Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 715 - The Rise of Undead Legend


__ADS_3

"Ini gawat... benar-benar gawat...!" Kata Haruki dengan tatapan yang terlihat kesal karena Diablo telah menghidupkan semua Legenda yang gugur menjadi ras Legenda dengan tipe baru yaitu Undead.


Semua pasukan Undead itu mulai berkumpul di hadapan mereka, kedua mata yang memancarkan cahaya merah bahkan tubuhnya juga terlihat sangat kekar sampai apa yang mereka katakan itu dipenuhi rasa benci.


"Bukannya terlihat cukup menarik, bangsa Legenda? Kalian akan menulis sejarah baru dengan menciptakan perang melawan Undead Legenda!" Ucap Diablo selagi merentangkan kedua lengannya.


"Kebangkitan dirimu adalah kesalahan ternyata... seseorang yang pasti melakukan semua ini berkaitan dengan seorang dewa." Peringat Kuro yang mulai berbicara dengan tubuh Arata.


"Undead biasa saja sudah cukup menyulitkan...! Mereka abadi bahkan kekuatan yang dimiliki juga jauh lebih mengerikan karena diri mereka dipenuhi rasa benci dan penyesalan karena sudah mati!" Seru Yuuna.


Mereka semua langsung menatap Yuuna yang memiliki banyak pengalaman tentang ras Undead dan Zombie campuran sampai ia pertama kalinya melihat Undead Legenda yang memungkinkan akan menyebabkan kekacauan lebih besar.


"Ini sama saja mengacaukan keseimbangan Yuusuatouri... apa yang para dewa kehidupan lakukan di saat seperti ini?" Tanya Shizen kepada Arata.


"Kenapa kau memandangku seperti itu... orang tuaku tidak begitu mengurus Yuusuatouri melainkan semesta lain, kau perlu mengingatnya bahwa setiap dewa juga memiliki pekerjaan mereka masing-masing." Jawab Arata.


Megumi melompat ke arah Hana lalu ia memancarkan cahaya emas yang berhasil membakar setengah tubuh dari Regulus, setelah itu ia mengangkat tubuh Hana untuk membawa dirinya ke tempat yang lebih aman.


"Aku akan memperingati kalian semua kombinasi dari ras Undead dan Legenda..."


"...Undead memiliki kekuatan dan energi sihir yang sangat mematikan bahkan sampai memiliki efek yang begitu menghancurkan." Kata Diablo selagi menyilangkan kedua lengannya.


"Sebagai gantinya, dia akan dipenuhi dengan rasa kebencian karena sudah dibunuh... mereka akan tersiksa oleh rasa sakit yang takkan pernah bisa disembuhkan."


"Itu artinya... kalian sekarang sudah mengerti bukan? Kehebatan bangsa Legenda dalam kemampuan alami mereka yaitu Legend's Boost!"


"Setiap luka yang mereka rasakan akan terus mengaktifkan Legend's Boost itu tanpa batasan apapun, setiap detiknya akan terus meningkat lagi dan lagi sampai mereka dapat melampaui dewa yang lebih berkuasa."


"Bukan itu saja tetapi... mereka sudah bisa di bilang sekarat tetapi masih hidup, itu artinya efek dari Legend's Boost akan mendapatkan peningkatan kali lipat lebih bersama."


"Sekarang aku memperkenalkan kepada kalian semua... pasukan sampinganku yang bernama Undead Legends dengan jiwa Giblis yang aku masukan!!!"


""Giblis...!?"" Tubuh mereka merinding seketika mendengar salah satu ras yang sangat mengerikan karena kemampuan adaptasi yang mereka miliki.


Sudah lama sekali tidak mendengar nama dari ras itu, mengingatnya saja membuat mereka bisa merasakan kesulitan ketika berhadapan secara langsung dengan Giblis.


Tetapi semuanya berubah ketika jiwa Giblis itu berada di dalam tubuh Undead Legenda, pasukan yang sudah pasti bisa menghancurkan dan menaklukkan apapun dalam sekejap tetapi Diablo ingin membunuh mereka semua satu per satu.


"Regulus sudah mati karena ia terlalu lemah... badut seperti dirinya memang tidak pantas untuk dijadikan sebagai Kaisar tetapi..."


"...ia masih berjulukan sebagai seorang Kaisar... Kaisar Undead yang memimpin semua pasukan ini untuk membunuh kalian tanpa rasa ampun!"


"Darah dingin... nafsu terhadap darah dan membunuh serta penyiksaan... ingatlah ini, bangsa Legenda, jumlah kalian yang begitu sedikit tidak akan bisa bertahan."


"Bersatu lah dengan kami! Aku memberikan satu tawaran untuk bersujud di hadapanku, Diablo, sang raja iblis yang paling kuat!" Seru Diablo.


"TIDAK AKAN!!!" Teriak Megumi keras.


"Hmph... ternyata Neko Legenda seperti dirimu mewakili semua jawaban itu ya...? Aku mengerti, semua orang memiliki opini tersendiri tetapi..."


"...sekali saja kalian mati maka arwah di dalam tubuh itu akan terjebak di dalam tubuh Undead yang akan muncul, kalian akan menjadi salah satu dari mereka!" Diablo mulai memperhatikan medan perang.


Medan perang saat ini terlihat tidak begitu seimbang karena pasukan Undead yang sudah mengepung mereka semua dengan jumlah hampir menginjak ratusan ribu karena semua  pasukan dari kerajaan lain juga telah berubah menjadi Undead.


""HUAAAAGGGGHHHH!!!"" Semua Undead itu menjerit keras.

__ADS_1


""SAKIT!!! SAKIT!!! SAKIT!!!""


""BUNUH!!! BUNUH!!! BUNUH!!!""


""MATI!!! MATI!!! MATI!!!""


Yuuna memasang tatapan yang terlihat ketakutan, "Mereka semua mengamuk... merasa menderita... penuh dengan kesakitan karena tidak ingin melanjutkan hidup sebagai Undead."


Haruka mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menatap kedua tapak tangannya, berharap bahwa ia masih bisa menggunakan sihir Sacred karena sudah lama sekali ia tidak menggunakan sihir tersebut.


"Sacred Exor---" Ophilia mulai menahan lengan Haruka sampai mengejutkan dirinya.


"Kau masih mengingat dengan istilah Giblis bukan...? Mereka dapat beradaptasi dengan apapun yang di lihat atau rasakan..."


"...jika kau menyia-nyiakan sihir Sacred sekarang maka semuanya akan berjalan lebih menekan lagi." Peringat Ophilia sampai membuat Haruka merasa sangat kesal karena ia terasa begitu lemah sejak ia sembuh dari kelumpuhan.


"Dasar Legenda yang merepotkan... kalian memang generasi baru dari bangsa Legenda yang terus menarik perhatianku." Kata Diablo.


Satori berhenti memindahkan posisi Kou lalu menjatuhkannya tepat di sebelah Haruka, ia sudah tidak perlu mempermainkan seseorang yang akan mati dalam waktu yang tidak lama.


"Kou...! Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Haruka yang mulai berlutut di hadapannya selagi membuka zirah bagian kepalanya.


"Hm... aku baik-baik saja... sialan... aku tidak dapat mencegah sihir perpindahan Satori yang berkaitan dengan ruang angkasa." Kou menutup wajahnya, merasa sangat pusing di bagian kepalanya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Kou? Situasi berubah menjadi sesuatu yang tidak kita harapan kan." Kata Arata.


"Hanya satu saja... kita perlu bertahan, melarikan diri juga bukan pilihan yang tepat karena semua pasukan Undead itu pasti akan mengubah Legenda lainnya menjadi Undead."


Haruka membantu Kou bangkit, kali ini ia bisa melihat wajahnya terlihat begitu kosong karena tidak ada harapan tersisa di dalam dirinya untuk mengendalikan situasi sulit seperti ini.


"Jika terus seperti ini... kita harus tetap bertarung sebagai bangsa Legenda! Tidak ada yang namanya rasa ketakutan atau kekalahan...!"


"Kita akan melakukan serangan! Tujuan kita adalah menghancurkan kerajaan yang menjadi ancaman terbesar untuk era kerajaan ini...!"


"Tentu saja, itu akan membuat nyawa kita dalam bahaya besar. Kita akan menunggu hingga semua pasukan itu siap melakukan serangan secara membabi-buta!"


"Untuk sekarang, sebagai rasa hormat karena sudah membuatku tertarik... aku akan membiarkan dirimu selesai berpidato sebelum berubah menjadi Undead, Kou Comi." Kata Diablo.


"Ini artinya kita pasti akan menerima serangan yang sangat banyak... campuran Undead, Legenda, dan Giblis itu sudah bisa di bilang kekacauan yang memiliki tubuh."


"Persiapkan diri kalian semua...!


"Apa kita akan mendekati... kematian kita sendiri?" Tanya salah satu Legenda yang terlihat ketakutan sampai tatapannya dipenuhi dengan penderitaan.


"Benar." Jawab Kou dengan tatapan serius.


"Jika pada akhirnya kita akan mati, kau ingin berkata bahwa lebih baik... kita mati setelah berjuang...?"


"Benar."


"Ini semua tidak berarti apa-apa, apapun impian atau harapan yang kalian milik, tak peduli kehidupan seperti apa yang kalian jalani..."


"...semuanya akan sama saja jika kalian mencoba untuk bertarung melawan musuh sekuat mereka, semuanya akan mati suatu hari nanti... sampai waktu tiba... sampai batu takdir mengatakannya."


"Apakah kita terasa begitu sia-sia dengan kehidupan ini jika mengetahui pengakhiran kita adalah kematian?" Tanya Kou.

__ADS_1


"Apakah kehidupan memiliki arti yang sebenarnya...? Kita sebagai ras Legenda... menulis banyak sejarah, kisah, dan dongeng yang tidak akan pernah bisa berhenti."


"Bisakah kalian mengatakan semua perkataan itu kepada keluarga dan teman kita yang sudah gugur...?"


"Nyawa mereka... apakah sia-sia...?"


"Tidak!!! Kalian salah!!! Kita lah yang seharusnya memberikan arti pada kehidupan teman, keluarga, dan generasi selanjutnya!!!"


"Semua bangsa Legenda yang gugur demi menulis sejarah baru serta kisah yang akan diketahui oleh generasi selanjutnya...!!! Semua Legenda yang mengingat mereka adalah kita yang masih hidup...!"


"Kita akan mati sembari mempercayakan arti kehidupan kita pada mereka yang masih hidup...!!! Itulah metode dasar yang bisa kita gunakan untuk menulis sejarah!"


"Sekarang kita maju...!!! Jiwa kita sebagai Legenda...!!! Harga diri kita yang tidak akan pernah mati...!!! Pasti akan memberikan banyak kesempatan untuk bertahan di perang ini!!!" Teriak Kou.


Semua pasukan kembali terbakar dengan rasa semangat dan perjuangan tinggi untuk bertahan melawan semua pasukan Undead, situasi seperti ini masih bisa mereka tangani.


Berbeda ketika berhadapan secara langsung di luar angkasa melawan Rxeonal, Komi, Zangetsu, dan Zoiru yang menjadi ancaman paling besar di seluruh alam semesta.


Jumlah tidak selalu menentukan kemenangan melainkan semangat dan usaha mereka untuk terus berjuang sampai mati, sekuat apapun musuh, bangsa Legenda akan terus maju dan berjuang tanpa membiarkan harga diri mereka hancur.


Megumi mulai menepuk punggung Kou selagi menunjukkan senyuman penuh harapan, "Kau benar, Kou. Sebagai bangsa Legenda... kita tidak takut dengan kematian..."


"...satu-satunya hal yang kita takuti adalah kehancuran dari harga diri kita sebagai bangsa Legenda yang layak!" Tubuh Megumi memancarkan cahaya emas yang besar sampai melindungi semua pasukan Ghisaru.


"Kita bertarung sekarang... di medan perang yang penuh dengan kesulitan." Megumi memimpin barisan paling dengan selagi memejamkan kedua matanya.


Mereka semua mendapatkan berkah cahaya dari Megumi sampai tubuh mereka terasa lebih ringan termasuk dengan peningkatan Lenergy di dalam tubuh itu.


"Megumi... aku serahkan kepemimpinan kepadamu." Kou mengangguk lalu ia memasang kembali zirah bagian kepalanya untuk bertarung.


Satori melihat Megumi memimpin barisan paling depan dengan tatapan tenang bahwa ia berhasil menguasai seluruh kemampuan cahayanya tanpa merasakan tekanan apapun.


Senyuman mulai ia tunjukkan di balik topeng itu karena dirinya melihat seorang Ibu kuat yang berhasil membangkitkan keturunan Shiratori ke tingkatan yang lebih tinggi.


"Neko Legenda sepertinya... Hmph, sekarang aku mengerti kenapa dia memilih istri seperti dirinya yang cocok untuk melahirkan keturunan Shiratori yang hebat."


"Shiratori Shira... ternyata kau memiliki selera yang tidak pernah mengkhianati hasil itu ya..."


"Sekarang kalian hanya perlu melakukannya dengan usaha penuh bahwa kekuatan terbatas kalian tidak akan pernah bisa membalikkan situasi seperti ini." Peringat Diablo.


"Terima kasih untuk sarannya." Jawab Megumi.


"Tidak ada harapan lagi... sesuatu yang lebih besar akan mengkhianati kalian."


"Kenapa harus bertarung...? Kenapa kalian melanjutkan pertarungan ini juga mengetahui jelas bahwa semua orang akan tetap mengkhianati kalian semua?" Tanya Diablo.


"Jika semua hal termasuk Touriverse mencoba untuk menjadi musuhku..." Megumi meningkatkan cahaya emasnya lebih besar sampai tubuhnya melepaskan gelombang cahaya ke atas langit.


"...aku akan terus bertarung tanpa rasa segan, berjuang layaknya seperti Legenda yang tidak akan mengkhianati harga diri mereka sendiri." Kata Megumi.


"Jawab yang cukup menarik, kalau begitu..."


Diablo mulai menjentikkan jarinya sampai Regulus mengamuk lalu memerintah seluruh pasukan untuk maju membunuh mereka semua satu per satu tanpa rasa belas kasihan.


Megumi bersama semua pasukan di belakangnya menciptakan aura emas yang membentuk elang sehingga mereka sudah bersiap penuh untuk bertarung melawan pasukan Undead itu lalu menyelesaikan masalah dengan Satori dan Diablo.

__ADS_1


Megumi maju dengan kecepatan penuh ke depan bersama seluruh pasukan itu lalu meneriakkan kata Legendaris yang selalu di katakan oleh bangsa Legenda.


""LEGENDS NEVER DIES!!!""


__ADS_2