Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 488 - Korona Matahari


__ADS_3

"Mari, kita sama-sama melatih tubuh dan fisik kita tanpa harus mengandalkan wujud dari Golden Nature dan Golden Solar System." Minami menatap Shuan dengan tatapan serius.


"Jika kita terlalu fokus melatih sihir maka itu tidak ada untungnya sama sekali untuk masa depan, siapa tahu terdapat musuh yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan atau menggagalkan sebuah sihir." Minami melepaskan cahaya di sekitar tubuhnya.


Shuan terkejut ketika cahaya yang Minami lepaskan tidak berdasar dari sihirnya sedikit pun, Lenergy yang berada di dalam tubuhnya juga tidak terkuras.


"Shucchi, aku ingin kamu berlatih lebih keras sampai bisa melampaui diriku ini."


"Apa...? Aku melampauimu? Itu adalah hal yang mustahil sekarang."


"Tidak ada yang mustahil jika kau terus mencoba dan tetap positif. Aku ingin melihatnya, waktu kita tersisa dua hari dan kita dapat melakukannya bersama-sama."


"Ada benarnya..." Shuan menerima elusan lagi oleh Minami, semakin lama itu hanya membuat dirinya tenang sehingga ia memiliki rasa percaya dan semangat yang cukup untuk membantu dirinya bertambah kuat.


"Baiklah, Shucchi. Karena kamu sudah dewasa sekarang, aku tidak akan menahan diri dan memperlakukan dirimu lembut seperti dulu." Minami melompat ke belakang.


Ia meminta Shuan untuk melepaskan seluruh kekuatan dan tenaganya sampai titik maksimal agar ia bisa menahan semua tekanan dan kepanasan dari Korona Matahari.


Percobaan pertama yang begitu mengejutkan karena Minami melihat gelombang lahar matahari yang mulai mengelilingi tubuh Shuan dengan begitu cepat sehingga ia menciptakan badai yang begitu panas di sekitarnya.


"Ugh..." Shuan tidak bisa menahannya lebih lanjut lagi, kepanasan yang begitu dahsyat seolah-olah mengalir di seluruh tubuhnya sampai membakar organnya sendiri.


Pada akhirnya, Shuan terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang kelelahan, rambutnya sendiri bahkan sampai terbakar tetapi Minami menyingkirkannya.


"Shucchi, dengarkan aku... Kau tidak akan bisa menguasai matahari dan semua tekanan ini hanya dengan meningkatkan kekuatanmu secara bertahap."


"Sudah beberapa kali aku bilang kepadamu, meningkatkan kekuatan murni berdasarkan cahaya yang kau miliki hanya akan memperlambat proses dan kau akan langsung kelelahan dalam proses tersebut."


"Kekuatan datang dengan seseorang yang layak dan membutuhkan, bukan keinginan. Kau harus menciptakan kelayakan di dalam tubuhmu untuk bisa menguasai matahari ini dan amarahmu sendiri..."


"Kalau begitu, kita memulai dari amarahmu saja. Kau lebih menonjol dalam mengandalkan amarah dari Neko Legenda, coba bayangkan sesuatu yang membuatmu kesal..." Kata Minami.


Shuan memejamkan kedua matanya, mencoba untuk menatap kembali semua kesalahan dan kegagalan yang ia rasakan. Minami langsung dikejutkan dengan dorongan yang lepas dari dalam tubuhnya.


"Kontrol... Kontrol sekarang juga atau kau akan menjadi budak dari amarah itu sendiri!" Seru Minami keras.


"Aahhh.... Hahh... Hahh..."


Shuan kembali berlutut di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kelelahan, amarah itu hampir saja mengontrol dirinya untuk mengamuk dan menyerang apapun di sekitarnya karena tekanan dan kepanasan yang begitu kuat.


"Kakak..." Shuan mulai sulit bernafas, Minami mendekati dirinya dan mencoba untuk memulihkannya menggunakan bunga emas yang menyinari tubuhnya.


"Kamu melakukan sebisa dan sekuatmu, Shucchi. Aku bangga padamu..."


Minami tersenyum dan memeluk kedua bahu Shuan, mencoba untuk terus menunjukkan rasa bangganya karena Shuan masih mau mencoba dan berusaha.

__ADS_1


"Apakah aku harus melakukannya lagi...? Kemungkinan, selanjutnya akan aku kuasai amarah itu dan menekan kekuatanku semaksimal mungkin dengan cepat."


"Tidak, sudah cukup untuk sekarang. Lebih kau beristirahat dulu sebelum tubuhmu benar-benar terbakar." Minami melirik ke belakang, melihat kedua sepupunya yang sedang latih tanding dengan begitu sengit.


"Methode, aku akan membawa Shuan ke tempat istirahat sebentar." Seru Minami, Methode mengacungkan jempolnya karena ia saat ini sedang fokus melatih Shou.


Minami menepuk kepala Shuan pelan lalu ia melakukan perpindahan dengan cepat menuju tempat istirahat yang terasa begitu sejuk dan memenangkan.


"Tidur di kubus waktu tidak akan menghabiskan waktu yang lama, Shuan. Hanya perlu memejamkan kedua matamu dan bersantai, sudah cukup." Minami meminta Shuan untuk berbaring di atas kasur dan beristirahat sebentar.


Setelah itu, Minami berjalan pergi keluar untuk melihat matahari tersebut dan ia dikejutkan dengan Methode dan Shou yang terus bertarung tanpa henti sampai menggunakan cahaya dari matahari itu.


Minami mulai menunggu dengan duduk di atas lantai lalu melakukan meditasi, Shuan tertidur dengan nyenyak sampai ia bermimpi tentang latihan bersama dengan Minami.


Minami seperti biasa meminta dirinya untuk melatih kekuatan dan amarahnya agar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, Shuan terus melakukan hal yang terbaik sehingga pandangannya melihat sesuatu.


Sesuatu yang begitu mengerikan, berbentuk seperti Beast yang berada di dalam tubuhnya dan Beast itu mengaum keras tepat di hadapan wajahnya, membuat dirinya langsung terbangun.


"Mimpi tadi... Sangat asli... Aku hampir menguasainya, dunia dari kubus waktu ini semakin mengerikan dan membuat diriku merasakan keanehan yang berbeda-beda."


Tubuh Shuan terasa pulih kembali walaupun ia tertidur selama 10 detik, sepertinya tidur juga berjalan berbeda di dalam kubus waktu sehingga ia mulai melompat dari atas kasur dan melihat Minami.


Minami menoleh ke belakang, "Sudah merasa bugar kembali?"


"Begitu ya... Kau sendiri sudah setengahnya akan berhasil, kamu hanya harus mendorongnya lebih dalam lagi dan menghancurkan penghalang itu."


"Sisi positif lainnya adalah kamu lebih muda dariku dan memiliki kekuatan yang begitu hebat seperti ini, terutama cahaya melalui tata Surya itu. Aku yang dulu sudah pasti akan kalah..." Minami tersenyum.


"Kau juga harus bisa mengandalkan ketenangan, terlalu kasar dan keras kepada dirimu sendiri hanya akan mempersulit proses dan keadaan, lepaskan semua tekanan dan beban itu..."


"Baiklah, mari memulainya kembali!" Minami tersenyum, membuat Shuan merasa lega karena biasanya ia akan terus diminta untuk beristirahat lagi dan lagi.


Mereka kembali tiba di atas permukaan matahari itu, "Sebelumnya, kita awali dengan pemanasan. Lakukan push up selama jutaan kali dan lari mengelilingi matahari sekarang juga..."


Shuan tercengang ketika mendengarnya, tiada pilihan lain karena ia sebagai seorang Legenda sudah biasa melakukan hal seperti itu.


Pemanasan mulai ia lakukan, tidak begitu sulit untuk melakukan push up tetapi mengelilingi matahari lah yang cukup sulit karena matahari satu ini memiliki ukuran yang begitu besar sampai ia meningkatkan kecepatannya sampai titik akhir.


Beberapa menit kemudian, Shuan berbaring di atas permukaan matahari itu dengan ekspresi yang terlihat kelelahan, tubuhnya merasakan kekuatan yang menyebar serta mengalir.


"Baiklah, sekarang lepaskan semua sihir itu... Sepuluh saja, kalau tidak salah namanya itu Golden Pilar...?"


"Shining Golden Pillar."


"Kenapa tidak menamakannya dengan sesuatu yang lebih keren? Karena kakakmu ini menamakannya Shining Justice, bagaimana jika kau menamakannya Shining Hope?" Minami terkekeh.

__ADS_1


Ide yang cukup baik sehingga Shuan langsung menamakan sihir gelombangnya dengan sebutan [Shining Hope], ia mulai melepaskan sirkuit sihir hang berbentuk begitu besar dan sirkuit itu melepaskan gelombang pilar emas.


Pemanasan saja sudah mampu membuat Shuan kelelahan, gelombang lahar matahari mengeliling tubuhnya dan membakarnya sehingga ia terjatuh di atas permukaan itu dan tidak sadarkan diri.


Minami hanya bisa diam dan menyadari bahwa Shuan memang mengalami hal yang kesulitan soal kekuatan dan amarah yang terus mengamuk di dalam tubuhnya, Minami mulai menggendong Shuan dan membawa dirinya ke tempat istirahat.


Minami menatap Methode dan Shou yang masih bertarung, seketika ia mulai merasa cemburu karena ia melakukan latih tanding bersama adiknya juga, mereka mengalami waktu yang menyenangkan.


Minami kembali ke tempat istirahatnya, ia menempati Shuan di atas kasur tetapi ia langsung bangun dengan ekspresi yang begitu kesal, setelah itu ia melihat Minami yang sedang tersenyum.


"Kakak... Maafkan aku... Sepertinya latihan ini memang mustahil bagi diriku, kegagalan tidak akan pernah mendapatkan apapun yang mereka inginkan..." Shuan mengepalkan kedua tinjunya.


"Hei... Jangan berpikir negatif seperti itu lagi, kegagalan adalah sebuah pelajaran untuk kita agar bisa bertambah lebih kuat, belajarlah melalui kesalahan dan kegagalan." Minami mengelus kepala Shuan.


"Aku tidak akan menganggap dirimu sebagai apapun yang berkaitan dengan hal negatif, lagi pula kau adalah adikku yang begitu imut dan hebat." Minami terkekeh.


"Hm..."


Beberapa menit kemudian, Shuan telah beristirahat secara keseluruhan. Latihan selanjutnya akan lebih sulit lagi karena Minami langsung mengajak Shuan untuk latih tanding.


Pertarungan itu tidak berjalan cukup lama karena Shuan merasakan penolakan di dalam dirinya sendiri karena matahari itu, terutama lagi tekanan yang terus memperlambat gerakannya.


Pada akhirnya, Shuan menerima satu tendangan di wajahnya sehingga ia terlempar ke belakang, Minami melompat menuju arahnya dan mencoba untuk menyerangnya lagi.


"Aku menyerah...!" Seru Shuan, Minami mendarat di sebelahnya dengan tatapan yang terlihat bingung.


"Sudah cukup ya? Bisa di lanjut lagi jika kamu selesai beristirahat." Minami mencoba untuk membantu Shuan berdiri tetapi ia terlihat takut sehingga tubuhnya seolah-olah tidak mempercayai bantuan dari Minami.


"Kenapa? Kamu tidak mempercayaiku?" Tanya Minami sehingga ia melihat Shuan bangkit dengan usahanya sendiri.


Shuan melompat dan mencoba untuk menyerang Minami kembali tetapi ia menghindari serangan itu dengan mudah sehingga ia membalasnya dengan melancarkan sikutnya tetapi Shuan menahannya menggunakan kedua tapaknya.


Shuan menyerang balik dengan mencoba untuk menendang wajahnya tetapi Minami menunduk lalu menendang kaki Shuan sampai ia terjatuh tetapi masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Shuan melepaskan Shining Hope tetapi Minami hanya menangkis serangan itu menggunakan ekornya, setelah itu Minami tersenyum kepada Shuan.


"Kamu juga harus melatih ekormu agar bisa menahan serangan apapun." Kata Minami selagi menggerakkan ekornya beberapa kali.


"Ternyata Ibu benar soalmu, Kakak. Kamu terlalu lembut untuk melatih diriku, aku mohon...! Hapus kelembutan itu dan latih aku dengan tegas!" Shuan melepas Shining Hope lagi dan Minami menangkisnya menggunakan ekornya sendiri.


Setelah itu Shuan melompat dan melancarkan satu tendangan tetapi Minami berhasil menghindarinya, Minami bisa melihat Shuan menyerang dengan cara yang agresif.


Minami sejak awal melarangnya karena ia ingin melakukannya secara bertahap, "Shucchi!"


"Bertarung lah dengan serius! Jangan menahan diri walaupun aku adikmu!"

__ADS_1


__ADS_2