Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 145 - Saint Soul


__ADS_3

Seluruh pasukan musuh seketika tercengang melihat Mortem yang kalah begitu saja, Rxeonal bahkan sempat tindak mempercayai seorang Dewi bisa kalah dengan cara yang sangat rendahan yaitu siksaan. Asap-asap emas itu mulai menipis dan hanya menunjukkan tubuh Mortem dengan kondisi yang masih selamat tetapi berada di ambang kematiannya.


"... ..." Mortem tidak bisa mengatakan apapun kecuali menatap luar angkasa dengan tatapan yang terlihat kosong.


Rxeonal mencoba untuk membantunya tetapi ia merasakan sesuatu aneh mulai mendekati Mortem, sebuah celah dimensi terbuka lebar di belakangnya dimana Mortem terhisap oleh celah tersebut lalu menghilang entah kemana. Sepertinya Rxeonal hanya harus melakukannya sendiri karena Mortem sudah menjelaskan semua rencananya kepada dirinya.


"Hebat sekali, Hikari itu... Asuka bahkan tidak sempat melihat pertarungan mereka... Hikari dan Mortem terlalu cepat." 


"Ahahaha, ada apa, Asuka? Apakah kau suatu hari nanti ingin bertarung dengannya?" Ejek Akina membalas ekspresi Asuka yang tadinya terlihat ketakutan.


Perang antar semesta masih berlanjut, tidak ada satupun pasukan yang berani untuk menyentuh Xuusuatouri sekarang karena sudah dilindungi dengan cahaya suci dimana orang berhati jahat akan segera terbunuh ketika mencoba untuk masuk ke dalam.


Pasukan aliansi terus kekurangan prajurit ketika pasukan Rxeonal bertambah semakin kuat, tidak ada semangat lagi di dalam diri mereka kecuali perasaan putus asa karena mereka benar-benar akan kalah. Setiap serangannya tidak mampu mempan kepada pasukan Giblis, sekarang juga pasukan Oather sudah mendapatkan kemampuan reinkarnasi.


Pasukan Oather yang terbunuh akan bangkit kembali berkat reinkarnasi-nya, terlahir kembali dengan kekuatan yang jauh lebih hebat dan pertahanan yang kebal terhadap serangan yang ia rasakan di tubuhnya yang sebelumnya.


Di sisi lainnya semesta Yuusuatouri sedang dalam bahaya karena pasukan Iblis dan Giblis sudah menyerbu semesta itu tanpa memberinya sedikit celah untuk melarikan diri atau beristirahat. Seluruh pasukan cahaya yang Shira lepas tiba-tiba terbunuh dalam beberapa jam kemudian, tidak ada pilihan lain selain bertarung sendiri.


Ketika Yuuna mencoba untuk membantu Shira yang saat ini dikepung, ia mulai dihentikan oleh seorang Iblis yang bernama Naoki. Mereka bersama-sama maju beradu tinju dan menghindari serangan masing-masing.


"Jangan menghalangi jalan-ku." Kata Yuuna.


"Kau... gadis yang benar-benar berani ketika mencoba untuk menyamar dan mencari informasi kami semua." Naoki mengetahuinya dari awal bahwa Yuuna dan Shizen pernah menyamar, tetapi ia tidak sempat untuk membunuh mereka berdua.


Keduanya melanjutkan pertarungan dengan sengit dan beberapa kali terkena serangan satu sama lain, namun tetap melanjutkan bertarung seperti sedang bertarung hidup dan mati. Naoki mulai dikejutkan dengan kemampuan Yuuna, ia dapat mengontrol arwah apapun yang ia kumpulkan karena dia adalah Saint Legenda, Saint Soul.

__ADS_1


Pertarungan hidup dan mati terus berlanjut untuk mereka berdua, Yuuna mulai melepaskan sihir arwah-nya yang mampu membuat Naoki terpaku sebentar... Terasa seperti tubuhnya membeku atau berubah menjadi batu. Yuuna tidak menyia-nyiakan kesempatan itu karena dia segera melancarkan sebuah pukulan keras dan mengenai wajah Naoki sampai melemparnya ke belakang.


"Ternyata ini ya... Salah satu Saint Legenda yang sangat kuat, Saint Soul... Kau dapat menggunakan arwah apapun sebagai sumber kekuatan-mu, kekuatan-mu meningkat setiap pasukan yang mengikuti perang ini terbunuh... Kau mengambil arwah mereka semua." Kata Naoki, ia melihat beberapa arwah berwarna hitam mulai mengelilingi Yuuna karena ia sudah mengumpul seluruh arwah pasukan yang gugur.


"Hanya untuk sementara dan sekali pakai... Jika aku memakainya sekali maka semua arwah itu akan segera pergi ke tempat dimana para kematian berada." Jawab Yuuna.


"Soul Contract: Boost...!" Tubuh Yuuna mulai melepaskan dorongan besar di sekitarnya, ia mengubah beberapa arwah yang di sekitarnya menjadi sebuah peningkatan untuk dirinya dimana sekarang seluruh atribut-nya meningkat berdasarkan arwah yang ia gunakan.


"Cih... Kau boleh juga ternyata!" Raut wajah Naoki berubah menjadi mengerikan, ia mengibarkan sayap-nya sampai aura kegelapan-nya mulai menyebar di seluruh semesta itu sampai membuat Yuuna gemetar sebentar.


Tanpa berlengah Yuuna meluru secepat kilat dan membantai pasukan Iblis yang mencoba untuk membantu Naoki. Dia merasa kerepotan karena menghadapi musuh-musuh yang datang beramai, walaupun mereka tidak dapat menandinginya tetap saja masih niat maju.


"Nyawa-nyawa gratis...!" Yuuna menjilat bibir-nya.


"Soul's Domain...!" Yuuna mengangkat kedua lengan-nya ke atas, seluruh pasukan Iblis yang berada di depannya mulai mengerut sampai tubuh mereka mulai mengecil karena arwah mereka semua dihisap dengan kedua tangan-nya lalu dijadikan sebagai sumber kekuatan.


Naoki melancarkan serangan kepada Yuuna yang sedang menikmati menghisap seluruh arwah itu. Ketika serangan tersebut berada beberapa meter dari kepala Yuuna, dia pun menampakkan senyum yang sangat mengerikan pada lawannya itu sambil membalas serangan yang dilancarkan kepadanya.


"Overboosting Soul Fist!"


Kedua tinju itu saling bertabrakan dan menghasilkan bunyi yang sangat kuat seperti letupan bom. Tidak hanya itu planet di sekitarnya juga turut bergetar karena menerima dampak dari kedua serangan tersebut. Hasilnya kedua orang itu pun terpelanting ke belakang beberapa meter dari tempat mereka adu kekuatan tinju mereka.


Tanpa menyembunyikan lagi kekuatannya Yuuna melesat ke arah Naoki dan melancarkan serangan, hanya dengan satu tinju yang mengenai perut Naoki ia mampu memuntahkan darah segar, tetapi serangan itu mulai ia balas dengan menghantam wajahnya lalu menendang perut Yuuna cukup dalam dan menyebabkan dirinya terlempar ke belakang.


Naoki menciptakan jutaan pedang yang tercipta dari kegelapan, semua pedang itu mulai mengepung Yuuna, semua serangan itu berhasil ia hindari dengan mudah. Nafas yuuna mulai tidak teratur karena menggunakan semua arwah itu terlalu berlebihan sampai kedua telinga-nya mulai mendengar teriakan makhluk yang kesakitan dan menderita karena perang tadi.

__ADS_1


Mengendalikan pedang-pedang kegelapan tersebut membutuhkan konsentrasi serta kekuatan mental yang kuat, melakukannya dalam waktu lama akan membuat mental Naoki kelelahan. Pada akhirnya Yuuna tidak bisa menahan semua teriakan dan suara arwah itu sampai ia melepaskannya. Tubuhnya mendadak tidak bisa bergerak, Naoki menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan semua kegelapan itu ke arah Yuuna.


"... ...!"


Tepat sebelum pedang-pedang itu menusuk seluruh tubuh Yuuna, sebuah cahaya putih mampu menghapus semua pedang-pedang itu. Yuuna melebarkan matanya dan merasa lega karena diselamatkan oleh Megumi yang baru saja datang dengan kedua sayap cahaya-nya. Neko Legenda tidak bisa terbang jadi ia menggunakan sedikit Lenergy-nya untuk menciptakan sayap yang mampu membuat dirinya terbang.


"Jangan sampai kau terbunuh, Yuuna." Kata Megumi.


Yuuna yang pucat dan berkeringat dingin akhirnya bernafas lega setelah mendapatkan bantuan dari Megumi setelah merasakan dirinya lolos dari maut.


"Lebih baik kau mengistirahatkan tubuh-mu itu sebelum terlambat. Wajah yang kau lawan ini terlihat asing bukan...?" Tanya Megumi, ia mengerutkan dahinya dan bisa menyadari iblis itu ternyata Naoki yang terkutuk menjadi iblis.


"Dia adalah Naoki Souya, salah satu rekan kita di kelas tiga... Sayang sekali, Rxeonal dan pasukannya mampu mengutuk dirinya menjadi ras yang tidak memiliki akal sehat. Dasar iblis sialan." Jawab Yuuna.


"Ras yang tidak memiliki akal sehat...? Heh... Jangan bercanda, yang tidak memiliki akal sehat adalah semua ras yang ada di semesta Touri! Mereka semua tidak ada artinya selain parasit...!" Jawab Naoki.


Megumi segera menghalang Yuuna dan menyuruh-nya untuk mundur, sudah saatnya untuk bergantian melawan musuh yang kuat karena dirinya masih belum cukup untuk mengalahkan Naoki yang sudah menginjak esensi kegelapan tingkat tinggi. Yuuna segera pergi meninggalkan Megumi untuk mengumpulkan arwah murni yang lainnya.


"Lawan-mu adalah aku sekarang...!" Kedua tatapan Megumi mulai menjadi tajam, ia memancarkan cahaya yang menyilaukan dari kedua matanya. Senjata mematikannya itu terdapat di cakar-nya yang mulai diselimuti dengan aura emas.


"Majulah, hama...!" Naoki melepaskan beberapa bola kegelapan yang berjumlah ribuan, semua bola itu meluncur menuju arah Megumi yang sudah berada di posisi siap untuk bertarung.


Dari depan terdapat beberapa bola kegelapan yang mengarah kepada dirinya. Melihat ini Megumi segera membuka mulutnya lebar dan meluncurkan gelombang cahaya emas yang mampu menghapus semua kegelapan itu.


Megumi dan Naoki mulai saling bertukar serangan dengan kecepatan yang berbeda, kecepatan Megumi jauh lebih cepat dari Naoki sampai ia mengenai tubuhnya beberapa kali dengan ayunan cakar-nya. Megumi melepaskan aura bertarung serta mengalirkan cahaya di dalamnya, dia melompat ke belakang dan melihat Naoki yang melesat menuju arah-nya.

__ADS_1


Dengan bersama, mereka melancarkan serangan yang mampu mengenai wajah mereka masing-masing, tetapi serangan Megumi jauh lebih menyakitkan dari serangan tinju Naoki karena cakarnya mampu menusuk wajahnya serta mengenai mata-nya.


"Uggh...!"


__ADS_2