
"Aditya, sudah lama sekali kita tidak bertemu...!" Makarov baru saja tiba bersama Koizumi di keraton Yogyakarta.
Aditya memiliki ingatan singkat dapat mengingat dirinya dengan jelas, salah satu mantap Jenderal Rusia yang sudah membantu negara Indonesia memperjuangkan kemenangan ketika menghentikan pasukan Iblis dan Komi.
"Kau memang tidak pernah berubah ya... setidaknya aku dapat mengerti apa yang kau katakan sekarang karena bahasa Inggris terdengar lebih mudah ketika bertarung melawan pasukan Inggris sejak itu."
Aditya dan Makarov mulai saling berjabat tangan, dua tentara yang bisa dibilang paling kuat dengan kemampuan Mana dan pengalaman yang mereka rasakan dalam medan peperangan.
"Kau terlihat sehat, Makarov. Aku turut berduka cita untuk beberapa pasukan Rusia yang terbunuh dari ledakan racun itu."
"Racun itu tidak ada artinya bagi kita sekarang, semua ini berkat bantuan teman dari seorang putri Haruka Comi yang dapat bisa diandalkan dalam wabah racun itu." Makarov menatap Konomi.
Mereka semua mengalihkan pandangannya kepada Konomi sampai ia memasang tatapan kebingungan lalu mengingat dengan perbuatannya kepada Makarov dan semua pasukan Rusia.
"Ahh! Konomi, jangan-jangan kamu berhasil menciptakan ramuan yang dapat menetralkan semua racun itu... tunggu, tidak!"
"Kamu memang memiliki ramuan dengan pemulihan sempurna!" Ucap Shinobu yang mulai tersenyum penuh rasa bersyukur bahwa mereka sudah memiliki perlawanan balik dari racun itu.
"Kakakmu menang mahir soal pembuatan ramuan, mungkin alat pemberian Yuffie juga memberikan dirinya kerajinan untuk menciptakan berbagai macam ramuan." Kata Ako.
"A-Ahh... soal itu ya, benar... aku memang sudah menemukan ramuan yang dapat memulihkan luka apapun termasuk dengan efek buruk seperti racun." Konomi mengeluarkan satu botol berisi cairan biru muda.
"Dengan bantuan dari ramuan ini... kami semua berhasil bertahan dari gas racun itu, untungnya dia bergerak begitu cepat sampai kita langsung meminum ramuan itu lalu melarikan diri dari markas itu."
"Hebat sekali, Konomi~ kalau begitu kami memang bisa mengandalkan dirimu soal ramuan yang dapat membuat semua Manusia ini kebal dengan racun." Kata Hinoka selagi menepuk punggungnya.
"Itu benar... kita membutuhkan banyak ramuan darimu yang dapat membantu umat Manusia, kau pasti akan menjadi seseorang berjasa pahlawan bagi mereka semua." Ucap Koizumi.
Mereka semua mulai meminta banyak sekali ramuan yang diinginkan kepada Konomi sehingga ia mulai tertekan dan tidak tahu harus memilih yang mana.
Untungnya Yuffie datang untuk mendukung dirinya dalam menciptakan berbagai macam ramuan yang bisa mereka semua, "Akan kita laksanakan dengan cepat...!"
"Bukannya begitu, Konomi? Kita akan menciptakan berbagai macam ramuan yang dapat mendukung semua umat Manusia ketika melawan para aliansi sialan itu!" Kata Yuffie.
"Hmm! Tentu, kita memang harus berusaha sangat keras!" Konomi mengangguk lalu ia bersama Yuffie pergi menghampiri ruangan sepi untuk menciptakan lebih banyak ramuan.
Shinobu sempat melakukan telepati dirinya untuk memintanya membuatkan banyak sekali ramuan yang meningkatkan imun Manusia dengan sihir, ramuan itu bisa ia manfaatkan sebagai kepercayaan para Jenderal.
__ADS_1
"Mana gadis yang katanya cucu dari Korrina Comi?"
""Kami."" Shinobu, Koizumi, dan Hinoka langsung mengacungkan tangan mereka sehingga mengejutkan Makarov karena ia salah ngomong.
"Kalau kamu mencari Ratu Touriverse III maka dia orangnya." Koizumi menunjuk Shinobu yang mulai memasang tatapan kaget ketika dipanggil sebagai ratu Touriverse.
"Kakak, aku bukan ratu Touriverse...! Jangan panggil aku seperti ituuu..." Shinobu mengembungkan pipinya yang tersipu merah.
Makarov mengalihkan pandangannya kepada Shinobu, ia dapat melihatnya dengan jelas ciri khas ratu Touriverse yang memiliki rambut pendek terutama lagi poni silang itu, matanya yang berwarna biru itu memang mengingatkan dirinya kepada Korrina.
"Tunggu dulu, bukannya keturunan seperti dirimu itu memiliki rambut merah...? Tetapi kenapa... anu... Shinobu Koneko memiliki rambut emas?" Tanya Makarov yang terlihat penasaran.
"Aku lebih genetik kepada Ayahku sendiri kalau soal rambut... tetapi semuanya memiliki kemiripan dengan Mamaku yang bernama Kou Comi."
"Kamu adalah Makarov ya... seorang mantan jenderal Rusia yang sudah mau membantu bangsa Legenda ketika menghentikan penyerangan bangsa iblis dengan nuklir itu."
Shinobu mendekati Makarov lalu ia mulai berjabat tangan dengan dirinya, "Aku tidak bisa disebut sebagai mantan lagi sekarang karena Jenderal sebelumnya sudah memberikan kekuasaannya pada diriku."
"Itu artinya aku sudah pasti akan mempercayai diriku, Shinobu. Aku turut berduka cita dengan kegugurannya Korrina dan Kou, mereka pasti akan bangga melihatmu sudah membantu kita umat Manusia."
"Mm... Koneko akan berjuang sebisa mungkin untuk memperhatikan kemanusiaan kalian, aku membantu karena memiliki alasan tersendiri untuk ikut campur."
"Shinobu, semuanya sudah datang... kita para Jenderal akan bersiap dengan mengenakan pakaian formal." Andrian berjalan pergi untuk menggunakan jas hitam seperti yang dikenakan oleh Jenderal lainnya.
"Fueh? Apakah kita juga harus berpakaian formal untuk bertemu dengan mereka semua?" Tanya Shinobu.
"Tidak perlu, nak. Pakaian hitam itu sudah cocok dengan dirimu yang akan memimpin kita umat Manusia untuk mencapai puncak kemenangan yang lebih tinggi!" Kata Makarov.
Shinobu mengangguk karena Makarov meminta mereka semua untuk tetap berpakaian layaknya seperti bangsa Legenda yang sudah menulis banyak sejarah agar semua Jenderal itu bisa mengetahui mereka dengan jelas.
"Bagaimana, Shinobu? Apakah kamu akan memberikan mereka semua kesempatan untuk mempercayai kita atau semacamnya...?" Tanya Koizumi.
"Bagus... ternyata di saat itulah aku memang bisa menggunakan dia sebagai kunci menuju markas itu..."
"Shinobu?"
"Ahh! Aku tadi sempat melamun, itu benar... kita akan membiarkan para Jenderal untuk mempercayai diriku yang akan membawa mereka semua menuju puncak kemenangan."
__ADS_1
"Kalau begitu, kami sebagai anggota tim pemberontak akan selalu menjaga dirimu sampai akhir." Koizumi mengeluarkan sebuah sniper yang ia siap gunakan kepada Jenderal yang tidak menghormatinya.
"Itu benar, tenang saja, Nobu~ kami akan melindungi dirimu dan tentunya membelamu sampai akhir, akan sangat bodoh dan sia-sia jika mereka tidak mempercayai dirimu." Kata Ako yang sudah menyiapkan senjata mesin dengan amunisi berisi seratus peluru.
"Jangan melupakan diriku, te-he~ aku menyiapkan banyak sekali granat yang cocok untuk mereka makan!" Kata Hinoka sambil menggerakkan kedua granat itu lalu ia kembali menyanyikan lagu Rusia yang ia dengar di dalam pesawat itu.
"Bisakah kamu tidak berisik, Hinoka... kita akan pergi sekarang juga, jangan sekali-kali menunjukkan sikap yang tidak sopan di hadapan semua Jenderal itu." Peringat Koizumi yang mulai menyiapkan satu sentilan untuk dirinya.
***
"Masalah bertambah semakin rumit ketika ledakan gas beracun itu muncul... kita semau terpaksa menggunakan Gas mask ketika menghadapi semua pasukan Juggernaut sialan itu." Keluh Jenderal negara Inggris.
"Umat Manusia yang masih menganut kemanusiaan waras telah berkurang, ancaman ledakan bom gas itu sangatlah efektif sampai Jenderal Argentina dan Italia terpaksa untuk mengikuti pihak Manusia itu."
"Kita hanya menyisakan jumlah sebanyak ini... seluruh pasukan kita juga gugur kebanyakan karena kejutan dari ledakan bom asap beracun itu."
"Untungnya kami masih bisa melawan balik soal Manusia yang mengenakan Juggernaut itu, seperti biasanya mereka pasti akan datang dengan sesuatu yang lebih kuat..."
"Kita memang harus waspada dengan apapun, jangan sampai kehilangan lebih banyak negara yang mau memilih pihak pemerintah karena derajat kita sudah jauh lebih dari cukup."
"Seharusnya sudah hal yang wajar kita manusia di uji dengan berbagai macam percobaan seperti masalah dan yang lainnya, ditambah lagi bencana yang diciptakan dari luar."
"Aku tidak begitu kesal, lagi pula semua itu memang harus kita terima... jika kita tidak memberikan maka kita hanyalah manusia tidak berguna yang lari dari kenyataan seperti pemerintah."
"Kalau begitu, bagaimana jika kita memperkenalkan gadis yang dapat membawa umat manusia menuju puncak yang lebih tinggi?" Tanya Aditya.
"Ahh... kita akan memulai membahas soal rencana dan strategi ketika gadis itu memberikan kepercayaan yang besar kepada kita semua." Ucap Jenderal Jepang yang mulai menunggu kedatangan Shinobu.
"Kalau begitu... bawa dia sekarang juga." Ucap Andrian yang menyuruh salah satu pelayan untuk membukakan pintu di belakangnya agar bisa membawa masuk Shinobu bersama ketiga penjaganya.
Pintu itu terbuka lebar lalu menunjukkan Shinobu yang sudah siap untuk mendapatkan kepercayaan besar dari mereka, ia juga membawa beberapa alat teknologi untuk menjelaskan rencananya soal penyerangan pihak aliansi.
"Lihatlah dia... jelas-jelas dia berumur enam tahun dengan tubuh mungilnya itu."
"Bangsa Legenda ya... aku dengar mereka memiliki perbedaan seperti kita Manusia dalam segi kulit, tetapi mereka mungkin memiliki anggota tubuh tambahan dari Hewan."
Shinobu duduk di sebelah Andrian, ekspresinya terlihat sangat polos dengan alasan untuk menyembunyikan keseriusan di dalam dirinya, ia juga sempat memasang tatapan mengancam kepada salah satu Jenderal itu.
__ADS_1
"Baiklah, tuan-tuan..."
"...mari kita langsung saja pergi menuju lapangan untuk memberikan kepercayaan yang selalu kalian inginkan."