
Kontes kekasih, kontes yang selalu diadakan setiap musim sejuk tiba agar kontes ini bisa berkesan lebih romantis dan bahkan cukup untuk menghangatkan seluruh penonton ketika melihat para kekasih yang naik panggung dengan pakaian cocok dan unik mereka, pemenang biasanya akan mendapatkan sebuah tiket dan kupon yang berbeda-beda, kebetulan kontes kekasih ini menarik perhatian seluruh penghuni Touriverse sehingga setiap layar atau acara akan langsung menyiarkan kontes kekasih.
Honoka juga bahkan terkejut ketika Haruka dan Rokuro sudah mendaftar untuk mengikuti kontes tersebut, itu artinya besok Kou akan sendirian tetapi Haruka bilang bahwa Shuan akan menjaga dirinya bersama dengan perawat lainnya karena kondisi Kou sudah kembali pulih seperti biasanya, hanya saja ia harus tetap berbaring di kasurnya.
Arata mulai memperingati mereka semua bahwa restorannya akan bukan sebentar lagi, itu artinya mereka harus bersiap-siap untuk melayani para pelanggan yang dari awal sudah mengantri karena Arata sejak awal memberitahu mereka bahwa pukul tiga sore, ia akan membuka kembali restorannya.
Honoka sudah mempersiapkan diri untuk menusuk hati para pelanggan wanita dengan keromantisan dirinya, Mitsuki dan Marie sama-sama menarik nafas dalam-dalam untuk bersiap menyambut para pelanggan sedangkan Hana baru saja selesai melakukan pemanasan agar tubuhnya tidak terasa pegal. Asriel sudah merasa tidak sabar untuk melihat hasil latihan Mitsuki, semoga saja ia dapat membuat para pelanggan nyaman untuk menikmati makanan mereka.
Ketika waktu buka, para pelayan sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut para pelanggan yang baru saja masuk, mereka dikejutkan dengan keimutan para gadis dan bahkan pakaian keren yang dikenakan oleh Honoka dan Asriel. Honoka terlihat seperti mengenakan pakaian pelayan untuk laki-laki karena tujuannya adalah menembak hati para wanita dengan perkataannya, mereka semua sudah siap untuk menyambut para pelanggan itu.
"Selamat datang, raja-raja yang setia~ Silahkan nikmati makanan kalian di restoran Shimatsu~" Kata Hana sambil melakukan pose kecil yang lucu sehingga menyentuh para pria.
"Kami menyediakan semua makanan untuk menghangatkan tubuh dan perasaan kalian, makanan itu akan ditambah dengan bumbu cinta dan keimutan dariku~" Kata Marie sambil mengedipkan mata kanannya, membuat para pelanggan semakin bersemangat dan mengeluarkan asap melalui kepala mereka, Ophilia mulai terkekeh ketika melihat mereka dapat melakukannya dengan mudah, Arata sudah menyiapkan seluruh makanan itu dengan cepat agar para pelanggan bisa menikmatinya lebih cepat.
"Se-Selamat datang, para pelanggan sekalian... apakah kalian ingin memesan hidangan utama...? Hidangan manisan...? Semua hidangan itu bisa aku tambahkan dengan mantra..." Sikap malu Mitsuki berhasil menembak hati para pelanggan lebih lanjut lagi.
"Silahkan duduk di tempat kalian masing-masing dan jangan saling mendorong karena semua makanan sudah tersedia dan tidak akan habis... jangan sampai terburu-buru makannya ya." Asriel tersenyum, senyumannya itu membuat para pelanggan gadis mulai tersipu karena ia sangat cocok memiliki peran sebagai seorang pelayan itu, yang terakhir adalah serangan mematikan dari Honoka yang akan melakukan mantra spesial.
"Setelah kalian menyelesaikan hidangan kalian... jangan lupa untuk memesan lagi ya agar kalian bisa melihat mantra yang aku miliki ini... terutama aku akan mengunjungi kalian satu-satu dan mengatakan... Moe... moe... Kyun~" Honoka mengatakannya dengan nada tenang sambil menunjukkan ekspresi yang mencoba untuk menggoda mereka semua, ia juga menambah pergerakan dua jari di atas dahinya sambil mengedipkan mata kanannya sehingga serangan itu mengenai tepat sasaran di hati seluruh pelanggan sampai membuat semuanya mimisan terutama para gadis yang mulai menyukai Honoka karena sikap romantisnya itu.
Semua pelanggan mulai tergila-gila dan mereka segera mencari tempat yang kosong, ketika para pelanggan sudah mengisi seluruh kursi, Honoka langsung menutup restoran itu dan tidak lupa untuk memberi mantra kepada pelanggan yang mengantri diluar, ternyata mantra itu berhasil sampai membuat semua pelanggan itu dapat menunggu lebih lama lagi karena tidak sabar untuk melihat Honoka dan berjabat tangan dirinya.
"Honoka memang hebat ya... tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya..." Kata Hana.
"Benar juga..."
"Setidaknya kita melakukan pekerjaan yang baik..." Kata Mitsuki.
__ADS_1
"Itu benar... Kamu bahkan dapat melawan rasa malu itu, Mitsuki." Asriel tersenyum kepada Mitsuki, membuat wajahnya memerah sampai asap keluar dari kepalanya sehingga ia mulai salah tingkah dan berharap bahwa semua ini berlanjut lebih lama agar Asriel bisa terus memuji dirinya tanpa henti, mereka mulai melaksanakan pekerjaan mereka sebagai pelayan sampai bahan masakan Arata habis.
Dua jam kemudian, hidangan yang disediakan oleh Arata habis dengan cepat kali ini hanya membutuhkan dua jam, ternyata memiliki pelayan lain mampu membantu restorannya menjadi lebih terkenal lagi karena ia sempat melihat para pelanggan yang berkomentar di layar virutal mereka, membicarakan tentang restoran Shimatsu memiliki hidangan yang sempurna ditambah lagi pelayan yang membuat nyaman sampai hidangan yang mereka makan bertambah jauh lebih lezat dari apapun.
"Kerja yang bagus... sepertinya kalian benar-benar layak untuk menjadi seorang pelayan di restoranku." Kata Arata, mereka semua mulai merayakannya dengan meminum secangkir teh hangat dan menikmati hidangan yang baru saja Arata siapkan. Mitsuki dan Asriel duduk bersebelahan karena Asriel yang memintanya, ia ingin berterima kasih kepada dirinya karena sudah mau berkerja dengan baik dan melawan kegugupannya itu.
"Kamu benar-benar melakukan pekerjaan yang sangat baik, Mitsuki... hebat sekali."
"Hahaha, aku harus terlihat percaya diri di hadapan dirimu jadi aku melakukannya dengan semua tenaga yang aku miliki, ternyata hasilnya... aku berhasil membuat mereka senang sambil menikmati hidangan yang mereka pesan. Aku senang... kamu melihat hasil latihanku tadi, ini semua berkat dirimu Asriel, terima kasih." Mitsuki tersenyum kepada Asriel dan senyuman itu tiba-tiba menyentuh hati Asriel bahkan sampai membuat jantungnya berdetak cukup cepat.
"Terima kasih ya."
"Berkat diriku? Aku tidak melakukan apapun kecuali melatih dirimu dengan benar kok."
"Kamu mengajarkan diriku tentang hal-hal yang berbeda dan sudah bekerja keras untuk mengajari-nya kepadaku. Itulah kenapa aku mendapatkan hasil yang baik dimana aku berhasil membuat para pelanggan senang... hehehe, aneh ya?"
"Tidak sama sekali, justru aku senang mendengarnya darimu."
"I-Iya..."
"Syukurlah..." Mitsuki mulai meminum teh hangatnya itu sehingga Asriel dikejutkan dengan hembusan udara sejuk yang menggerakkan rambutnya itu, melihatnya saja membuat Asriel tersipu dan merasakan perasaan baru di dalam dirinya bahwa jantungnya berdetak cukup cepat ketika mengetahui betapa cantiknya Mitsuki, perasaan ini sepertinya perasaan yang pernah dikatakan oleh Chloe sebelumnya kepada Asriel sehingga ia menyadarinya sekarang.
Honoka datang untuk menyediakan hidangan manisan untuk mereka cicipi karena semua orang mendapatkan hidangan ini dari Arata atas rasa terima kasih karena sudah mau membantu memajukan restorannya, Honoka langsung meninggalkan mereka dengan cepat karena suasana mulai terasa hangat di dekat mereka bahkan sampai membuat Honoka terkekeh karena tidak sabar hasilnya, semoga saja hubungan mereka bisa naik ke tingkat selanjutnya.
"Um... kita..." Mitsuki mulai berbicara.
"Hm...?"
__ADS_1
"Asriel dan aku... apakah... kita terlihat... seperti pasangan jika duduk saling bersebelahan seperti ini...?" Mitsuki berhasil memberanikan dirinya untuk mengatakan sesuatu yang memalukan, mendengarnya membuat Asriel langsung terkejut bahkan ia tidak tahu harus mengatakan apa melainkan pandangannya mulai teralihkan kepada Honoka yang sedang mengacungkan jempolnya, entah itu apa tetapi ia harus menjawabnya dengan pikiran dan pilihannya sendiri.
Kecanggungan mulai muncul dan mereka mulai menatap hidangan itu, Asriel tidak bisa mengatakan apapun jadi ia mencoba untuk mengambil piring di hadapannya, tanpa sengaja tangan mereka berdua baru saja menyentuh piring yang sama dengan hasil tangan mereka mulai saling bersentuhan. Mitsuki dengan panik memegang piring yang lain karena ia tidak menyangka Asriel akan memilih hidangan itu, Asriel mulai menatap dirinya dengan pipi yang memerah karena ia merasa sangat kebingungan.
Ia merasa kebingungan karena jantungnya itu yang terus berdetak sangat cepat, dia masih belum mengerti apa alasan di balik dari kecepatan detak jantungnya. Mitsuki mulai memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu kepada Asriel karena ia mengingat sesuatu hal yang penting.
"Aku memiliki permintaan..."
"Ya...?"
"Kontes di musim sejuk untuk esok hari... malam... dimana semua kekasih berkumpul untuk dinilai oleh paru juri, kontes yang menentukan pasangan cocok dengan pakaian imut dan serasi mereka. Hadiahnya juga lumayan... kupon dan tiket... semacamnya..."
"Ahh... kontes yang diadakan besok malam ya..."
"Bisakah kita... melakukannya bersama?!" Mitsuki mengatakan dengan penuh rasa percaya diri dan keberanian yang tinggi.
"Ehh? Ahh..."
"Tidak mau... ya...?"
"Ayo, kita coba."
"Benarkah?"
"Iya."
"Terima kasih banyak!" Mitsuki tersenyum bahagia karena ia tidak menyangka akan mendapatkan jawaban yang begitu positif. Di saat itulah Honoka dan yang lainnya bisa mendengarnya sehingga terjadi sebuah perayaan kecil dimana Honoka mengangkat cangkir teh-nya untuk bersulang bersama yang lainnya, Arata dan Hana tidak begitu mengerti apa yang sedang terjadi tetapi mereka tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya.
__ADS_1
"M-Mari kita lakukan yang terbaik!" Mitsuki merasa tidak sabar untuk hari esok tiba karena ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan besar ini untuk mengungkapkan perasaannya kepada Asriel setelah kontes itu selesai, ia tidak begitu peduli siapa yang menang asalkan ia bisa bersenang-senang dengan Asriel.
"Tentu saja! Mari lakukan yang terbaik!"