Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 877 - Saint Beyond God


__ADS_3

Keith melihat tubuh Shinobu bersinar emas lalu berubah menjadi partikel cahaya yang membentuk kembali tubuhnya itu, ia tersenyum serius karena masih bisa menyiksa dirinya tanpa henti.


Shinobu membuka kedua matanya lalu menatap kedua tapaknya bahwa ia tadi sempat menerima kematian yang merenggut satu nyawa, hanya tersisa 6 sekarang sampai ia akan terus mempelajari musuhnya itu.


Karena sudah bertahan dari kematian dan luka fatal, bisa dibilang kekuatan yang Shinobu peroleh dari Legend's Boost langsung meningkat pesat sehingga ia maju ke depan lalu menginjak perut Keith cukup dalam.


"Aggghhh...!!!" Keith mencoba untuk mengubah tubuhnya menjadi angin tetapi wajahnya sudah menerima injakan dari Shinobu yang berjalan secara beruntun.


Keith terpental ke belakang dan menerima banyak sekali tabrakan batu-batuan besar di belakangnya, ia mendarat dengan aman dan melepaskan banyak angin dari tubuhnya.


Shinobu muncul di hadapan Keith tetapi serangan yang ia lakukan langsung melesat karena pusaran serta dorongan angin yang mendorongnya sampai melewati Keith yang sedang menunduk.


Mereka berdua melesat ke atas langit lalu melancarkan banyak sekali serangan yang mampu memancarkan cahaya emas dan melepaskan dorongan angin.


Shinobu sudah mencoba sekuat tenaga untuk mengenai serangan yang ia lakukan kepada Keith tetapi semuanya luput karena sihir angin yang mendorong serangannya itu.


Satu serangan yang mengenai tubuh Keith saja belum tentu bisa melukainya karena ia dapat mengubah tubuhnya menjadi angin yang menyerang balik Shinobu sampai lengan kanannya itu tertebas dengan angin tipis.


Shinobu melihat Keith memberikan dirinya celah yang jelas agar ia bisa menyerang menggunakan pukulan itu, tetapi ia menarik keluar Keris di pinggangnya lalu menusuk perutnya cukup dalam.


"Aahhhhhh...!!!" Keith meringis kesakitan ketika Keris itu menembus tubuhnya yang sudah berubah menjadi angin.


Shinobu tersenyum serius karena ia mengingat jelas bahwa Keris yang ia pegang adalah gabungan dari segala pedang dengan efek gabungan tersendiri, semua itu akan bertambah kuat dan efektif jika penggunanya memiliki potensi yang cukup.


Karena Shinobu saat ini tertekan dan tidak memiliki kemampuan untuk melawan tubuh anginnya itu maka Keris yang ia pegang merespon jawabannya dengan melepaskan sihir Crimson yang langsung menembus tubuhnya itu.


"BRENGSEK KAU, SHINOBU!!!" Keith melepaskan pusaran angin topan di sekitarnya sampai wilayah itu mulai tertarik dengan pusaran angin itu.


Shinobu melesat ke belakang dengan melepaskan pembakaran melalui kedua kakinya yang sudah dilindungi dengan zirah teknologi, kedua lengannya juga sama menerima zirah itu untuk berjaga-jaga.


Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat Keith melepaskan seluruh kekuatan dan God Lenergy itu sampai pusaran angin topan yang besar muncul dari atas langit lalu mengelilingi tubuhnya itu.


Shinobu melesat maju ke depan tetapi tubuhnya tertahan dengan dorongan angin itu, serangan jarak jauh yang ia lakukan juga tidak mampu mengenai Keith karena semuanya terlempar jauh oleh angin yang mengelilinginya tubuh Keith.


Tubuh Keith sudah tidak bisa terlihat lagi oleh Shinobu sampai ia bisa melihat banyak sekali serangan angin terlepas keluar dalam angin topas itu, ia mulai menahan semua serangan itu tetapi kedua lengannya langsung putus.


"Agggghhh...! Sa-Sakit...!" Shinobu menggigit bibirnya sendiri sehingga kedua matanya berubah menjadi mata Beast karena ia sudah menerima banyak luka yang membangkitkan monster di dalam dirinya.

__ADS_1


Shinobu menciptakan dua lengan baru menggunakan sihir cahaya dan daunnya lalu ia memulihkan semua tubuhnya dengan Golden Sunshine yang mengandung regenerasi besar.


Shinobu melesat maju ke depan lalu menggunakan tingkatan seratus dari Light of Hope sampai menembus semua pertahanan angin itu dengan melancarkan satu pukulan ke depan sampai menghilangkan semua pusaran angin itu.


Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat penampilan Keith sudah berubah, kedua matanya sudah tidak memiliki pupil lagi melainkan cahaya hijau muda yang menandakan dirinya sebagai Dewa Saint.


Cincin yang berada di belakang punggungnya bertambah semakin besar dan menyebar sehingga menempel di kedua pergelangan tangannya itu, angin itu sudah cukup untuk memutuskan kembali kedua lengan Shinobu.


"Dengan ini...!!! Kau tidak memiliki sedikit pun kesempatan untuk melukai diriku lagi, Shinobu Koneko!!!" Teriak Keith keras sampai melepaskan angin tipis yang menebas leher Shinobu sampai kepalanya terjatuh.


Hanya tersisa lima nyawa lagi sekarang, Shinobu muncul di atas tanah lalu melihat Keith telah memperoleh wujud tingkatan selanjutnya dari Saint yang bernama...


"Saint Beyond God..." Batin Shinobu sampai ia melihat Keith melepaskan banyak angin tipis kepada dirinya tetapi Shinobu langsung melawannya dengan tebasan Keris yang menggagalkan semua sihir itu.


"Aku tidak menyangka seorang Reinkarnator akan menyentuh potensi Saint Legenda sejauh ini... wujud tingkatan yang keempat, lanjutan dari Saint God." Batin Shinobu.


Keith muncul di hadapan Shinobu tanpa dirinya yang menyadari dia sudah menyerang perutnya dengan satu pukulan, Shinobu langsung memuntahkan banyak darah sampai wajahnya juga menerima satu pukulan angin dari Keith.


Keith memegang kepala Shinobu lalu ia menghantam wajahnya dengan sikutnya, setelah itu ia melepaskan tenaga dan dorongan besar melalui lututnya yang langsing menghantam perut Shinobu sampai mengeluarkan isi perutnya.


"Hueggghhh...!!!" Tendangan lutut tadi mengandung sihir angin yang masuk ke dalam perutnya sampai mengeluarkan semua yang berada dalam perutnya secara paksa.


Satu nyawa sudah hilang, hanya menyisakan lima dimana Shinobu sempat khawatir karena Keith bisa saja terus meningkat pesat tanpa henti seperti angin yang akan terus bergerak secara bebas.


"ROOOOOAAARRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan Beast sampai ia menggunakan kekuatan dari Beast Neko Legenda dalam wujud Legendanya karena itu adalah salah satunya cara untuk menghentikan dirinya.


Raungan itu mampu menghancurkan daratan di sekitarnya sampai Keith hanya bisa diam lalu melihat Shinobu yang melayang ke atas langit dengan aura emas berlapis kemerahan mengelilingi tubuhnya itu.


"Percuma... tidak ada yang bisa mengalahkan diriku sekarang, melihat secara langsung dari namanya juga kau sudah tahu bahwa..."


"...wujud ini melampaui para Dewa! Dengan menerima wujud Saint ini maka aku bisa memuaskan hasrat balas dendam yang aku miliki dengan menyiksa dirimu secara habis-habisan!!!"


Keith bergerak secepat suara sampai Shinobu mulai menyambut serangannya menggunakan belati yang ia pegang, ia sudah menggunakan semua kekuatan yang ia miliki.


Namun, Keith masih bisa melukai Shinobu sampai melempar Keris yang ia pegang menggunakan anginnya itu. Pada akhirnya Shinobu terus menerima beberapa serangan angin mematikan dari Keith yang tidak memberi dirinya ampun sedikit pun.


***

__ADS_1


Koizumi dan Hinoka baru saja memasuki atmosfer planet Lemia, ia bisa melihat Konomi dan Ako yang sedang berperang melawan para Legenda fanatik.


"Apakah kamu mengingat apa yang Shinobu katakan?" Tanya Koizumi untuk memastikan Hinoka tahu atau tidak.


"Rencana sepertinya mendadak berubah ketika mengetahui para Dewa dan kandidat sudah terjebak di masa lalu tanpa sedikit pun celah yang dapat membawa mereka keluar."


"Itu benar... jika kita sudah mengurus hal seperti itu maka membunuh para Legenda fanatik adalah prioritas utama kita!!!" Koizumi memunculkan aura Crimson nya lalu ia melesat maju menuju negara api.


Hinoka menghela nafasnya sampai ia melihat Anastasia yang sedang memainkan sulingnya, "Kamu sedang apa, Anastasia?"


"Hanya mempersilahkan sihir peningkatan lainnya... apakah kamu tidak menyadari sesuatu yang aneh, Hinoka? Para Legenda fanatik ini masih memiliki kekuatan yang sama melalui berkah dewa itu sendiri."


Hinoka memasang tatapan kaget seketika karena ia tidak bisa merasakan keberadaan mereka sama sekali, mungkin karena masih memiliki kandungan esensi dewa di dalamnya.


"Para Legenda jika sudah memiliki God Lenergy bisa dibilang cukup mengerikan karena bisa menekan sihir apapun sampai menyembunyikan keberadaan seolah-olah eksistensi mereka sudah terhapus."


"Seorang Mortal seharusnya tidak seenaknya menerima kekuatan dari esensial dewa sampai mendapatkan God Lenergy, entah apa yang mereka rencanakan..."


"...jangan sampai lengah, Hinoka. Menjebak mereka dalam masa lalu bukan berarti kita memang karena di dunia kita saat ini masih terdapat wilayah sihir dimana para Dewa berada di dalamnya---"


Anastasia dan Hinoka menerima satu serangan pusaran angin yang menembus pinggang mereka, serangan yang hampir saja mengenai usus mereka.


Untungnya Anastasia tadi memainkan musik melalui sulingnya yang langsung mengeluarkan nota lagu, nota itu memulihkan luka mereka dan memberikan Hinoka peningkatan untuk menyerang balik seseorang yang melukai dirinya tadi.


Serangan ledakan itu berhasil terdorong dengan pusaran angin, Hinoka memasang tatapan kaget ketika melihat seorang Legenda dengan pakaian khas angin mereka mulai melayang tepat di depannya.


Kedua matanya itu memancarkan cahaya hijau muda sampai esensi yang dirasakan melebihi mortal biasa, keberadaan Legenda yang berhadapan dengan memiliki keberadaan persis seperti seorang Dewa.


Rambut Legenda itu juga bergerak karena arus angin yang mengelilingi tubuhnya, "Mortal... Mortal yang mengakui dirimu mereka sebagai pemberontak untuk memberontak demi perubahan besar."


"Sadarlah tempat kalian, batasan yang kalian miliki banyak sekali sampai semua rencana dan strategi itu tidak akan membawa kalian kemana-mana kecuali takdir yang sudah para Dewa sediakan."


Suara yang dikeluarkan Legenda itu menggema sampai punggungnya memunculkan cincin hijau mudah yang mulai muncul dan hilang beberapa kali sampai membuat Hinoka kaget.


"Jangan-jangan...!?" Batin Hinoka.


Ia mengingat penjelasan Shinobu bahwa para Dewa dapat merasuki pengikut mereka yang setia dan mempercayai penuh terhadap kepercayaan itu sampai mereka rela dijadikan sebagai wadah yang digunakan oleh Dewa itu.

__ADS_1


"Pseudo-God...!"


__ADS_2