Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 303 - Semuanya sama dan Kita Berteman


__ADS_3

Rokuro dan Asriel mulai menatap Kou dengan tatapan yang terlihat seperti melakukan observasi karena ia terlihat seperti gadis yang tidak normal sama sekali karena ia masih belum mengeluarkan suara apapun, Hana bersama Marie dan Mitsuki masih memainkan tubuh Kou yang begitu kenyal sehingga Kou sendiri tertawa tetapi tidak ada satupun suara keluar melalui mulutnya. Hana dan yang lainnya terkejut ketika melihat Kou yang sedang tertawa tetapi ia tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Okaho hanya bisa diam ketika melihat Kou seperti itu sehingga ia sendiri sadar dan menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Tidak apa-apa, Kou, mereka hanya terkesan ketika melihat cara berbicara dan tertawa yang kamu miliki." Okaho mulai mengelus kepalanya lalu mereka masuk ke dalam lift.


Hana menatap ekspresi Okaho yang terlihat sedih, mereka juga tidak ingin menanyakan pertanyaan tentang Kou karena takut keceplosan mengatakan sesuatu yang cukup untuk menyinggung perasaan Okaho. Kou mengetahui situasi yang sedang ia hadapi saat ini sehingga ia melihat Okaho yang terlihat sedih, tidak ada pilihan lain kecuali menjelaskan-nya sendiri kepada mereka semua dengan mengeluarkan layar virtual kecil di dalam sakunya yang dapat di besarkan.


Kou tidak merasa sedih atau terganggu melainkan ia ingin membantu kakak dan Korrina untuk menjelaskan tentang kondisi yang ia alami, sebenarnya dia lahir tidak normal karena perkawinan seorang Mortal dengan dua buku Grimoire di dalam dirinya di tambah seorang dewa yang memiliki tubuh hantu sehingga menghasilkan seorang putri yang tidak normal dan baru karena gen-gen yang ia miliki sendiri.


Mereka semua bisa melihat Kou yang sedang menulis sesuatu, semua orang mulai menatap layar tersebut lalu Kou menunjukkan layar itu kepada mereka semua sehingga menunjukkan sebuah tulisan 'Namaku adalah Kou Comi, salam kenal~ Aku adalah seorang Legenda setengah Astral, nyawaku setengah dan tubuhnya setengah tidak normal... intinya aku setengah-setengah bahkan setengah yang aku maksud itu... aku tidak bisa melihat dengan baik, tidak bisa mendengar, dan berbicara.'


Mereka semua sontak kaget ketika membaca perkataan itu sehingga ia mulai menulis lagi dan memberitahu mereka bahwa ia dapat melihat karena lensa canggih yang diciptakan oleh Korrina dan ia juga dapat mendengar karena bantuan alat yang menyumbat kedua lubang telinganya, setengah normal yang ia maksud itu seperti meraba sesuatu, merasakan makanan, dan hal-hal lain yang tersisa. 'Aku harap kita bisa berteman walaupun aku seperti ini~ Aku lebih mencolok sebagai seorang hantu tetapi setidaknya aku dapat mengerti perasaan seluruh makhluk hidup karena Mama-ku menjelaskan semuanya.'


'Tubuhku ini masih bisa berubah menjadi tembus pandang dan bahkan aku dapat mengubah wajah-ku sendiri terutama kedua kakiku menjadi kaki seperti hantu' Kou mulai mengubah tubuhnya menjadi tembus pandang lalu ia mencoba untuk meraih tangan Hana tetapi menembus-nya sehingga mereka terkejut dan ia mengubah wajahnya menjadi sama persis seperti Okaho.


"Wahhh... h-hebat, aku tidak menyangka kau akan memiliki kemampuan seperti itu." Kata Asriel, ia mencoba untuk tidak menyinggung perasaan Kou.


Kou menulis tentang perasaan yang ia miliki, mereka tidak perlu khawatir dan terlalu kaku seperti itu untuk berbicara dengan dirinya karena ia sudah belajar banyak dari Korrina untuk tidak membawa perkataan seseorang masuk ke dalam hati karena semua orang lahir dan hidup biasa, tidak ada yang sempurna jadi ia bersyukur untuk memiliki tubuh tidak terlalu normal seperti itu bahkan ia juga senang bisa lahir di Touriverse.

__ADS_1


Kou mengubah kembali wajahnya menjadi semula lalu ia menulis perkataan lainnya 'Walaupun aku keturunan Comi dan memiliki darah dari kedua marga terkuat... bisa dibilang bahwa aku ini sangat lemah karena kondisi-ku sendiri, sihir dan Lenergy-ku itu bisa disebut nol [Zero] itu artinya aku tidak bisa melakukan apapun bahkan mengeluarkan sihir Crimson dan Sacred saja tidak bisa'.


""A-A-Apa?!""


"Intinya Adik kecil-ku ini lemah dalam segi sihir dan kekuatan, ia masih bisa bertarung dengan syarat ia menggunakan sebuah senjata... adik kecilku juga selalu merahasiakan apapun sampai seseorang tidak dapat memecahkannya rahasia itu, ia terlalu menyukai misteri sehingga sekarang aku belum pernah mengetahui kemampuan yang selalu ia sembunyikan dariku." Okaho mulai berbicara, mereka mulai menatap Kou yang tertawa sambil menutup mulutnya.


Kou menulis perkataan lain lalu menunjukkan kepada mereka 'Semoga kita bisa berteman baik ya... semoga kalian tidak keberatan dengan diriku seperti ini.' Kou mulai tersenyum sambil memejamkan kedua matanya sehingga Hana, Mitsuki, dan Marie mulai terharu ketika melihatnya karena ia benar-benar gadis yang turun dari surga, masih suci dan polos, harus dilindungi sebelum keburukan menyerang.


Pintu lift mulai terbuka lalu menunjukkan ruangan tamu yang sangat luas, mereka bisa melihat Korrina dan Akina yang sedang duduk sambil menikmati secangkir teh, "Yo, kalian murid-muridku ternyata sudah tumbuh cukup dewasa ya. Sebentar lagi memasuki fase remaja." Korrina tersenyum sehingga mereka tidak menyangka untuk melihat Korrina karena mereka sendiri tahu bahwa dirinya selalu sibuk dengan pekerjaan.


"G-Guru!" Mereka semua mulai menghampiri Korrina lalu menundukkan kepala mereka untuk menunjukkan rasa hormat kepada seorang guru yang sudah mengajarkan mereka semua banyak hal tentang Touriverse dan misteri berbagai macam sihir serta kekuatan. Korrina seperti biasanya menyuruh mereka semua untuk mengangkat kepalanya sehingga Hana sontak kaget ketika melihat Akina.


Akina menghampiri Hana lalu ia memberikan dirinya pelukan yang sangat erat. Akina dan Hana mulai berbicara tentang kehidupan masing-masing sehingga menghabiskan waktu yang cukup lama, topik pembicaraan berhenti ketika Korrina membahas soal anak Akina yang saat ini sudah berusia lima tahun.


"Apakah kamu tahu, Hana? Bibi Akina sekarang sudah memiliki---" Akina segera menutup mulut Korrina karena ia tidak mau rahasia itu dibocorkan terlalu awal, ia berencana untuk membuatnya spesial dengan mengubahnya menjadi sebuah kejutan, di balik kejutan itu terdapat perasaan ragu dirinya karena mereka pasti akan terkejut ketika memperkenalkan anak dan seseorang yang menikah dengan dirinya.


"Akina, jangan-jangan kau merahasiakan sesuatu, nya~ Aku Shiratori Minami bisa merasakan sesuatu yang aneh dan itu sangat misteri! Kau pasti menyembunyikan sesuatu yang mencurigakan ya?! Insting-ku... tidak... tubuhku yang sudah disucikan dengan Shining Justice merasakan sesuatu yang aneh, bulu kuduk-ku sampai bangkit... ada yang bangkit tetapi bukan keadilan melainkan sesuatu yang mencurigakan!" Minami mulai menunjuk Akina yang terlihat kaget, Kou mulai mendekati dirinya karena ia tertarik dengan cara bicara-nya dan topik misteri yang ia bahas itu.

__ADS_1


"Sudahlah, Minami, simpan saja keadilan-mu itu nanti... kau tertinggal loh." Korrina mulai menunjuk Okaho bersama yang lainnya pergi menuju lantai kedua untuk menghampiri kamar Haruka, "Ehhhh!? Kenapa aku selalu ditinggal seperti ini sih!? Padahal aku sudah bertingkah keren tadi, nyaaa~"


Kou menjawab perkataan Minami dengan mengacungkan jempol-nya sehingga Minami merasa sangat senang ketika melihat Kou yang mengerti tentang perkataan yang baru saja dia ucapkan tadi, mungkin dia berada di pihak yang sama yaitu cahaya keadilan, "Kou... ternyata kamu benar-benar mengerti tentang cahaya keadilan ya! Ada yang tegak---"


Kou mulai menggelengkan kepalanya sambil menunjuk bibirnya sendiri bahwa perkataan soal tegak itu membuat dirinya bingung karena ia tidak mengerti maksud dari perkataan itu sehingga Minami mencoba untuk menjelaskan-nya tetapi Okaho langsung membawa Minami karena ia tidak ingin adik kecilnya mengetahui sesuatu yang tidak berguna dan menghabiskan waktu seperti itu.


"Padahal Kou ingin belajar, nyaaa! Jangan menghentikan-ku, Okaho!" Minami mengembungkan pipinya, "Simpan saja untuk nanti, apakah kau tidak ingin melihat temanmu sendiri 'kah?"


"Karena kita berada di rumahmu sekarang, pasti Bu Korrina mengijinkan kita untuk bermain dan menghabiskan waktu lebih lama---"


"Jangan membuat banyak alasan, kau hanya menyembunyikan rasa sedih dan air matamu itu 'kan?" Tatap Okaho dengan senyuman yang menggoda karena ia ingin sekali melihat Minami menangis karena ia jarang menangis walaupun teman-temannya memperlakukan dirinya seperti lelucon yang tidak lucu dan seorang gadis yang sering melakukan khayalan. Mentalnya bisa disebut sangat tebal dan kuat mungkin karena semangat dan rasa semangat di dalam dirinya.


"Tidak kok... aku tidak mencari alasan, hanya saja... aku belum siap---"


"Wah, wah, kucing garong-ku mulai menurut sekarang."


"Apa maksudmu, nya!? Kau mengajak aku untuk berantem!?"

__ADS_1


"Astaga... Minami... kamu benar-benar sahabat yang baik untuk Haruka ya sampai tidak ingin menangis di hadapannya." Kata Hana dengan ekspresi yang terlihat terharu.


"Aku tidak menangis!!! Aku tidak beralasan, nyaaa!!!"


__ADS_2