
Komi masih berbaring di atas tanah sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat bingung, ia masih bertahan karena Korrina mengampuni-nya dan juga ingin membawa diri-nya pulang untuk menciptakan masa depan yang cerah untuk Touri yang baru ini. Korrina duduk di sebelah Komi karena ia masih membutuhkan beberapa kesadaran yang harus menyelimuti pikiran-nya yang bodoh itu.
"Kau pernah memberitahu-ku... kau tidak ingin menjadi siapapun tetapi lihatlah diri-mu sekarang, kau ingin menjadi penjahat dan juga inti ancaman untuk Touriverse, dulu-nya aku pernah dengar bahwa kau mencintai semua ini dan kenapa kau bisa berubah menjadi orang seperti ini...?" Tanya Korrina.
"Aku tahu di dalam diri-mu... kau pasti lelah dan muak dengan semua ancaman dan konflik yang selalu melanda dunia-mu 'kan? Fakta-nya kau ingin menjadi seorang pahlawan yang dapat menyelamatkan mereka semua tanpa harus ditakutkan dengan keseimbangan yang selalu membuat-mu takut... apakah ada resiko di dalam keseimbangan tersebut? Aku tanya..." Korrina tersenyum dan Komi hanya bisa diam, tidak mengatakan apapun.
"Kau bisa menyembunyikan jati diri-mu--- tidak, semua tentang dirimu di balik tembok atau topeng yang menganggap diri-mu sebagai penjahat, lebih baik kau memilih menjadi seseorang yang tidak dapat dihalang oleh keseimbangan itu sehingga kau menggunakan semua kekuatan ini untuk membuat Touriverse yang baru bersama Zangetsu bukan...? Itu terdengar cukup menyedihkan, kau seharusnya menjadi diri-mu sendiri dan mau menanggung resiko apapun itu."
"Tidak ada guna-nya kau menyamar menjadi seseorang yang salah... apa guna-nya kau menyembunyikan diri-mu sendiri di dalam kegelapan? Kau adalah pahlawan dari dunia-mu sendiri, kau sudah menyelamatkan semua orang yang kau sayangi dan cintai tetapi sekarang kau malah membunuh sebagian dari orang yang kau sayangi dan cintai...!"
"Kau adalah Aku... walaupun kita berbeda tetapi kita menunjukkan sesuatu hal yang menonjol yaitu melindungi seseorang yang kita sayangi dan cintai dengan cara apapun itu, tetapi aku tidak melakukan-nya dengan cara yang salah seperti-mu... Kau dulu-nya waras dan lebih baik diam saja dibandingkan kau menunjukkan kekuatan tersebut sehingga tidak sengaja menghancurkan sesuatu!"
"Kau sekarang adalah kebalikan-nya dengan diri-ku, dengan seorang Legenda... kau kemana-kan harga diri-mu itu?!"
"Tidak... aku ingin kau melihat kehancuran dan juga kegilaan yang sudah disediakan oleh dunia ini atau tidak aku ingin merasakan-nya untuk diri-ku bahwa jalan yang aku tujui bukanlah kesalahan. Tidak seharusnya aku mengikuti jalan yang benar karena setiap jalan yang benar itu memiliki kesalahan di dalam-nya bahkan tujuan utama-nya juga masih belum bisa diketahui..." Kata Komi.
__ADS_1
"Jalan yang benar lebih menyakitkan lagi dibandingkan jalan yang salah ini... kau harus jalan melewati semua mayat yang kau sangat cintai, jadi orang yang benar-benar sadar dan memiliki tujuan yang lebih tinggi akan memilih jalan pintas dengan jalur yang sudah disediakan, itu benar... tujuan-ku untuk menjadi seorang dewi segala-nya adalah untuk menciptakan dunia yang sangat damai dengan membangun ulang..."
"Kau tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan, apa yang aku ingin ketahui bukanlah jalan pintas atau jalan yang lebih mudah, kita adalah Legenda dan seharusnya kita memilih jalan yang sudah disediakan untuk kita, sebagai Legenda kita harus tetap berjuang dan berusaha untuk melewati semua ujian yang ada di jalan tersebut! Jika jalan kebaikan itu salah maka carilah cara untuk bisa memperbaiki-nya..."
"...tapi, pada awal-nya bagaimana kau bisa mengetahui dimana jalan yang salah dan benar? Maksud-ku, kau tidak akan pernah mengetahuinya sampai seseorang mulai berjalan menuju kedua jalan yang berbeda itu. Seorang Legenda memilih jalan yang sudah disediakan, jalan apapun itu kecuali jalan pintas mereka akan melewati-nya... menahan semua rasa sakit yang mereka miliki!"
"Itulah kenapa... Legenda tidak akan pernah berjalan melewati mayat Legenda lain-nya..." Korrina mulai mengangkat tubuh Komi dengan memegang kerah-nya lalu ia menatap kedua mata-nya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Tidak ada jalan pintas untuk menjadi pahlawan dan juga Legenda yang benar-benar layak! Dan tidak ada jalan keluar juga untuk orang yang sudah menjadi Legenda layak!"
"Kau mengerti!?" Ketika Komi mendengar perkataan itu, ia langsung merenung sehingga mengingat semua peristiwa yang ia alami sejak berada di dimensi palsu... dia selalu saja menggagalkan sesuatu dan menjadi beban untuk pasukan-nya sendiri bahkan kebangkitan Bamushigaru itu disebabkan oleh diri-nya.
"Aku benar-benar tidak pantas... untuk lahir di dunia seperti ini..." Komi memejamkan kedua mata-nya, Korrina langsung menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal ketika melihat Komi yang mulai merasa putus asa sekarang, melihat-nya seperti itu membuat Korrina secara refleks menarik Keris-nya keluar lalu mencoba untuk menggorok leher-nya tetapi ia menghentikan-nya sebelum ujung dari bilah itu menyentuh leher-nya.
"...Kau benar-benar bodoh ya, aku tidak pernah menyangka akan melihat keturunan Comi dan dewi segala-nya seperti dirimu. Kau sangat mengecewakan tetapi kau tidak seharusnya bersikap seperti ini karena kau bisa mengubah semua-nya kembali, Komi! Jika kau ingin membangun dunia ini kembali maka bangunlah diri-mu dan juga kembalikan-lah semua orang yang sudah kau bunuh demi membantu diri-ku untuk mengalahkan Zangetsu!!!" Seru Korrina keras sehingga ia bangkit dari atas tanah.
"Untuk apa... apa yang baru saja aku lakukan itu... penglihatan-ku saat ini... melihat sesuatu yang sangat mengerikan yaitu neraka hitam, untuk apa aku melakukan semua ini...?" Korrina merapatkan gigi-nya lalu ia menarik kerah baju Komi untuk membantu-nya berdiri, "Kenapa kau terus mengikuti jalan yang dipenuhi dengan kepedihan itu, Korrina?! Kenapa kau merasa sangat yakin bahwa jalan ini tidak akan gagal!?"
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah menyerah dari kenyataan ini, aku memiliki mimpi dan tujuan-ku sendiri sebagai seorang Legenda. Itu besar ya dan aku akan melakukan-nya dengan cara yang benar... cara yang sangat Legenda!"
"Apakah kau mempercayai hal seperti itu...? Bagaimana bisa kau akan menang melawan Zangetsu?"
"Bukan aku tetapi aku mempercayai seseorang yang bisa disebut sebagai harapan dan juga cahaya yang menerangi kegelapan, kita semua mempercayai Shiratori Shira untuk bisa mengalahkan Zangetsu karena kemampuan yang dia miliki." Kata Korrina.
Ruangan kemustahilan itu mulai berguncang dengan guncangan yang sangat besar sehingga Korrina bisa melihat banyak sekali celah juga lubang hitam mulai bertambah semakin besar sehingga menyedot apapun yang menghalangi mereka semua. Percakapan mereka bisa di lanjut nanti, sekarang mereka harus mencari jalan untuk bisa keluar dari ruangan ini.
"Ayo kita pergi sekarang, Komi... secepat-nya kita mengerahkan seluruh kekuatan kita untuk membuka celah yang dapat membawa kita keluar---" Korrina melebarkan kedua mata-nya ketika melihat Komi tersenyum lalu ia dengan sengaja melompat ke belakang, terjatuh menuju lubang hitam itu tetapi Korrina dengan cepat berhasil meraih lengan kanan-nya itu.
"Apa yang sebenarnya kau pikirkan, bodoh!?" Seru Korrina keras, ia langsung menggenggam erat tangan Komi karena lubang hitam itu mencoba untuk menarik diri-nya... Korrina perlahan-lahan ikut tertarik tetapi ia menahan-nya sekuat tenaga agar ia tidak terjatuh bersama Komi, "Mari kita menyerah saja, Korrina... lebih baik kita menghilang dan menikmati dunia selanjut-nya dibandingkan menahan semua rasa sakit ini lebih lanjut."
"Sialan!!! Jangan berbicara seperti itu!!! Tidak ada kata terlambat untuk berubah, dasar *****...!!!" Korrina dengan sekuat tenaga mencoba untuk menari Komi sehingga Komi tersenyum jahat dan licik, "Kalau begitu kau saja yang pergi sendirian, Korrina!!!" Komi langsung menarik Korrina dengan sekuat tenaga sehingga ia langsung terjatuh dari atas tanah dan Komi berhasil bangkit kembali.
Komi menatap ke bawah dan melihat Korrina yang perlahan-lahan terjatuh menuju lubang hitam itu, "K-Komi...?!" Ekspresi Korrina terlihat sangat kaget sehingga ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"KOOOOOMI!!!!!"