
Shinobu dan Zeindall saling menatap satu sama lain, mereka semua diselimuti dengan aura yang saling berbenturan menuju satu sama lain sehingga menghasilkan dorongan dan tekanan yang besar di sekitarnya.
Korrina awalnya ingin membantu Kuro tetapi ia melihat Haruki dan Shira telah datang untuk membantu Kuro, sisanya ia hanya perlu membantu Shinobu yang terlihat lelah dan kesulitan ketika menghadapi Zeindall.
"Hraaahhhhh...!!!" Shinobu melepaskan lebih banyak cahaya melalui tubuhnya sehingga ia sempat memunculkan percikan aura berwarna Crimson yang ia coba gunakan tetapi sulit untuk dikendalikan.
"Grrrggghhh...!!!" Zeindall mengepalkan keempat tinjunya sehingga menyebabkan tubuhnya melepaskan banyak sekali sihir Void di sekitarnya.
Ruang ketiadaan itu terus menerima guncangan yang begitu dahsyat karena pertarungan sudah dekat sekali menuju puncak dimana Zephyra sendiri terlihat begitu puas karena banyak sekali petarung yang gugur.
Ia juga disuguhi dengan banyak sekali pertarungan dan strategi yang begitu menakjubkan bagi dirinya, kedua aura Zeindall dan Shinobu mulai membesar sehingga saling bertabrakan menuju satu sama lain.
"Hngghhh...!!!" Shinobu merapatkan giginya kesal sampai kedua matanya bertambah semakin tajam karena dirinya tidak ingin kalah dan menerima tabrakan aura Void itu.
"Nrggghhh...!!!" Zeindall juga terus melakukan perlawanan yang sama dimana ia mencoba untuk menembak seluruh daun emas yang bermunculan di tubuh Shinobu.
Benturan aura dan energi mereka tidak ada yang mau mengalah sama sekali sehingga pada akhirnya kedua petarung itu melangkah menuju arah satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat kesal.
Pandangan mereka saling bertemu bahkan posisinya juga sudah dekat sekali sampai berhadapan, dengan hal tersebut terjadi Shinobu langsung menghancurkan segalanya dengan melepaskan raungan Beast yang begitu keras.
"ROOOOAAAGGHHHH...!!!" Shinobu melepaskan raungan yang lebih keras sehingga melenyapkan seluruh aura Zeindall lalu terganti dengan cahaya yang begitu cerah dan emas sampai terus membesar lagi dan lagi.
Zeindall memutuskan untuk mundur dengan melesat ke belakang lalu mengangkat lengan kanannya ke atas untuk melepaskan gumpalan Void menuju arah Shinobu tetapi lengannya langsung menerima satu tendangan darinya.
Kecepatan yang dimiliki oleh Shinobu sempat membuatnya kaget karena ia tidak bisa melihat dirinya sama sekali, tendangan tadi dilanjutkan dengan sebuah hantaman menggunakan sikutnya sampai ia terdorong ke belakang.
Shinobu melesat ke atas langit lalu ia melancarkan dua tendangan yang berhasil menginjak tubuh Zeindall sehingga berhasil membawa dirinya menuju daratan, tetapi Zeindall berhasil meraih kedua kakinya.
Zeindall menyerang balik dengan membanting tubuh Shinobu di atas daratan beberapa kali sehingga Shinobu langsung berpikir cepat dengan menyentuh daratan menggunakan kedua tapaknya lalu melempar Zeindall ke belakang dengan kakinya.
Zeindall terlempar ke belakang tetapi ia berhasil mendarat dengan baik, setelah itu ia menerima banyak sekali sambutan dari Shinobu yang melepaskan jutaan Golden Repulsor menggunakan kedua tapaknya dan lengan teknologinya.
Zeindall menyelimuti tubuhnya dengan Void lalu ia melesat maju menuju arah Shinobu lalu melancarkan satu pukulan menuju arah dirinya yang berhasil ditahan menggunakan tapak kanannya.
Shinobu dan Zeindall melancarkan banyak sekali serangan yang saling berbenturan sehingga mereka tidak lama kemudian langsung saling menggenggam kedua tangan satu sama lain lalu memasang tatapan yang mengancam.
Korrina memperhatikan Shinobu mulai kehilangan kekuatannya karena ia merasa terganggu untuk meraih jalan kekuatan yang baru, itu karena makhluk sihir yang terkunci di dalam tubuhnya.
"Koneko juga seharusnya mewarisi kekuatan Pegasus... tetapi ia sampai sekarang belum menyadarinya." Korrina mencoba untuk mendekati mereka tetapi ia ingin melihat perjuangan Shinobu.
Shinobu berhasil menghantam wajah Zeindall menggunakan pukulannya lalu ia menarik keluar Keris itu sampai berhasil menebas tubuhnya beberapa kali dengan melancarkan jutaan tebasan menggunakan tangan kirinya.
Shinobu mengakhiri semua serangan kombinasi itu dengan mengepalkan tinju kanannya yang emas lalu ia melancarkan serangan Golden Overdrive sampai menghancurkan tengkorak di dalam kepalanya lalu menyebabkan dirinya terpental ke belakang.
"Huft..." Shinobu terlihat kelelahan sampai ia sendiri menerima banyak sekali peringatan dari Cyber dan Sakti bahwa dirinya tidak bisa bertahan terlalu lama.
__ADS_1
"Mungkin aku sudah terlalu hati-hati mendekatimu, jika begini saja kekuatanmu maka aku tidak akan kalah darimu." Kata Zeindall yang masih bertahan selagi memegang lehernya sendiri.
"Sialan... sebenarnya tubuh Zerdians itu terbuat dari apa...? Lama-lama semua Nothingness, Void, dan materi gelap hanya membuatku kesal." Shinobu melesat menuju arah Zeindall lalu melancarkan banyak sekali pukulan menuju arah dirinya.
Zeindall berhasil menahan dan menghindari semua serangan itu sehingga ia langsung membalasnya dengan satu pukulan yang mengenai dadanya sampai Shinobu langsung tergeletak di atas tanah.
Tetapi Shinobu kembali bangkit dengan melancarkan beberapa serangan yang tidak memberikan efek apapun kepada Zeindall karena kekuatan Shinobu terus berkurang sampai terasa seperti embusan angin yang mengenai tubuh.
Zeindall melancarkan satu tendangan yang mendorong Shinobu ke belakang dengan ekspresi yang sangat amat kesal, ia merapatkan giginya lalu menyentuh daratan untuk mengendalikan keseimbangan tubuhnya.
"Sudah jelas, kau telah menerima batasan yang terus menghalang dirimu! Walaupun begitu, aku cukup terkejut kau bisa menjadi sekuat dan sehebat ini tidak seperti Kakekmu."
"Bukan kau yang menentukan ini berakhir...!!! Aku masih belum selesai!!!" Teriak Shinobu keras sehingga ia melepaskan seluruh cahaya emasnya yang tersisa sampai mengeluarkan sedikit percikan Crimson.
Shinobu muncul di hadapan Zeindall sampai berhasil menghancurkan wajahnya dengan satu pukulan tetapi ia berhasil memulihkan dirinya lagi dengan membuka mulutnya lalu melepaskan gelombang Void yang menjatuhkan dirinya di atas tanah.
Tubuh kecil Shinobu menerima satu injakan dari Zeindall yang langsung menghancurkan seluruh tulang di dalam tubuhnya, semua kekuatan dan cahaya Shinobu menghilang seketika sampai Zeindall langsung menunjuk dirinya.
Korrina melancarkan sinar surga menuju arah Zeindall sampai mendorong dirinya ke belakang, "Lagi-lagi kau datang hanya untuk menghentikan diriku agar tidak bisa membantai pasukan Touriverse..."
"Aku hanya datang untuk menyelesaikan latihan Shinobu Koneko." Korrina mendarat di hadapan Shinobu yang langsung melihat dirinya dengan ekspresi bingung.
Korrina melesat menuju arah Brimgard lalu ia memunculkan sebuah tongkat emas yang besar dimana ia langsung mengayunkannya kepada Zeindall yang menahannya menggunakan kedua lengannya.
Korrina memutarkan tongkat tersebut lalu ia lancarkan beberapa tusukan yang terus ditahan oleh Zeindall sampai ia merasa frustrasi melihat Dewi Touriverse terus menekan dirinya, "Sialan kau, Korrina Comi...!"
"Koneko, aku pikir kau tidak perlu bertarung untuk saat ini."
"Tidak apa, aku masih bisa melawan dirinya." Shinobu melangkah ke depan lalu menggunakan kekuatan dari Golden Sunshine untuk melawan Zeindall.
Shinobu melancarkan banyak sekali serangan seperti pukulan dan tendangan menuju arah Zeindall yang menghindari semua itu tanpa kesulitan apapun, tetapi ia tetap menerima satu serangan yang mementalkan dirinya ke belakang.
Korrina langsung menangkap dirinya, "Hanya memerlukan satu dorongan lagi maka latihan yang kamu jalani bersama Shiratori Shira kemungkinan berhasil."
"Dorongan...? Apa maksudmu?" Tanya Shinobu yang terlihat kebingungan.
Korrina mulai menanam beberapa serangan dari Zeindall yang mengarah kepada Shinobu, "Melihat kalian semua yang sudah berjuang sendiri tanpa bantuan dariku sudah membuatku lega..."
"...kalian semua penghuni Touriverse telah melakukan pekerjaan kalian dengan baik, kedamaian memang layak untuk diperjuangkan oleh setiap penghuni dari berbagai macam layer yang ada."
"Kau sudah berkali-kali menyelamatkan Touriverse, Shinobu. Kau sendiri juga mengetahui cara untuk mengembalikan konsep yang hancur itu sehingga menyebabkan bangsa Legenda beradaptasi untuk kebal dengan pengubahan konsep."
"Shinobu Koneko, kita ini membagikan hal yang sama tetapi kau sendiri tidak mengetahui makhluk sihir yang kau kunci dalam tubuhmu bernama Pegasus..."
Ketika Korrina mengatakan hal seperti itu ia langsung menatap kedua tapaknya karena dirinya sempat menumbuhkan sebuah tanduk Pegasus dari keningnya ketika berhadapan melawan Ogun.
__ADS_1
"Shinobu... prosesnya persis sekali ketika kau mencoba untuk mengendalikan amarah dari Beast Neko Legenda, kau mengunci amarah itu tetapi untuk Pegasus kau hanya perlu membuka kunci itu."
"Dengan ketenangan yang kau kendalikan penuh, aku yakin tidak ada kesulitan apapun yang bisa kau rasakan karena kehebatan dirimu yang terus belajar dari kesalahan!" Korrina melancarkan satu serangan terakhir kepada Zeindall sampai ia terdorong ke belakang.
"Sisanya aku serahkan pada dirimu karena yang lainnya membutuhkan bantuan diriku untuk bisa menyelamatkan ketiga Legenda yang sedang kesulitan menghadapi Brimgard." Korrina melayang ke atas langit.
Pikiran Shinobu langsung mengolah kembali semua perkataan Korrina tentang Pegasus, kalau tidak salah Kou juga pernah menceritakan sebuah dongeng tentang Pegasus yang membawa semua orang menuju kebenaran yang menyakitkan dan kemenangan yang berjaya.
"Pegasus ya..." Shinobu meringankan tubuhnya lalu ia melihat Zeindall melancarkan serangan Void menuju arah dirinya yang langsung ditahan menggunakan Khodam itu.
Zeindall mengerutkan dahinya karena serangannya itu sempat ditangkis oleh sesuatu yang tidak bisa ia lihat dengan jelas, Shinobu memejamkan kedua matanya sehingga ia langsung membayangkan bertemu dengan Pegasus itu sendiri.
Alam sadarnya berpindah menuju tempat yang begitu putih akan kedamaian dan ketenangan, ia dapat melihat Pegasus yang berdiri di hadapannya dengan sayap emas indah serta tanduknya juga.
"Begitu ya... makhluk sihir pertama terkuat yang dapat mengalahkan Bamushigaru, itu artinya wujud asli Pegasus selama ini adalah Nenek karena mereka bergabung secara eksperimen jutaan tahun yang lalu."
"Fuhhh..." Shinobu mulai menyentuh kepala Pegasus itu sampai makhluk sihir di hadapannya berubah menjadi cahaya emas yang merasuki tubuhnya.
Shinobu membuka kedua matanya hanya untuk menatap Zeindall yang melesat maju menuju arah dirinya sampai ia langsung menerima satu pukulan yang mendorongnya ke belakang.
"Cyber, tolong." Panggil Shinobu sampai Zeindall langsung dikepung dengan beberapa Mecha Neko yang sempat bertahan ketika menerima pembantaian dari Brimgard.
Shinobu memejamkan kedua matanya dengan tenang untuk mengumpulkan seluruh cahaya di luar ruang ketiadaan itu.
...
...
"... ..."
Shinobu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya dengan pelan sehingga cahaya emas itu menyelimuti tubuhnya secara alami sehingga keningnya juga memancarkan cahaya yang sangat mencolok.
...
...
"Walaupun aku tidak bisa menghentikan Brimgard, tetapi tugas satu ini tidak akan aku biarkan begitu saja! Dengan mencoba untuk melampaui Brimgard, aku perlu menjalani proses untuk mengalahkan dirimu..."
Shinobu membuka kedua matanya yang memancarkan cahaya merah sampai menghempas Zeindall ke belakang lalu ia bisa lihat rambut Shinobu sempat menerima embusan dorongan dari cahaya emas yang ia lepaskan ke atas langit.
Zeindall menghalangi cahaya itu menggunakan keempat lengannya lalu ia dapat melihat gelombang cahaya yang ia lepaskan langsung berkurang sehingga memperlihatkan Shinobu dengan tanduk emas di keningnya.
Sayap emas juga tumbuh melalui punggungnya, kepalanya sempat terangkat ke atas tetapi ia menurunkannya lalu menatap Zeindall dengan tatapan mengancam.
"Tugas ini saja yang perlu aku selesaikan sebelum Ragnarok selesai...!"
__ADS_1
...
...