
"Ups... Tadi hampir saja, aku yakin kau membekukan tubuhmu 'kan? Jika aku menyerangmu tadi maka lenganku pasti akan berubah menjadi es sampai es itu mengalir di dalam tubuhku dan membekukan seluruh organ tubuh dan pembuluh darahku lagi dan lagi... sungguh menyebalkan." Kuharu hampir saja masuk ke dalam perangkap milik Asriel lagi, untungnya ia menyadarinya dari awal dan ia langsung menyerang Asriel dengan menciptakan aura Crimson yang menyelimuti tinjunya itu.
Setelah itu, Kuharu melancarkan satu pukulan yang mengenai wajah Asriel dengan hasil aura Crimson itu mulai membeku dan berubah menjadi kristal es yang sangat keras. Kuharu menggunakan kristal es itu untuk menghantam perut Asriel lalu ia membalikkan tubuhnya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Waktu kembali berjalan..." Ketika Kuharu mengatakan perkataan itu, waktu kembali berjalan dan Asriel terlempar ke belakang karena menerima beberapa serangan dari Kuharu.
Serangan itu tidak bisa Asriel lihat dan ia yakin Kuharu menghentikan waktu, mengetahui dirinya yang sekarang sudah memiliki ilusi menambahkan kesulitan dalam pertarungan ini. Kuharu menatap kelompok Asriel yang tidak bisa bertarung, sihir pemulihan mereka tidak stabil karena terkena efek dari sihir Crimson yang hanya menambahkan kesakitan ketika mencoba untuk memulihkan suatu luka, "Sepertinya pertarungan kita sudah berakhir ya... sungguh menyenangkan, aku sangat menikmati pertarungan ini. Aku sungguh berterima kasih kepada kalian karena tubuh ini perlahan-lahan sudah membuatku terbiasa... kesakitan ini hanya akan membuatku bertambah kuat!"
Kuharu mencoba untuk menaikkan kedua lengannya agar ia bisa melepaskan beberapa letusan tetapi gejala aneh mulai terjadi dengan jarum jam yang berada di kedua pupilnya, jarum jam itu bergerak dengan sangat aneh dan bahkan ke arah yang berbeda-beda. Gejala aneh seperti ini pasti sesuatu terjadi kepada Haruka, ia mulai melepaskan tiga kubus waktu untuk menjebak mereka di dalam sana lalu membawa mereka masuk ke dalam Realm of Time, ia segera pergi meninggalkan prediksi masa depan untuk melihat kondisi Haruka.
Ketika Kuharu muncul kembali di Realm of Time, Hana langsung menatap Kuharu dengan tatapan yang terlihat serius karena mereka melakukan sesuatu kepada Haruka, "Sepertinya rencana kita benar-benar berhasil, Kakak---" Rokuro tiba-tiba terkena efek penghentian waktu, Kuharu merasa sangat kesal ketika melihat Rokuro mengalirkan seluruh kekuatan waktu ke dalam tubuh Haruka untuk melakukan gangguan terhadap tubuhnya ini, tubuh Kuharu kembali stabil ketika ia menyerap seluruh kekuatan waktu memiliki Haruka tetapi ia mengambilnya sedikit karena tubuhnya tidak bisa menahan kekuatan waktu yang besar di dalam tubuh Haruka.
Hana sontak kaget ketika mengetahui Kuharu memiliki penampilan yang sama persis seperti Haruka, apa yang Rokuro bicarakan sebelum itu benar bahwa Kuharu memiliki kaitan yang sangat ketat dengan Haruka. Hana juga melihat tiga kubus waktu dimana teman-temannya berada di dalam sana dengan luka-luka yang kritis, Kuharu melempar ketiga kubus waktu itu ke depan dan Hana menyelamati mereka dengan menyelimuti kubus itu menggunakan sihir air yang ditambah dengan kekuatan [Envy].
__ADS_1
"CK... lagi-lagi kekuatan yang bertolak belakang dengan kekuatan yang aku miliki... letusan Crimson seperti tidak akan berguna ketika menyerang semua sihir air yang ditandakan dengan iri hati, kekuatan dari dosa besar benar-benar membuatku kesal... aku harus melakukan sesuatu!" Kuharu melebarkan matanya untuk melihat masa depan, tidak ada yang terjadi melainkan Hana bertarung secara bertahap dan itu tidak terlalu menjadi masalah untuk dirinya.
"Beritahu aku, Kuharu... apa yang telah kau perbuat kepada Haruka...?"
"Tidak ada yang perlu aku jelaskan kepada seseorang yang akan mati dengan waktu, tubuh ini adalah sisi Eternal dari Haruka... Intinya aku adalah sisi Eternal yang di segel oleh dirinya, aku hanya bisa menampakkan diri ketika Haruka mati dan tidak sadarkan diri seperti sekarang... lumpuh, menjadi sesuatu yang lebih rendah dari sampah! Hanya untuk menimbulkan beban kepada teman-temannya!" Kuharu tersenyum serius, Hana mencoba untuk menahan emosinya karena emosi yang tidak bisa dikendalikan hanya akan mempersulit dirinya dalam bertarung melawan Kuharu.
"Kemana... Mimi...?" Tanya Hana karena ia bisa merasakan keberadaan Minami tidak jauh dari dirinya, "Hoh? Kau juga merasakan keberadaan, Minami...? Jangan menanyakan seseorang yang tidak akan bisa mencari celah jalan keluar, Minami mengalami banyak kematian di dalam jam pasir yang aku miliki... tidak ada bisa menyelamatkan dirinya dan aku yakin dia masih tetap merasakan kematian dengan cara yang berbeda."
Hana terbakar penuh dengan rasa amarah ketika mendengar Kuharu baru saja melakukan sesuatu yang buruk kepada Minami, tindakan seperti itu benar-benar tidak bisa dimaafkan begitu saja karena ia bukan hanya menyiksa Minami melainkan memberikan Minami kehidupan abadi dengan kematian yang akan terus menghadapi dirinya, "Dasar kau... kau benar-benar monster... dewi sialan berdarah dingin yang tidak tahu malu, aku akan melakukan sesuatu kepada dirimu...!!!"
Hana mulai berubah menjadi gelembung sehingga melepaskan seluruh gelembung yang mulai mengepung Kuharu, Kuharu hanya bisa tenang dan mencoba untuk fokus mencari Hana yang asli karena gelembung itu dapat melukai dirinya. Kuharu melompati waktu hanya untuk melukai Hana yang berada tepat di sebelah-nya, ia menghantam wajahnya dan Hana tiba-tiba berubah menjadi gelembung yang membentuk Leviathan di atas langit, Leviathan itu meluncur menuju arah Kuharu.
__ADS_1
Kuharu menghentikan waktu hanya untuk menghancurkan naga tersebut dan menendang wajah Hana yang berada tepat di belakangnya, Hana sengaja melakukan serangan biasa untuk mempelajari lebih lanjut lagi tentang sihir waktunya itu, "Serangan seperti itu sangat mudah untuk ditebak... apakah kau mempermainkan waktu? Mencoba untuk mengulur waktu untuk siapa...? Aku yakin kekuatan yang kau miliki masih belum kau tunjukkan kepada diriku, Hana..."
"Jangan banyak berbicara, aku juga tidak ingin kau memanggil namaku!" Hana melesat menuju arah Kuharu dan Kuharu menghentikan waktu sehingga ia melihat banyak sekali gelembung yang mengepung dirinya, ia mulai melarikan diri tetapi waktu kembali berjalan dengan seekor Leviathan yang datang melewati dirinya dan menggores wajahnya, "A-Apa...!?" Kuharu melihat sekeliling dan wilayah Realm of Time dipenuhi dengan air sekarang bahkan ia tadi sempat melihat naga Leviathan lainnya yang menyerang dirinya.
Kuharu melebarkan matanya untuk membaca masa depan tetapi matanya terkena ciprat air sehingga itu membuat dirinya lengah, ia mencoba untuk mengusap matanya tetapi Hana berada tepat di hadapannya dengan pedang yang sudah luncurkan, Kuharu menghentikan waktu lalu menghindar ke jarak yang dekat dengan Hana sehingga ia masih tetap serangan Hana, serangan Hana sepertinya dapat di lakukan dalam jarak apapun dan serangan itu juga cukup fatal karena seekor Leviathan keluar melalui punggung Hana dan menabrak perut Kuharu.
Meninggalkan luka lubang yang lumayan besar, Leviathan itu keluar dari punggung Kuharu dengan darah yang sudah ia ambil, darah itu melesat menuju arah Hana dan memulihkan tubuhnya sampai tubuhnya diselimuti dengan air iri hati sekarang. Kuharu merapatkan giginya karena sekarang ia bisa melihat kesulitan dalam pertarungan ini, sihir air yang digabungkan dengan iri hati bukanlah lawan yang bisa dipermainkan begitu saja. Prediksi yang Hana lakukan juga selalu tepat sasaran dan Kuharu tidak diberi kesempatan untuk membaca masa depan.
"Sekarang aku melihat tantangan yang sebenar---" Kuharu melebarkan matanya ketika Hana melesat ke depan dan melancarkan beberapa serangan menggunakan satu tombak di tangan kanannya dan satu pedang di tangan kirinya. Kuharu dikejutkan dengan serangan Hana yang benar-benar langka, ia tidak pernah melihat seorang petarung bertarung menggunakan tombak dan pedang secara bersamaan.
Kuharu menghentikan waktu lalu melompati waktu sehingga lompatan waktu itu hanya memberikan dirinya luka dimana pedang dan tombak itu berubah menjadi Leviathan yang menggigit perut dan lehernya, "A-Apa...!?" Leviathan yang dimiliki Hana dapat mendeteksi musuh jika musuh itu memiliki air di dalam tubuhnya, ia melakukan serangan yang terakhir dengan satu pukulan naga Leviathan yang membentuk di pukulan-nya itu.
__ADS_1
Kuharu merapatkan giginya lalu ia mencoba untuk menarik naga Leviathan itu yang berubah menjadi gelembung, semua gelembung itu masuk kembali ke dalam tubuh Hana dan Kuharu mencoba untuk memecahkan kekuatan yang dimiliki oleh Hana sekarang, "Sepertinya aku baru saja menemukan sesuatu yang membuatku tambah tertarik..."
"...aku tidak sabar untuk bertarung dengan kekuatanmu itu, Hana!"