Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 716 - Legends Vs Undead Legends


__ADS_3

Megumi bersama seluruh pasukan maju ke depan lalu melancarkan serangan secara bersamaan sampai memusnahkan beberapa Undead di hadapan mereka.


Semua pasukan Ghisaru mendapatkan berkah cahaya dari Megumi yang dapat menghapuskan keberadaan dan eksistensi mereka menjadi partikel emas.


Kemampuan Giblis yang dapat beradaptasi dengan kemampuan apapun telah Megumi ubah menjadi bibit yang menumbuhkan tumbuhan emas besar sampai mereka tidak bisa bergerak.


Melihat Megumi dapat membalikkan keadaan kembali, semuanya pasti akan berjalan sangat lancar sampai Diablo menaikkan alisnya karena ia dikejutkan oleh seorang ras Legenda yang dulunya direndahkan.


"Hohhhh... ternyata Neko Legenda itu terlihat begitu menarik, aku tidak menyangka dia dapat membantu semua pasukannya untuk memenangkan peperangan ini melawan para Undead."


"Kau benar... hanya saja, Lenergy dan tenaganya pasti akan terus berkurang... jumlah kita yang banyak ini serta kemampuan untuk membangkitkan Undead yang kau miliki akan terus aktif." Jawab Satori.


Megumi melompat ke depan lalu ia menendang wajah semua Undead itu satu per satu lalu melakukan beberapa putaran yang dilanjutkan dengan cakaran emasnya sampai memusnahkan semua Undead yang berada di dekatnya.


Megumi menendang satu Undead ke depan lalu mengubah tubuhnya menjadi pohon besar yang mampu menghancurkan batang itu sampai mengenai Undead yang berada dekat dengan pohon itu.


Megumi melompat ke atas kepala salah satu Undead lalu ia melesat ke depan selagi melancarkan beberapa serangan menggunakan cakarnya yang mampu memutuskan semua kepala Undead itu sampai berubah menjadi partikel emas.


Satori terus memperhatikan gaya pertarungan Megumi yang terlihat cukup menarik, ia terlihat sangat serius dalam peperangan ini dan mungkin dalam waktu yang dekat, ia akan mengincar Diablo.


Megumi berada di barisan paling depan sedangkan semua pasukan yang lain berpencar untuk menyingkirkan beberapa sampah yang menghalang, Megumi terus mencincang tubuh Undead itu menggunakan kedua cakar emasnya.


Pada akhirnya, Megumi tertekan oleh jumlah Undead itu sampai ia menerima beberapa serangan seperti tebasan dan tusukan yang mampu menjatuhkan dirinya tetapi ia bangkit dengan melepaskan raungan singa keras yang menyebabkan dorongan besar di sekelilingnya.


Tubuh Megumi termasuk ekornya mulai di pegang oleh beberapa Undead tetapi ia berhasil menyelamatkan dirinya sendiri dengan menghantam semua wajah Undead itu sampai hancur.


Ia memutarkan ekornya sampai melepaskan gelombang emas besar sampai menghapus semua Undead di belakangnya menjadi bibit emas yang menumbuhkan akar panjang sampai menusuk semua Undead yang terus mengepung dirinya.


"Golden Life...!" Megumi menunjuk ke depan lalu mengepalkan tinjunya sampai mengubah semua Undead yang tertusuk oleh akar itu menjadi kelopak bunga yang menyebabkan ledakan emas.


BAAAMMMMM!!!


Megumi menangkap satu tendangan Undead sampai menusuk kedua lengannya karena ia bisa merasakan kulitnya terasa begitu tajam seperti silet yang langsung mengusap dagingnya itu.


Megumi menunduk untuk menghindari serangan lain lalu ia melempar satu Undead yang ia pegang ke depan, mengubahnya menjadi pohon besar yang mendorong Undead di sekelilingnya.


Tubuh Megumi di tabrak oleh satu Undead sehingga tubuh kecilnya di angkat sampai seluruh Undead di sekelilingnya mulai menangkap dirinya, ia menggerakkan ekornya untuk melepaskan gelombang lainnya.


Namun, ia terus tertekan sampai semua Undead itu menahan dirinya agar tidak menyerang, tidak lama kemudian mereka yang berhasil menangkapnya langsung menggigit tubuh Megumi tanpa henti.


"Urk...!" Megumi mengerutkan dahinya sehingga tubuhnya mulai di angkat lalu terbanting tepat di atas tanah sampai ia bisa melihat semua Undead itu mencoba untuk mencabik-cabik perutnya.


"Hanya Megumi yang terlihat seperti ingin menyerang salah satu dari kita...? Kenapa tidak lakukan satu lawan satu saja sejak awal dengannya?" Tanya Satori.


"Kau tidak mengingat ritual untuk melawan seorang raja Iblis sepertiku...?"

__ADS_1


"Aku menganggap seseorang dengan kelayakan, jika mereka mampu mengalahkan pertahanan semua pasukan itu." Jawab Diablo.


Haruki dan Arata muncul di sebelah Megumi lalu melancarkan serangan yang berhasil memberi Megumi sebuah ruangan agar ia bisa memulihkan seluruh luka yang ia terima.


"Terima kasih... sepertinya akan terasa sia-sia jika kita menghabiskan waktu melawan semua Undead itu... sebelum kita melawan mereka berdua, tenaga dan kekuatan kita sudah pasti habis." Kata Megumi.


"Kalau begitu... kita memang harus menerobos terus ke depan untuk menjatuhkan kedua brengsek itu." Kata Haruki yang mulai meningkatkan seluruh kekuatannya itu.


"Kita lakukan bersama, Megumi. Kau adalah pengganti Shira untuk saat ini, aku yakin kau dapat menunjukkan sesuatu yang lebih hebat darinya." Kata Arata yang mulai maju ke depan bersama Haruki.


"Aku bukan penggantinya, aku istrinya...!" Megumi menghantam daratan sampai memunculkan akar emas yang menyerang semua Undead di hadapannya.


Hana mulai melakukan pukulan Leviathan lagi sampai menerobos semua Undead itu lalu membawanya ke atas langit sampai menerima ledakan ombak.


Haruki menebas semua Undead yang berada di hadapannya menggunakan kedua pedangnya yang bergerak dengan penuh kecepatan, semua tebasan yang ia lakukan dapat mengubah apapun menjadi potongan daging kecil.


Arata di sisi lainnya menggerakkan tujuh pedang dosa besar itu sampai mengenai seluruh Undead di sekelilingnya, ia juga sempat mengeluarkan beberapa sihir untuk menambahkan daya kekuatan.


Semua pasukan itu Undead terus berkurang ketika menerima hujan meteor dari sihir Arata yang bernama Armaggeddon, Haruki juga tidak mau kalah ketika melihat Arata seperti itu, dirinya langsung melempar lubang hitam ke depan sampai menyedot semua Undead itu.


"Inilah bangsa Legenda yang sebenarnya, Diablo. Mereka akan tetap bertarung dengan semua kekuatan yang mereka dapatkan melalui hasil kerja keras..." Satori mulai berbicara.


"Ya, pandangan yang menarik semua rasa penasaranku... sungguh terasa begitu memuaskan bagiku yang hidup kembali untuk melihat semua ini."


Shizen memukul semua wajah Undead itu lalu meledakkan tubuh mereka menggunakan sihirnya sampai semua ledakan itu menyebarkan ke arah Undead yang dekat dengannya.


Yuuna menggunakan kemampuan arwahnya untuk menarik semua arwah yang terjebak di dalamnya agar mereka tidak bisa dihidupkan kembali menjadi seorang Undead yang cukup menyusahkan.


Ia melakukan kemampuan itu satu per satu agar bisa mengurangi pasukan yang masih berjumlah sangat banyak sehingga beberapa pasukan Ghisaru telah terbunuh karena menerima satu serangan Undead itu.


Haruka mulai melompati waktu untuk menghancurkan mereka semua dengan sihir Crimson yang mengubah tubuh mereka menjadi potong daging kecil, ia terus maju ke depan selagi melompati waktu agar bisa memberikan Megumi bersama yang lainnya jalan menuju Diablo.


Kou berada di barisan paling belakang mengubah kedua lengan zirahnya itu menjadi senjata api yang mengandung banyak kristal sihir di dalamnya sampai ia terus melepaskan semua sihir itu ke arah pasukan Undead.


Semua pasukan Undead yang mencoba untuk menggunakan sihir langsung Kou dan Haruka tahan karena sihir mereka berakhir penuh dengan kerusakan yang cukup berbahaya untuk pertahanan mereka.


Ophilia ikut membantu Kou dari belakang dengan melepaskan replika dari semua makhluk sihir yang berukuran sebesar pohon tetapi cukup efektif untuk memusnahkan semua pasukan Undead.


Chloe menjaga Kou dan Ophilia dari depan agar mereka tidak menerima serangan apapun dari para Undead itu, serangan yang ia lakukan juga mengandung banyak dorongan di dalamnya sampai menghempas mundur semua pasukan Undead.


Megumi mulai di angkat kembali oleh beberapa Undead tetapi Haruki langsung menyelamatkan diri dengan menebas semua tubuh Undead itu menjadi dua sampai Megumi terjatuh.


Arata menusuk Undead di hadapannya lalu membelahnya menjadi dua, setelah itu ia melancarkan dua tebasan pedang yang melepaskan gelombang ke depan sampai memotong Undead lainnya.


"Megumi, maju lah! Urusi Diablo, serahkan Satori dan---" Haruki dan Arata terdorong ke belakang ketika Regulus mendarat tepat di hadapan mereka selagi menepuk dadanya beberapa kali.

__ADS_1


"MAAATIIIII!!!" Regulus menghantam daratan sampai memunculkan petir hitam dari dalam daratan yang berhasil menyambar ketiga Legenda itu daya kekuatan yang sangat besar.


Megumi mulai menyentuh daratan lalu menumbuhkan akar emas yang berhasil menusuk dada Regulus sampai membawanya ke atas langit, semua aliran listrik yang mereka terima berubah menjadi bibit.


Semua bibit itu menumbuhkan bunga mawar yang langsung menyembuhkan mereka, "Aku urus Regulus kepada kalian berdua..."


Megumi menginjak daratan cukup dalam lalu ia melompat ke depan sampai mengarah ke arah Diablo dengan kedua tatapan tajam, Satori langsung menciptakan aura yang besar tetapi Megumi berubah menjadi cahaya.


"... ...!" Satori melirik ke belakang, melihat Diablo terpental ke belakang sampai ia mencoba untuk membantu dirinya tetapi Haruka menghentikan waktu lalu membalikkan aksi waktu untuk Satori sampai ia mengalami perpindahan begitu cepat.


Satori menaikkan alisnya ketika ia sadar dirinya berada di posisi ketika bertarung melawan Shizen dan Yuuna sebelumnya, sihir Haruka tadi cukup efektif sampai Satori di kepung oleh makhluk sihir replika milik Ophilia.


Haruki dan Arata mulai tertahan oleh Regulus, ia mulai menghantam perut Haruki sampai ia terjatuh di atas lalu melanjutkan serangannya dengan memukul kepala Arata sampai ia ikut terjatuh juga.


Pukulan tadi terasa cukup menyakitkan sehingga mereka sekarang yakin bahwa tubuh Undead memang memiliki banyak keuntungan bagi bangsa Legenda, hanya saja akal mereka sudah menghilang.


Regulus mengangkat kedua tubuh Legenda itu lalu menendangnya ke belakang sampai mereka terjatuh di atas tanah, ia membuka mulutnya lebar lalu mengeluarkan sambaran petir.


Namun, Arata dan Haruki langsung menyilangkan pedang mereka sampai memantulkan serangan petir itu ke atas langit sehingga Regulus menerima satu tebasan dari mereka yang di lanjutkan dengan serangan kombinasi lainnya.


Regulus mengayunkan kedua lengannya yang sangat besar itu untuk menyerangnya mereka tetapi Haruki langsung menahan lengannya itu lalu mengangkat tubuhnya ke atas sampai membantingnya di atas daratan.


Bantingan itu mampu menyebabkan guncangan yang menjatuhkan seluruh Undead di sekelilingnya, Haruki dan Arata melompat ke belakang lalu mereka saling menatap satu sama lain.


"Lakukan?"


"Ya..."


Arata maju ke depan lalu ia mengangkat pedang Greednya ke atas, semua aliran listrik dan petir yang di lepaskan oleh Regulus berhasil ia serap sehingga satu serangan mulai ia lempar ke depan.


Regulus mencoba untuk menangkap pedang Greed itu tetapi Haruki muncul di hadapannya lalu memunculkan lubang putih yang mampu mendorong mundur kedua lengannya sampai dadanya menerima tusukan pedang Greed.


Arata muncul di hadapan Regulus lalu ia menebas punggungnya menggunakan pedang Gluttony sampai ia terhempas ke belakang lalu menerima serangan kombinasi Haruki menggunakan kedua pedangnya itu.


Arata menjentikkan jarinya sampai menghancurkan semua organ tubuh Regulus di dalamnya, ia menarik kembali pedang Greed itu lalu menunggu Haruki untuk mendarat tepat di sebelahnya.


""HAAAHHHHHH!!!""


Haruki dan Arata maju ke depan lalu meningkatkan semua kekuatan itu sampai tingkatan paling atas sehingga mereka melakukan serangan kombinasi yang mampu memotong seluruh tubuh Regulus menjadi potongan kecil.


Arata dan Haruki melakukan satu putaran kecil lalu melepaskan dorongan besar ke depan sehingga Arata merantai semua potongan kecil itu menggunakan Chains of Greed agar ia mendapatkan peningkatan tambahan lain.


Haruki melempar lubang hitam ke depan sampai menyedot beberapa Undead yang dekat dengan sihir itu, potongan daging Regulus telah di sedot sampai tidak menyisakan apapun yang mengartikan ia tidak dapat di hidup kan kembali menjadi Undead.


Satori melihat Regulus telah kalah lagi, dengan tubuh Undead seperti itu ia masih kalah, semuanya terasa begitu mengecewakan bagi dirinya sehingga Satori mulai menghapus semua makhluk sihir itu menggunakan tapak kanannya.

__ADS_1


"Aku akan bermain dengan kalian sekarang..." Satori memunculkan partikel emas di sekeliling sampai memindahkan dan menghapus semua serangan makhluk sihir yang Ophilia terus keluarkan.


"... bersiaplah."


__ADS_2