
Shinobu menangis seperti anak kecil ketika melihat rasa kepercayaan dan kehormatan semua orang menumbuh lebih jauh lagi sampai ia terus menangis lagi dan lagi sehingga Shira memeluk dirinya lalu menggendongnya.
Ekspresinya terlihat seperti anak kecil yang baru saja mencapai sesuatu besar tetapi dengan usaha yang dilakukan sejak lama sekali, sebagian penghuni alam semesta ikut menangis ketika melihat Shinobu menangis keras seperti itu.
Setelah melihat Shira yang membubarkan semua, ia meminta kepada seluruh penghuni untuk melakukan upacara pengangkatan ratu Touriverse lusa dimana mereka akan melihat Shinobu duduk di atas takhta yang cocok untuk ratu Touriverse.
Untuk sekarang Shinobu membutuhkan istirahat dan tidur siang untuk memenangkan dirinya yang masih menangis karena saking kagetnya dengan apa yang ia lihat.
Pada akhirnya, Shinobu sudah tertidur dengan nyenyak ketika mendengar suara Megumi yang mencoba untuk menenangkan dirinya dengan punggung yang menerima tepukan halus dari Shira.
***
Beberapa menit kemudian, mereka semua merayakan pesta yang begitu besar di restoran Shimatsu dengan menikmati banyak sekali makanan tanpa kehadiran Shinobu yang masih tertidur di pangkuan Shira.
Ako menjelaskan kepada mereka semua tentang konsep yang musnah karena perbuatan Anastasia menggunakan kristal kekacauan dimana di dalamnya terdapat Eldritch yang mengembangkan kemampuan manipulasi konseptual.
Bukan hanya itu saja masalah yang mereka ceritakan, sesuatu yang lebih menarik perhatian mereka adalah seorang umat Manusia yang mencoba untuk memusnahkan seluruh bangsa asing.
Bangsa yang sudah menurunkan derajat mereka semua sampai umat Manusia bertujuan untuk menaikkan kembali derajat mereka paling atas dengan memanfaatkan konsep sihir yang sudah musnah itu.
"Terus mereka bilang bisa memunahkan seluruh umat Manusia, tetapi melawan kita aja sudah kewalahan seperti itu...!" Hinoka mencoba untuk melawak.
""Hahahahaha!"" Semua Legenda mulai tertawa ketika mendengar semua perkataan Manusia yang diucapkan kembali oleh Hinoka.
"Terus... terus... yang lebih lucu lagi mereka sempat berpikir bahwa ledakan yang menghancurkan planet bisa menghentikan seluruh umat Legenda..."
"...hanya mengandalkan persenjataan bangsa Dark Elf dan Fallen Angel saja sudah bahagia sampai mereka tidak tahu bahwa daya tahan kita bisa diperkuat dengan Lenergy sampai melebihi alam semesta yang tak terhitung."
""Hahahahaha!!!""
"Jadi awal mulanya adalah ketika konsep sihir menghilang... semua penghuni sudah pasti panik sih tetapi untuk Manusia itu adalah sebuah keuntungan karena seorang penyihir yang bernama Anastasia sudah memperingatkan umat Manusia itu duluan."
"Kata si John... woi! Cepat luncurkan rudal nuklirnya karena konsep sihir sudah musnah berkat penyihir aneh itu." Hinoka mulai memperagakan apa yang John katakan sampai menunjukkan ekspresi konyol.
"Meledak tuh nuklir di berbagai alam semesta sampai menyebabkan seluruh penghuni yang lengah dan tidak mempersiapkan energi mereka..." Hinoka menepuk meja.
"...dan dia pikir bisa menaklukkan seluruh ras." Hinoka langsung tertawa sehingga semua Legenda yang mendengarkan ceritanya mulai tertawa lebih keras lagi dari sebelumnya.
""HAHAHAHAHA!!!""
"Padahal persenjataan dibantu oleh ras Dark Elf dan Fallen Angel, hahaha...!"
""Hahahahaha!""
"Habis itu... mereka dengan gegabahnya mencoba untuk melawan Shinobu dan kami semua menggunakan modal teknologi, itu juga mengenakan senjata-senjata canggih Fallen Angel."
"Padahal udah tahu kita bangsa Legenda bisa dibilang sangat bar-bar dan akan menyelesaikan apapun secara seratus persen..."
"...tetap di lawan menggunakan teknologi, ujung-ujungnya tetap kalah!"
""HAHAHAHAHA!!!""
"Dan lebih parahnya lagi dia membuat Shinobu marah besar, pas liat seluruh umat Manusia bumi dibantai malah keringat dingin...!" Hinoka terus menceritakan selagi tertawa dengan air mata yang mengalir deras karena saking lucunya.
Lawakan itu juga menyebabkan semua bangsa Legenda yang berada di dalam restoran ikut tertawa tanpa jeda apapun karena lawakan yang diberikan oleh umat Manusia kepada bangsa Legenda.
"Awalnya sombong ingin menaklukkan seluruh ras tapi menghadapi kita lima remaja saja tidak sanggup...!"
"Aduh kau ini gimana sih katanya ingin menaklukkan seluruh ras tapi meladeni salah satu dari kita tidak sanggup...!"
Mereka semua terus tertawa tanpa henti sampai menerima banyak fakta menarik tentang perjuangan yang dilakukan oleh Shinobu bersama teman-temannya bahwa umat Manusia telah punah.
__ADS_1
Mengetahuinya saja sempat membuat Shira bersama teman-temannya kaget karena mereka melakukan sesuatu yang begitu besar dan mengerikan sampai diri mereka tidak berpikir sejauh itu.
Ternyata sejarah masa depan memang memberikan sesuatu yang dapat dibanggakan, mengetahui cucu Shira bersama teman-temannya sudah mencapai banyak sekali hal yang baru membuat rasa bangga mereka tidak terhitung.
Mungkin mereka sudah siap untuk menerima latihan paling ekstrem karena sudah melakukan banyak sekali hal yang membahayakan kehidupan mereka masing-masing tetapi masih bertahan sampai titik ini.
"Umat Manusia... tidak... alam semesta Yuutouri ternyata sudah musnah ya." Kata Shira selagi menatap langit-langit karena tidak menyangka pilihan yang dilakukan Shinobu kuat sekali.
"Dia sepertinya memang gabungan dari dirimu dan Korrina... bukannya kalian membagi kesamaan tentang sebuah pilihan yang begitu kuat?" Tanya Haruki.
"Memperlihatkan sesuatu kepada seluruh alam semesta dengan melakukan pilihan yang begitu mengerikan..."
"...aku tidak menyangka cucu kita akan memusnahkan seluruh umat Manusia, mereka benar-benar mengerikan karena tekad kuat yang mereka pegang."
"Bukannya cucu kita mempercayai Shinobu sejak awal sampai terus mengikuti dirinya...? Terutama lagi yang merancang rencana dan strategi sejak awal adalah Shinobu sendiri." Kata Arata.
"Apakah kau mengerti dengan pola pikirannya, Shira?" Tanya Haruki kepada Shira yang hanya bisa diam.
"Sejujurnya..."
"...sejak kecil aku tidak tahu apa yang Shinobu pikirkan sampai ia tanpa segan mencoba untuk memusnahkan umat Manusia sampai menghancurkan alam semestanya juga."
"Walaupun bagi pandangan sebagian orang itu jahat... tetapi karena ia terlalu cerdas dan mewarisi The Mind, aku yakin itu adalah pilihan yang terbaik bagi dirinya."
"Anggap saja seperti ini... kepolosan yang kita dari luar terutama lagi sikapnya... penuh dengan kepolosan seperti anak kecil sampai semua musuh meremehkan dirinya."
"Tetapi kita tahu kebenaran dari Shinobu Koneko yaitu campuran darah daging dari keturunan Shiratori dan Comi..."
"...melahirkan keseimbangan dimana luarnya polos dan di dalamnya terdapat sesuatu yang begitu mematikan."
"Semoga saja cucu kita dapat membantu dirinya lagi memperjuangkan apa yang dia inginkan karena biasanya ratu Touriverse selalu memberikan sesuatu yang baru..."
"Terima kasih ya." Shira menundukkan kepalanya kepada Arata dan Haruki sampai mengejutkan mereka seketika.
"Santai saja, Shira... kenapa kau menundukkan kepalamu seperti itu?" Tanya Arata yang mulai mengangkat kembali kepalanya sampai ia bisa melihat ekspresi datarnya.
"Baiklah..."
"...aku menang satu miliar berlian bukan? Shinobu yang sudah menghancurkan alam semesta Yuutouri, itu artinya kemenangan taruhan ada pada diriku!" Shira tersenyum serius.
""Tadi dia berbicara apa dah sebelumnya...""
***
Beberapa hari kemudian, setengah penghuni dari Touriverse sudah menantikan pengangkat ratu Touriverse baru yang dapat mereka percayai serta hormati karena sudah membantu banyak sekali hal yang berguna.
Setengahnya lagi tentunya merasa sangat kesal karena mereka mempercayai seorang gadis kecil yang tidak cocok untuk memegang kepemimpinan seluruh alam semesta, akan selalu saja ada pihak yang menolak sampai mereka mencoba untuk tidak menyebabkan masalah.
Sekali saja menyebabkan masalah maka Shinobu akan menandai mereka sebagai calon yang menerima kemusnahan karena ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang dirinya berikan kepada mereka semua.
Shinobu membuka tabung di depannya lalu ia memecahkan serpihan kristal tersebut sampai Eldritch itu berenang di dalam tabung yang berisi penuh dengan air.
Eldritch tersebut berukuran sangat kecil sampai dirinya mulai berenang menuju kaca lalu menyentuhnya, Shinobu tersenyum lalu ia menyentuh Eldritch berbentuk seperti cumi-cumi itu dengan jarinya.
"Aku akan merawat dirimu ya..."
"Putri kecil, apakah ada yakin ingin menyimpan spesies yang sangat berbahaya ini?" Tanya Cyber untuk memastikan.
"Tentu saja..."
"...perlakuan yang Anastasia berikan tidak bisa lagi dimaafkan karena sudah menggunakan Eldritch ini sebagai alat yang mencoba untuk memusnahkan suatu konsep."
__ADS_1
"Kalau begitu saya akan membantunya dengan memberikan banyak makanan agar bisa menumbuhkan rasa kepercayaan pada dirimu, putri kecil."
"Terima kasih, Cyber." Shinobu terkekeh.
Setelah memberikan rumah baru untuk Eldritch tersebut, ia bergegas menuju kerajaan Ghisaru yang sudah memulai pembukaan upacara dengan memainkan banyak sekali alat musik dan menunggu kedatangan Shinobu.
Shinobu berdiri di balik tirai merah dimana ia akan bertemu dengan banyak sekali penghuni Touriverse dan sebagiannya yang tidak bisa datang ke upacara itu hanya bisa melihat dirinya melalui celah dimensi yang disediakan oleh Yuffie.
"Ini adalah kemenangan dirimu lagi, Koneko..."
"...selamat ya, kamu memang sudah menerima banyak sekali hasil yang begitu memuaskan." Kata Kou yang mulai memeluk dirinya dari belakang dengan tubuh halus.
""Hidup ratu segala Astral!!!"" Terdengar suara ruh yang sudah menganggap dirinya sebagai ratu mereka sejak kelayakan dirinya ditunjukkan ketika masuk ke dalam dunia gaib itu.
"Terima kasih semuanya..." Shinobu tersenyum sampai ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak menangis lagi.
"Mereka yang meneruskan kehendak para pejuang yang telah gugur harus terus bergerak maju..." Shinobu mengepalkan tinju kanannya selagi memasang tatapan serius.
"...aku akan terus memecahkan misteri dari Touriverse." Tirai merah itu mulai terbuka sampai semua penghuni langsung bertepuk tangan melihat kehadiran Shinobu dengan pakaian hitamnya itu.
Shinobu melangkah maju ke depan sampai sebagian dari mereka dapat melihat tulisan [Legend] di belakang punggungnya, ia bisa melihat takhta yang sudah disediakan oleh Shira.
Banyak sekali ras yang mewakili diri mereka sebagai pemimpin bangsa itu sendiri misalnya seperti Shira, Yusa, Asuka, Yuffie, dan Vania telah datang untuk melihat pengangkat ratu Touriverse yang ketiga.
Shinobu duduk di atas takhta tersebut lalu ia melihat Shira memberikan dirinya sebuah mahkota emas, setelah itu mereka semua melakukan sedikit penghormatan dengan menunduk kepada dirinya.
Pancaran matahari di atas langit menyinari tubuhnya begitu cerah sampai semua orang ikut menunduk lalu mengakui dirinya sebagai Ratu Touriverse ketiga.
"Koneko sudah tumbuh besar ya..." Kata Hinoka sambil menghapus air matanya.
"Kau benar..." Koizumi mengangguk selagi menunjukkan senyuman kecil penuh semangat karena ia menerima motivasi lainnya untuk bertambah kuat dari Shinobu.
Shinobu menerima embusan angin yang menggerakkan rambut pendeknya, ia menunjukkan senyuman polosnya kepada mereka semua lalu melirik ke atas langit yang begitu cerah.
"Kedamaian abadi untuk Touriverse!" Seru Shinobu keras.
""Kedamaian abadi untuk Touriverse!!!"
""Hidup Ratu Touriverse!!!""
...[Arc 12 - Crystal of Catastrophe - End]...
...
...
...
"Beritahu aku sekarang juga!" Ucap seorang pria yang langsung menghantam wajah seorang gadis di hadapannya.
"Apa yang kau ketahui tentang bangsa Legenda...?"
"Jelaskan semua informasi tentang bangsa Legenda, Korrina Comi...!"
"Memangnya aku akan memberitahu dirimu...?" Tanya Korrina.
"Aku tidak menginginkan yang namanya pengulangan sejarah..."
"...maka lebih baik kau berhenti menanyakan bangsa Legenda tanpa usaha untuk mencarinya sendiri."
"Aku tidak ingin merasakan kembali sejarah yang dinamakan..."
__ADS_1
"...Ragnarok."
...[Arc 13 - Ragnarok]...