
"Apa yang kau butuhkan adalah rekan..."
"Tidak ada mimpi dan tujuan besar yang dapat di lakukan sendiri tanpa bantuan apapun..."
"Kepercayaan dibutuhkan untuk mempercepat proses... contohnya seperti diriku, aku dapat membantu dirimu."
"Apakah kau mempercayai diriku? Sesuatu yang kau benci... sesuatu yang ingin kau hancurkan... musuh dari musuhku adalah teman sekarang."
"Terkadang membutuhkan pengorbanan besar untuk menjalani suatu tujuan... berteman dengan musuh itu sendiri adalah salah satunya."
"Kau membutuhkan kekuatan... Rekan tidak akan selalu ada di sisimu untuk membantu dan melindungimu, mereka hanya mendukung dari proses..."
"...maksudnya seperti ini, ketika proses itu memberi hasil, mandiri adalah jalan yang harus kau laksanakan setelahnya, jangan mengandalkan rekanmu yang sudah membantu proses itu."
"Touriverse dipenuhi dengan dua hal yang sama, setiap ras sama setara dan sebanding karena dua hal ini. Dosa dan kebajikan, kedua hal seimbang yang dibutuhkan..."
"Dosa yang di sucikan... Kebajikan yang di kutuk... Di dalam kejahatan terdapat kebaikan, di dalam kebaikan terdapat kejahatan."
"Kau membutuhkan jantung Saint... kau perlu menjadi seorang Saint Legenda jika ingin memiliki julukan yang terhebat di seluruh dunia dan alam semesta."
"Ini adalah rencana yang bisa kau dapatkan jika kau mau berusaha, Saint Legenda... menjadi seorang Saint, menggunakan kebaikan untuk keburukan yang dianggap baik untuk dirimu sendiri."
"Buruk untuk mereka yang tidak mengerti ideal dan rencanamu sendiri."
"Kau membutuhkan tekad dan mental kuat untuk mendapatkan hasil yang aku maksud, Saint... Saint Legenda. Bukan hanya Legenda saja yang dapat memiliki kekuatan dari istilah suci dan surga yang bernama [Saint]."
"Kekuatan yang diberikan oleh Saint berbeda dengan kekuatan yang di miliki oleh Saint Legenda, kemurnian adalah intinya..."
"...kemurnian dalam apapun, seperti murni jahat itu termasuk."
"...sesuatu yang berkaitan dengan kemurnian, Saint itu akan menerima dirimu. Aku merasakan kemurnian di dalam dirimu, kau memiliki potensi untuk mendapatkannya..."
"...hanya kau cocok untuk meraih kekuatan itu, bagiku... aku sudah tidak membutuhkan kekuatan dari seorang Saint!"
"Pengorbanan membutuhkan... 10 mayat Saint Legenda yang harus di kumpulkan, bukan dalam kuburan tetapi mayat baru... membunuh adalah solusinya."
"Mayat itu akan memiliki darah suci di dalamnya, gunakan darah itu sebagai ritual di kuil yang bernama [Temple of the Saints]."
"Kau juga membutuhkan 10 jantung Saint untuk bisa melaksanakan ritual, ini yang aku maksud dengan usaha... Kau harus berusaha dan bekerja keras untuk mendapatkan kekuatan yang hebat."
"10 jantung Saints itu perlu melalui tubuh Saint Legenda yang berbeda..."
"Jika kau sudah mengumpulkan semua kebutuhan itu, lokasi... kuil kuno yang menjadi tempat tinggal kedua Zangges, kuil yang ia gunakan untuk menciptakan alam semesta dan galaksi yang berbeda."
"Lokasi yang terletak cukup misterius tetapi kita memiliki putranya itu yang bernama Zenzaku untuk mencarikan kita kuil tersebut agar kerajaan Legetsu dapat bergerak secara langsung..."
"...pergilah sendiri tanpa mengandalkan siapa pun, kau perlu kemandirian yang besar untuk melakukannya karena seseorang yang ikut bersamamu akan berubah menjadi cahaya putih karena tidak layak."
"Kau bisa disebut layak karena sudah mengumpulkan semua kebutuhan itu, selanjutnya kau cari tahu... cari misteri dan kebenaran dari Saint itu."
Satori merobek kertas itu lalu ia menatap Diablo yang saat ini sedang memegang dagunya, ia sekarang telah resmi menjadi Legenda murni dengan jiwa iblis di dalamnya sampai kedua kekuatan itu terus bercampur.
"Informasi yang cukup bermanfaat... sayang sekali, aku tidak begitu tertarik dengan yang namanya Saint karena aku sudah mendapatkan apa yang ku butuhkan." Diablo bangkit dari atas tanah.
__ADS_1
Diablo menatap kedua tapaknya, bertahun-tahun ia melatih tubuh Legendanya itu sampai menerima jiwa dan esensinya sebagai seorang Iblis terkuat sepanjang masa.
Sudah lama sekali ia tidak melakukan latihan, hasil yang ia dapatkan cukup memuaskan sampai menjadi seorang Legenda adalah peristiwa yang begitu menakjubkan bagi seorang raja iblis sepertinya.
"Aku ingin mengarah..." Diablo menghantam tinjunya sendiri sampai menghancurkan wilayah pepohonan di sekitarnya menjadi pasir hitam.
Tubuhnya terlalu kuat sampai ia tidak sengaja melepaskan kekuatan yang dapat menghancurkan setengah dari planet itu ketika sedang melakukan sedikit pemanasan seperti memukul tapaknya sendiri.
"...Legenda yang bernama Shiratori Shira itu! Aku dengar dia memang memiliki kaitan yang begitu besar denganmu... Satori!" Diablo menunjuk Satori.
"Aku ingin jujur kepadamu, kau tidak begitu siap menghadapi Legenda yang bernama Shiratori Shira. Sekuat apapun dirimu... ia masih berlatih di suatu tempat." Jawab Satori.
"Rasa penasaranku sudah tidak bisa di tahan lagi... aku ingin tahu, Legenda seperti apa yang berhasil mengalahkan putraku sendiri." Diablo menunjukkan senyuman serius.
"Bukannya bagus, Diablo? Dia masih berlatih... mungkin karena dia memang takut menghadapi masalah yang kembali ke titik nol, era kerajaan dan perselisihan." Satori berjalan pergi untuk mencari lokasi dari kuil itu.
Diablo mengikuti dirinya belakang sehingga mereka melupakan Regulus yang saat ini masih terjebak di dalam jam pasir milik Koizumi, merasa siksaan yang tidak memiliki jeda apapun.
"Lagi pula, jika kau membunuh Shiratori Shira... dia akan tetap bangkit sampai menghajar dirimu secara habis-habisan." Peringat Satori.
"Dia dapat melakukan hal menyebalkan seperti itu 'kah...? Kalau begitu, aku akan melakukan satu tebasan dengan Founder's Origin."
"Inilah kenapa aku benci bangsa seperti kalian, ras Iblis. Apakah kalian tidak tahu malu jika terus mengandalkan sebuah kekuatan yang tak terbatas itu, senjata tanpa alasan yang bernama Founder's Origin."
"Bayangkan saja seperti ini... siapa dirimu yang sebenarnya tanpa tongkat itu?" Tanya Satori yang menatap Diablo dengan emosi yang melonjak tinggi di dalam tubuhnya.
"Kenapa kau mengatur diriku seperti itu...? Kau berani melawan raja Iblis sepertiku, Satori? Apakah kau ingin melakukannya sekarang juga...?" Tanya Diablo yang mulai mengepalkan kedua tinjunya.
"Aku memerintah kalian untuk berhenti sekarang juga..." Zenzaku mulai turun tangan karena tadi ia sempat melihat Diablo dan Satori hampir saja melakukan pertarungan yang menyebabkan kehancuran besar.
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan? Apakah sudah berjalan dengan lancar...?" Tanya Zenzaku.
"Aku sudah membunuh Honoka Comi, realitasnya tidak ada apa-apanya bagi senjataku itu."
"Aku berhasil menghancurkan gedung itu sampai Kou mendapatkan reputasi dan perlakuan yang buruk dari seluruh alam semesta... biarkan dia mati secara proses dengan merasakan depresi yang besar."
"Hmph... sungguh berita yang cukup memuaskan batinku sendiri, aku sendiri bahkan tidak menyangka kalian dapat melakukannya."
Zenzaku sekarang merasa yakin dan percaya bahwa satu Holy Corpse saja sudah cukup untuk menyebabkan kehancuran zaman seperti ini, ia mulai membayangkan ketika dirinya berhasil mendapatkan Holy Corpse lainnya yaitu lengan satunya lagi.
"Kekurangan satu orang... dimana Regulus? Bukannya dia yang akan kalian jadikan tikus percobaan dalam ritual Saint ini?" Tanya Zenzaku.
"Dia menghilang entah kemana, kemungkinan besar dia sudah gagal dan mati karena melawan keturunan Comi yang salah yaitu Haruka." Jawab Satori.
"Tidak mungkin, tubuh mortal nya tidak dapat membangkitkan hal seperti itu, dia sudah melakukannya sekali... hasilnya dia malah lumpuh sampai tidak bisa melakukan apapun."
"Aku yakin Haruka saat ini bermain aman sebagai seorang Mortal dengan kekuatannya sendiri, ia juga mendapatkan bantuan dari Heaven tetapi tidak bisa di gunakan secara tak terbatas."
"Ck, aku harus menggunakan kekuatan dari Holy Corpse lagi sepertinya." Zenzaku mulai menggunakan tangan Zangges untuk memanggil Regulus secara darurat.
Zenzaku hanya perlu mengangkat jarinya ke atas sampai ia terjatuh di sebelah Diablo dengan tubuh yang menerima banyak sekali luka, ia melebarkan kedua matanya ketika melihat kedua rekannya itu.
"Satori...!? Diablo...!? Apakah itu kalian!?" Regulus merangkak ke belakang dengan tatapan yang terlihat trauma karena siksaan di dalam jam pasir itu.
__ADS_1
"Ternyata kau memang di siksa oleh mereka... sungguh menyedihkan, raja Legenda sepertimu yang sudah mendapatkan tubuh dari Ancient Legenda bahkan Legend's Charisma tidak dapat melakukan pekerjaan---"
"HAAAAAARRRGGGGGHHHH!!!" Regulus bangkit dengan melepaskan petir hitam yang besar di sekelilingnya sampai menyebabkan langit hitam mengeluarkan hujan badai yang begitu dahsyat.
Emosi amarah Regulus melonjak di dalam tubuhnya sampai kedua matanya mengeluarkan banyak darah karena pengalaman yang ia rasakan di dalam jam pasir itu cukup menyakitkan baginya.
Legend's Ultra Boost langsung ia dapatkan secara berkali lipat karena dirinya berhasil selamat dari luka dan kondisi sekarat sehingga kekuatannya terus melonjak tinggi sampai Satori mencegah semua pelepasan kekuatan itu dengan menjentikkan jarinya.
Semua kekuatan yang di lepaskan oleh Regulus menghilang seketika sampai mengejutkan Diablo karena ia tetap melihat Regulus seperti melakukan penambahan kekuatan yang tak terbatas berkat bantuan Legend's Boost dan Charisma.
"Apa yang kau lakukan, Satori...?" Sebuah urat menonjol melalui keningnya sampai ia menatap Satori dengan tatapan kesal karena ia memiliki kemampuan yang belum pernah dirinya lihat.
"Kau ingin tahu? Apakah kau tidak memiliki harga diri menanyakan kemampuan kepada seseorang yang hampir saja kau tantang?"
"Brengsek---"
Satori menghantam wajah Diablo sampai ia terhempas keluar angkasa lalu menghilang seketika sampai muncul kembali di belakang Satori dengan tatapan yang terlihat kesal.
"Brengsek kau...! Berani-beraninya kau kepada seorang raja Iblis terkuat...!!!" Diablo melancarkan beberapa serangan tetapi semua serangan itu malah mengenai arah yang berbeda.
Ketika Diablo mencoba untuk melompat ke depan, ia malah mengalami perpindahan ke arah yang berbeda sampai dirinya sekarang bisa merasakan Satori berada di belakangnya.
"Aku tidak melakukan pergerakan apapun... hanya melampiaskan satu rasa kesal dengan iblis yang mengandalkan sebuah senjata maha kuasa." Satori menatap tinjunya sendiri.
Kedua mata Diablo berubah menjadi merah karena rasa amarahnya melonjak tinggi karena ia dipermalukan oleh seorang mortal dan Legenda yang pernah mengalahkannya sejak itu.
"Kau ingin menggunakan Founder's Origin? Lakukan... tunjukkan senjata yang dapat menghapuskan apapun tanpa sebuah alasan itu." Satori mulai mendekati Diablo yang mengeluarkan tongkat itu.
Diablo memegang erat tongkat itu sampai ia melakukan sebuah serangan tanpa perintahnya dirinya tetapi Satori terlihat biasa saja bahkan ia mulai mendekati tongkat itu.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN, BRENGSEK!!! Ini bukan saatnya saling bermusuhan...!!!" Zenzaku merasa sangat kesal melihat semua pion itu hampir saja bermusuhan lagi.
Ia langsung mengendalikan tubuh mereka menggunakan Holy Corpse itu, "Kalian harus sadar dengan tempatmu sendiri bahwa eksistensi kalian berada dalam genggamanku ini."
"Ck..." Diablo menghilangkan tongkat itu lalu ia menyilangkan kedua lengannya selagi menatap Regulus yang baru saja selesai melakukan peningkatan kekuatan.
Tubuh dan ototnya bertambah besar bahkan Regulus sendiri bisa merasakan kekuatan yang terus mengalir berkat penyiksaan yang ia alami di dalam jam pasir itu, sekarang ia dapat membalas dendam penyiksaan itu lebih buruk lagi.
"Aku berhutang Budi kepadamu, Zenzaku. Terima kasih, jika saja kau tidak membantu maka aku akan terjebak di dalam sana untuk selamanya." Kata Regulus.
"Kita sudah berkumpul sekarang, Zenzaku! Cepat berikan aku lokasi dari kuil itu agar kita bisa segera melakukan pertarungan!" Seru Satori yang merasa tidak sabar untuk melampiaskan rasa amarah dan kekesalannya terhadap raja iblis seperti Diablo.
"Kau benar... tidak ada lagi waktu hang harus di sia-siakan karena kalian sudah menguasai tubuh Ancient Legenda itu." Zenzaku mulai menatap lengan Holy Corpse itu.
"Penggunaan Holy Corpse sangat terbatas... mulai dari sekarang, kalian adalah pion yang harus bekerja sama untuk satu sama lain!"
"Ya-ya, terserah... cepat lakukan!" Kata Diablo.
Zenzaku mulai memindahkan mereka bertiga menuju kuil Saint itu menggunakan Holy Corpse tersebut sampai mereka mengalami perpindahan menuju lokasi itu dalam sekejap.
Holy Corpse yang Zenzaku gunakan langsung berubah menjadi batu karena batasan pemakaiannya telah habis, "Jika mereka mencoba untuk membantah seperti tadi..."
"...aku hapus saja!"
__ADS_1