Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 328 - Berat Sebelah


__ADS_3

Asriel dan Kou menatap satu sama lain, ia baru saja sadar bahwa Rokuro tidak menggunakan sihir sama sekali ketika melawan Kou, ia tadi menjelaskan-nya secara langsung kepada dirinya bahwa ia tidak bisa menggunakan sihir karena penolakan pikirannya itu. Asriel menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan-pelan untuk bersiap bertarung, ia membutuhkan strategi untuk melawan Kou tetapi kekuatan yang berkaitan dengan pikiran, itu artinya Kou bisa saja membaca pikirannya saat ini.


Kou hanya diam dan tidak memikirkan apapun kecuali bermain dengan kupu-kupu yang melewati dirinya, Asriel maju ke depan lalu ia mengeluarkan sihir es berduri ke arah Kou, sihir es berduri itu mulai tumbuh dan bertambah panjang serta bergerak cukup cepat ke arah Kou. Duri itu mendadak bergerak ke arah yang salah ketika berada satu meter dengan Kou, Asriel bisa menebak hasilnya seperti itu jadi ia mencoba untuk menyerangnya dengan fisik tetapi meleset.


Asriel bisa merasakan apa yang Rokuro rasakan sekarang, kemampuan yang sangat kuat dan mengerikan bahkan serangannya yang sangat akurat tidak mampu mengenai tubuhnya sedikitpun, mengenai kulit saja tidak bisa. Asriel menghantam daratan dan menggunakan sihir es yang bernama {Ex Zero] untuk membekukan musuh tetapi ia sihir itu mengenai daratan di sebelah-nya dan mengubah daratan itu menjadi es.


"A-Apa...? Aku sudah mengarahkan sihir ini kepada Kou secara akurat tetapi aku mendadak berubah pikiran dan menggunakan sihir ini ke arah yang salah." Ungkap Asriel dan ia langsung melancarkan satu serangan tetapi melesat, ia menggunakan cara lainnya dan kemungkinan besar cara ini dapat membuat Kou bergerak dari posisinya itu. Asriel melompat ke belakang lalu ia menggunakan sihir yang bernama [Atmosphere Freeze] untuk membuat serangan area efek dimana udara di daerah sekitar musuh membeku dan membuat musuh sulit bernafas.


Okaho melebarkan matanya ketika melihat Asriel mencoba untuk membuat Kou kesulitan dalam bernafas, kemungkinan besar itu adalah kelemahan-nya... pernafasan, Kou masih bisa tersenyum dan memainkan jari-jari kecilnya. Asriel melebarkan matanya ketika sihirnya mendadak berhenti selama satu detik, tubuhnya mengikuti apa yang pikirannya katakan dimana ia harus menghapus sihir yang baru saja ia keluarkan tadi.


"Kou sepertinya ancaman yang sangat besar untuk musuh jika mereka mengandalkan kekuatan dan sihir, hanya saja kelemahan yang Kou miliki itu demam 'kan? Itu artinya musuh hanya perlu menahan dirinya sampai ia kelelahan dan menunggu sampai suhu tubuhnya naik tetapi Kou terlihat sangat bugar, ia seolah-olah berpikir bahwa sekitarnya itu dipenuhi dengan pelangi." Kata Rokuro sambil menyilangkan kedua lengannya.


"Bukan hanya itu, Kou adalah tipe Legenda yang mengakhiri musuhnya dengan cepat... jika saja Kuharu tidak memiliki sihir yang berkaitan dengan waktu maka kehidupannya sudah berakhir tetapi apa yang kau katakan tentang mengandalkan itu benar, kita tidak seharusnya mengandalkan Kou secara berlebihan karena fisiknya yang lemah itu, untuk sekarang aku membiarkan dirinya bertarung saja karena ia sudah meminum obat... itu artinya obat itu masih bisa menahan demamnya." Jawab Okaho.


Asriel sudah menggunakan semua cara, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menyia-nyiakan Lenergy yang ia gunakan sehingga ia mengaku kalah, Kou mulai bertepuk tangan sambil melompat-lompat penuh dengan kesenangan bahwa ia menikmati pertarungan ini walaupun ia tidak melakukan apapun, Kou memberi Asriel sebuah pelukan lalu Asriel mengelus kepalanya dan pergi menghampiri Okaho.

__ADS_1


Cara bekerja kekuatan pikirannya itu masih misterius karena Kou masih bisa berpikir dan menyerang tanpa harus memfokuskan pikirannya. Kemungkinan besar kekuatan The Mind itu benar-benar natural sehingga Kou dapat menggunakan selagi melakukan aktivitas apapun. Anak dari Arata dan Haruki resmi kalah begitu saja, mereka tidak terluka tetapi merasa lelah saja karena sudah mengerahkan seluruh kemampuan mereka secara bertahap.


"Okaho, apakah kamu mengijinkan kami berdua untuk bertarung melawan Kou?" Tanya Marie, Okaho terkejut ketika mendengarnya karena mereka juga terlihat tertarik untuk bertarung melawan Kou. Kou dari jauh mulai mengajak dirinya sambil menunjukkan senyuman-nya, Okaho meminta Tech untuk memeriksa tubuh Kou dan ia masih merasa lebih baik, "Mungkin olahraga dapat membuat dirinya bugar seperti ini... baiklah, silahkan."


"Kalau begitu kita tingkatkan tantangan itu untuk Kou, aku dan Marie akan bekerja sama untuk mengalahkan Kou, bagaimana?" Tanya Mitsuki.


Kou langsung merasa senang dan bersemangat ketika mendengarnya, ia melompat-lompat beberapa kali lalu mengajak mereka semua untuk mendekat. Okaho terkekeh melihat Kou bersemangat seperti itu, ia dipenuhi dengan keringat pagi hari dan itu bagus karena tubuh Legenda yang sedang sakit ketika melakukan olahraga akan merasakan kebugaran yang efektif untuk menyembuhkan kondisi.


Beberapa menit kemudian, Mitsuki dan Marie berencana untuk bertarung menggunakan senjata sekarang agar mereka semua bisa menonton dan menganalisis kekuatan Kou lebih dalam lagi. Marie mengeluarkan senjata yang bernama [Latyros Soul Taker] empat bilah pedang yang dikendalikan oleh dirinya secara telepati dimana dapat ia dapat menggunakannya dalam pertempuran jarak dekat dan jauh, senjata itu juga dapat berubah menjadi meriam.


Kou bertepuk tangan lalu ia melihat Mitsuki yang mengeluarkan sebuah sihir mematikan karena ia sendiri yakin Kou pasti akan melakukan sesuatu dengan sihirnya yang bernama [Inferno Hailstorm] kemampuan sihir masif yang dapat menciptakan badai hujan api yang dapat melukai siapapun yang berada di dalam badai tersebut, menyesuaikan dengan ukuran tabung kaca berisi cairan merah yang di lempar ke arah Kou, tabung berukuran kecil akan menciptakan badai dengan radius 100 meter, ukuran sedang akan memiliki radius 150 meter dan ukuran besar akan memiliki 200 meter.


Mitsuki melempar ketiga ukuran itu sehingga terjadilah badai hujan api yang mencoba untuk melukai Kou, Mitsuki dan Marie sontak kaget melihat hujan itu tidak mengenai Kou sama sekali dan sihir tersebut malah berhenti menghujani tempat yang salah karena badai itu pindah seketika karena Mitsuki yang mengendalikannya, ia tidak sadar dengan hal tersebut sampai ia berpikir bahwa sihir apapun akan berakhir sama saja untuk Kou.


Marie sekarang yang akan menyerang menggunakan kemampuan senjatanya, ia menggunakan [Homing Blade Strike] serangan beruntung dari Soul Taker yang akan selalu mengikuti targetnya kemanapun selama berada dalam jarak pandang hingga di panggil kembali oleh Marie. Serangan tersebut ditujukan untuk rentang serangan sesingkat mungkin karena Kou yang berada di posisi yang tepat, Marie sontak ketika serangannya melesat semua, "A-Apa ini...? A-Aku tadi sudah mengarah celah yang tidak terlihat untuknya."

__ADS_1


"Marie, kita serang bersama dengan mengepung dirinya!" Seru Mitsuki dan Marie mengangguk, mereka mulai mengepung Kou lalu melancarkan beberapa serangan yang mengarah ke arah Kou. Serangan kombinasi dan kerja sama mereka tidak sedikitpun mengenai tubuh Kou karena serangan mereka meleset berkali-kali sehingga serangan mereka tidak sengaja mengenai pipi mereka masing-masing, Mitsuki menendang kaki Marie dan Marie menendang kaki Mitsuki sehingga mereka terjatuh.


Pikiran Mitsuki dan Marie mengalami penolakan secara tiba-tiba dimana mereka harus menendang Kou tetapi tendangan itu malah mengenai satu sama lain sehingga mereka memilih untuk menyerah karena Kou benar-benar kuat, ia tidak terkalahkan di posisi tepat seperti itu sehingga Minami mulai melompat dan terbakar penuh dengan semangat karena ia ingin bertarung melawan Kou, "Okaho...!!! Sekarang giliranku untuk melawan Kou!!! Cahaya keadilan... Cahaya keadilan berada di sisiku sekarang, nya!!!"


Kou merapatkan kedua tapaknya lalu ia menatap Minami dengan ekspresi yang terlihat bersalah karena ia ingin beristirahat, tubuhnya merasa lelah sekarang dan Asriel segera menatap jam tangannya untuk melihat seberapa lama Kou bisa bertahan dalam pertarungan, latihan ini berjalan selama lima menit dan Kou sudah merasa lelah walaupun tidak menggerakkan sedikit tubuhnya, "Apakah ini batasannya?"


"Dia lapar..." Kata Okaho sambil menunjuk layar virtual yang muncul di hadapannya bahwa Kou merasa lapar dan ingin memakan sesuatu yang sangat lezat seperti mengunjungi restoran Arata lalu dilanjutkan dengan bertarung melawan Arata.


"Hehhhh... tidak adil... padahal aku sudah bersemangat untuk melawan Kou." Kata Minami sambil menurunkan kedua telinga dan ekornya, Kou mulai mengangguk lalu mengajak-nya untuk bertarung, "Ehh?! Kamu tidak memaksa dirikan Kou---"


Pada akhirnya Minami kalah dan tidak bertahan selama satu menit, setelah itu mereka pergi menuju restoran Arata untuk mengambil makan siang, dalam perjalanan Okaho melakukan beberapa penelitian dengan kubus waktunya itu bersama Tech karena ia membutuhkan tiket menuju wilayah itu yaitu portal dan saat ini sedang mempelajari cara untuk masuk ke dalam wilayah tersebut.


"Tidak adil... kenapa Kou tidak mau bertarung sambil bermain denganku, nyaaa...."


"Sudah jelas bukan...? Dia ingin mengakhiri semuanya cepat karena dia lapar..."

__ADS_1


"Meow..."


__ADS_2