
Tik... tik... tik...
Komi melebarkan matanya ketika melihat kepala Haruka yang melayang menuju tubuh-nya, kepalanya bersatu kembali dengan leher-nya hingga tubuh Haruka terbang mundur... mengikuti jalan yang sebelumnya bertarung dengan Komi, itu artinya pertarungan yang terjadi tadi Haruka memiliki rencana yang dapat menipu Komi secara keseluruhan karena dia terlalu meremehkan dan bodoh untuk mengetahui sihir waktu Haruka yang sangat menyeramkan.
Tubuh Haruka terus bergerak mundur hingga kembali menuju tempat dimana ia kembali berhadapan dengan Komi, sebelum pertarungan dimulai... Haruka menggunakan sihir waktu terkuat-nya yang mampu menjalankan tubuh-nya sebagai tumbal waktu yang mengartikan bahwa Komi melawan Haruka yang sedang berada di pengaruh waktu berjalan.
Seperti boneka tetapi boneka itu dikendalikan oleh Haruka, semua rasa kesakitan dan tekanan bisa ia rasakan... ketika tubuh-nya kembali ke tempat dimana ia awalnya berhadapan dengan Komi, ia menyentuh leher-nya yang masih terasa sakit karena terbelah menjadi dua oleh pedang milik Komi. Dia benar-benar tidak akan bisa mati, jika dia terbunuh maka waktu akan berjalan mundur bagi-nya.
Seperti melakukan sebuah restart, kembali menuju tempat asal dengan syarat Haruka harus menggunakan sihir itu terlebih dahulu sebelum bertarung, kematian apapun itu... Haruka siap untuk menerima-nya asalkan dia memiliki sihir yang bernama [Time Restart], jika masih ada waktu... waktu apapun itu maka Haruka akan bisa bertahan melawan Komi yang berada di level tingkatan tinggi.
"Aku menang..." Haruka menunjuk pedang-nya hingga pedang itu melesat menuju arah-nya lalu masuk ke dalam belahan dada-nya. Haruka terlihat bersalah ketika membelah tubuh Komi menjadi dua, dia tidak bisa melakukan apapun... menggunakan [Time Restart] saja tidak bisa karena sihir itu adalah khusus diri-nya sebagai pencipta.
"Grrggghhhh...!!! Ugggghhhh...!!!" Komi hanya bisa meringis dan menjerit kesakitan, ia benar-benar tidak bisa menerima Haruka yang masih bisa bertahan karena sihir omong kosong-nya yaitu waktu.
Kamitouri yang sedang berada di ambang kehancuran itu berjalan dengan sangat lambat, memberikan mereka waktu untuk berbicara... setidaknya Haruka masih bisa memaafkan Komi dan ia tidak akan pernah menyerah untuk mencoba mengembalikan Komi ke diri-nya yang asli.
Haruka mendarat di atas lahar, ia melihat Komi yang mencoba untuk melayang tetapi tidak bisa... Haruka membantu diri-nya dengan membawa Komi ke daratan agar ia bisa berhenti merasakan kesakitan dan kepanasan dari air lahar itu, ketika Haruka baru saja menyelamatkan Komi ia berjalan mundur beberapa langka untuk berjaga-jaga.
Pandangan Haruka dipenuhi dengan kesedihan ketika melihat Ibu-nya sendiri masih terus menjerit kesakitan, efek dari Omni-Slayer itu benar-benar memberi dirinya kesakitan yang sangat dahsyat... untungnya Omni-Slayer yang dipegang oleh Komi tidak bisa melukai Haruka melainkan menghancurkan sihir waktu-nya hingga Haruka kembali ke tempat asal-nya.
Dari awal pertarungan mereka itu benar-benar menghabiskan waktu saja, Haruka tidak dapat terluka oleh pedang yang sudah tersegal pada masa yang sangat kuno, pedang itu tidak dapat melukai seseorang yang memiliki hati murni dan hati sakral seperti Haruka... tetapi pedang yang dipegang oleh Haruka mampu melukai Komi separah ini karena hati-nya benar-benar sudah busuk.
__ADS_1
"Kau adalah Mama-ku yang pertama...!!! Kaulah yang mengasuh dan mengajarkan-ku berbagai hal tentang kehidupan dan semesta Touri ini...!!! Tetapi kenapa kau tidak menggunakan kekuatan hebat itu untuk memanfaatkan sesuatu yang lebih baik!? Sesuatu yang positif seperti menghancurkan semua konflik dan ancaman itu termasuk juga melindungi keluarga-mu sendiri!!!" Teriak Haruka yang benar-benar merasa kecewa, air mata mengalir keluar melalui kedua mata-nya.
"Kekuatan segala-nya yang kau miliki itu seharusnya bisa dijadikan sebagai kunci kita semua agar kita dapat bertahan hidup untuk selama-lamanya! Jika saja kau berpikir lebih cerdas dan ingin melanggar peraturan yang diciptakan oleh para dewa dan dewi maka masa depan bisa menjadi lebih cerah lagi...!!!"
"Nyawa Corni akan bisa terselamatkan...!!! Zoiru akan mudah dikalahkan jika kau ikut campur...!!! Tetapi apa yang kau lakukan hanya berkebalikan dan menciptakan masa yang sangat kelam untuk kita semua...!!! Pikirkan lebih baik...!!! Keluarga-mu atau pertarungan yang diciptakan oleh dewa dan dewi!? Kita dapat mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik jika kau mau menggunakan kekuatan-mu dengan benar!!!"
"Kau memilih netral tetapi pada akhirnya kau hanya membusuk seperti makanan yang dibiarkan saja...!!! Kau memilih pilihan yang salah, menggabungkan kedua Vanish dan menciptakan inti semesta Touri yang baru dengan kedua belah dimensi Touri yang berbeda bersatu menjadi satu inti semesta!!!"
Haruka tidak bisa berbicara dengan benar karena ia menangis, rasa kecewa dan sedih-nya benar-benar berada di tingkat yang sangat tinggi ketika melihat Komi menjadi seperti ini... kekuatan segala-nya menciptakan dosa kehausan bagi dirinya hingga ia tidak memikirkan pilihan yang pertama yaitu melindungi semua yang bisa ia lindungi.
"Tutup mulut-mu...!!! Semua pembicaraan-mu benar-benar omong kosong dan busuk...!!! Memang-nya semua yang kau katakan itu mudah untuk dilakukan!?" Teriak Komi keras sambil menahan rasa kesakitan-nya, ia mendadak tidak bisa menggunakan sihir karena Omni-Slayer itu telah menyegel semua sihir dan kekuatan-nya.
"Aku menyayangi-mu, Mama.... Sangat sayang..." Haruka berlutut di depan Komi, ketika melihat ekspresi Haruka yang terlihat benar-benar sedih... Komi melebarkan kedua mata-nya hingga air mata mengalir keluar melalui kedua mata-nya.
"Ayo... Mama... Ayo kita pulang, mari kita memperbaiki semua-nya..." Haruka tersenyum kecil lalu ia mengulurkan lengan kanan-nya kepada Komi, setidaknya Haruka masih bisa mencoba untuk mencoba membawa Komi pulang dan ternyata Komi terlihat seperti tidak ingin menolak-nya melainkan ia mengulurkan lengan kanan-nya juga sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Maaf...!!!" Komi menghantam tangan Haruka karena ia menolak-nya, "Aku benci sisi kebaikan-mu itu yang palsu, aku sudah muak mempercayai seseorang dan aku benar-benar tidak akan pernah menerima-mu...!!!"
Haruka melebarkan mata-nya ketika sebuah portal muncul tepat di belakang Komi, sepertinya rencana Haruka gagal lagi dan lagi... tidak ada harapan lagi untuk mencoba mengembalikan Komi yang benar-benar telah menjadi sesosok makhluk yang benar-benar busuk, kedua lengan keluar dari portal itu dan Haruka langsung melebarkan mata-nya.
"Aku tidak akan pernah mempercayai-mu lagi, Haruka... Kau...!!! Aku...!!! Aku membenci diri-mu!!!" Teriak Komi keras.
__ADS_1
"Hahahahaha...!!!" Terdengar suara tawa yang cukup asing hingga raut wajah Haruka terlihat kesal karena sesosok orang yang pernah ia larang untuk menampakkan wajah-nya kembali muncul di hadapan Haruka hingga menyelamatkan Komi dan memulihkan tubuhnya agar segel Omni-Slayer itu bisa dihapuskan.
"Mortem...!!!" Haruka melayangkan sebuah tinju ke arah Mortem dan Komi berhasil menahan pukulan itu dengan melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong-nya mundur, "A-Apa..."
"Selamat tinggal, Haruka!" Mortem tersenyum sinis lalu ia masuk ke dalam portal itu bersama Komi, Haruka tidak sempat untuk masuk ke dalam portal itu karena portal tersebut telah tertutup rapat... menggunakan sihir waktu-nya telah terbatas karena ia menggunakan [Time Restart] hingga wujud-nya kembali ke anak kecil.
Haruka merenung sebentar ketika melihat mereka berdua melarikan diri, dengan merasakan keberadaan dan melihat penampilan dari Mortem... ia sekarang yakin bahwa Komi diselamatkan oleh Mortem yang berasal dari dimensi asli, tidak mungkin Mortem yang berada di semesta palsu membantu ibu-nya yang telah berubah menjadi seseorang yang busuk.
"Uck... Aku tidak memiliki pilihan lain selain menyelamatkan semesta ini..." Haruka memaksakan tubuh-nya dan menghancurkan batasan yang menghalangi-nya agar ia dapat mengundurkan kembali waktu untuk Kamitouri, kembali ke semesta yang tadi-nya terlihat aman.
"Ugggghhh...!!!" Darah hitam mengalir keluar melalui kedua lengan-nya tetapi Haruka terus memaksakannya hingga tanda [Omni] muncul tepat di kening Haruka yang bersinar sangat cerah.
***
"Uacckkkk....!!!" Korrina terlempar ke depan karena seseorang yang mencekik-nya, ia tidak akan menyangka bahwa seseorang akan datang untuk menyerang... Korrina melebarkan matanya, ia tidak mempercayai apa yang baru saja ia lihat karena Arata dan Akina tiba-tiba menyerang dirinya dengan raut wajah yang terlihat kesal.
Terlihat juga seorang laki-laki yaitu Kuro dan seorang gadis yaitu Hikari berada di belakang Arata dan Akina yang sedang menyaksikan amarah dari kedua saudara itu Arata dan Akina, Korrina terlihat kebingungan hingga beberapa serangan dari mereka hampir saja menyerang tubuh mereka.
"A-Apa yang kalian lakukan....!? Hentikan!!!" Korrina menghindari semua serangan itu, rumah-nya dan laboratorium-nya hancur oleh mereka semua.... mereka terlihat sangat kesal bahkan Korrina sendiri merasakan tekanan amarah besar dari mereka berdua hingga Akina menggunakan sihir waktu yang dapat memperlambat pergerakan Korrina.
"Diam... pembohong, kau benar-benar menipu kami semua dari awal..." Arata menunjuk Korrina menggunakan pedang [God-Slayer].
__ADS_1
"...kali ini, kami melihat jati dirimu yang asli!" Akina menghentikan waktu Korrina.
"Acckk...!!!"