangga yang berada di tingkat maksimal." Ucap Shira dengan nada pelan.


"Aku akan bertemu denganmu di sisi lain, nak... jika kita bertemu lagi, aku ingin kamu menceritakan semua penderitaan dan perjuanganmu dari titik nol sampai sekarang..." Shira mencoba untuk tersenyum tetapi tidak bisa.


Lagi-lagi dia akan kehilangan anggota keluarga yang sangat penting yaitu putrinya sendiri yang sangat ia banggakan ketika dia lahir di era peperangan bangsa Iblis.


Shira memberi Minami sebuah pelukan terakhir dan ia ternyata bisa menyentuhnya, "Semuanya akan baik-baik saja..."


"Kau tidak perlu melakukan apapun lagi... semangat dan keceriaanmu sudah habis, nak." Bisik Shira agar Minami bisa mendengarnya.


"Apakah kamu masih ingat perkataan mereka yang terus merendahkan bangsa Neko Legenda...? Bangsa Neko Legenda adalah bangsa yang gagal dan penuh kekacauan...?"


"Jangan percaya... kenapa? Lihatlah dirimu, Neko Legenda sepertimu memiliki niat dan tekad untuk menyelamatkan segala hal."


"Jangan percaya satu menit atau sedetik saja... karena mereka sudah pasti akan menyesal melihat dirimu sudah berusaha keras sampai menginjak titik ini."


Shira menarik nafas dalam-dalam, mencoba untuk tidak menangis seperti anak kecil karena rasa sakitnya melihat putrinya akan mati sudah tidak bisa di tahan.


"Kamu tahu... kenapa kamu bisa menjadi kucing yang hebat...? Kamu selalu ceria dan bersemangat, menyayangi kami semua setiap hari dan kapan pun!"


"Itu adalah yang paling hebat dan mengagumkan... kamu tahu seberapa banyak kami menyayangi dirimu, kamu juga sungguh hebat untuk menahan semua kesakitan dan penderitaan itu..."


"Kami sangat menyayangi dirimu, nak... hahh... hiks..." Shira sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Kami menyayangi dirimu lebih dari apapun... aku tidak tahu... kapan kita akan bisa bertemu dan hidup bersama lagi..."


"Aku ingin kamu mengingat ini di alam selanjutnya, Minami. Kamu adalah Neko Legenda yang paling hebat..."


"...kamu nomor satu dari segala hal, kamu Legenda yang sangat layak, putriku." Shira mengelus kepala Minami beberapa kali.


"Kamu bisa beristirahat dengan tenang sekarang..."


"Dan ingat..."


"Legends... hiks..." Shira mulai menangis, kedua matanya mengeluarkan banyak sekali air mata.


"Legends... hiks... aku... sungguh... bodoh... tidak bisa... menyelamatkan putriku sendiri..."


Minami tersenyum lembut dan ia mulai meneteskan air mata yang berubah menjadi partikel emas, ia mulai menyentuh lengan Shira.


"Legends Never Dies... Papa..." Minami pelan-pelan memejamkan kedua matanya.


"Aku memberikan kehidupan ini... semua yang aku miliki... demi kebahagiaan kalian semua..."


"Aku hidup dengan sederhana tetapi membahagiakan..." Minami menghembuskan nafas terakhirnya dan Shira langsung terjatuh ketika tubuh Minami menghilang menjadi partikel yang terbang ke atas.


"Minami...!!! MINAMIIIIII!!!" Teriak Shira keras sehingga ia mulai melepaskan semua rasa sedih dan tangisannya melihat Minami pergi untuk selamanya, menikmati alam kedamaian di atas sana.


Kehilangan Minami membuat semua penghuni semesta bangkit dan menundukkan kepala mereka lalu hormat untuk menunjukkan rasa kehormatan kepada Minami yang berhasil menghentikan semua kekacauan itu.


Kuro menatap ke atas, "Legends Never Dies, Minami..."


"Legends Never Dies..." Haruki menundukkan kepalanya.


"Legends Never Dies..." Shizen menatap ke atas langit.


"Legends... never dies..." Yuuna berlutut.


""LEGENDS NEVER DIES!!!" Teriak semua bangsa Legenda.


***


Zoiru membuka kedua matanya, ia bisa melihat wilayah di sekelilingnya di penuhi dengan dedaunan emas dan atas langit, terdapat banyak sekali planet yang dapat ia jadikan sebagai makanan untuk Bamushigaru.


"Dia berhasil ya..."


"...ternyata mortal seperti dirinya berani juga untuk memindahkan diriku ke tempat aneh seperti ini."


"Selamat, Shiratori Minami..."


~Arc Zoiru and Bamushigaru - End~


"Minami... Minami... Minami..."


Minami membuka kedua matanya ketika mendengar suara yang terdengar tidak asing, "Ehh...?"


Minami tercengang ketika bertemu dengan Korrina tepat di hadapannya, "Loh!? Korrina...?! Kenapa kamu ada di sini...?!"


"Hehehe, aku adalah pemilik surga sekarang... melihat dirimu sudah masuk wilayah ini, itu artinya kamu melakukan hal yang terbaik di bawah sana." Kata Korrina.


"Oh... aku memang sudah mati ya..." Minami menatap kedua tapaknya, ia melihat wilayah sekelilingnya dipenuhi dengan tanaman emas dan air terjun susu.


"Surga ya..."


"Hm~ Sudah waktunya untuk pergi." Korrina mengulurkan lengan kanannya.


"Tunggu, Korrina..."


"Iya?"


"Apakah mereka semua selamat?"


"Ya, berkat dirimu... kedamaian telah kembali dan dapat di nikmati seperti biasanya."


"Korrina..."


"Hm?"


"Apakah aku Legenda yang baik...?"


"Tidak."


"Ehh...?"


"Aku diberitahu bahwa kamu adalah yang terbaik." Korrina tersenyum.


"Begitu ya... hahaha, jadi surga adalah tempat istirahat terakhirku." Minami tersenyum penuh dengan rasa bersyukur.


"Ayo, aku sudah menyediakan alam khusus untukmu."


"Baiklah..."


Semesta Touriverse, kembali merasakan kedamaian ketika Zoiru berhasil di kalahkan oleh serangan resolusi terakhir Minami yaitu Golden Spirit dengan kekuatan maksimal.


Resolusi itu berhasil untuk menghentikannya tetapi Minami harus mengorbankan nyawanya karena Golden Spirit yang belum ia kuasai dan sempurnakan...


Semua teman dan keluarganya tidak bisa menahan emosi mereka, hanya rasa sedih dan kehilangan besar ketika melihat Neko Legenda yang sangat ceria dan bersemangat sepertinya meninggal.


Semua penghuni Touriverse juga menangis karena mereka baru saja kehilangan idola yang sangat mereka sukai dan sayangi juga, semua bangsa Neko Legenda juga merasakan hal yang sama.


Mereka telah kehilangan pemimpin dan guru yang sudah melatih mereka selama 8 bulan untuk mengontrol amarah dari Beast Neko Legend.


Shira melepaskan tangisan yang sangat keras dan menyedihkan selagi meneriakkan nama putrinya, Shuan dan Megumi bercucuran air mata kesedihan.


Kedua sahabat Minami yaitu Hana dan Honoka berlutut, memohon agar Minami bisa kembali agar mereka memiliki kesempatan untuk terakhir untuk menjaganya.


Seberapa banyak pun mereka menangis, memanggil, dan memohon... Minami tidak akan menjawab, dia sudah hidup dengan tenang di surga...


Minami telah gugur, dan keheningan terbawa di luar angkasa untuk semua penghuni alam semesta, meskipun nyawanya sudah tiada, jiwa dan harga diri Legendanya akan terus hidup.


[Shiratori Minami - Gugur].

__ADS_1


__ADS_2