
Sudah lima jam berlalu dan perasaan khawatir Arata bertambah besar ketika melihat Ophilia masih tidur, demamnya bertambah parah dan ia tidak tahu harus apa kecuali merawatnya sebisa mungkin.
"Ayah... apa yang terjadi dengan Ibu?" Tanya Rokuro dengan tatapan yang terlihat khawatir, Arata langsung merasa lega ketika melihat Rokuro dan Haruka datang dalam waktu yang tepat.
"Ibumu tadi sempat pingsan, entah apa penyebabnya tetapi untuk sekarang hanya demam yang bisa aku rasakan sampai aku sempat khawatir untuknya..." Kata Arata sambil mengusap kepala Ophilia.
"Dokter dari Co. Corp tidak menemukan obat untuknya?" Tanya Haruka yang mulai menggenggam tangan Ophilia, ia merasakan suhu yang sangat panas.
"Ini bukan demam biasa... aku merasakan sesuatu yang pernah aku rasakan, sama persis seperti ini tetapi Ophilia jauh lebih berbeda sehingga suhu demamnya terus bertambah."
"Apakah kau bisa membantu Ophilia, Haruka?" Tanya Arata.
"Akan aku coba... ketika kamu menghubungi kami, sejujurnya kami sempat khawatir dan panik karena takut dengan kondisi yang di alami oleh Ibu." Haruka memanggil Ophilia 'ibu' karena Ophilia yang memintanya.
Haruka mulai memutarkan jarum jam di kedua matanya untuk melompat mundur menuju masa lalu agar ia bisa melihat apa yang Ophilia rasakan sejak itu.
Haruka hanya bisa melihat luar angkasa dengan makhluk sihir yang berkeliaran dimana-mana, ternyata penyebab Ophilia bisa seperti ini karena makhluk sihir yang lepas.
Kemungkinan besar semua ini berkaitan dengan marga dan keturunannya sendiri sehingga ia sendiri tidak dapat menjalankan waktu lebih ke belakang.
"Aku baru saja menginjak batasan... tidak ada yang bisa aku lihat kecuali satu bukti jelas bahwa Ibu bisa seperti ini karena Mystical Creature." Kata Haruka yang mulai memejamkan kedua matanya untuk mengambil pupilnya seperti biasa.
"Kenapa kamu tidak bisa melihat masa lalu lebih lanjut lagi?" Tanya Rokuro.
"Batasan dari tubuh ini, sejujurnya tubuhku masih proses pemulihan dan Heaven's Time sendiri tidak dapat aku gunakan untuk sementara." Haruka mencoba untuk melakukannya dengan seluruh kemampuannya.
Haruka menciptakan kubus waktu lalu ia menatapnya, kubus waktu itu terus berjalan mundur dan mengulangi sebuah masalah bagaikan rekaman dari Replay.
Kubus waktu itu menunjukkan seluruh alam semesta, bukan hanya Touriverse tetapi alam semesta lain yang dipenuhi dengan Mystical Creature yang berkeliaran.
"Syukurlah... ternyata bisa, kalau begitu kita harus mencari tahu apa saja yang terjadi kepada Ibu pada masa lalu, era kelahiran seluruh Mystical Creature." Kata Haruka sambil memperhatikan kubus itu.
Arata, Haruka, dan Rokuro mulai memperhatikan kubus itu bersama-sama, mereka semua kecuali Haruka tidak menyangka era dan sejarah Touriverse sejak dulu sangat mengerikan.
Penuh dengan kehancuran, perselisihan, dan bahkan peperangan tiada batas. Arata belum pernah mengetahui sejarah ini sebelumnya tetapi ia bisa melihat Ophilia yang masih kecil berada di dalam kubus itu.
***
"Dengan menghentikan semua Mystical Creature yang mengamuk itu..."
"Kita membutuhkan seseorang yang cocok untuk menjadi wadah agar mereka mau masuk ke dalam habitat mereka masing-masing..." Ucap Ayah Ophilia yang sedang memegang sebuah alat.
Alat itu mampu menghentikan beberapa Mystical Creature dari amukan mereka, semua makhluk sihir itu terus mengamuk sampai memainkan semua alam semesta seperti bola sepak.
"Aku tidak menyangka semuanya akan berjalan penuh kehancuran seperti ini..."
__ADS_1
Ayah Ophilia mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menoleh ke belakang dan melihat istrinya sedang menenangkan Ophilia yang terlihat ketakutan.
"Valance, kita tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan Ophilia sebagai wadah segel untuk menghentikan seluruh Mystical Creature itu berkeliaran di Touriverse..."
"T-Tapi... apakah semua... semuanya akan baik-baik saja untuk Ophilia?" Tanya Valance yaitu ibu Ophilia.
"Aku yakin... Ophilia lahir dengan bakat untuk memanggil semua Mystical Creature dengan kemampuannya..."
"...hanya saja dia masih membutuhkan banyak latihan untuk menguasainya tetapi sayap Phoenix, Mystical Creature yang Ophilia jadikan sebagai pelihara..."
Ayah Ophilia melihat Bamushigaru mulai mengamuk sampai menghempaskan seluruh alam semesta di sekelilingnya.
"C-Cepat...!!! Sebelum semuanya hilang di makan oleh Bamushigaru...!!!" Seru Ayah Ophilia keras, Valance tidak memiliki pilihan lain selagi memeluk Ophilia erat lalu membuatnya pingsan.
Untungnya Valance bersama suaminya yang bernama Kirua menyebabkan kehancuran dan kerusuhan di luar Touriverse, bisa di bilang perbatasan.
Walaupun begitu, mereka tetap menyebabkan banyak kerugian untuk alam semesta lainnya, Touriverse berada dalam bahaya jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu.
Valance mengusap kepala Ophilia agar ia bisa tenang, ia membuat dirinya pingsan menggunakan sihir racun yang mampu membuat seseorang untuk tidur atau pingsan.
Kirua mencoba untuk mendekati Ophilia tetapi ia melihat Bamushigaru melesat maju ke arah mereka semua.
"S-Sial...!"
Pergerakan Bamushigaru terhentikan seketika oleh makhluk sihir lainnya yang memancarkan kesucian juga cahaya putih di sekelilingnya.
Terdapat dua sayap besar yang melepaskan partikel putih juga, Kirua tercengang ketika makhluk sihir itu menyelamatkan dirinya.
"Jangan menghabiskan waktu lebih lama lagi... cepat bertanggung jawab dengan semua kerusuhan yang kau ciptakan." Makhluk sihir itu mengeluarkan suara yang menggema.
Kirua melesat maju ke arah Ophilia lalu ia mulai menusuk tapaknya di bagian tengah menggunakan pisau kecil yang mengeluarkan banyak darah.
Kirua mengelus darah itu dengan punggung Ophilia sehingga darah itu mengalir ke dalam tubuhnya sampai memunculkan lambang kontraktor Phoenix di belakang punggungnya.
Kirua dan Valance mengalirkan seluruh Lenergy mereka ke dalam tubuh Ophilia sehingga ia melebarkan kedua matanya yang melepaskan api merah dimana-mana lalu ia mengalirkan sayap api yang begitu indah.
Api itu mampu menarik seluruh perhatian makhluk sihir sampai mereka melepaskan teriakan besar yang mampu membelah celah dimensi.
"Seal..." Kata Ophilia sehingga semua makhluk sihir itu masuk ke dalam celah dimensi yang mereka ciptakan kecuali kuda poni yang berada di hadapan Kirua.
Kuda itu berubah menjadi wujud aslinya yang mirip seperti manusia, penampilannya tidak bisa di lihat dengan jelas karena tubuhnya yang terus memancarkan cahaya suci.
"Lain kali... jangan coba-coba untuk menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan maha kuasa, gadis itu sekarang adalah takdir untuk menyegel seluruh makhluk sihir." Sesosok cahaya itu menghilang begitu saja.
***
__ADS_1
"Bamushigaru... sudah lama sekali aku tidak mendengar nama itu." Kata Haruka sambil menyilangkan kedua lengannya.
"Melihat bukti tadi sepertinya hanya dua orang yang dapat membantu ibu soal kondisinya ini..." Kata Haruka karena ia tidak bisa membantu lebih lanjut lagi.
Sisanya hanya bisa diserahkan kepada Kirua dan Valance yang mengetahui jelas soal tanda dan lambang yang berada di punggung Ophilia, Arata mulai berpikir kembali dimana tempat kedua mertuanya berada.
"Apakah kamu tahu soal keberadaan mereka berdua, Ayah?" Tanya Rokuro, ia juga sudah lama tidak bertemu dengan Kakek dan Neneknya itu.
"Entahlah... keturunan Phoenix sangat tersembunyi untuk kalangan Touriverse karena aib yang mereka ciptakan yaitu Mystical Creature..."
"...tetapi semua orang sepertinya sudah melupakan soal insiden itu bahkan sebagian dari makhluk sihir sudah hancur dan punah begitu saja." Arata mulai memegang dagunya.
"Jika kamu tidak mengetahui dimana mereka berada maka Kou mungkin akan membantu dengan membaca pikiran Ophilia seperti buku agar ia bisa mengetahui lokasinya." Haruka mulai mengeluarkan alat komunikasinya.
"Maaf, Haruka... sepertinya aku terlalu merepotkan dirimu sampai harus melakukan hal ini dan itu." Kata Arata karena ia pikir demam Ophilia itu hanya demam biasa.
Setelah melihat rekaman masa lalu, semuanya ternyata berkaitan dengan sesuatu yang besar yaitu makhluk sihir, Ophilia dan kedua mertuanya tidak pernah menceritakan sesuatu seperti itu kepada Arata.
Beberapa menit kemudian, mereka menunggu kedatangan Kou. Ia memasuki kamar Arata dengan jas yang terlihat seperti profesor.
"Kou... kau terlihat berbeda..." Kata Hana karena ia melihat Kou seperti seorang dokter dan profesor yang mencoba untuk melakukan eksperimen.
"Aku mendapatkan panggilan di saat sedang bekerja tetapi panggilan apapun itu... semuanya terdengar penting dan aku akan membantunya." Jawab Kou dengan senyuman.
Kou mendekati Ophilia lalu ia mulai meraba kedua pipi Ophilia untuk membaca pikirannya seperti buku, membaca semua pikiran dan ingatan seseorang tidak akan menyebabkan risiko apapun untuk tubuhnya.
Hanya saja Kou di larang untuk mengubah atau menambahkan sesuatu karena itu cukup berpengaruh dalam risiko kesehatannya.
Kou bisa membaca semua yang Ophilia pikiran dan ia mencoba untuk membuka ingatannya untuk mencari lokasi kedua orang tuanya, tidak menghabiskan waktu lama dan ia langsung menemukannya.
"Mereka tidak jauh kok, hanya saja mereka bersembunyi di tempat yang sangat tersembunyi." Kata Kou, ia berhenti meraba kedua pipinya.
"Terima kasih, adikku~ Bisakah kamu memberitahu dimana lokasi mereka semua?" Tanya Haruka, Kou mulai memberitahu Tech untuk memasukkan informasi yang ia dapatkan ke dalam alat komunikasinya.
"Ternyata benar, mereka dekat... tetapi kita tidak tahu jika mereka masih berada di tempat itu." Kata Haruka yang mulai menunjukkan lokasinya.
"Mungkin bantuan sekarang sudah cukup sampai titik ini..." Ucap Arata, ia tidak ingin merepotkan mereka lagi yang sudah memiliki kehidupan sendiri.
"Ehh, kenapa?" Tanya Rokuro.
"Kalian sudah memiliki kehidupan sibuk tersendiri dan aku jadi merasa bersalah jika terus merepotkan kalian semua..." Arata terkekeh pelan lalu ia mengangkat tubuh Ophilia.
"...untuk sekarang serahkan sisinya kepadaku. Kalian semua bisa kembali melakukan aktivitas---"
"J-Jangan seperti itu, Ayah... aku sendiri ingin melihat Kakek dan Nenek Rokuro." Kata Haruka, ia juga memiliki alasan lain untuk ikut dengannya.
__ADS_1
"Bukan hanya itu saja tetapi aku ingin mengetahui berbagai macam informasi tentang..."
"...makhluk sihir."