Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 265 - Astral


__ADS_3

Shira bersama yang lain-nya tiba di tempat yang dipenuhi dengan kuburan, terlihat banyak sekali kuburan sehingga Yuuna dipenuhi dengan kesenangan karena ia merasakan banyak sekali arwah di dalam kuburan tersebut, tiba-tiba seorang dewi kematian muncul dari dalam tanah dan berdiri tepat di atas kuburan yang sangat besar.


Melihat dewi kematian seperti diri-nya tidak mampu membuat mereka ketakutan dan mereka juga sadar bahwa Palouce juga sudah pasti akan memiliki dewa-dewi tersendiri, itu artinya Palouce tidak akan mudah dihancurkan seperti-nya. Dewi kematian itu langsung melotot ketika melihat Yuuna yang memiliki kemampuan dan sihir yang dapat mengontrol arwah.


"Para Legenda...? Kenapa kalian bisa mengetahui inti semesta ini? Dan juga kenapa Saint Soul seperti Yuuna harus datang?" Tanya dewi tersebut dengan ekspresi yang terlihat kesal, "Kami datang untuk berkunjung... kami ingin melewati negara Astral agar bisa sampai menuju inti pusat, apakah kau akan membiarkan kami masuk ke dalam negara itu?" Tanya Yuuna.


Dewi itu awal-nya ingin menolak tetapi Yuuna dapat mengendalikan arwah dengan mudah, bisa saja ia menggali jalan menuju negara Astral, dewi itu tidak akan membiarkan mereka masuk dulu sebelum memberikan alasan kenapa para Legenda datang ke semesta yang sangat jauh ini dan apa tujuan mereka datang ke tempat seperti ini.


Mereka semua mulai merasa curiga ketika dewi itu berkata seperti itu, "Kenapa kau penasaran seperti...? Apakah kau mencoba untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan?"


"Tidak-tidak, soal Zangetsu aku sudah tahu... Shelldon memberitahu-ku, aku hanya penasaran kenapa kalian Legenda yang tinggal di semesta sangat damai yaitu Touri bisa datang ke tempat seperti ini?" Dewi itu mengatakan-nya dengan sarkas sehingga membuat Shira, Arata, dan Haruki kesal, mereka hampir saja menjawab pertanyaan itu dengan sebuah pukulan di wajah.


"Saat ini kami membutuhkan inti pusat itu untuk membawa kami kembali menuju semesta Touri, kami tidak memiliki banyak waktu karena Zangetsu bisa saja menyerang semesta ini dan menguasai inti semesta yang kedua, jika dia berhasil menguasai seluruh semesta maka tidak ada keselamatan untuk kita semua! Apakah jawaban seperti itu cukup untuk-mu?" Jawab Yuuna.


Penjelasan seperti itu sudah cukup, dewi itu mulai mundur beberapa langkah dan memunculkan sebuah tongkat yang terbuat dari tulang, ia mengangkat tongkat tersebut sehingga kuburan yang sangat besar itu mulai membuka sebuah jalan menuju ruangan bawah tanah, mereka semua langsung mencium aroma bangkai di dalam ruangan itu.


"Uck... bau apa ini..." Shira menutup kedua hidung-nya, "Ayo-ayo, jangan menghabiskan waktu lagi." Yuuna masuk ke dalam pintu masuk itu dan mereka semua mengikuti Yuuna dari belakang, aroma bangkai itu perlahan-lahan sehingga aroma wangi dan melati bisa mereka cium karena sebentar lagi mereka akan masuk ke dalam negara [Monopostral].


Menghabiskan waktu selama sepuluh menit untuk tiba di negara tersebut, mereka semua disambut dengan dua dewi kematian yang saat ini sedang menghalang pintu masuk menuju negara Monopostral menggunakan tongkat mereka, "Biarkan mereka masuk, mereka datang bukan untuk berkunjung atau apapun itu, mereka hanya ingin pergi menuju pintu yang membawa mereka menuju inti pusat." Dewi kematian yang menjaga pintu ruang bawah tanah itu tiba-tiba membantu.

__ADS_1


Kedua dewi itu langsung membiarkan Shira bersama yang lain-nya untuk masuk, mereka dikejutkan dengan banyak sekali ras Astral yang terbang dimana-mana, Yuuna terlihat sangat bersemangat bahkan mulut-nya sampai terbuka lebar ketika melihat semua arwah yang berterbangan itu, ras Astral memiliki penampilan unik... tubuh mereka tembus pandang dan bahkan terdapat sebuah cincin emas di atas kepala mereka.


"Biarkan aku membawa kalian agar kalian semua tidak tersesat, peraturan negara Astral itu sangat ketat loh, sekali kalian tinggal disini selama satu jam maka tubuh kalian akan berubah menjadi ras Astral, itu artinya kalian akan menjadi setengah ras Legenda dan setengah ras Astral." Dewi itu mulai menjelaskan peraturan yang sangat penting tentang negara itu, Shira bersama yang lain-nya langsung segera mencari pintu menuju inti pusat itu.


"Jangan terburu-buru kalian, Astral bisa saja menabrak kalian dan merasuki tubuh kalian." Kata Yuuna hingga mereka mulai berjalan dengan santai, satu jam itu waktu yang cukup lama dan Yuuna yakin bahwa mereka dapat pergi dengan selamat, "Apakah peraturan itu akan berpengaruh untuk-ku?" Tanya Yuuna.


"Tidak, kau adalah Saint Soul, itu artinya negara ini bisa disebut sebagai negara kekuasaan-mu, Yuuna. Sudah lama sekali aku menantikan peristiwa ini, bertemu dengan diri-mu. Salam kenal, aku adalah Clare sang dewi kematian yang bertugas untuk mencabut nyawa siapapun... kalau tidak salah aku sudah bertugas beberapa kali mencabut nyawa di Touri." Dewi kematian itu memperkenalkan diri-nya dengan nama Clare.


Yuuna dan Clare berbicara sehingga mereka menjadi sangat dekat, Shira mulai merasa tidak enak dan nyaman karena tubuh-nya dipenuhi dengan keringat dingin... ras Astral itu sangat berbeda bahkan keberadaan mereka tidak bisa dirasakan sama sekali, wajah mereka juga bahkan dapat berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.


Mereka terus berjalan lurus, Arisu melihat sebuah tongkat yang menunjukkan arah menuju gerbang inti pusat, menurut prediksi Arisu... mereka seperti-nya akan terus berjalan selama beberapa menit dan kemungkinan besar setengah jam untuk bisa sampai. Mereka juga harus berhenti karena terdapat banyak sekali ras Astral yang berkeliaran dan juga mengendarai sebuah kendaraan yang tembus pandang.


"Apakah tubuh mereka benar-benar tidak bisa disentuh? Aku penasaran... bagaimana jika aku memukul mereka?" Tanya Arata.


"Itu benar... dimensi-ku juga memiliki peraturan seperti itu, Papa-ku dulunya pernah terbunuh dan syukurlah dia cukup beruntung untuk hidup kembali menjadi ras Astral." Ucap Arisu sehingga membuat Shira terkejut, seperti-nya apa yang Shinra katakan kepada diri-nya ketika bertarung untuk pertama kali ternyata benar, Shinra pernah mati.


Waktu berlalu dengan cepat, kunjungan mereka selama beberapa menit cukup menyenangkan untuk melihat negara Astral ini... terlihat sangat unik dan juga keren walaupun mereka semua itu hantu dan bahkan rumah-nya juga tembus padang sampai Shira mencoba untuk menyentuh-nya tetapi tangan-nya malah menembus.


"Kita sudah sampai... Pintu yang dipenuhi gembok itu adalah jalan menuju inti pusat, alasan aku menggembok-nya karena wilayah inti pusat itu sangat berbahaya sehingga banyak penjaga ketat yang akan menyingkirkan siapapun, kalian hanya harus bisa melewati semua ujian yang akan diberikan oleh pemilik inti pusat tersebut dan kalian pasti akan bisa menggunakan-nya." Clare memberi beberapa saran kepada mereka semua, setelah itu ia membuka gembok tersebut dengan tongkat-nya itu.

__ADS_1


Shira bersama yang lain-nya terbang masuk ke dalam pintu itu lalu ia melirik ke belakang dan melihat Yuuna yang masih berdiri di sebelah Clare, "Semoga beruntung kalian, seperti-nya aku akan menghabiskan waktu lebih lama dulu disini, aku akan menyusul nanti!" Clare langsung menutup pintu itu dan menggembok-nya kembali.


"Ayo, kita harus segera bergegas agar kita memiliki banyak persiapan untuk melakukan pertarungan terakhir." Arata maju duluan dan Shira hanya diam, "Apakah Yuuna memiliki sebuah rencana sampai ia ingin menghabiskan waktu lebih lama di negara itu?" Tanya Shira.


"Yahh... dia adalah Saint Soul jadi tidak diragukan lagi dia akan menyukai tempat yang dipenuhi dengan hantu dan arwah itu." Jawab Haruki.


"Aku merasakan banyak sekali keberadaan monster yang kuat... kalian merasakan-nya?" Tanya Arisu.


"Ya... semua-nya akan menjadi sulit seperti-nya." Arata melihat sebuah pintu yang terbuat dari besi di depan-nya.


***


"Kau sebelum-nya pernah bilang 'kan? Dewi kematian seperti-mu pernah bertugas mencabut nyawa di Touri." Yuuna menatap Clare dengan ekspresi yang terlihat serius, Clare langsung tersenyum karena ia menduga bahwa Yuuna akan diam di negara itu cukup lama untuk menanyakan sesuatu yang penting dan rumit seperti itu.


"Ya, aku telah banyak mencabut nyawa makhluk hidup yang ada di Touri, arwah yang lepas dan dicabut oleh diriku sebagai-nya cukup beruntung untuk mengalami reinkarnasi menjadi ras Astral, mereka yang beruntung dan berubah menjadi ras Astral akan langsung di kirimkan ke dalam sebuah ruangan yang bisa disebut penyiksaan atas dosa-dosa mereka." Clare menoleh ke arah timur dan menunjuk sebuah bangunan besar berwarna merah, ketika Yuuna menatap bangunagn itu... ia merasakan banyak sekali hawa mengerikan di dalam-nya.


"Sungguh kejam... aku bisa mendengar jeritan mereka yang di siksa habis-habisan."


"Mereka yang telah menjadi ras Astral akan bebas dari ruangan itu ketika mereka suci, sebagian dari mereka juga lebih memilih untuk diam di dalam ruangan yang sudah disediakan karena mereka sudah tidak memiliki tujuan untuk hidup lagi." Clare pergi meninggalkan Yuuna.

__ADS_1


"Apakah aku boleh mengunjungi tempat itu?" Tanya Yuuna.


Clare berhenti lalu melirik ke belakang, "Tentu saja... asalkan kau tidak melanggar peraturan apapun di negara ini."


__ADS_2