
""AAAAHHHHHHHH!!!"" Jerit para penduduk yang baru saja mendapatkan serangan dari pasukan Bam Bam yang masuk melewati perut mereka dengan menggigitnya menggunakan taring yang sangat tajam.
Zoiru menyaksikan seluruh keledai di hadapannya mengalami penyiksaan terbesar ketika menghadapi pasukan Bam Bam, mereka semua di makan hidup-hidup bahkan seluruh pasukannya terlihat menikmati makanan itu.
Sebagian dari mereka yang mencoba untuk membela dirinya dengan melepaskan sihir ke arah pasukan Bam Bam tidak mempan sama sekali berkat hidungnya yang melepaskan cairan hijau yang membutakan musuh.
Bukan itu saja tetapi kedua mata Bam Bam dapat melepaskan laser yang mampu menghapus semua itu sehingga mereka kembali memakan semua Legenda itu yang terasa sangat lezat.
"Terus lah seperti itu, pasukan Bam Bam... kalian sepertinya menyukai hidangan keledai seperti mereka." Zoiru tersenyum puas melihat semua Legenda itu tidak berdaya ketika berhadapan dengan pasukan Bam Bam.
Zoiru mendarat di atas daratan dan melihat banyak sekali genangan darah dan sisi daging kecil yang di robek-robek oleh Bam Bam.
Semua pasukan itu bertambah agresif bahkan dengan niatnya mengumpulkan seluruh Legenda yang berada di jarak jauh, pengumpulan terhadap penduduk itu berjalan cepat.
Setelah mengumpulkan semua makanan itu, seluruh pasukan Bam Bam mulai memakan mereka semua hidup-hidup secara berpasangan dan Zoiru hanya melihat selagi mengumpulkan seluruh sisanya.
"Makan dan tumbuh sehat ya, pasukan Bam Bam. Dengan ini kakek kalian pasti akan merasa baik sampai ia mau bergerak bebas seperti biasanya." Kata Zoiru yang mulai menghisap semua sisa darah dan daging itu ke dalam perutnya.
Semua populasi Legenda yang berada di planet itu habis selama setengah jam, semuanya di makan habis oleh pasukan Bam Bam yang merasa kelaparan.
Mereka semua bahkan memuntahkan banyak tulang hijau dan mengumpulkannya di tempat tertentu sampai menciptakan gunung dengan tulang yang bertumbuh-tumpuk.
"Semuanya sudah habis ya... Kalian terlihat masih lapar." Zoiru melihat seluruh pasukan Bam Bam itu mulai menggigit satu sama lain, mereka akan bermain dan menunggu hidangan selanjutnya.
"Habis dalam waktu yang singkat ya... semakin banyak kalian memakan esensi dan hidangan seperti tadi maka semakin kuat kalian bertambah..." Zoiru melayang ke atas bersama seluruh pasukan Bam Bam.
"Kalian bagaikan piranha tetapi jauh lebih mengerikan..." Zoiru mulai bersiul, memberi mereka semua izin untuk memakan planet yang sudah kosong itu.
Semua pasukan Bam Bam itu berkumpul lalu memakan planet tersebut tanpa menyisakan apapun, semuanya hilang dalam waktu yang cukup singkat.
"Hahaha, menakjubkan. Kalian memang bisa menikmati makanan sebesar itu. Mari kita lanjutkan...!" Seru Zoiru, semua pasukan Bam Bam itu mulai bermain lagi dengan saling menggigit satu sama lain sampai berdarah.
Zoiru merasakan keberadaan yang muncul tepat di belakangnya, ia menoleh ke belakang dan melihat Edgar baru saja sampai.
"Sepertinya kau sudah menyantap beberapa makanan untuk peliharaanmu itu..." Ucap Edgar selagi melihat semua pasukan Bam Bam mulai menggigit udara dan mengancam Edgar.
"Ternyata Edgar, kemunculan dirimu pasti memperingati ku bahwa kau sudah menemukan apa yang kau inginkan..." Zoiru mulai mendekati dirinya.
"Ya... aku berada di proses yang cukup dekat untuk membangkitkan Eterniagaru, hanya membutuhkan beberapa waktu dan bantuan dirimu tentunya." Ucap Edgar.
"Tidak ada pilihan lain, apa yang kau inginkan dariku? Membantu dirimu dalam membangkitkan makhluk sihir itu...?" Tanya Zoiru yang mulai menggerakkan jarinya untuk memisahkan seluruh pasukan Bam Bam.
"Aku menemukan sebuah kuil yang di bicarakan oleh Zenzaku sebelumnya... untuk membangkitkan makhluk sihir, kau membutuhkan sebuah kuil."
__ADS_1
"Kebetulan aku mengetahui lokasi Temple of Eternal yang terletak di semesta Zuusuatouri, jika kita berhasil masuk ke dalam maka semua ritual untuk membangkitkan Eterniagaru berada di dalamnya."
Zoiru merasa tertarik ketika mendengarnya, kuil yang di bicarakan oleh Edgar baru saja mengingatkan dirinya soal rencana dan ia akan melakukannya setelah bersenang-senang.
Untuk sekarang tidak ada yang dapat mengetahui dirinya jadi ia bisa menjalankan apapun dengan santai tanpa harus mengkhawatir beban yang menghalang karena mereka akan menjadi hidangan selanjutnya.
"Baiklah, Edgar, mari kita percepat... aku tidak ingin terlalu lama menghabiskan waktu karena kehidupan Bamushigaru sedang dalam masalah." Zoiru menghilang dengan cepat.
***
Ophilia baru saja mendapatkan beberapa pemulihan dari Valance, ia sekarang mengetahui apa yang terjadi dengan Ophilia sampai tubuhnya bisa demam naik seperti itu.
"Sudah ku duga... ini adalah sebuah tanda dari kebangkitan makhluk sihir, tubuhnya yang dijadikan segel dapat merasakannya dengan jelas."
Arata terkejut ketika mendengarnya, "Apakah Ophilia akan baik-baik saja...?"
"Ya, besok dia akan kembali seperti biasanya tetapi melihat tanda seperti ini kami menjadi merasa bersalah karena tidak dapat mencegahnya secara keseluruhan." Valance mulai menatap Arata.
"Salah satu dari makhluk sihir mencoba untuk keluar dari segel wilayah sihir mereka dan tubuh Ophilia tidak dapat menjadi solusi untuk menghentikannya."
"Makhluk sihir yang akan bangkit lagi...? Itu artinya terdapat sesuatu di luar sana yang lepas." Kata Haruka sambil mengusap kepala Ophilia.
"Ya... kami tidak tahu jelas makhluk sihir apa yang lepas tetapi satu saja mencoba untuk keluar maka segel di dalam tubuh Ophilia akan hancur."
"Dan sekarang segelnya sudah hancur dan pecah menjadi Lenergy yang mengalir di seluruh tubuhnya sampai mempengaruhi Phoenix di dalam tubuhnya." Valance mulai menunjukkan sebuah gambar.
"Apa artinya itu, nenek?" Tanya Rokuro.
"Lambang Phoenix besar di punggung Ophilia akan menghilang, itu artinya segel dari Phoenix yang mengurung semua makhluk sihir akan hilang sehingga bisa melepaskan semua makhluk sihir itu."
"Tetapi di era seperti ini sudah terlambat, semua makhluk sihir akan punah karena cenderung terlalu lama di dalam wilayah sihir mereka tanpa menemukan lawan atau makanan yang mereka suka."
"Namun, melihat segel ini rusak..
aku tidak yakin makhluk sihir seperti apa yang lepas, semoga saja bukan makhluk sihir yang berbahaya." Kata Valance sambil menulis beberapa informasi di dalam dokumennya.
"Jelaskan kami, Valance, kenapa makhluk mitologi seperti Phoenix dapat mengontrol dan menjadi segel untuk semua Mystical Creature itu?" Tanya Haruka yang merasa penasaran.
"Makhluk mitologi di semesta Touriverse sejak dulu sudah punah karena di musnahkan oleh para dewa dan Dewi..."
"...kami hanya menemukan setengah tubuh dari Phoenix yang bisa di bilang sebagai fosil. Entah apa yang kami pikirkan sejak itu tetapi..."
"...kami ingin mengembalikan semua makhluk mitologi untuk menyeimbangkan semesta Touriverse, dengan menghidupkan kembali Phoenix."
__ADS_1
"Semuanya berjalan sangat lancar sampai kami setiap harinya melakukan eksperimen dengan Phoenix dalam menciptakan makhluk mitologi yang sekarang di beri nama Mystical Creature."
"Dan tentunya kita tidak melakukannya sendirian karena kita sempat mendapatkan beberapa dukungan dari dewa agung yang mewakili setiap sihir."
"Itulah kenapa kami menamainya dengan sebutan lain yaitu makhluk sihir, setiap tulang Phoenix kami ambil dan makhluk mitologi itu tetap bisa memulihkan diri."
"Semua eksperimen itu mengandung berbagai macam sihir yang berbeda, memakan waktu yang panjang sehingga di proses akhir..." Valance mengepalkan kedua tinjanya, menyesal dan tidak tahu harus apa sejak itu.
"Semua makhluk sihir itu mengamuk dan hilang kendali sampai lepas dari pengawasan kami, mereka semua berkeliaran di luar angkasa hanya untuk membuat kerusuhan dan kehancuran."
"Kita tidak tahu penyebabnya tetapi sebagian makhluk sihir ganas saja yang membuat kerusuhan itu berkat DNA hewan dan makhluk lain yang kita masukkan." Valance menatap Ophilia.
"Era kelahiran Mystical Creature di akhir oleh Ophilia yang lahir dengan kendali penuh terhadap Phoenix, bisa di bilang semua makhluk sihir itu menganggap Phoenix sebagai ibu dari segala Mystical Creature."
"Mereka semua lahir berkat bantuan Phoenix dan tentunya sayapnya lah yang mampu membuat semua makhluk sihir itu tersegel di dalam wilayah sihir mereka masing-masing."
Cerita singkat yang terdengar menarik dan mengerikan, Haruka sekarang mengerti jelas sejarah itu tetapi dia tidak begitu mengerti dengan tujuan Valance dan Kirua.
"Kenapa kalian menciptakan makhluk sihir? Apa hanya ingin menyeimbangkan Touriverse dan menggantikan seluruh makhluk mitologi?"
"Bukan seperti itu saja, Haruka, kami juga sebenarnya mendapatkan banyak dukungan untuk menciptakan semua makhluk sihir itu melindungi Touri..."
"...sama halnya dengan makhluk semesta yang melindungi semesta Palouce dan Reaoum tetapi ciptaan kita berakhir gagal, penuh dengan kerusuhan."
"Kalian tidak mengetahui kendalanya...?" Tanya Haruka dan mereka berdua menggelengkan kepala mereka.
"Aku juga mengerti sih... Justru Tokiagaru sendiri terlihat jinak jika tidak di ganggu, dia hanya mengelilingi Realm of Time untuk memakan dimensi paradoks atau ruang waktu yang hancur." Haruka tersenyum.
"Tokiagaru ya... satu satunya makhluk sihir yang sulit untuk di jinakkan karena kau bisa saja di hilangkan dari waktu olehnya." Kata Kirua.
Semua sejarah dan cerita yang Arata dengar sudah cukup, yang lebih penting adalah keselamatan Ophilia karena perasaan khawatirnya terus bertambah.
"Apakah kamu yakin Ophilia akan baik-baik saja?" Tanya Arata kepada Kirua
"Tenang saja, Arata... dia aman-aman saja kok, kita hanya perlu mengurus Phoenix yang berada di dalam tubuh Ophilia."
"Pahlawan seperti dirimu yang pernah menyelamatkan kehidupan Ophilia seharusnya tenang." Kirua menepuk punggung Arata lalu ia berjalan kembali menuju ruangan kerjanya.
"Kalian semua... kemarin sebentar, aku ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian." Kata Kirua yang mulai membuka pintu besi di hadapannya.
Arata bisa melihat beberapa layar yang menunjukkan setiap wilayah sihir yang sedang memperhatikan seluruh makhluk sihir, mereka semua terlihat murung seperti waktu kehidupan mereka hanya tersisa sedikit.
"Eksperimen apa lagi yang kau coba lakukan...? Apakah kau tidak ingin memperbaiki semua kesalahanmu itu dan mengakhiri semuanya?" Tanya Arata yang mulai tidak yakin dengan eksperimen barunya.
__ADS_1
"Eksperimen ini tidak akan berakhir hancur seperti sebelumnya... kami hanya ingin melakukan eksperimen terhadap makhluk sihir yang pernah menyelamatkan kita sejak itu."
"Project Pegasus."