
"Koizumi, aku sarankan dirimu untuk berhenti sampai titik ini sekarang juga... melihat adikmu dan ketiga Legenda legendaris ketika melawan sesosok Dewa yang bernama Brimgard ini..."
"...mereka tidak dapat membuatnya berkeringat atau menerima luka yang benar-benar akan menghentikan dirinya, rasanya seperti kau menghampiri kematian itu sendiri."
"Tidak apa, lagi pula aku sudah memperhatikan semua pertarungan Brimgard sebelum Ragnarok dimulai, terima kasih karena Nenek Korrina..."
"...dengan bantuan dari jam pasir, aku dapat melihat banyak sekali Replay yang memperlihatkan pertarungannya itu." Koizumi memunculkan pedang Pride dan Greed di kedua tangannya.
"Dan Kuro... apakah kau mengira Shinobu itu jauh lebih kuat dariku? Dia bisa menahan Brimgard karena kecerdasan yang selalu ia kembangkan, bukan kekuatan!"
"Ahh... rambut merah itu, kau memang berada di dalam keturunan yang sama dengan Korrina Comi ya." Brimgard meregangkan tubuhnya untuk melakukan sedikit pemanasan.
"Aku harap kau bisa memperlihatkan semua ketangguhan itu kepadaku terutama lagi perhatianku langsung tertarik dengan kedua pedang yang kau pegang..."
"...ternyata Arata mewariskan tujuh dosa besar itu kepada dirimu, sungguh menyedihkan sekali. Awalnya aku ingin bertarung dengan baik melawan dirinya agar bisa saling memperlihatkan ketangguhan..."
Situasi medan perang ketika mengalami pertukaran bisa dibilang kacau tetapi semuanya aman terkendali ketika Korrina langsung menyingkirkan beberapa pasukan Kountraverse yang mencoba untuk menyerang pasukannya.
Kedua belah pihak kembali berperang, dan Korrina sempat kaget ketika mengetahui jumlah pasukan Touriverse sudah bisa dihitung tidak seperti sebelumnya, "Ribuan ke atas... ga-gawat..."
"Jauh lebih buruk dari yang sebelumnya, masih menyisakan ratusan ribu... tetapi sekarang jumlahnya hampir ribuan ke atas." Korrina mengepalkan kedua tinjunya dengan kesal.
Pandangannya juga langsung tertarik kepada Shinobu yang sedang berhadapan melawan Zeindall dengan baik karena lawannya tidak sesulit yang ia rasakan ketika mencoba untuk menekan Brimgard.
"Koneko...!" Korrina mencoba untuk membantu Shinobu tetapi ia langsung menerima banyak sekali halangan dari pasukan lain yang mencoba untuk menghentikan dirinya.
Haruki dan Shira juga sudah berpencar sehingga mereka terpaksa harus bertahan dan bertarung dengan kondisi yang belum pulih sepenuhnya, Hana sempat membawa Konomi agar bisa menyembuhkan kedua Legenda itu.
Untuk Ako ia masih sibuk menyingkirkan pasukan Kountraverse yang berada di hadapannya, mereka semua masih tidak begitu peduli dan sadar siapa saja yang gugur.
Hasilnya akan terlihat di titik akhir dimana Zephyra memunculkan seluruh mayat yang sudah gugur agar mereka yang berhasil bertahan bisa melihat sesosok keluarga gugur dalam perang penghakiman yang dinamakan sebagai Ragnarok.
***
"Aku perlu memberikan dirimu nilai karena sudah berani untuk menghadapi diriku, seorang gadis Legenda yang dapat membuatku kewalahan hanya Korrina Comi saja..."
"...mungkin cucunya juga akan memberikan hal yang sama? Perlihatkan kecerdasan yang dimiliki oleh keturunan Comi serta harga diri yang selalu didalami oleh keturunan Shimatsu!" Seru Brimgard.
"Dalam daya kekuatan dan pertahanan, aku sendiri tidak begitu yakin jika bisa melepaskan satu serangan yang sangat mendalam." Koizumi memegang erat pedang Pride yang sudah diperkuat itu karena kesombongan akan ketangguhan yang didalami oleh Brimgard.
"Kau lihat, Koizumi, dalam persentase kekuatan yang sudah aku tingkatkan karena ditekan oleh pasukan bawahan milik Shinobu, aku bisa mengakhiri pertandingan ini lebih cepat."
__ADS_1
"Hanya saja aku lebih tertarik melihat sebesar dan sejauh apa ketangguhan musuh yang akan aku lawan, terutama lagi dirimu yang terlihat begitu menjanjikan." Brimgard mengepalkan keempat tinjunya.
"Bekerja samalah selama kau masih hidup..." Brimgard melepaskan materi gelap melalui kedua tatapannya itu untuk memulai pertarungan melawan Koizumi.
Koizumi menangkis serangan itu menggunakan kedua pedangnya lalu ia melesat maju menuju arah Brimgard yang terus meluncurkan banyak sekali materi gelap menggunakan kedua matanya.
Koizumi melancarkan kedua pedangnya sekaligus kepada Brimgard yang langsung menahannya menggunakan kedua belati yang ia pegang menggunakan tangan tambahannya itu.
Brimgard berhasil menghantam wajah Koizumi dengan tinjunya itu sehingga ia dapat merasakan tekanan yang begitu kuat dalam pukulan tersebut sampai dirinya berhenti menyerang hanya untuk memperkuat pertahanan tersebut.
Namun, dia bisa dibilang cukup lambat karena tendangan yang Brimgard lepaskan sudah mengenai punggungnya itu sampai ia langsung menghantam punggung Koizumi hingga ia terpental ke bawah.
"Dia benar-benar kuat... cepat juga...!" Batin Koizumi.
Brimgard muncul di sebelah Koizumi hanya untuk melepaskan serangan materi gelap yang berhasil dihisap menggunakan pedang Greed tersebut, Koizumi melesat maju menuju arah musuhnya dengan ekspresi serius.
Ia mencoba untuk melancarkan serangan lain tetapi perutnya menerima tendangan lain, Brimgard memunculkan sebuah rantai yang tercipta melalui materi gelap di bagian kenop belati itu.
Kedua belati itu langsung Brimgard lempar sampai menebas tubuh Koizumi beberapa kali, ia terus memegang erat kedua rantai itu untuk menebas tubuh Koizumi beberapa kali dengan belati yang sangat tajam.
Kedua rantai itu langsung Brimgard tarik agar ia bisa disatukan kembali menjadi tombak yang terus diputar-putar sampai menghasilkan banyak sekali materi gelap di sekitarnya.
Koizumi terpental ke belakang lalu ia melepaskan jutaan tembakan kobaran api yang berhasil Brimgard tangkis sekaligus menggunakan tombak yang ia terus putarkan itu, "Kau tidak akan bisa menang..."
"Menang dan kalah itu sudah biasa, tetapi aku adalah bangsa Legenda, aku tidak membutuhkan alasan untuk menghentikan seranganku ini!" Koizumi melihat tombak itu melesat menuju arah dirinya.
Koizumi memunculkan perisai yang terbentuk dari kobaran api sehingga berhasil menangkis tombak itu sampai tiba di belakang dirinya dimana Brimgard langsung muncul secepat mungkin untuk mengambil tombak tersebut.
"Ketangguhan yang kau perlihatkan padaku hanya menumbuhkan kekecewaan besar...!" Brimgard menuju pinggang Koizumi dengan tombak itu.
Awalnya dia mengincar punggungnya tetapi Koizumi sudah menghindarinya lebih cepat sampai serangan itu tidak berpengaruh cukup fatal bagi dirinya, "Dia benar-benar kuat..."
Tubuh Koizumi terbakar dengan kobaran api neraka yang ia lepaskan menuju arah Brimgard, dirinya langsung membalas serangan Koizumi dengan melakukan satu putaran yang meluncurkan gelombang tebasan.
Gelombang tebasan itu mengabaikan seluruh kobaran api neraka yang menahannya, Koizumi melakukan backflip ke belakang lalu ia melesat menuju arah Brimgard sampai dirinya berhasil menangkap keempat lengannya.
Koizumi langsung memunculkan banyak sekali rantai Greed yang mengikat tubuhnya agar ia tidak melarikan diri, setelah itu langsung membawa Brimgard menuju daratan dengan kobaran api yang ia munculkan.
Koizumi berhasil menabrakkan tubuh Brimgard dengan kobaran api mereka itu sehingga memicu ledakan yang sangat dahsyat dihasilkan dari amarah neraka, "... ...!?"
Koizumi terkejut ketika melihat tubuh Brimgard berubah menjadi materi gelap yang langsung menyerang tubuhnya sehingga wajahnya juga langsung menerima satu pukulan dari Brimgard.
__ADS_1
Koizumi melompat ke belakang lalu ia memegang erat kedua pedang itu sampai terbakar dengan kobaran api neraka, setelah itu ia langsung melancarkan dua gelombang tebasan menuju arah Brimgard.
Brimgard membalasnya dengan melakukan satu putaran lalu melepaskan gelombang tebasan kekosongan yang langsung menabrak kedua tebasan tersebut sehingga terjadi benturan.
"Pada akhirnya... kau akan memberikan hasil yang sama dengan Kakekmu yang lemah...!" Seru Brimgard dengan ekspresi kesal.
"Sesungguhnya aku merasa kecewa dia akan mewariskan kekuatan ini kepada gadis lemah seperti dirimu..."
"...dalam kehidupan kematian mungkin Shimatsu Arata sudah merasa kecewa kepada dirimu! Apakah kau tidak akan mencoba untuk membalaskan dendam Kakekmu yang sudah aku bunuh!?"
Brimgard sengaja mengatakannya dengan keras sehingga Koizumi sempat terkejut ketika mendengar sampai kekuatannya mulai menurun karena saking kagetnya, "Kau apa...?"
"Shimatsu Arata sudah gugur, jika kau tidak percaya maka pertanyakan hal tersebut kepada kedua temannya yang masih hidup, itu juga jika kau selamat dari serangan Nothingness ini...!!!"
"Dasar brengsek...!!!" Kedua mata Koizumi langsung terbakar dengan kobaran api sehingga lambang dosa Wrath muncul di belakang punggungnya sampai membesar.
"Grrgghhh...!!! Kau akan membayarnya...!!! KAU AKAN MENYESAL, BRIMGARD...!!!" Teriak Koizumi keras yang langsung melepaskan jutaan tebasan gelombang dengan mengayunkan kedua pedang itu jutaan kali tanpa menginjak satu detik.
Brimgard tidak merasakan tekanan apapun sampai ia langsung melepaskan gelombang Nothingness menggunakan lengan tambahannya itu, "Amarah yang kau perlihatkan padaku...!!!"
"Semua itu mengalami kekurangan akan ketangguhan!!! Sekarang kau mati bersama Kakekmu agar dia bisa melihat cucunya yang begitu mengecewakan...!!!"
Seluruh serangan Koizumi lenyap karena gelombang Nothingness yang mengenai semua tebasan itu, pada akhirnya tubuh Koizumi langsung menerima serangan gelombang Nothingness itu sehingga dapat merasakan kesakitan yang begitu dahsyat.
"Mengecewakan, untuk apa kegagalan seperti dirimu mencoba untuk memperlihatkan ketangguhan yang sebenarnya..."
"...ketangguhan itu absolut di hadapan siapapun, terutama lagi ketangguhan diriku yang tidak terukur sama sekali!" Brimgard melihat Koizumi masih hidup walaupun menerima serangan Nothingness.
"Memangnya siapa yang memutuskan hal itu...? Mengecewakan ya...? Mendengar Kakekku yang sudah gugur di tangan kotormu itu hanya membuatku bertambah semakin kesal...!"
"Brimgard... Grrgghhh... kau... kau memang tidak bisa aku biarkan lepas begitu saja...!!!"
"Kau akan menderita...!!! Aku akan membuatmu menderita, bangsat!!!" Teriak Koizumi keras sampai tubuhnya melepaskan kobaran api neraka di sekitarnya.
Brimgard menerima dorongan besar yang langsung menaikkan kembali rasa tertariknya terhadap Koizumi yang menerima banyak sekali amarah sampai lambang Wrath muncul di kedua pupilnya.
"Kau akan menyesal memberitahuku tentang ini...!!! Karena aku sangat kesal...!!! Aku benar-benar kesal...!!!"
"Sudah saatnya untuk membayar semua itu..."
"...dengan NYAWAMUUU!!!"
__ADS_1