Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 570 - Hubungan Sehat dengan Menikah Langsung


__ADS_3

Kou dan Shuan menghampiri desa Neko Isle kembali, Shuan bisa merasakan hari ini cukup membahagiakan karena ia bisa bergandengan tangan dengan Kou sampai pulang.


Tiba-tiba Shuan dikejutkan dengan kedatangan seluruh teman dan keluarganya yang terlihat senang bahkan mereka sampai melepaskan suara yang begitu keras untuk menyambut mereka.


"'Selamat kalian berdua~!!!"" Terlihat jelas dari wajah mereka bahwa lamaran Shuan sudah di ketahui oleh mereka.


"Se-Selamat apa...?"


"Wah, wah, jangan bersikap bodoh seperti itu, Shucchi. Kami tahu bahwa tadi kalian pergi sendirian hanya untuk melamar." Kata Minami sambil tertawa.


"Ahh...!? K-Kalian tahu...!?" Tanya Shuan, mereka semua mengangguk lalu mengucapkan selamat kepada mereka berdua sampai membuat Shuan tersipu merah ketika mendengarnya.


Kou terlihat biasa saja bahkan sampai membuat Shuan bertanya-tanya, "K-Kenapa kamu terlihat tenang seperti itu...?"


"Hehehe~ Aku tidak sengaja merekam lamaran itu dengan kacamata ini sampai suaraku bisa terdengar oleh sistem Tech, bukan hanya mereka saja yang tahu melainkan seluruh penghuni Touriverse." Kou terkekeh sambil mengusap kepalanya.


"A-Apa...!? Seluruh penghuni Touriverse!?" Shuan menjerit keras, merasa malu dan canggung bahwa semua orang telah mengetahui ratu Touriverse akan menikah dengan seseorang.


Sebagiannya juga menyangka bahwa calon suaminya pasti seorang pedofil bahkan Shuan sendiri bisa melihatnya dari beberapa penduduk Neko Isle yang menatapnya dengan tatapan yang terlihat takut.


"Hahhhhhh... tidak ada pilihan lain..."


"Hehehe, maaf, Shuan." Kou memeluk erat Shuan dari belakang.


Semua orang mulai saling berbagai kesenangan karena dalam beberapa hari akan terdapat hari yang begitu besar dan membahagiakan, pernikahan Haruka dan Kou akan di laksanakan secara bersamaan.


Walaupun Kou harus mengurus semuanya, ia merasa tidak keberatan sama sekali karena dapat mengurus semuanya sendiri dengan bantuan Tech dan semua karyawan serta pembantunya.


Mereka semua merayakan sebuah pesta kecil di dalam sebuah restoran, saling berbicara dan menantikan masa depan apa saja yang akan menunggu.


Keluarga besar mereka pasti akan mengalami penambahan anggota lagi, keturunan Shiratori, Comi, Shimatsu, Shichiro, Ichinose, dan Shizukaze sudah bagaikan keluarga dekat yang selalu berkumpul.


Melakukan segala hal bersama di mulai dari nol sampai titik yang mereka tempuh saat ini, semuanya terasa begitu cepat terutama lagi orang tua mereka tidak menyangka dapat melihat anak-anak mereka tumbuh dewasa.


Perkembangan yang terasa begitu cepat bagi orang tua, Shira dan Arata sudah pasti akan menantikan cucu mereka tetapi waktunya mungkin akan terasa lama jika mereka terus memikirkannya.


"Kita akan menikah di hari yang sama sepertinya ya... mungkin pernikahan ini akan berjalan begitu besar." Rokuro mulai berbicara.


"Aku tidak dapat menahan sebuah fakta bahwa semua orang mengetahui ratu Touriverse sekarang memiliki seorang suami, astaga..." Shuan menghela nafasnya panjang.


"Kenapa kau harus sedih seperti itu? Bukannya bagus bahwa semua orang sekarang mengetahui soal keturunan Comi sudah tidak lagi sendirian? Mereka sudah memiliki pasangan..."


"...itu artinya tidak ada lagi yang mencoba untuk mengincar mereka. Intinya kau harus bisa senang menjadi suami, Kou, bapak rumah tangga." Perkataan Rokuro langsung membuat dirinya bersama Asriel tertawa.

__ADS_1


"Berisik sekali sih kalian..."


***


"Adik kecilku akan menikah, hehehe~" Haruka memeluk Kou erat, merasa bangga dan bersyukur bahwa adik kecilnya akan memiliki pendamping hidup yang mampu melindungi juga menemani dirinya.


"Kakak juga sama bukan...? Aku lebih senang untuk Kakak karena aku tidak dapat merepotkan dirimu lagi." Jawab Kou sambil menutup wajahnya di dada Haruka.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, Kou? Kamu tidak merepotkan siapa pun kok dan Kakak sendiri ingin meminta maaf karena harus meninggalkan dirimu..."


"...jika kamu membutuhkan sesuatu maka hubungi saja aku dan tentunya Tech, aku juga ingin kamu segara melakukan sesuatu untukku." Haruka mengalihkan pandangannya kepada Tech.


"Apa itu, nyonya?"


"Jika adik kecilku mengalami kendala dan menerima masalah yang tidak dapat ia dan suaminya selesaikan maka segara hubungi diriku." Kata Haruka, Tech langsung mengangguk dan mencatat tugas itu di dalam sistemnya.


"Waktunya sudah tiba ya... apa yang di katakan Mama ternyata benar bahwa suatu saat nanti kita akan berpisah untuk mengikuti pasangan kita yang memimpin keluarga baru." Kou berhenti memeluk Haruka.


"Mm-hmm~ Kita juga sekarang memiliki panggilan baru juga... sesudah menikah dengan Rokuro maka aku akan menjadi Shimatsu Haruka."


"Hm~ Aku akan menjadi Shiratori Kou." Kou terkekeh.


Kedua adik dan kakak itu mulai saling tertawa, menantikan hari pernikahan mereka dan tentunya mulai keluarga baru sebagai seorang istri yang mampu membuat suaminya bahagia juga.


Rokuro dan Shuan terus menatap mereka dari jauh, entah kenapa mereka merasa gugup seketika melihat calon istri mereka masing-masing.


"Rokuro... Shuan... bisakah aku berbicara sebentar dengan kalian?" Tiba-tiba terdengar suara Bakuzen dari belakang mereka, ia mulai duduk di sebelah Shuan dengan tatapan yang terlihat canggung.


"Kemana saja kau? Aku tidak melihat dirimu sama sekali tadi..." Shuan mengatakan sebuah pertanyaan yang membuat Rokuro dan Asriel penasaran karena ia selalu menghilang tanpa sebab.


"Yah... ceritanya begitu panjang dan mungkin apa yang akan aku katakan selanjutnya dapat mengejutkan banyak orang." Ucap Bakuzen sambil menggaruk pipinya.


"Apa yang kau maksud?" Tanya Rokuro.


"Apakah kalian mendapatkan sebuah panggilan dari Korrina...?" Ketika Bakuzen mengatakan hal seperti itu.


Shuan dan Rokuro sontak kaget ketika mendengarnya karena Bakuzen mungkin saja terpilih oleh Korrina untuk menjadi Honoka sebagai pasangannya.


"Kau tidak mungkin..." Rokuro sempat terkejut mendengarnya, ia juga sadar bahwa Honoka dan Bakuzen selalu pergi bersama tanpa diketahui oleh siapa pun.


"Jika kau mendapatkan panggilan dari Korrina maka kau selama ini menyembunyikan sesuatu yang penting dari kami..."


"...kau berkencan dengan Honoka?" Tanya Shuan dengan tatapan yang terlihat kaget, Bakuzen terdiam seketika dan mencoba untuk menjelaskannya dengan pelan.

__ADS_1


"Begini ya... awalnya aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya tetapi aku menyadari sejak turnamen itu, dia gadis yang begitu kuat dan memesona bagiku."


"Hanya saja aku baru menyadarinya lebih lambat karena aku ingin menjalani hubungan pacaran ini dengan sehat atau lebih baik lagi jika langsung menikah tanpa harus merasakan pacaran." Perkataan Bakuzen membuat Rokuro dan Shuan merasa tersindir.


"Apa yang Korrina katakan?" Tanya Rokuro.


"Sangat pendek... sangat tidak jelas bahkan aku sendiri sempat tidak mempercayainya. Apa yang ia katakan hanyalah tolong beberapa kali dan memohon..."


"...ia juga sempat mengatakan pulang, pulang, aku mohon, tolong, jemput, jaga. Aku tidak mengerti apa yang ia maksud karena pendengaranku terus di serang dengan suara tangisannya." Ucap Bakuzen dengan tatapan serius.


"I-Itu saja?" Tanya Shuan.


"Ya... sangat pendek dan singkat bahkan aku sampai tidak mengerti harus apa. Setelah mendengar dirinya memohon beberapa kali kepadaku, aku kembali dan melihat Honoka sedang memakan pir..." Bakuzen mengepalkan kedua tinjunya.


Panggilan Bakuzen terasa begitu berbeda dan singkat bahkan sempat membuat Shuan dan Rokuro kebingungan karena sangat berbeda dengan panggilan yang mereka dapatkan.


"Apakah kau mendapatkan cincin yang sama dengan kami? Merah." Tanya Shuan, Bakuzen menggelengkan kepalanya lalu ia memasang ekspresi khawatir.


"Berbeda dengan apa yang kalian cerita padaku sejak itu, apakah panggilan yang aku dapat memiliki makna yang sangat misterius di dalamnya?" Tanya Bakuzen.


"Intinya kau mendapatkan apa yang kau inginkan, jika kau ingin menjadikan Honoka sebagai istrimu maka cepat lakukan sebelum ia berubah menjadi tidak normal seperti Kakakku dan Minami." Ucap Rokuro.


"Dia memang tidak normal, aneh juga karena sering membicarakan Hana dan Minami tetapi aku menyadari sesuatu di dalam dirinya bahwa ia membutuhkan pendamping juga." Jawab Bakuzen dengan tatapan serius.


"Lalu...? Apa yang kau tunggu sekarang juga, cepat lamar dia." Ucap Shuan sambil menepuk punggungnya, menyebabkan Bakuzen tersipu dan tetap memasang ekspresi seriusnya itu.


"Sudah..."


"Mm? Apa tadi?" Tanya Rokuro untuk memastikan.


"Su---"


""HEEHHHHHH!?"" Terdengar suara Kou dan Haruka yang begitu keras sampai menarik perhatian seluruh orang yang berada di restoran itu.


"Kakak... Kou... hentikan..." Honoka tersipu ketika mendengar kedua saudaranya terkejut secara berlebihan sampai ia mencoba untuk merahasiakannya tetapi...


"C-C-C-Cincin...!? Siapa yang memberikan ini...?!" Tanya Haruka sambil memegang erat lengan kanan Honoka dan ia bisa melihat jelas cincin tunangan emas di jari manisnya.


Hana dan Minami segera mendekati Honoka, mereka menjerit kaget ketika melihat Honoka memiliki sebuah cincin tunangan yang mengartikan seseorang telah melamarnya dan ia menerima lamaran tersebut.


"Beritahu kami...?! Siapa pria yang berani memasukkan cincin ini ke dalam jari manismu?!" Tanya Minami sambil mengusap lengan Honoka.


"Kenapa kalian penasaran seperti itu sih..." Honoka terkekeh, ia bisa melihat tatapan terkejut kedua saudara dan temannya itu bahkan ia sampai memeluk Hana dan Minami erat.

__ADS_1


"Mungkin sudah saatnya untuk melepaskan kedua kucing malangku ini..."


""H-Hehhhh!?""


__ADS_2