Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 842 - Inilah Panggung Tahapan Baru


__ADS_3

Shinobu terus memperhatikan semua dokumen itu, sepertinya Arata baru saja melakukan beberapa pengintaian kecil sampai ia tahu bahwa para kandidat bersama pengikut setianya akan mengadakan rapat di Planet Lemia.


"Semua kandidat dan pengikutnya ya..." Shinobu memegang dagunya lalu ia melihat kedua sepupu dan temannya sedang menikmati makan siang sebelum memulai misi.


Pintu restoran terbuka sampai membunyikan bel yang berada di dekatnya, para pelayan langsung menyambut dirinya sehingga sang pelanggan memasang tatapan kaget ketika melihat lima pemberontak itu.


"Ahh... kalian..."


Mereka langsung menatap pelanggan tersebut sehingga Hinoka bangkit dari atas kursi dengan tatapan yang terlihat senang karena ia baru saja bertemu dengan idola yang menginspirasi dirinya.


"Anastasia!" Seru Hinoka.


"Selamat siang, Hinoka. Sepertinya kamu sudah tumbuh menjadi seorang remaja ya, kamu terlihat lebih cantik dan indah seperti biasanya." Anastasia tersenyum senang.


Anastasia sebenarnya berniat untuk bertemu dengan mereka semua karena sudah enam tahun lamanya ia tidak melihat kelima pemberontak yang sudah berhasil mengalahkan adiknya sendiri dengan sihir seni tinta.


Semuanya terlihat begitu berbeda karena sudah tumbuh menjadi seorang remaja, hanya menyisakan Shinobu yang masih terlihat seperti biasanya yaitu seorang anak kecil dengan wajah polosnya itu, sangat ilegal untuk didekati.


"Kalian semua dulunya masih terlihat sangat imut... sekarang keimutan itu sudah tergantikan oleh kecantikan kalian dan tentunya pertumbuhan pesat di bagian wanita kita." Anastasia terkekeh.


"Aku tentunya lebih besar~ hm~ hm~" Kata Hinoka yang terlihat begitu bangga sampai menepuk dadanya beberapa kali.


Koizumi memasang tatapan datar sehingga Anastasia hanya bisa tertawa lalu membandingkan ukuran dada mereka, Koizumi jauh lebih besar dibandingkan mereka dan tentunya yang paling kecil ada Shinobu karena tidak memiliki tonjolan.


"Shinobu masih terlihat imut ya..."


"Fuehhh...!? Koneko bukan anak kecil lagi...!" Kata Shinobu selagi menggerakkan kedua lengannya karena ia tidak mau dianggap sebagai anak kecil lagi walaupun sudah berumur 12 tahun.


"Hehehe, iya, iya, kamu memang sudah tambah dewasa." Kata Anastasia sambil mengelus kepala Shinobu sehingga ia melihat dirinya memegang beberapa dokumen dan catatan.


Sepertinya ia datang dalam waktu yang sangat menarik, mereka akan menjalankan misi yang cukup panjang dan sulit jika dilihat dari jumlah serta catatan itu.


"Catatan dan dokumen itu...? Apakah sebuah misi pemberontakan?" Tanya Anastasia dengan tatapan baik hatinya agar Shinobu bisa menjawabnya dengan baik karena ia sudah mempercayai Anastasia sepenuhnya.


"Mm, semuanya berisi tentang---"


Koizumi mengulurkan lengan kirinya di hadapan Shinobu untuk menghentikan dirinya menjelaskan tentang misi pemberontakan itu, ia masih belum mempercayai seorang penyihir sedikit pun terutama lagi seorang Kakak dari penyihir tinta.


"Shinobu, jangan sembarangan mengatakan informasi dalam dokumen itu kepada seseorang kecuali kita..."


"...selama ini aku masih belum mempercayai penyihir seperti dirinya."


"Melihat adiknya berbuat jahat sampai bersikap stres itu, pasti rasanya sulit bagiku untuk memunculkan rasa percaya kepada penyihir." Koizumi mengerutkan dahinya.


Anastasia hanya bisa membalasnya dengan tawa kecil, "Kita sudah lama tidak bertemu, Koizumi. Mungkin kamu lupa bahwa aku juga membantu kalian dalam pertarungan melawan Aerith."


"Itu benar, Kakak. Aku sudah mempercayai Kak Anastasia, tidak perlu mengkhawatirkan apapun soal penyihir." Kata Shinobu yang sudah tidak membutuhkan The Mind untuk mempercayai dirinya.


Melihat Shinobu yang memiliki rasa percaya kepada Anastasia langsung menghentikan rasa curiga Koizumi, ia memilih untuk tetap waspada sendirian selagi menikmati kentang goreng yang ia pegang.


"Ini adalah dokumen dan catatan yang berisi tentang Legenda dengan kepercayaan mereka terhadap para dewa dan Dewi elemen..." Shinobu menempati semua dokumen itu di atas meja.


Mendengar Legenda yang memiliki kepercayaan kepada dewa saja sudah menarik perhatian dirinya sampai mengangkat kedua alisnya lalu berpikir bahwa ia memiliki kesempatan yang bagus untuk memanfaatkan misi mereka.


Eksperimen untuk menciptakan kristal kekacauan masih belum selesai sampai sekarang karena kekurangan kekacauan yang sedang terjadi saat ini.

__ADS_1


Mungkin dengan memperoleh satu-satunya hal yang mereka miliki yaitu sebuah buku sihir, tidak salah lagi pasti para kandidat dan pengikut setia mereka memiliki buku sihir yang bernama Grimoire untuk mempercepat proses.


Anastasia dapat memanfaatkan kelima gadis itu, hanya saja ia perlu berhati-hati dengan Shinobu yang dapat membantu niat dan pikiran sampai ia terpaksa harus membantu juga.


"Banyak sekali ya..."


"Aku sering mendengar tentang mereka kok, lagi pula seorang kandidat Dewi air yang bernama Dallas sering menghubungi diriku."


Ketika Anastasia mengatakan informasi penting, mereka langsung memasang tatapan kaget sehingga Hinoka menarik kedua lengan Anastasia lalu menggenggamnya erat.


"Kamu terlalu sempurna...!!! Apa yang tidak kamu bisa, Anastasia!? Aku ingin menjadi seorang idol yang terkenal dalam kalangan pria...!"


"Oi! Kenapa kau membahas hal yang lain...?! Anastasia, aku ingin tahu soal hubunganmu bersama dengan kandidat Dewi air itu." Tanya Koizumi dengan tatapan serius.


"Pelan-pelan..."


Shinobu mulai menemukan rencana alternatif lainnya, ia hanya perlu menunggu penjelasan Anastasia lebih lanjut agar bisa merancang kembali semua rencana lalu menyempurnakannya.


"Aku adalah penyihir suara... sudah pasti semua orang ingin menghubungi diriku untuk menyanyikan sebuah lagu dan festival."


Anastasia mengingat kandidat itu sempat menghubungi dirinya bahwa ia membutuhkan penyihir suara seperti dirinya untuk memainkan musik dalam pembukaan rapat agar suasananya terasa tenang.


"Dalam arti lain... apakah kamu memiliki kepercayaan dengan Dewi air?" Tanya Konomi.


"Tidak kok, mereka tidak begitu memaksa diriku untuk mempercepat seorang Dewa atau Dewi karena aku hanya sekedar penyihir yang ingin menyanyikan musik."


"Mungkin tidak begitu menguntungkan sih, aku ingin membantu kalian untuk menyelesaikan misi ini." Anastasia tersenyum lembut.


"Kebetulan, tidak lama lagi rapat antar semua kandidat akan diadakan dalam waktu yang dekat, mungkin kalian bisa mempersiapkan rencana dari sekarang."


"Aku juga akan datang ke dalam rapat itu sebagai seseorang yang memainkan musik kepercayaan mereka masing-masing."


"Mmm!"


"Rapat itu akan di mulai dua hari dari sekarang, persiapkan diri kalian."


"Baiklah, kalau begitu aku memiliki rencana pertama." Kata Shinobu yang sudah mempersiapkannya sampai mereka langsung menatap dirinya.


"Awalnya jika Kak Anastasia tidak memiliki hubungan apapun soal ini, kita perlu melakukan sesuatu dengan cara yang kasar seperti menyusup masuk ke dalam tempat itu..."


"...mereka memiliki banyak pertahanan dan pengawasan yang begitu ketat tetapi dengan bantuan Kak Anastasia, kita bisa menyamar menjadi salah satu muridnya yang memainkan musik juga."


"Hohhhh...! Ide yang bagus, Koneko~ itu artinya aku bisa berdansa dan tentukan menyanyi bersama Anastasia dalam rapat itu?" Tanya Hinoka.


"Mm... intinya kita akan menjadi murid Kak Anastasia agar bisa masuk ke dalam pertemuan itu, melewati semua pengawasan dan pertahanan itu sudah cukup karena..."


Shinobu mengeluarkan kertas dari dalam sakunya lalu ia membuka lipatannya, Shinobu langsung mengeluarkan sebuah pensil dan menggambar serta menulis semua penjelasannya dalam kertas itu.


Mereka hanya bisa mempertahankan, gambaran dan tulisan yang Shinobu lakukan juga terlihat begitu jelas sampai mereka tidak perlu berpikir lama untuk mengerti dengan rencananya.


"Begitu ya... kita berlima bersama Anastasia akan menyamar sebagai muridnya untuk masuk ke dalam pertemuan itu."


"Penyihir biasanya akan memiliki seorang murid jadi mereka sudah pasti akan mempercayainya, kita bisa menyerahkan kepercayaan itu kepadamu bukan?" Tanya Konomi kepada Anastasia sampai ia mengacungkan jempolnya.


"Setelah kita berhasil melewati semua pengawasan dan pertahanan yang ketat itu maka kita akan memulai rencana yang lain..." Shinobu mengambil satu dokumen yang menunjukkan kandidat Dewi air.

__ADS_1


"...apakah dia adalah kandidat Dewi air itu, Kak Anastasia?" Tanya Shinobu.


"Benar sekali, dia bernama Marina... pengikut terbaiknya bernama Daria, mereka berdua adalah gadis penyuka kucing sampai Marina sering membawa kucingnya yang selalu ia tepati di belahan dadanya."


"Kalau begitu, Koneko benar... rencana ini adalah, kita akan membiarkan Kak Hinoka dan Kak Anastasia untuk tetap fokus memainkan musik dan berdansa."


"Kita akan beralasan seperti sakit perut atau tidak enak badan... jadi kita akan pergi ke kamar mandi terdekat lalu menyelinap diam-diam untuk mencari Marina dan Daria."


"Kita hanya perlu mencari mereka sudah cukup, perlu diingat bahwa kita dilarang untuk membunuh siapa pun di dalam itu untuk sementara..."


"...mereka akan menyadarinya dengan cepat jadi kita hanya perlu membuat pingsan kedua gadis itu lalu mengikatnya serta menutup mulutnya agar ia tidak bisa bergerak atau berbicara."


"Awalnya aku sudah berharap mereka perlu dihabisi, untuk sekarang aku akan mengikuti rencana tersebut." Kata Koizumi.


"Koneko memiliki The Mind yang cukup untuk mengubah pikiran mereka terhadap pandangan... semua orang melihat pastinya dibantu dengan bantuan otak."


"Aku akan memasukkan gambaran soal Marina dan Daria kepada Koizumi dan Konomi, itu artinya ketika aku berhasil menggunakan The Mind kepada mereka maka semuanya akan melihat kalian berdua seperti Marina dan Daria."


"Hebat sekali... aku tidak menyangka kamu akan memiliki kemampuan The Mind sehebat itu." Kata Konomi.


"Aku akan menyamar menjadi kucing yang selalu Marina bawa... sejak awal aku memang setengah kucing dan Legenda itu artinya aku dapat berubah wujud menjadi kucing juga."


"Untuk Ako, aku ingin kamu mencari lokasi Grimoire mereka dengan mengelilingi lokasi rapat itu."


"Baik!"


"Itu rencana kita... jika gagal maka Koneko sudah mempersiapkan rencana alternatif." Kata Shinobu sampai mereka setuju dengan rencana yang begitu hebat.


"Dua hari... mungkin kalian perlu mempelajari tentang mereka." Shinobu mengulurkan lengan kanannya ke depan sampai partikel emas terlepas keluar melalui tapaknya.


Semua partikel itu membentuk banyak sekali buku yang tertumpuk untuk mereka, semuanya berisi tentang informasi dalam pikirannya sendiri yang cukup membantu karena berisi tentang pengetahuan para Legenda yang memiliki kepercayaan.


"Belajar sedikit ya..."


""Heeehhhh...""


"Jangan 'hehhh'..." Shinobu mengembungkan kedua pipinya.


***


Mereka semua bubar untuk melaksanakan latihan dan tentunya mempelajari buku yang berisi informasi penting, Shinobu diminta untuk datang bertemu dengan Anastasia yang memiliki urusan dengannya.


"Kakak memiliki urusan apa denganku...?"


"Shinobu... mungkin permintaanku terlalu berat bagimu tetapi... aku menerima pekerjaan sebagai penyihir yang memainkan musik untuk mereka demi bisa memperoleh Grimoire itu."


"Grimoire apapun itu, bisa aku gunakan sebagai sesuatu yang dapat aku pelajari seperti melakukan eksperimen yang begitu baru." Kata Anastasia.


Shinobu langsung tertawa kecil, "Kakak memang mirip sepertiku ya, aku juga membutuhkan semua Grimoire elemen untuk mempelajarinya dan tentunya menciptakan versi yang aku perbaiki."


Anastasia memasang tatapan kaget seketika karena Shinobu juga berniat untuk mengambil Grimoire itu demi bisa mempelajari sesuatu, ia tidak perlu menjelaskannya lebih lanjut.


"Jika kamu sudah mendapatkannya, apakah kamu meminjamkannya padaku?" Tanya Anastasia yang terlihat senang.


"Mmm! Tentu, Koneko senang membantu~" Shinobu tersenyum lebar selagi membuka mulutnya, terlihat begitu polos sampai Anastasia merasa lega.

__ADS_1


"Ternyata aku memang bisa memanfaatkan mereka semua..."


"...hanya perlu berhati-hati saja."


__ADS_2