Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 633 - Pahlawan Utama akan Selalu Menang 'Kan?!


__ADS_3

Shira dan Zoiru menatap satu sama lain dengan tatapan serius, mereka melepaskan tekanan juga dorongan yang sampai sehingga semua beradu di sekeliling wilayah hijau itu.


"Tunggu dulu... apa yang dilakukan Shira?" Tanya Shizen.


"Oh... sepertinya dia merubah strateginya. Kedua petarung akan bertempur dengan kekuatan penuh mereka." Jawab Kuro yang terus memperhatikan satu mortal berpengalaman besar melawan dewa agung yang memulai dari nol.


"HRAAAAHHHH!!!" Shira mengepalkan kedua tinjunya lalu mengerang keras sampai tubuhnya menonjolkan beberapa erat, ototnya bertambah besar sampai merobek Kisetsu nya sendiri.


"GRRRR...!!!" Zoiru melakukan hal yang sama, ototnya bertambah semakin besar lagi dan kulitnya yang diselimuti dengan tulang mulai bertambah tebal.


Terlihat kedua petarung itu melepaskan tekanan yang mampu menghancurkan wilayah di sekeliling sampai menarik beberapa asteroid dan planet-planet yang tidak berpenghuni lalu menghancurkannya karena tekanan dan dorongan itu.


"Hnggghhhh...!!!" Shira memperbesar tekanan itu lebih tinggi lagi sehingga mulai saling mendorong satu sama lagi dengan tekanan yang dimiliki oleh Zoiru.


Kou meminta seluruh temannya untuk mundur karena skala serangan mereka terus bertambah, ia juga sempat melihat Minami menggunakan Golden Spirit untuk menciptakan tumbuhan yang besar.


"Benturan tekanan dan energi mereka ini...! Dua-duanya tidak ada yang mau mengalah!" Kata Haruki sambil menahan semua dorongan itu menggunakan kedua lengannya.


Shira dan Zoiru mulai menghampiri satu sama lain dengan tubuh yang terus tertekan karena energi juga tekanan yang terus berbenturan itu, mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan dahi yang mengerut.


Shira dan Zoiru mulai menatap satu sama lain dari jarak yang dekat sehingga Shira merapatkan kedua giginya sampai pupilnya memancarkan cahaya putih yang membutuhkan Zoiru seketika.


"GRAAAHHHHHH!!!" Shira melepaskannya erangan keras sehingga tubuhnya mengeluarkan gumpalan cahaya yang menimbulkan ledakan besar sampai menghempas Zoiru ke belakang.


Zoiru mundur ke belakang dan mengangkat lengan kanannya untuk menciptakan gumpalan sihir Oath yang memiliki ukuran sebesar satu planet dan ia terus membesarkannya.


Zoiru melebarkan kedua matanya ketika Shira menendangnya dengan kecepatannya yang tidak dapat di lihat atau rasakan, Shira langsung menyerang dengan menghantam wajah Zoiru menggunakan sikutnya.


Zoiru terhempas ke belakang dengan tengkorak bagian depannya yang retak, kemudian Shira terbang ke atas dengan tubuhnya yang berwarna emas itu, ia melakukan putaran salto untuk menendang wajahnya.


Setelah itu, ia menginjak perut Zoiru cukup dalam menggunakan kedua kakinya sampai ia melepaskan injakan bertubi-tubi selagi membawa dirinya menuju daratan.


Zoiru tersenyum lalu ia meraih kaki Shira dan mengepalkan sampai mengeluarkan suara tulang yang hancur, Shira tidak menjerit karena rasa sakit itu sudah ia tahan sekarang.


Zoiru memutarkan tubuh Shira lalu ia menghantam tubuhnya di atas daratan dengan taring yang bermunculan, semua taring itu menusuk seluruh anggota tubuh Shira sampai darahnya mengalir deras seperti pipa yang mengeluarkan air.


Tubuh Shira berubah menjadi cahaya dan semua cahaya itu langsung menyerang Zoiru dari segala arah sampai lehernya tercekik dengan cahaya yang membentuk kedua kaki Shira.


Shira melempar Zoiru ke belakang menggunakan kedua kakinya dan ia mulai menyeimbangkan tubuhnya lalu menatap ke depan sehingga mendapatkan sambutan dari serangan cahaya yang berjumlah tak terbatas.


Zoiru mulai menahannya tetapi semua serangan cahaya itu melukai tubuh dan seluruh atribut dirinya sehingga ia bisa merasakan semua darahnya menyilang, berubah menjadi partikel.


Bukan itu saja tetapi sihir Oath di dalamnya terus berubah menjadi partikel sehingga semua partikel tersebut keluar melalui semua lubang yang terdapat di anggota tubuhnya seperti mulut, lubang hidang, dan telinga.


Dengan tubuh Zoiru yang bertambah besar, ia melaju cepat ke arah Shira sampai ukuran tubuhnya sekarang melebihi Shira, tidak lama kemudian ia mulai melancarkan satu pukulan


Shira menghempas tinju itu sampai Zoiru meleset mengenai tubuhnya, kedua petarung itu menatap satu sama lain dengan tatapan mengancam.

__ADS_1


Zoiru terus memancarkan serangan yang jauh lebih kuat tetapi Shira menangkis dan menghempasnya sampai semua serangan itu meleset, tidak mampu mengenai tubuhnya.


Shira mulai menangkap kedua tinjunya Zoiru sehingga wilayah di sekeliling mereka langsung hancur dan mengeluarkan banyak tekanan.


Wajah Shira dan Zoiru dipenuhi dengan urat yang berdenyut, kedua lengan berotot mereka mulai bergetar karena mencoba mendorong satu sama lain sehingga Shira tersenyum lebat dan Zoiru juga ikut tersenyum.


"Jika Papa tidak dapat menguasai kekuatan dari Golden Universal maka dirinya tidak dapat menaikkan kesempatan nol kita untuk menang..." Minami mulai berbicara.


"Berapa lama Ayah bisa terus menjaga wujud itu saat bertarung dengan kekuatan penuh?"


"Ini pertama kalinya aku melihat Ayah setenang dan semulus ini dalam pertarungan yang dapat menyebabkan kematian juga siksaan pedih..." Kata Shuan.


"Yah...walaupun dia mengikuti saranmu dan menghemat stamina untuk mempertahankan Golden Universal lebih lama maka aku ragu dia bisa sampai sejauh ini melawan Zoiru." Lanjut Minami.


Semua Legenda itu mendengar apa yang Minami katakan dan ekspresi mereka tidak jauh menunjukkan rasa kaget dan khawatir bahwa Shira akan gagal untuk mencegah Bamushigaru.


Shira menghantam wajah Zoiru sampai menghancurkan wajahnya itu dan menunjukkan isi daging di dalamnya, ia bisa melihat dua bola mata dan otaknya yang berwarna hijau.


Shira merapatkan giginya lalu menghantam dada Zoiru sehingga menghancurkan semua tulang-tulangnya itu, pukulan tadi dapat membuat tubuh Zoiru hancur sampai organnya terlihat jelas.


"MAKAN INI...!!!" Shira memancarkan cahaya alam semesta melalui tinju kanannya lalu ia menghantam kepala sampai menghancurkan tubuh bagian atasnya dan membuat tubuh bagian bawahnya terhempas ke belakang.


"Huffff..." Shira bisa melihat tubuh Zoiru yang hancur dan kembali membentuk melalui aura Bamushigaru yang menciptakan daging dan tulang baru untuknya.


"Mungkin aku sudah terlalu hati-hati mendekatimu... jika kau memiliki cahaya seperti ini maka aku tak akan kalah darimu, keledai kampung." Zoiru tersenyum serius, pandangannya sekarang hanya bisa melihat banyak sekali keledai kampung.


"Sialan! Sebenarnya tubuhmu itu terbuat dari apa...? Kenapa kau tidak mau mati!?" Tanya Shira dengan tatapan yang sudah kesal dan muak.


"Apakah kekuatan Zoiru di luar dugaanmu, Kou?" Tanya Kuro kepada Kou yang sedang memperhatikan pertarungan.


"Ya... tidak kusangka dia akan menjadi sekuat ini, Zoiru memiliki cara alternatif yang di gunakan ketika rencana yang aku baca itu gagal." Jawab Kou.


"Aku yakin Shira juga sudah merasakan itu karena, itulah dia bertarung dengan menggunakan kekuatan penuhnya itu sebelum Golden Universal habis..."


"Legenda terkenal biasa menunjukkan kekuatan luar biasa saat mereka terdesak, sekarat, dan mengalami detik-detik sebelum kematian."


"Legend's Boost... jika Shira terus mendapatkan hal seperti itu mungkin dia dapat memasuki tahapan dan jalan yang baru terhadap kekuatan." Jelas Kou sampai membuat Kuro merasa lebih tertarik dengan ras Legenda.


Zoiru masih merasa terkejut ketika Shira tetap melebihi kekuatan dan kecepatannya sampai membuat dirinya kesusahan, ia bisa melihat satu serangan terlepas ke arahnya.


Zoiru berhasil menghindarinya sehingga ia tersenyum jahat lalu menendang perut Shira sampai ia memuntahkan seluruh isi perutnya.


"HWWEEEEGGGHHHH...!!!" Isi perut dari seluruh organ tubuhnya sehingga sebagian penonton langsung menutup mata mereka melihat adegan yang begitu sadis.


Shira berubah menjadi cahaya secepat mungkin dan Zoiru bisa melihat seluruh organ yang ia muntahkan menghilang juga.


Zoiru dapat mendeteksinya sehingga ia mencekik leher Shira lalu membanting tubuhnya di atas daratan, "Ohh...?"

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan kecepatan cahayamu tadi? Kenapa menjadi mengurang?" Tanya Zoiru yang bisa merasakan penurunan kekuatan besar darinya.


"Agghhh...!" Shira memuntahkan banyak darah mulutnya sehingga dadanya mulai berdenyut cepat sampai mengeluarkan seluruh organnya.


"AAAAARRRRGGGGGGHHHHH...!!!" Shira menjerit kesakitan, melihat Zoiru menunjuk ke atas menggunakan jari-jarinya untuk mengeluarkan semua organ tubuhnya.


Shira berubah menjadi cahaya dan memulihkan tubuhnya kembali lalu ia menyambut Zoiru dari belakang dan ia mendapatkan sambutan yang lebih besar yaitu tendangan yang menghancurkan kepala Shira.


"Shira...!!!" Megumi terkejut ketika melihat Shira mati hanya dengan satu serangan tetapi ia kembali hidup dengan kemampuan cahayanya yang terus mengubah dan memulihkan dirinya.


"Oi, oi... apa ini...? Shiratori Shira adalah pahlawan utama dari Touriverse, dia seharusnya tidak akan bisa kalah atau merasakan arti dari tersebut..." Ucap Shizen dengan ekspresi ketakutan.


"...seharusnya dia bisa mengalahkan siapa pun bahkan cucu dari sang pencipta juga dapat ia kalahkan." Kata Shizen dengan tubuh yang dipenuhi keringat.


"Jangan panik dulu! Shira belum menggunakan Light of Hope dan Touriverse's Hope, aku yakin kedua kartu as itu dapat menghapus Zoiru...!" Jawab Yuuna yang terlihat ketakutan.


Shira melompat ke belakang dengan tubuhnya yang dipenuhi bekas luka bahkan pernafasan mulai bertambah berat sehingga ia mulai merasa kesal.


"B-Brengsek..." Shira mengepalkan kedua tinjunya dan tatapan yang terlihat kesulitan karena kecepatan Golden Universal itu menghilang seketika.


"Sudah jelas kau sudah mencapai batasan dari Golden Universal, kau mengerti keterbatasan antara kekuatan kita sekarang, keledai kampung?" Tanya Zoiru.


"Walau begitu, aku cukup terkejut kau bisa bertambah sekuat ini, mungkin dirimu sudah cukup untuk mempermalukan Zangetsu lagi." Zoiru tertawa.


"Siapa yang menentukannya...!? BUKAN KAU YANG MENENTUKAN INI BERAKHIR...!!! AKU MASIH BELUM SELESAI!!!" Kata-kata legendaris mulai keluar dari mulutnya yang menunjukkan harga dirinya, tak akan pernah menyerah sampai selesai.


"Itu dia... kata-kata yang cukup melegenda dari Shiratori Shira." Kata Haruki.


"HRAHHHH...!!! LIGHT OF HOPE!!! TINGKATAN TRILLIUN...!!!" Otot-otot Shira mulai menonjolkan banyak sekali urat bahkan urat itu mulai bergetar dan seluruh ototnya terus mengeras sampai membesar.


"HRAAGGGHHH...!!! KAU LEBIH FRUSTRASI DI BANDINGKAN ZANGETSU...!!!" Shira merapatkan giginya sampai aura emasnya mulai berlapis-lapis.


Zoiru hanya bisa menatap Shira dengan tatapan yang tidak tertarik karena apa yang coba ia lakukan sekarang berjalan lebih lemah di bandingkan sebelumnya.


Shira muncul di hadapan Zangetsu dan berhasil menghantam wajahnya menggunakan sikutnya, setelah itu ia menerima satu gelombang Oath melalui mulutnya sampai ia terjatuh di atas tanah.


"Sayang sekali... sepertinya semua ini adalah kiamat melihat Shira kalah." Kata Ophilia.


"Mustahil...! Pahlawan seperti Shira tidak akan pernah kalah!" Seru Megumi keras yang mulai menyemangati suaminya.


"Shiratori Shira adalah yang terkuat...!!! Aku mempercayaimu, Shira!!!" Teriak Megumi keras sehingga Shira terhempas ke belakang karena di lempar oleh Zoiru.


Seluruh kekuatannya menghilang seketika dan lehernya langsung di cekik, setelah itu Zoiru menginjak perutnya sampai tubuh bagian bawah Shira meledak dan mengeluarkan semua ususnya.


"AARRGGGGHHHHH---" Zoiru memasukkan tapak tangannya ke dalam mulut Shira sehingga ia menarik keluar semua organ tubuhnya.


"Jadi? Kau ingin menang?"

__ADS_1


"Atau mati, keledai kampung?"


__ADS_2