Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 96 - Murni dengan Kekuatan


__ADS_3

Yusa melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya sampai Arata terdorong ke belakang, ia bisa merasakan keberadaan Yusa yang berpindah di sekitarnya bahkan Arata sempat menyerang sekitar-nya untuk jaga-jaga tetapi serangannya terasa lambat karena cahaya kegelapan yang Yusa kumpulkan mampu membuat serangan Arata menjadi lambat bahkan daya serang-nya juga akan berkurang.


Terlihat beberapa cahaya kegelapan yang berbentuk cincin bersimbol iblis di sekitar Arata, Arata mencoba untuk menghindar tetapi semua cincin itu mengikutinya sampai meledak di belakangnya membuat dirinya terseret ke depan. Arata bisa melihat Yusa yang melancarkan beberapa cahaya bintang iblis menuju arah-nya, dengan cepat Arata menangkis semua cincin itu sampai terseret menuju udara.


"Ck... Ternyata kau memang serius..." Ucap Arata.


Wilayah itu mulai dipenuhi dengan cincin iblis, Arata segera terbang ke atas langit walaupun tubuhnya terasa berat berkat cahaya kegelapan yang menyelimuti wilayah tersebut. Arata melempar pedang amarah dan kerakusan-nya ke arah seluruh cincin iblis itu sampai kedua pedang-nya bergerak dengan sendiri dan menghancurkan semua cincin iblis itu satu per satu.


Tetapi masih terdapat beberapa cincin iblis yang berhasil menghindari serangan kedua pedang itu sampai Arata memanggil pedang dosa lain-nya yaitu pedang iri hati. Arata melancarkan beberapa serangan ke arah cincin iblis itu dan serangannya tidak sempat mengenai dua cincin iblis yang melesat dengan lincah.


Kedua cincin itu mampu menyayat pipi dan perut Arata sampai beberapa darah mulai mengalir keluar dari luka-nya, sepertinya cahaya kegelapan yang tidak bisa ia lihat itu mampu membuat dirinya kewalahan. 


Sementara itu Arata hanya bisa diam dan mencoba untuk mencari cara lain agar ia bisa menyerang Yusa yang tidak melakukan apapun kecuali berdiri tegak selagi fokus untuk mengendalikan semua cincin iblis itu. Arata membuat pedang iri hati-nya melayang di sebelah-nya dan ia segera menarik kembali pedang kerakusan dan amarah-nya.


"Apakah kau bisa menyentuh-ku sekarang...?"


"Jangan sombong dulu, iblis."


Arata terbang secepat mungkin menuju arah Yusa, mencoba untuk melancarkan beberapa serangan ke arah-nya tetapi dia tidak mampu mendekati Yusa berkat cincin iblis yang terus mengincar-nya tanpa henti. Ketika Arata mencoba untuk memakan semua cincin itu menggunakan pedang kerakusan tetapi cincin cahaya itu segera menghindar dengan cepat sampai mengenai punggung Arata.


"Jika menyerap tidak bisa... Bagaimana jika aku menghisap sihir-mu...!?" Ungkap Arata, bilah pedang kerakusan-nya mulai terbuka dan menyerap semua cincin cahaya itu sampai habis.


Yusa hanya bisa diam dan bergerak menuju arah Arata lalu melancarkan beberapa serangan, Arata menyambut serangan itu dengan kedua pedang-nya. Pedang mereka saling berbenturan sampai serangan Arata terus mengenai tubuh Yusa yang sekarang diselimuti dengan tulang-tulang keras yang melindungi dari kerusakan yang diberikan kedua pedang-nya.


"Ck... Apakah ini sihir yang Kizura maksud...? Bangsa iblis dapat memanipulasi tulang mereka tanpa batas walaupun itu menguras tenaga-nya, tetapi Arata tidak bisa merasakan batas tenaga yang dimiliki oleh Yusa karena saat ini tubuh-nya sedang menyerap seluruh cahaya kegelapan yang berasal dari semesta Zuusuatouri." Ungkap Yusa.


Seandai-nya Arata dapat melihat sumber cahaya kegelapan itu, ia sudah pasti akan melahap habis seluruh cahaya kegelapan itu menggunakan pedang kerakusan dan mengubahnya menjadi serangan yang dapat membunuh Yusa secara instan. 

__ADS_1


Yusa melompat ke belakang dan mengangkat Luz Demonio ke atas sampai bilah pedang itu mulai membesar dan diselimuti dengan cahaya kegelapan sampai merubah ukuran bilah itu menjadi lebih besar. Bilah pedang Luz Demonio melepaskan dorongan dan cahaya yang besar sampai membuat Arata sontak kaget karena kemampuan yang akan Yusa keluarkan saat ini jauh lebih kuat.


"Sekarang kau mati...! Dilahap dengan cahaya kegelapan seluruh iblis yang menangis demi meraih kedamaian...!!!" Teriak Yusa keras.


Yusa memegang gagang pedang itu menggunakan kedua tangan-nya dan ia segera mengayunkan pedang itu dengan sekuat tenaga menuju arah Arata, kedua pedang yang Arata pegang segera melepaskan aura merah yang mampu membuat dirinya bisa bergerak bebas kembali tanpa harus merasakan beban yang ditimbulkan oleh cahaya kegelapan.


"Gluttony's Starvation...!" Arata mencoba untuk melahap cahaya kegelapan yang dipancarkan oleh Luz Demonio tetapi penglihatan Arata teralihkan dengan senyuman Yusa yang terlihat licik dan juga jahat.


"Luz Demonio: Sealing Formation...!" Perintah Yusa.


"Formasi penyegelan dimengerti... Bersiap untuk menyegel sihir musuh selama beberapa menit..." Jawab Luz.


Firasat Arata mulai memburuk bahkan sihir yang ia rapalkan tadi tidak mampu membuat pedang kerakusan-nya melahap cahaya kegelapan itu, sepertinya Kizura pernah mengatakan sesuatu tentang formasi Luz Demonio dimana pedang itu dapat menyegel sihir apapun termasuk sihir tingkat tinggi dan dewa.


Untungnya Arata masih sempat menahan serangan Yusa dengan kedua pedang-nya yang ia silangkan, Yusa mulai tertawa terbahak-bahak sampai bilah pedang Luz Demonio itu mulai melepaskan sinar yang silau dan ukuran-nya mulai bertambah besar sampai Arata bisa merasakan kekuatan tidak terbatas di dalam pedang tersebut.


"Uggghhhhh...! Sial...!!! Sial...!!!" Tubuh Arata mulai terbakar dan merasakan kesakitan walaupun dia sudah menahan serangan Yusa.


"Kau tidak akan pernah bisa melawan iblis takdir seperti diriku, parasit...! Walaupun serangan potensi penuh dari Luz Demonio ini kau tahan, cahaya itu masih bisa masuk ke dalam dirimu dan menghancurkan apapun yang ada di dalam dirimu termasuk sirkuit sihir-mu...! Kekuatan-mu juga akan terasa seperti hancur dan tidak dapat kau kendalikan...!" Kata Yusa dimana ia mulai menambahkan kekuatan penuh di satu serangan yang Arata tahan.


Kedua pedang yang Arata pegang langsung terpental karena tidak kuat menahan serangan dari Luz Demonio yang sudah berada di potensi kekuatan penuh, dengan cepat Arata menahan serangan itu menggunakan kedua lengan-nya sampai baju-nya mulai terbakar hangus sampai tubuhnya dipenuhi dengan luka bakar dan juga sayat karena cahaya itu terasa seperti pedang yang tajam ketika terkena tubuh.


"Sekarang... Apa yang akan kau coba rencanakan, Legenda...?" Tanya Yusa, ia menambahkan kekuatan-nya lebih besar lagi dari sebelumnya.


"Logic Breaker...!" Arata melebarkan kedua mata-nya, kedua matanya memancarkan cahaya besar yang mampu membuat jantung Yusa berdetak dengan cepat sampai tubuhnya merinding dan bergetar entah kenapa.


Seluruh tubuh Arata diselimuti dengan api kemarahan-nya dan itu membuat Yusa sontak kaget karena ia dapat menggunakan sihir-nya kembali walaupun dia sudah terkena efek dari formasi penyegelan. Serangan Yusa yang terus bertambah kuat sekarang mampu Arata tahan dengan hanya menggunakan telapak tangan kanan-nya saja.

__ADS_1


"Tidak mungkin...!"


Yusa berkeringat dingin melihat Arata yang menatap-nya dengan sangat tajam, pedang kerakusan dan amarah segera melayang dan melesat menuju arah Arata sampai dirinya menggenggam kembali kedua pedang itu dan menyambut serangan Yusa kembali sampai membuat mereka berdua sama-sama terseret ke belakang.


"Kekuatan apa ini...!?" Yusa melebarkan matanya melihat satu ayunan Arata dapat menyebabkan serangan yang cukup dahsyat.


Pedang kerakusan Arata segera melahap habis cahaya kegelapan itu dan membuat Yusa terkejut, tanpa menghabiskan waktu lainnya Yusa segera menggunakan formasi yang sama yaitu formasi penyegelan. Arata tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, ia memiliki sebuah rencana untuk membalas formasi menyebalkan itu.


"Kau harus merasakan hal yang sama denganku... Imitation Magic...!" Arata mulai menggunakan sihir imitasi-nya dimana ia dapat meniru sihir atau kekuatan apapun dengan hanya melihat dan merasakan-nya.


Arata segera meniru kemampuan dari pedang Luz Demonio yaitu Sealing Formation dimana sekarang Yusa tidak bisa menggunakan sihir apapun termasuk kemampuan dari pedang-nya sendiri, Yusa sempat tidak merasakan efek dari sihir yang Arata gunakan tetapi Luz bisa merasakan-nya.


"Apa yang terjadi...?" Yusa mulai terlihat bingung.


"Sepertinya masih banyak sihir dan kemampuan yang belum pernah kau ketahui, Yusa. Kemampuan dan sihir yang dimiliki Legenda itu sangatlah unik dan berguna di setiap pertarungan. Logic Breaker adalah sihir yang dapat membatalkan sihir apapun termasuk formasi penyegelan..." Luz mendapatkan beberapa informasi tentang sihir dan kemampuan yang dimiliki oleh Arata.


Walaupun Luz Demonio adalah sebuah pedang, ia mampu berpikir dan mendapatkan informasi seperti ras biasa. Yusa sempat terkejut ketika mendengar sihir [Logic Breaker] itu karena sihir itu sangatlah kuat sampai ia tidak pernah mendengarnya sebelumnya, ini pertama kalinya Yusa melihat sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari bangsa Giblis atau iblis gila.


"Apa yang kau katakan...?"


"Sepertinya aku sudah tidak bisa mengeluarkan kemampuan-ku lagi, Yusa. Kau juga tidak akan bisa mengeluarkan sihir karena formasi penyegelan milik-ku itu dapat ditiru oleh Legenda yang memiliki sihir tiruan bernama [Imitation Magic]."


Yusa tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia benar-benar tidak bisa memanipulasi tulang-nya lagi. Mereka berdua sekarang sama-sama tidak bisa mengeluarkan sihir tetapi pedang amarah Arata mulai diselimuti dengan api kemarahan.


"Kau sudah membuatku diselimuti dengan amarah..."


"...Apakah kau sudah siap untuk merasakan penyiksaan yang akan aku berikan?" Tatapan Arata semakin menajam sampai memancarkan suhu panas yang membuat Yusa merinding dan berkeringat.

__ADS_1


__ADS_2