
Kebangkitan Asriel membuat seluruh penonton bertambah bersemangat untuk menantikan apa saja yang akan terjadi dalam pertarungan hebat seperti ini, aura kegelapannya mampu melepaskan suhu yang begitu ekstrem.
"Honoka pasti memiliki sikap positif di dalamnya dan alasan kenapa ia terus melukai diriku seperti ini, mungkin ia hanya menginginkan aku menginjak tingkatan yang berbeda..."
"...menghancurkan semua batasan yang terus menghalangi terutama batasan terbesar itu adalah realitas." Asriel mengepalkan kedua tinjunya dan tubuhnya terus melepaskan suhu kegelapan yang sangat dingin.
Honoka sekarang memiliki reaksi yang terkejut ketika kekuatan dan sihir Asriel meningkat cukup drastis bahkan ia sendiri bisa merasakan seluruh tubuhnya terus membeku.
Para penonton juga bisa merasa suhu yang begitu dingin dan untungnya mereka di lindungi dengan sebuah pelindung yang menghalang,
"Asriel sepertinya kembali bangkit... jauh lebih kuat hanya untuk menunjukkan kepada seluruh penghuni dan penonton bahwa Legenda akan bertambah kuat setiap mereka sekarat dan selamat dari kematian!!!" Seru Jorgez keras.
"Walaupun terus berada di posisi pertahanan, Asriel tetap maju dan mencoba untuk tidak menyerah...!!!"
"Aku harus menumpuk semua sihirku... sama halnya dengan Haruka yang terus menumpuk sihir waktunya, walaupun waktunya begitu singkat setidaknya aku harus mencobanya!"
Asriel mulai menaikkan seluruh kekuatan dan Lenergynya sampai tingkatan atas, mencoba untuk mengerahkan semuanya agar bisa mengakhiri pertarungan final ini dengan cepat.
"Jika aku terus bertahan... melarikan diri... maka Honoka akan terus melukai diriku sampai tidak ada jaminan lain bahwa aku akan selamat." Kedua mata Asriel memancarkan cahaya biru muda.
Asriel melepaskan sihir es dan kegelapan yang terus tumpuk beberapa kali dengan Broken Atmosphere, Honoka maju ke depan dan mengubah semua itu menjadi udara biasa baginya.
Ketika Honoka berada di jarak yang begitu dekat dengan Asriel, tubuhnya menerima beberapa serangan dari kristal es yang muncul di atas daratan, menyebabkan dirinya terhempas ke atas langit.
Asriel melepaskan gelombang kegelapan yang melepaskan beberapa kristal es ke arah Honoka, semua itu langsung ia hancurkan menggunakan sihir Crimson yang terlepas melalui jari-jarinya.
Honoka sekarang mulai di tekan dengan sihir Asriel yang terus bermunculan bahkan ia sudah beberapa kali mengubahnya menjadi udara tetapi ia terus disambut dengan serangan lainnya.
Honoka tidak mendapatkan kesempatan apapun bahkan efek dari kecepatannya telah habis, tubuhnya terus mengalami pembekuan tetapi ia mengubah semua itu menjadi api yang membakar tubuhnya penuh dengan kekuatan.
Honoka melepaskan semua api Crimson itu di sekitar area sampai menghancurkan sihir Asriel sebagian dan sebagian sihir Asriel memiliki kemampuan yang dapat menghapus sihir apapun kecuali realitas milik Honoka.
Ketika Honoka mencoba untuk menggunakan realitasnya, ia terjatuh dan tertekan oleh meteor es besar yang muncul tepat di atas kepalanya, ia langsung terjatuh di atas daratan.
"Haaaaarrrgggghhh!!!" Asriel mengerang keras lalu menghantam daratan beberapa kali sampai kristal es meluncur ke atas dan melesat ke arah Honoka seperti hujan deras.
Setengah dari arena itu mulai retak bahkan Honoka yang berada tepat di tengah arena itu mulai mengalami kesulitan karena es yang injak mulai retak dan pecah.
Honoka mencoba untuk mengeluarkan seluruh Lenergynya yang ia ubah menjadi sihir Crimson, sihir Crimson nya dan sihir kegelapan es Asriel mulai saling beradu sampai membuat arena tidak stabil.
Semua sihir yang Asriel lepaskan menghilang seketika menjadi udara dan ia di sambut oleh Honoka dari depan dengan satu serangan yang ia lepaskan.
Serangan itu menembus perut Asriel begitu dalam sampai ia memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, ia segera mengubah tubuhnya menjadi perangkap patung yang meledak.
Setengah dari tubuh Honoka mulai membeku ketika menerima perangkap itu dan tubuhnya langsung terkena beberapa serangan dari kristal es dan Asriel yang berada di jarak jauh.
Honoka melepaskan dorongan besar di sekitarnya, mampu menghancurkan semua sihir itu lalu ia bergerak maju ke depan dan menghancurkan semua sihir yang Asriel lancarkan.
Honoka sekarang mulai tertekan ketika melihat dirinya terus di kepung dengan tumpukkan sihir yang Asriel lepaskan bahkan ia bisa melihat beberapa patung menyerang dirinya lalu meledakkan diri sampai menyebabkan tubuh Honoka membeku lagi dan lagi.
__ADS_1
Asriel saat ini berada di dalam daratan es, mencoba mengumpulkan kekuatan besar melalui tinju kanannya dan ia melihat Honoka terus di sibukkan dengan sihirnya itu.
"Dengan satu serangan ini... aku mengalirkan seluruh harapan dan semangatku ke dalam satu serangan ini."
"Penuh dengan kekuatan dan tenaga yang di campur menjadi satu, menyebabkan kehancuran juga ledakan es besar yang mampu menjatuhkan Honoka secara langsung." Asriel merapatkan giginya.
Mencoba untuk mengontrol kekuatan dan sihirnya yang berjumlah sangat besar, ia melompat keluar dari dalam daratan es itu lalu ia mencoba untuk mengakhiri Honoka dengan satu serangan yang sudah ia kumpulkan.
"... ...!!!" Asriel melancarkan pukulan putih ke arah punggung Honoka dengan serangan itu mengenai tepat punggungnya sehingga membuat tubuhnya bertambah panas sampai melelehkan seluruh es di sekitarnya.
"A-Apa...?" Asriel memasang ekspresi yang terlihat kaget, sepertinya Honoka mengetahui tempat persembunyiannya selama ini dan tubuhnya langsung terasa lemas seketika selesai menyerangnya.
"Reversal... terima kasih, Asriel!" Aura Honoka yang terus membesar mampu mendorong Asriel ke belakang sampai ia terjatuh di atas daratan panas dengan tubuh yang lemas.
Semua efek dari serangan terakhir Asriel memberikan efek yang menguntungkan untuk dirinya, Honoka awalnya ingin mengakhiri pertarungan ini tetapi ia bisa melihat Asriel kembali bangkit.
Dengan Legend's Boost baru yang ia dapatkan Honoka mencoba untuk melepaskan sihir gelombang Crimson ke depan tetapi Asriel berhasil menahannya menggunakan kedua lengan esnya itu.
"Legend's Boost lagi ya... jiwa Legendamu cukup hebat juga, Asriel. Sejauh ini kau telah mendapatkan dua Legend's Boost!" Honoka tersenyum serius.
"Ini yang aku ingin rasakan sejak awal, bertarung melawan temanku dan mendorong mereka sampai mendapatkan Legend's Boost... tingkatan baru yang akan kalian capai melalui kemampuan murni itu...!" Honoka menunjukkan kuda-kudanya lagi.
"Jika aku menyerah di titik ini sekarang juga maka aku tidak bisa menunjukkan harga diriku kepada Ayah dan Ibu, biarkan aku menunjukkan harga diri keturunanku..."
"...aku adalah Shichiro Asriel dan aku akan memenangkan kubus permohonan itu! Aku tidak ingin memperlakukan diriku, harga diriku, terutama bangsa dan keturunanku." Asriel menunjukkan kuda-kuda bertarungnya lagi.
Perkataan Asriel membuat semua penonton diam seketika, mencoba untuk bersorak dan mengganggu konsentrasi mereka semua, Honoka hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataannya.
Asriel langsung melepaskan suhu udara yang begitu ekstrem dari dalam tubuhnya sehingga auranya menciptakan gelombang sihir yang terlepas ke atas.
"Lagi-lagi suhu dan badai yang ia lepaskan... mungkin ini adalah hal yang aku inginkan dari Asriel di final ini, tidak ada lagi Legend's Boost untuknya karena ia bisa saja mati." Ungkap Honoka.
"Aku tidak akan kalah semudah itu... aku akan menjawab aura dan kekuatan itu, Asriel!" Honoka melepaskan gelombang Crimson yang besar ke atas sampai membuat seluruh penonton terkejut.
Rambut mereka terus mengenai embusan dari sihir dan aura yang di lepaskan oleh Honoka dan Asriel secara bersamaan.
Honoka melihat Asriel melesat maju ke arah dirinya selagi mengerang keras, mencoba untuk mengerahkan seluruh kekuatan dan Lenergy terakhirnya di dalam tubuh.
"Aku ingin menunjukkan semua proses ini kepada Ayah dan Ibu!" Ungkap Asriel.
"Aku ingin menunjukkan jati diriku sebagai Legenda yang sebenarnya, membalas sesuatu selayaknya kekuatan dariku!" Ungkap Honoka.
"Semua ini untuk kemenangan... Pertandingan final yang terakhir melawan Legenda yang sangat kuat, keturunan Comi yang terkuat..."
"Aku menghormati dirinya... aku akan menerima serangan dan cara apapun darinya, majulah, Asriel!!! Tunjukkan semua batasan yang sudah kau hancurkan...!!!"
"Tidak peduli konsekuensi atau risiko apapun itu... aku akan tetap bangkit dan maju!!!"
"Aku tidak ingin menunjukkan diriku sebagai keturunan Comi terkuat, aku ingin membantu semua teman-temanku untuk bertambah kuat!!!"
__ADS_1
"Jati diriku..." Kata Asriel.
"...sebagai Legenda!!!" Kata Honoka.
""LEGENDS NEVER DIES!!!"' Teriak mereka bersama, tubuh mereka melepaskan tekanan dan dorongan di sekeliling arena.
Asriel dan Honoka melancarkan satu pukulan secara bersamaan sehingga Asriel dikejutkan dengan kedua iris mata Honoka yang mulai berubah-ubah menjadi merah dan biru mudah.
Pandangan Honoka mengalami sebuah kendala dan alam sadarnya tiba-tiba mengalami perpindahan ke sebuah tempat yang begitu indah, penuh dengan keputihan dan awan emas di atasnya.
"Ini..."
"...lagi?" Honoka melihat sekeliling sehingga ia merasakan kedua tapak tangan yang mulai menyentuh kedua pipinya.
Honoka menatap ke depan lalu tercengang ketika melihat Korrina berada di hadapannya sambil tersenyum dan meneteskan air mata kebahagiaan.
"Honoka..."
"...mau..."
"...pulang?"
"Ma... Mama...?" Honoka mulai menangis.
Asriel melebarkan matanya ketika melihat kedua mata Honoka telah berubah sepenuhnya menjadi warna merah bahkan tatapannya terlihat mati sekarang sehingga serangan yang ia lakukan mampu mengenai tubuh Honoka.
Tubuh yang terasa begitu lembek dan lemah seperti arwah Honoka hilang seketika dari dalam tubuhnya itu, Asriel awalnya menantikan sebuah aduan serangan tetapi serangannya mampu mengenai tubuh Honoka lebih cepat.
Satu pukulan mengenai wajah Honoka, menyebabkan kepalanya membeku dan tubuhnya langsung terhempas ke belakang sampai mengenai pelindung arena dan terjatuh di atas tanah.
Semua penonton bahkan teman-teman Asriel tercengang sampai merinding melihat Asriel berhasil mengenai satu serangan kemenangan yang membuat Honoka terjatuh di atas arena.
"D-Dia berhasil..."
"...hanya dengan satu pukulan penentuan! Dia berhasil! Di momen yang begitu tepat serangan Honoka mengalami sebuah jeda yang membuat dirinya terkena serangan oleh Asriel!" Jorgez merasa sangat merinding ketika melihatnya.
"Pemenangan masih berdiri di atas arena...!!! Pemenangan final yang pertama...!!! Peserta Shichiro Asriel!!!" Seru Jorgez keras.
Asriel berlutut di atas tanah, mencoba untuk tidak pingsan dan terjatuh tetapi ia merasa sangat kebingungan ketika melihat Honoka mengalami sebuah kendala.
"A-Apa yang terjadi...?"
Kedua mata Honoka yang mati kembali memancarkan cahaya putih sehingga kedua iris matanya yang berwarna merah kembali berubah menjadi biru muda.
Honoka kembali sadarkan diri tetapi ia merasa kebingungan ketika dirinya berada di atas daratan.
"A-Apa...?" Kedua penglihatan Honoka melihat luar angkasa yang begitu indah.
"Pertandingan final pertama telah berakhir!!!"
__ADS_1