Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 210 - Turun Tangan


__ADS_3

Dorongan besar yang dilepas oleh Korrina mampu membuat tubuh mereka lumpuh seketika hingga dengan kecepatan yang berkali lipat, Korrina melesat ke depan karena kekuatan-nya sendiri yang mengendalikan tubuhnya... ia masih bisa sadar tetapi kekuatan Crimson itu yang sudah dibakar dengan penuh kesakitan mampu membuat tubuh Korrina haus dengan pertarungan.


Raut wajah Korrina terlihat serius sekarang, aura merah pekat muncul menyelimuti mereka semua hingga aura itu memberikan efek yang sangat menguntungkan bagi Korrina karena mereka mendadak lumpuh dan tidak bisa menggerakkan tubuh mereka lagi, memaksa-nya saja sudah membuat mereka merasa pegal dan nyeri di bagian otot.


Semua asteroid yang Korrina lewati hancur beterbangan, Korrina mengerang keras membuat semua orang terpental ke belakang tetapi tidak untuk Kuro dan Hikari juga Akina dan Arata yang masih bisa menahan tekanan dan dorongan tersebut.


Kedua lengan Korrina dipenuhi dengan garis merah yang memancarkan sinar merah pekat, ia menunjuk mereka berdua menggunakan telapak tangan-nya hingga Arata dan Akina hampir hilang keseimbangan karena Korrina menambahkan tekanan yang jauh lebih besar lagi dari sebelumnya.


Korrina melayangkan beberapa tinju yang sudah diperkuat ratusan kali lipat, mereka berdua berusaha untuk menahan serangan kombinasi itu menggunakan senjata mereka yang langsung terpental ke belakang hingga mereka tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kedua lengan-nya. Tubuh Arata dan Akina perlahan naik ke atas karena tekanan yang ditimbulkan tinju bertubi-tubi itu.


Akina dan Arata terpojok dengan mudah oleh Korrina, ia masih terus melayangkan beberapa tinju hingga darah hitam mengalir keluar melalui kulit mereka... tenaga, Lenergy, dan kekuatan mereka seolah-olah terkuras ketika menahan serangan milik Korrina yang benar-benar diperkuat.


Ketika Korrina menghentikan serangan-nya, ia melompat ke belakang dan melihat kedua saudara itu menyerang diri-nya secara bersamaan, Korrina tak berusaha untuk menahan serangan tersebut karena semua serangan yang mengenai tubuh Korrina hanya akan memberi dirinya kekuatan dan memperkuat seluruh serangan-nya.


Korrina menarik nafas dalam-dalam, kemudian kedua lengan-nya memancarkan cahaya merah pekat yang lebih besar dari sebelumnya hingga Akina dan Arata tidak bisa menggerakkan tubuh mereka, pada akhirnya Korrina berhasil menghantam perut mereka masing-masing menggunakan kedua tinju-nya.


Tinju yang mengenai perut mereka mampu menyerap seluruh kekuatan dan tenaga kedua saudara itu sampai habis hingga mereka terlempar ratusan meter ke belakang lalu pingsan, kedua tinju-nya Korrina melepaskan asap merah yang mengartikan kekuatan dari tinju-nya telah kembali seperti semula.


"... ..." Korrina menatap Arata dan Akina yang sudah kalah dengan tatapan yang terlihat bersalah, "Maaf---"

__ADS_1


Kuro dan Hikari menyerang Korrina sekarang, untungnya ia berhasil menghindari serangan mereka... Satu pukulan yang jauh lebih keras dilayangkan oleh Kuro hingga menembus pertahanan Korrina dan menghantam tubuh-nya secara telak, pergerakan dapat terbaca dengan mudah oleh Hikari yang membantu-nya dari belakang.


Korrina memuntahkan darah segar serta terpental jauh ke belakang, Kuro muncul tepat di belakang Korrina lalu ia menendang-nya ke atas tetapi Korrina berhasil menghilang lalu muncul di suatu tempat yang bersembunyi, ia menahan dirinya sendiri untuk berhenti bertarung sebelum melukai mereka lebih parah lagi tetapi Kuro dan Hikari terus mengejar mereka.


"Kuro dan Hikari... jika mereka bertarung bersama maka aku memiliki kesempatan yang sangat kecil untuk menang dan lolos, apakah ini takdir yang diberikan kepada-ku sekarang? Apakah kehidupan-ku akan berakhir disini?" Ungkap Korrina sambil menatap Hikari dan Kuro yang sudah mengepung-nya agar Korrina tidak bisa melarikan diri.


Kuro melesat maju tak membiarkan Korrina untuk memikirkan sebuah rencana atau mengisi kembali kekuatan-nya, ia mengarahkan kaki-nya menendang wajah Korrina hingga ia terbang melayang ke atas lalu disambut oleh Hikari yang menendang puncak kepala-nya. Kuro dan Hikari melakukan serangan kombinasi bersama dengan hanya beberapa tendangan yang mampu melukai Korrina.


"Ucckk... Ap-Apa ini... menyakitkan, kekuatan mereka jauh lebih hebat dari Arata dan Akina... apakah ini kekuatan dari pemilik asli tujuh dosa besar dan tujuh kebajikan...!?" Korrina melepaskan dorongan besar di sekitarnya untuk menyeimbangkan tubuh-nya tetapi tujuh pedang dosa besar melesat menuju arah-nya dan hampir saja mencabik-cabik tubuhnya.


Pedang-pedang itu hanya sebagian rencana dari Hikari agar fokus Korrina bisa terbelah berantakan, Hikari sendiri mendadak muncul di atas Korrina yang sedang sibuk menghindari dan menahan semua pedang-pedang itu.


"Aaaaahhhhhhh...!!!!" Korrina tersiksa oleh satu serangan yang dilakukan oleh Hikari, jika Kuro yang mengenai serangan terakhir maka Korrina mungkin masih bisa bertahan karena sihir Crimson-nya yang dapat memperkuat serangan-nya sendiri serta menyerap kesakitan itu, tetapi dengan kemampuan Hikari yaitu kebajikan.


Sihir Crimson Korrina mendadak tidak berguna, tersegel dan disucikan dalam waktu yang cukup lama... semua populasi Touri menyaksikan Korrina yang tersiksa oleh satu serangan itu hingga darah menyembur dari sekitar tubuh-nya membuat jantung Korrina berdetak sangat cepat.


"Hah!!! Hah!!! Hah!!! Tolong..!!! Hentikan...!!!!!!" Korrina menjerit keras, mereka semua tidak peduli dengan teriakan Korrina termasuk dengan air mata yang mengalir deras melalui kedua mata-nya, mereka tidak mau tertipu lagi oleh diri-nya.


Korrina mengerang sangat keras, darah dari sekujur tubuhnya-nya bercipratan kemana-mana, menyebabkan Korrina kembali ke wujud asal-nya. Korrina tidak bisa bertarung untuk sementara, dia sudah kalah oleh Hikari dan Kuro yang tidak perlu menghabiskan waktu selama lima menit untuk mengalahkan Korrina sendiri.

__ADS_1


Dia tidak sempat melakukan apapun, menggunakan kalung-nya saja tidak bisa... kedua penglihatan Korrina berubah menjadi buram, nafas-nya terasa sesak karena ia telah kekurangan banyak darah hingga jantung-nya berdetak sangat pelan. Tubuh-nya terasa mati rasa sampai ia sendiri mulai berhalusinasi.


"... ..." Korrina meneteskan air mata-nya yang memancarkan cahaya putih, Hikari menunjuk Korrina dengan kedua telapak tangan-nya, "Virtues Judgement" Telapak tangan Hikari melepaskan bola partikel kecil yang berwarna putih.


Partikel itu membesar hingga menyedot Korrina ke dalam partikel tersebut, kemampuan atau sihir yang dapat menyucikan Korrina lalu membunuh-nya secara langsung hingga memindahkan-nya ke sebuah tempat dimana ia akan melanjutkan kehidupan selanjutnya di sebuah ruangan putih saja.


"Grrgghhhh!!! Haarrrggghhhhh!!!" Korrina tiba-tiba kembali bangkit dan mengejutkan mereka semua ketika partikel itu mulai menciptakan sebuah kalimat yaitu [Omni], Korrina mengerang keras hingga partikel itu langsung hancur dan menunjukkan Korrina yang melayang di atas angkasa sambil menundukkan kepala-nya.


Batasan-nya ia hancurkan dengan cara paksa hingga Korrina sekarang tidak bisa menggerakkan tubuhnya, serangan yang kedua sudah pasti akan mencabut nyawa-nya jadi Hikari menunjuk Korrina dan mencoba untuk menggunakan sihir yang sama tetapi Konari muncul di hadapan Korrina lalu ia menghalang-nya.


"Kalian benar-benar akan meminta maaf suatu saat nanti..." Konari menjentikkan jari-nya hingga mereka berdua langsung menghilang, Kuro dan Hikari langsung tidak bisa merasakan keberadaan mereka berdua... mereka seperti hilang dari kenyataan tetapi Konari hanya menggunakan sebuah kemampuan yang mampu menghilangkan keberadaan-nya bersama Korrina.


Konari menatap Korrina yang hanya diam, kedua mata-nya terlihat mati... batasan yang baru saja ia hancurkan membuat diri-nya hanya diam saja, tidak mengatakan apapun karena ia benar-benar merasa tersakiti oleh mereka semua. Konari mengepalkan kedua tinju-nya, Komi sangat pantas untuk menerima hukuman yang sangat besar.


Konari menggendong Korrina lalu ia pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin, ia harus mencari sebuah tempat yang cukup aman, bertemu dengan populasi Touri yang palsu mungkin aman karena Konari sendiri dapat melindungi Korrina dari segala bahaya, ia merasa bersalah karena telat untuk menolong Korrina.


Ketika Konari ingin membawa Korrina pergi, ia melihat seorang gadis yang berdiri di hadapan-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, dengan refleks Konari langsung menghalangi Korrina.


"Apa mau-mu..."

__ADS_1


"...Arisu?"


__ADS_2