
Zoiru melayang ke atas langit, melihat seluruh esensi yang ia anggap lezat sudah habis, ia sendiri bahkan bisa melihat Bamushi masih mengunyah semua makanan yang ia dapatkan sampai tubuh Zoiru bisa terus bertambah kuat.
"Satu tubuh... pikiran... dan tentunya kekuatan... tanpa diriku, kau tidak bisa mendapatkan semua hidangan itu, Bamushi." Zoiru mengepalkan kedua tinjunya yang melepaskan aura dan asap hijau.
"Realm of Eternal sudah sepenuhnya hancur, berubah menjadi makanan lezat untukmu dan sekarang... kita hanya perlu melakukan ritual selanjutnya yaitu mengunjungi keturunan Phoenix."
"Keturunan Phoenix... setelah itu, aku akan mengunjungi neraka untuk berlatih di sana selama beberapa hari. Bukan itu saja tetapi..." Zoiru tersenyum jahat, membayangkan banyak sekali nyawa dan esensi yang dapat ia santap di dalam neraka.
"Aku hanya perlu menunggu Riziel menyapu lantainya sampai bisa membangkitkan Starmonigaru, Bamushi akan memakannya dan tentunya..."
"...aku akan menghancurkan Realm of Stardust, masih banyak hidangan yang dapat Bamushi nikmati agar Bamushigaru dapat bangkit dengan penuh tenaga, lahir kembali dari ketuaan menjadi kemudaan." Zoiru mulai tertawa.
Bamushi merasuki tubuh Zoiru dan ia tidak sengaja melihat sebuah alat teknologi yang berbentuk seperti asteroid, ia mencoba untuk menghancurkannya tetapi rasa ketertarikannya menghilang seketika.
"Aku biarkan saja... tidak ada waktu yang harus aku habiskan, aku tidak ingin membuat sahabatku menunggu sampai punah." Zoiru menarik nafasnya lalu ia menghembus nafasnya keluar sampai ia tiba tepat di hadapan kediaman Phoenix.
Tanpa memakan waktu selama satu detik, ia dapat berpindah kemana saja sesuai dengan keinginan dirinya dan tentunya, kediaman Phoenix ini mengandung banyak esensi lezat untuk Bamushi sampai ia merasa tidak sabar.
Zoiru maju ke depan, pergerakan kakinya bahkan sampai menghancurkan pintu yang menghalangi dirinya sampai mengaktifkan sebuah bel darurat.
"Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi tempat ini, banyak sekali kenangan yang cukup baik dengan Bamushigaru." Perkataan yang Zoiru keluarkan mampu melepaskan dorongan besar di hadapannya.
Dapat menghancurkan apapun sampai seluruh keamanan yang di lepaskan, hancur seketika hanya dengan kata demi kata yang ia keluarkan.
Zoiru melihat Valance dan Kirua berada di dalam bawah tanah, mengambil sebuah tabung kecil yang di simpan ke dalam saku Valance.
Kirua dan Valance tercengang seketika melihat kedatangan Zoiru yang tidak begitu di sangka kan, semua karyawan bahkan ketakutan dengan tatapan seriusnya itu.
"Sudah lama sekali bukan...? Apakah kalian mengingat diriku?" Zoiru melompat menuju ruangan bawah tanah itu sampai melepaskan tekanan besar yang menjatuhkan mereka semua.
"Zoiru...?! Tidak mungkin... ternyata segel Ophilia hancur karena dirimu yang sudah turun tangan dan berurusan dengan Touriverse...!?" Valance terlihat ketakutan ketika menatap Zoiru yang saat ini sedang terlihat santai.
"Ophilia...? Ahh, gadis yang menyebabkan kerusuhan sejak itu ya? Memangnya kenapa jika aku keluar dari wilayahku sendiri...?" Zoiru terlihat kesal ketika ia tidak mendapatkan sambutan apapun yang mengandung kehormatan di dalamnya.
"Bamushigaru adalah ciptaan kalian, aku yakin kalian dapat membuat dirinya sehat kembali dan tentunya membangkitkan sahabatku itu sebelum ia mati..." Zoiru maju ke depan.
"Membangkitkan makhluk sihir bahaya sepertinya...? Tidak mungkin, aku tidak ingin menciptakan kerusuhan yang sama sejak itu!" Seru Valance.
"Kerusuhan? Justru kau sendiri yang sudah menciptakan semua makhluk sihir itu, jika sudah terlanjur maka kau seharusnya menganggap Bamushigaru tidak bersalah...
"...apa yang ia lakukan hanya berkeliaran dan tentunya mencari makanan seperti hewan biasanya. Intinya dia menyapu lantai yang dipenuhi kotoran dan kotoran itu adalah mereka yang lemah."
"Kau sendiri sudah memiliki cukup kekuatan, seseorang pasti memerintah dirimu untuk melakukan sesuatu...? Apakah Zangetsu?" Tanya Valance, mencoba untuk menjaga jarak dan berhati-hati.
"Zangetsu...?" Amarah Zoiru bangkit seketika dan ia mulai mencabut lengan kanan Valance sampai ia menjerit kesakitan.
"Jangan sebut nama itu lagi karena aku bertindak sesuai dengan keinginanku sendiri...!!!" Seru Zoiru keras sehingga muncul di belakang Kirua lalu mematahkan lengan kanannya yang hampir saja menyentuh panggilan darurat.
__ADS_1
Panggilan itu dapat menghubungi Co. Corp secepat mungkin bahwa bahaya telah muncul dan mereka membutuhkan bala bantuan secepatnya.
Kirua tidak sempat untuk menekan tombol darurat itu bahkan ia bisa melihat tubuh Zoiru melepaskan aura yang begitu tersembunyi agar tidak ada satu pun Legenda yang dapat mendeteksi keberadaannya.
"Wah, wah, apa yang kau ingin lakukan sekarang, Kirua? Membantah perintahku...? Aku ingin membangkitkan sahabatku dan kau menolaknya!!!" Zoiru menusuk perut Kirua menggunakan lengan Valance sampai ia memuntahkan banyak darah.
Seluruh karyawan mencoba untuk melarikan diri tetapi mereka malah terjatuh ke dalam jurang dipenuhi dengan taring Bamushi yang menusuk tubuh mereka sampai menghancurkannya.
Sebagian karyawan mencoba untuk menyerang Zoiru tetapi mereka semua berakhir terbunuh ketika Zoiru mengangkat lengan kanannya, mampu untuk mengeluarkan taring tajam di dalam daratan dan menusuk tubuh mereka.
Satu taring sendiri sudah cukup untuk menghancurkan tubuh mereka menjadi kepingan kecil, membuat Valance dan Kirua terlihat ketakutan tetapi mereka harus bertarung layaknya seperti seorang Legenda.
"Jangan khawatir soal takut dalam menghadapi kematian, kalian berdua. Semua orang pasti akan merasakannya dan tentunya aku juga tetapi entah kapan." Zoiru mundur ke belakang.
"Sekarang... beritahu aku, bagaimana caranya agar aku bisa membangkitkan Bamushigaru? Apakah membutuhkan proses yang panjang?" Tanya Zoiru.
Kirua dan Valance menolak untuk menjawab, Kirua maju ke depan dan melepaskan makhluk sihir di dalam tubuhnya menggunakan tapak tangannya yang mengandung jumlah sihir besar.
Zoiru menaikkan alisnya dan ia melihat punggung Kirua melepaskan Cerberus, melihatnya saja membuat Zoiru tersenyum karena ia membenci memohon, lebih baik melakukannya dengan cara kasar agar mereka mau berbicara.
"Cerberus ya...? Maju, tunjukkan kehormatan dirimu sebagai kepala keluarga dari Phoenix."
"Kau yang dulunya aku anggap sebagai pencipta sejak kecil...!" Zoiru mengepalkan kedua tinjunya dan Bamushi muncul di belakangnya.
"Cerberus...!!! Cabik-cabik mereka...!!!" Perintah Kirua sehingga Cerberus mengerang keras lalu melesat maju menuju arah Zoiru yang tetap berdiri di posisinya.
"Brengsek! Berani-beraninya kau datang hanya untuk meminta kami membangkitkan makhluk sihir dengan penuh kesalahan...!" Seru Kirua.
"Seharusnya kami menghancurkan makhluk sihir besar itu dan tentunya menyingkirkan dirimu yang pernah datang ke dalam ruangan pertemuan itu!!!" Kirua mengalirkan kekuatan penuh ke dalam Cerberus.
"Hohhhh... ternyata kau melonjak kepadaku, jadi kau ingin seperti itu? Padahal aku hanya menanyakan semuanya dengan lembut..."
"...tidak ada niat di dalam diriku yang ingin menghancurkan Touriverse, hanya ingin mengembalikan rantai makanan yang sudah tidak seimbang!"
"Dan tentunya menghapus mereka yang tidak pantas untuk menghapuskan keseimbangan itu!!!" Zoiru melepaskan dorongan besar melalui jari telunjuknya sampai Bamushi mengamuk lalu menabrak tubuh Cerberus sampai terdorong ke belakang.
Tabrakan itu memberikan kerusakan yang lumayan besar untuk Cerberus sampai Bamushi mulai menggerakkan ekornya lalu menghantam tubuhnya sampai Cerberus menerima banyak tusukan taring yang terlepas melalui ekornya.
"Lemah sekali... kau hanya menyombongkan makhluk mitologi yang kau ubah menjadi makhluk sihir, realitas mengatakan sebuah fakta bahwa kau..."
"...tidak pernah melatih dirinya dan bahkan dirimu bersama makhluk sihirmu itu belum bersatu. Hubungan antar kaitan kalian membuatku muak!" Zoiru mengerutkan dahinya, merasa kesal melihat Cerberus ternyata tidak sesuai dengan harapannya.
Cerberus mencoba untuk mencakar Bamushi tetapi kedua lengannya hancur seketika karena terkena hantaman yang di lepaskan oleh ekornya bahkan kepalanya mulai ia gunakan sebagai serangan.
Tanduk yang berada di atas kepalanya langsung menusuk leher Cerberus bagian kanan, membuat Kirua merasa kesal karena Bamushi sendiri, keturunan dari Bamushigaru sudah memiliki banyak kekuatan yang mengerikan.
"Bamushi... makan apa yang kau inginkan. Mulai dari sekarang, kau lihat apapun yang menghalangi, anggap saja sebagai hidangan utama!" Seru Zoiru.
__ADS_1
Bamushi mengerang keras sampai menghancurkan gendang telinga Cerberus, Kirua dan Valance mendapatkan perlindungan dari Cerberus jadi mereka terlihat baik-baik saja.
Hanya saja situasi bertambah buruk ketika Bamushi terus menghantam kedua kepala Cerberus itu menggunakan ekornya yang menumbuhkan banyak taring tajam yang mampu menghancurkan tulang dan tubuhnya.
Bamushi berputar, melepaskan satu serangan ekor yang mampu menghempas Cerberus ke belakang, Bamushi mulai menusuk perutnya lalu ia menaikkan tanduknya sampai memberikan kerusakan yang lebih besar.
Tubuh Kirua bergetar seketika melihat Cerberus terus di siksa bahkan tubuh bagian tengahnya sudah robek, sekali saja Bamushi melepaskan serangan tanduk maka tubuh Cerberus akan terbelah menjadi dua.
Bamushi mundur ke belakang, membuka mulutnya lebar dan mengeluarkan banyak gumpalan sihir Oath yang terlepas ke arah Cerberus sampai menciptakan ledakan yang besar.
"Kirua... sepertinya percuma saja jika kita melanjutkan Project Pegasus, apa yang di katakan putri kita benar..." Valance mulai berbicara kepada Kirua.
Perkataannya terdengar putus asa seperti Valance mau tidak mau harus menerima kekalahan itu tetapi ia masih memiliki kartu as yang ia simpan di balik punggungnya.
"Apa yang katakan Ophilia sejak itu... Pegasus memang sedang tidak ada di Touriverse, dia pergi jauh dan di saat-saat seperti ini..."
"...kita di serang oleh pemberontak seperti Zoiru dan peliharaannya Bamushi yang sudah mengenal Zoiru cukup dekat sejak kecil sampai hubungan mereka sangat ketat."
"Tidak ada satu pun yang dapat memisahkan mereka atau menghancurkan keketatan hubungan mereka..." Valance mengeluarkan tabung kecil dari dalam sakunya.
"...aku benci mengatakannya tetapi Bamushi dan Zoiru sudah menjadi satu hal yang sama... tubuh, pikiran, dan tentunya kekuatan... segalanya!" Kata Valance karena ia pernah memperhatikan Realm of Oath.
Isinya hanya menunjukkan Bamushigaru yang terus di rawat oleh Zoiru bahkan Zoiru sendiri berjuang dari nol untuk mendapatkan kepercayaan dirinya sampai ia sendiri menjadi Bamushigaru sebagai latihannya.
Valance membuka penutup tabung itu yang mengandung cairan putih di dalamnya, "Esensi Pegasus yang kita ubah menjadi cairan tiga tetes..."
"...sudah cukup untuk membangkitkan potensi penuh dari Hydra!" Valance meminum cairan itu sampai habis.
Kirua merapatkan giginya dan melihat Cerberus di lempar ke atas menggunakan gigi Bamushi lalu ia membuka mulutnya lebar dan langsung melahap tubuh Cerberus.
"AARRRGGGGHHHH...!!! GRAAAGGGGGGGHHHH!!!" Valance mulai kehilangan kendali terhadap dirinya sendiri, ia terjatuh di atas selagi memegang wajahnya sendiri.
Zoiru menyadari sesuatu yang berbeda dari Valance, ia menciptakan gumpalan besar melalui tapaknya, "Oath Power Ball!!!"
Zoiru melempar gumpalan itu menuju arah Valance tetapi sebuah kepala mulai menghentikannya sampai Zoiru tersenyum serius.
"Kau..."
"...aku akan mencegah rencana egoismu itu dalam membangkitkan Bamushigaru!!!" Seru Valance dengan tubuhnya yang diselimuti aura putih sampai punggungnya mengeluarkan sembilan kepala naga.
Kebangkitan makhluk sihir yang berada di dalam tubuh Valance yaitu Hydra mampu menciptakan dorongan dan tekanan besar di sekitarnya sampai membuat Zoiru tersenyum lebar.
"Hohhhhh...! Ini yang aku inginkan...!!!" Zoiru tersenyum serius.
"Hydra ya...!?"
"...tunjukkan semua kelayakan itu dan buatlah aku menghormati dirimu!!!"
__ADS_1