Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 544 - Light Vs Water


__ADS_3

Pertandingan final turnamen permohonan masih tetap berlanjut, turnamen saat ini sedang sepi karena semua orang beristirahat dengan pergi ke toilet dan membeli beberapa camilan untuk melihat pertarungan selanjutnya yaitu idola mereka semua.


Minami saat ini sedang menatap arena yang terlihat begitu besar bahkan terdapat banyak sekali batu-batu yang berserakan dimana-mana, ia mulai memegang erat ikat kepalanya.


"Shuan melakukan yang terbaik... Mama dan Papa sampai menunjukkan rasa kebahagiaan yang besar kepadanya." Minami tersenyum lalu ia menoleh kepada Shuan yang saat ini sedang beristirahat di pangkuan Kou.


"Pertandingan final selanjutnya aku ingin mengangkat namaku, keturunanku, dan tentunya bangsaku yaitu Neko Legenda untuk bisa di kenal oleh semua."


"Kami tidaklah jahat atau rendahan melainkan Legenda yang dapat berubah juga beradaptasi lebih baik!" Minami mengangguk lalu ia menggunakan ikat kepala itu yang berwarna merah.


Beberapa menit kemudian, turnamen akhirnya kembali berlanjut dengan Morgan dan Jorgez yang mulai melakukan sedikit komentar tentang pertandingan sebelumnya.


Walaupun hasilnya cukup tidak terduga, pertarungan tadi mampu membuat para penonton yang berada di turnamen dan luar sana benar-benar terkesan dengan performa Legenda itu.


"Baiklah, para penonton sepertinya sudah merasa tidak sabar untuk bertemu dengan kedua peserta tersisa yang akan bertarung di final terakhir ini..."


"...dipersilahkan kepada kedua peserta untuk segera memasuki arena." Minta Morgan, Minami dan Hana langsung muncul di atas arena selagi menatap satu sama lain.


Semua peserta langsung bertepuk tangan dan bersorak keras ketika melihat Minami bahkan mereka sampai mendukung dirinya begitu keras sampai membuat Hana merasa canggung seketika.


"Jadi ini... apa yang Mitsuki rasakan sejak itu? Cukup berisik juga, pendengaranku terus mendengar nama Minami lagi dan lagi." Hana menghela nafasnya dan ia bisa melihat Minami mulai menyambut para penonton.


Membuat mereka semua mimisan seketika dan semakin jatuh cinta kepadanya, Hana merasa sedikit iri melihat Minami bisa mendapatkan banyak penggambar bahkan ia bisa saja mencari pasangan dengan cepat hanya dengan memilih salah satunya.


"Kita kedatangan seorang Legenda yang memiliki telinga dan ekor kucing, seorang gadis penuh dengan energi yang mampu memenangkan Rush Point dan menyelesaikan seluruh ujian..."


"...juga seorang Kakak penyayang dari Shiratori Shuan dan putri pertama dari seorang pahlawan, kekuatan dan kecepatan yang begitu besar bahkan sampai tidak bisa di tebak...!"


"Seorang gadis pengabdi cahaya dan kebenaran, Shiratori Minami!" Jorgez menunjuk Minami dan Minami langsung melambaikan tangannya kepada semua orang selagi terkekeh pelan.


""MINAMI!!! MINAMI!!! MINAMI!!!"


""KAMI MENCINTAIMUUUU!!!""


"Di hadapannya, terdapat seorang gadis yang memiliki bakat dan potensi besar terhadap sihir airnya, seorang kakak dari kemenangan final yang kedua juga rekan Minami yang mampu memenangkan Rush Point juga..."


"...seorang putri pertama dari seorang pembantai yang cukup terkenal, Legenda yang bertarung cukup hebat menggunakan air dan strateginya, dia adalah Shimatsu Mizuhana!!!" Seru Jorgez keras dan Hana mendapatkan beberapa tepukan tangan dan sorakan.


Hana bisa merasakan suaranya jauh lebih kecil di bandingkan Minami yang menggema kemana-mana, ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak merasa iri dan lebih baik fokus dengan tujuan utama untuk mengalahkan Minami.


Seorang wasit mulai memasuki arena, "Kedua peserta bersiaplah...!"


Minami seperti biasanya tidak langsung menggunakan Golden Nature untuk bertarung karena ia saat ini mencoba strategi baru.


Hana terkejut seketika melihat satu sirkuit sihir emas besar yang muncul di belakang punggungnya, Hana melakukan hal yang sama dan gelombang air mulai mengelilingi tubuhnya.


"Minami... aku menunggu saat-saat ini, walaupun kita bukan saingan dan kamu tidak begitu tertarik untuk bersaingan. Setidaknya kita dapat bertarung layaknya seperti Legenda layak..." Hana tersenyum serius.

__ADS_1


"...jika adikku menang melawan adikmu maka aku juga akan terus menambahkan kemenangan untuk Shimatsu secara berturut-turut, bersiaplah!" Hana memunculkan sebuah pedang melalui lengan kanannya.


"...pertarungan di mulai!!!"


Hana melesat maju ke depan lalu menyerang Minami dengan cara yang cukup agresif, Minami terkesan ketika melihat Hana langsung menyerang dengan kecepatan dan kekuatan penuhnya.


Minami terus menahan semua serangan itu sehingga ia tidak dapat melihat celah atau kesempatan untuk menyerang balik karena Hana terus mengayunkan pedangnya beberapa kali dan melakukan beberapa tendangan.


Minami melompat ke atas ia langsung menerima satu tendangan yang membuat dirinya terhempas ke belakang, ia menatap ke depan dan melihat Hana melepaskan ombak yang begitu besar ke arahnya.


Minami mulai menghantam daratan, menciptakan tumbuhan besar yang mampu menyerap semua air itu sehingga tumbuhan itu bertambah besar dan membuat semua orang tercengang ketika melihatnya.


Hana muncul tepat di belakang Minami lalu ia mengayunkan pedangnya dan memunculkan pedang lainnya untuk menyerang Minami menggunakan kedua pedangnya.


Minami terus menahan semua serangan itu sampai kedua lengannya mulai lecet dan terluka, perasaan yang cukup baru bagi Minami karena ia sudah lama sekali tidak bertarung dengan Hana.


Hana mencoba untuk menusuk perut Minami tetapi ekor Minami langsung memegang kedua lengan Hana, setelah itu Minami menghantam wajahnya sampai ia terlempar ke belakang.


Punggung Hana langsung mengenai tumbuhan emas besar di belakangnya, ia sekarang menyadari sesuatu tentang tumbuhan emas itu yang dapat menyerap sihirnya dengan cepat.


"Jangan berhenti sekarang, Hana. Kita baru saja di mulai, cukup menyenangkan tentunya. Aku merasa bersemangat untuk terus melihat apa yang kau bisa..." Minami tersenyum serius.


Hana maju ke depan lalu ia mengayunkan kedua pedangnya lagi dan lagi, Minami menghindari semua serangan itu dengan mudah bahkan cipratan air yang terlepas dari pedang itu mulai menembus tubuh cahaya Minami.


"Air yang terlepas dari pedangmu itu terasa cukup menyakitkan juga... mereka bilang bahwa air bukanlah sihir yang seharusnya di remehkan karena dapat membelah sesuatu yang keras." Kata Minami.


"Kau pasti bisa, Kakak!" Seru Rokuro, Hana langsung mengembangkan tubuhnya dan terbang ke arah Minami lalu melancarkan satu serangan menggunakan pedangnya.


Minami menghindari serangan itu dengan menunduk lalu menghantam wajah Hana dengan sangat keras, Hana berubah menjadi air dan air itu terbentuk kembali menjadi tepat di hadapan Minami.


Air yang kembali membantu Hana memperlihatkan dirinya yang melancarkan sebuah tendangan sampai mengenai pinggang Minami.


"Hugghhh---" Hana melanjutkan serangan itu dengan menebas wajah Minami sampai ia terdorong ke belakang.


"Aku tidak akan jatuh kepada trik yang sama lagi, Minami..." Hana tersenyum lalu mengubah darah Minami yang sudah tercampur dengan pedang airnya menjadi jernih kembali.


"Bagus... kalau begitu, apakah kamu akan terjatuh kepada trik seperti ini?!" Tubuh Minami melepaskan Golden Minami yang mulai mengepung Hana sehingga Hana bisa melihat banyak sekali Minami di sekitarnya.


"Golden Minami..." Ungkap Hana lalu ia menebas seluruh Golden Minami itu di lanjutkan dengan beberapa serangan sihir air yang cepat.


"Kau menghabiskan waktumu!" Minami yang asli muncul tepat di belakang Hana lalu ia menendang punggungnya sampai ia terlempar ke depan.


"Ck... aku tahu kau memiliki banyak kemampuan, Minami. Semuanya memang memiliki tingkat kesulitan besar bagi kami..." Hana menghapus darah yang mengalir dari mulutnya.


"Hana, aku masih belum melepaskan kekuatanku loh, cobalah untuk mendorong diriku sampai aku terpaksa untuk menggunakannya." Minami memiliki tujuan untuk membuat Hana bertambah kuat.


Melihat Hana bertarung melawan Kou dengan penuh kekuatan sejak semi finai, membuat Minami ingin sekali membuat Hana terpengaruh dengan dosa iri hatinya itu.

__ADS_1


Bisa terlihat dari ekspresinya bahwa Hana merasa terganggu dengan suara para penonton yang terus mendukung Minami.


Hana melepaskan ombak besar ke depan tetapi Minami menghilang lalu bermunculan di sekeliling Hana selagi melepaskan aura emas sedikit demi sedikit.


Kali ini Hana dapat mengetahui jelas keberadaan Minami hanya dengan meningkatkan ketahanannya, Minami melakukan beberapa serangan dan ia terkejut ketika Hana langsung menahannya tanpa harus menerima satu serangan awal.


"Sepertinya kamu memang mengetahuinya dengan cepat ya... teruslah seperti itu!" Minami terus melakukan beberapa tendangan lalu menghilang, membuat Hana lengah seketika.


Minami muncul kembali lalu ia menendang wajah Hana beberapa kali, Hana merapatkan giginya lalu mengayunkan pedangnya tetapi Minami menghilang dan muncul tepat di belakangnya.


Satu serangan sudah ia lepaskan dan Hana langsung menahannya karena kepekaan terhadap reaksinya ketika mendengar suara dari pergerakan musuh.


"Hehehe~"


"Kamu menyukainya...?"


"Tentu!" Hana dan Minami mulai saling memadukan senjata mereka, cakar emas dan pedang air mulai menciptakan suara yang begitu bising.


Mereka mulai melepaskan tenaga yang besar secara bersamaan dan melakukan serangan yang sama sehingga kedua serangan mereka saling mengenai satu sama lain, menyebabkan dorongan terlepas kemana-mana.


"Haaaaahhhhhh!!!" Minami mulai mendorong cakarnya yang saat ini tertahan oleh pedang Hana.


"Haaaaaaaahhhhhh!!!" Hana juga melakukan hal yang sama, ia mencoba untuk menghancurkan aura emas yang melindungi kuku tajam Minami.


Minami menendang perut Hana dan Hana menebas pipi Minami sehingga mereka melancarkan beberapa serangan lagi, kedua Legenda itu terus bergerak di sekeliling arena saling mengadu serangan, mencoba untuk melukai lawannya.


Hana melancarkan satu serangan kepada Minami tetapi ia menghilang dan Minami muncul di belakang Hana lalu mencoba untuk melepaskan serangan lain tetapi Hana berubah menjadi air.


Pergerakan mereka mulai bertambah cepat dan sekarang pertarungan mereka terjadi di sekeliling arena, membuat seluruh penonton kehilangan jejak terhadap pertarungan itu.


"Semangat, Hana!!!" Ophilia mulai menyemangati Hana.


"Minami! Lakukan yang terbaik!!!" Megumi juga melakukan hal yang sama.


Hana menendang perut Minami menggunakan lututnya lalu ia melakukan satu putaran dan menebas perut Minami sampai ia terdorong ke belakang dengan luka perutnya yang mengeluarkan beberapa air berwarna merah.


"Untuk keselamatanmu, Minami, aku harap kau bisa secepatnya menggunakan Golden Nature itu. Akan sangat memalukan jika kau terjatuh tanpa bertarung dengan serius."


"Kau ada benarnya, aku pasti akan sangat membencinya juga." Minami memejamkan kedua matanya sehingga aura di sekitarnya yang dipenuhi dengan tekanan dan dorongan tiba-tiba berubah menjadi aura yang begitu tenang.


Seperti aliran sungai dan air terjun, rambut pirang Minami mulai berubah menjadi emas dengan cahaya yang menyebar kemana-mana, Hana bisa melihat partikel emas di sekeliling tubuhnya bahkan ia sampai merasakan esensi alam yang kuat darinya.


Hana langsung tidak bisa merasakan apapun dari tubuh Minami melainkan esensi dari alam dan ketenangannya juga, ini pertama kalinya ia bertarung melawan Minami dengan kekuatan dari Golden Nature.


"Golden Nature..."


"...apakah kau sudah siap, Mizuhana?"

__ADS_1


__ADS_2