Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1088 - Rasanya Seperti Dulu


__ADS_3

Rubah itu melepaskan gelombang putih yang mengandung Nothingness di dalamnya menggunakan ketiga kepalanya itu sampai sihirnya langsung menembus semua mawar yang dipasang oleh Yuri.


"Sudah datang...!!! Bersiaplah...!!!" Seru Yuri yang langsung menumbuhkan lebih banyak bunga agar bisa memperlambat serangannya itu.


"Jyah...!!!" Koizumi melempar pedang Greed itu ke depan lalu ia melepaskan kobaran api neraka yang mengandung Greed di dalamnya sehingga berhasil mendorong sihir rubah itu sedikit demi sedikit.


Koizumi bisa merasakan tekanan besar di dalam tubuhnya sampai ia sendiri mulai merasa tidak kuat untuk menahan tiga gelombang Nothingness sendirian, untungnya Ako menyerang dalam waktu yang tepat.


Ako melempar pusaran lubang hitam ke atas sampai mengisap sihir tersebut, Ako dan Koizumi terus menahan serangan gelombang kekosongan itu agar tidak mengenai mereka selagi menunggu Hana mengumpulkan semua Lenergynya.


Mereka berlima mulai bekerja sama sebisa mungkin untuk menahan serangan gelombang kekosongan itu agar tidak mendekat, mereka berlima langsung terdorong ke belakang sedikit demi sedikit karena tekanan yang dilepaskan oleh benturan dari kedua sihir itu.


Hana dapat melihat rekan di hadapannya menerima banyak sekali tekanan sampai tidak bisa melanjutkannya lebih lama lagi, untungnya semua Lenergy yang ia butuhkan telah sepenuhnya terkumpul di dalam tubuhnya.


"Baiklah...!" Aura air Hana langsung membentuk naga Leviathan dimana ia langsung melesat ke atas langit lalu memperhatikan beberapa luka yang diterima oleh rubah itu.


Tembakan peluru Konomi setidaknya bisa memberikan sedikit sayatan kecil yang dapat Hana masukkan air ke dalamnya dimana ia bisa melukai serta mengakhiri kehidupan dari Beast Kitsuna berkepala tiga itu dari dalam.


Hana melesat menuju arah rubah itu tetapi ia bisa melihat matanya melepaskan laser emas yang langsung ia hantaman menggunakan tinjunya dimana Leviathan itu langsung membuka mulutnya dengan lebar untuk memakan semua serangan tersebut.


Rubah itu dikejutkan dengan naga Leviathan di hadapannya yang langsung menabrak kepala bagian tengah itu sehingga terjadi benturan, serangan yang dilakukan oleh rubah itu langsung diganti untuk menyerang Hana dari jarak dekat.


Gelombang Nothingness itu mengenai tubuh Hana sampai ia langsung meringis kesakitan, tetapi ia menerima resistensi kekosongan berkat bantuan Koizumi yang melepaskan sihir Greed menuju arah tubuh Hana sampai ia langsung kembali memberontak.


Satu pukulan yang diselimuti dengan sir gelembung, Hana langsung melepaskannya sampai mengenai kening rubah itu dimana gelembung itu pecah lalu melepaskan banyak sekali air yang masuk secara paksa melewati setiap lubang di tubuh rubah itu.


Salah satunya adalah hidung, telinga, dan bekas luka. Semua air itu masuk ke dalam sehingga tercampur dengan darah di dalam dimana Hana langsung menyeringai karena ia sudah mendapatkan kendali terhadap kehidupan yang dimiliki oleh rubah itu.


Hana melesat ke belakang lalu satu jentikan ia lakukan sehingga seluruh pembuluh darah di dalam tubuh rubah itu pecah terutama lagi ia langsung memanipulasi banyak sekali cairan di dalam tubuh rubah itu.


Rubah itu langsung mengeluarkan banyak sekali cairan melalui setiap lubang yang berada di dalam tubuhnya sampai dirinya tidak bisa melakukan apapun karena tubuhnya mulai kehilangan kendali karena ulah manipulasi yang disebabkan oleh Hana.

__ADS_1


"Apa yang kalian tunggu!? Lakukan sekarang...!" Perintah Hana kepada mereka semua yang langsung melepaskan serangan secara bersamaan menuju arah rubah itu.


Koizumi memancarkan cahaya merah melalui kedua matanya lalu ia memutuskan banyak sekali ekor yang dimiliki oleh rubah itu dengan cepat lalu ia mengakhirinya dengan menggorok leher dari ketiga kepala Kitsuna itu.


Sisanya hanya menyerang dari jauh untuk melindungi Koizumi yang bisa memutuskan seluruh anggota tubuhnya sehingga ia langsung melompat ke atas langit lalu melihat pusaran lubang hitam yang Ako lempar mulai menghisap semua anggota tubuhnya.


"Sekali tebasan lagi...!!!" Koizumi memfokuskan lubang hitam itu lalu ia melesat ke depan sampai dirinya sudah berada di hadapan mereka semua selagi menghilangkan kedua pedangnya.


Terjadi ledakan yang sangat besar di belakangnya dimana mereka semua berhasil mengalahkan musuh yang berukuran besar itu, bisa dibilang cukup mengganggu karena selalu saja mengacaukan medan perang.


Mereka semua langsung melakukan beberapa adu jotos untuk merayakan kemenangan kecil itu sampai Hana dapat melihatnya dari atas langit, "Hmph... dalam perang saja mereka masih merayakan hal yang tidak penting."


Koizumi muncul di sebelah Hana lalu ia memperlihatkan kepalan tinjunya, "Tante, kerja yang baik. Kita melakukan kerja sama yang begitu hebat dan menyenangkan."


"Fokus dengan tujuan utama kau sendiri, Koizumi. Tidak boleh merayakan semuanya begitu cepat karena masih terdapat musuh yang kuat di luar sana." Peringat Hana dimana ia langsung pergi meninggalkan dirinya.


"Bener juga ya... kalau begitu aku akan meratakan pasukan lainnya." Koizumi memunculkan kembali pedang Wrath lalu ia melesat maju menuju pasukan Kountraverse untuk menyerang barisan depan.


"...mungkin ia akan mencoba untuk mempelajari tentang topeng ini." Ako mengambil topeng Kitsune itu lalu ia melanjutkan pertarungan dengan mencoba meretakkan pasukan Kountraverse.


***


Shinobu menahan banyak sekali serangan beruntun yang diberikan oleh Zerdian itu, tetapi tubuhnya bergerak begitu cepat sampai menghindari semua serangan itu dengan ekspresi tenang.


"Ras Zerdian ya... sungguh menarik, kalian hampir mirip seperti bangsa Legenda tetapi memiliki obsesi besar terhadap ketangguhan dan tradisi yang dinamakan sebagai Ragnarok."


"Sungguh penuh kehormatan untuk bisa bertarung dengan bangsa Legenda bahkan kau sendiri adalah ancaman yang leluhur waspadai."


"Bagaimana bisa kalian mengenali Koneko?" Tanya Shinobu.


"Itu adalah rahasia." Shinobu membaca isi pikiran mereka bertiga sampai ia langsung mengetahui jelas siapa yang memberitahu informasi bahwa dirinya adalah ancaman yang dapat menekan Kountraverse untuk tidak meraih kemenangan.

__ADS_1


"Zephyra ya..." Batin Shinobu.


Shinobu langsung melepaskan raungan besar yang mendorong ketiga Zerdian itu ke belakang, mereka bisa melihat kedua matanya yang memerah karena ia menggunakan kekuatan Beast dalam wujud Legendanya.


Hinoka dan Yuuna langsung terdorong ke belakang ketika Lilith menerima bantuan lainnya dari Possesyte yang sudah mengendalikan tubuh seorang Zerdian.


Hinoka dan Yuuna langsung menerima satu serangan dari mereka yang berhasil menghempas kedua gadis itu ke belakang, "Parasit ini memperkuat tubuh yang mereka gunakan sepertinya."


"Ya, semakin lama semakin kuat... kita perlu mengakhirinya sebelum sesuatu yang buruk terjadi." Peringat Yuuna selagi melancarkan beberapa serangan menuju arah mereka.


Hinoka mulai memperkuat Lenergy di dalam tubuhnya agar bisa mengubah jiwa atau cangkang mereka menjadi sebuah ledakan total untuk mengakhiri serangan itu.


Shinobu melihat ketiga Zerdian itu datang menghampiri dirinya, ia langsung melesat menuju arah mereka berdua lalu menarik keluar Keris yang ia pegang untuk menggunakannya agar bisa membangkitkan potensi yang terkunci di dalamnya.


Pertarungan yang dialami oleh Shinobu serta Hinoka dan Yuuna terjadi secara bersamaan dimana mereka sempat bertemu ketika sedang melancarkan banyak sekali serangan selagi terbang di atas langit.


Lilith menendang kepala Hinoka sampai ia terjatuh di atas tanah, tetapi untungnya pergerakan yang dilakukan oleh dirinya selanjutnya langsung menerima ledakan area yang sudah dipasang oleh dirinya.


Yuuna melepaskan banyak sekali peluru sihir menuju arah Zerdian di hadapannya dimana semua peluru itu berhasil ditahan oleh dirinya tetapi Hinoka langsung mengubahnya menjadi ledakan besar.


Pada akhirnya, ledakan itu berhasil menghancurkan setengah tubuh dari Zerdian itu yang langsung memulihkan kembali tubuhnya karena sel yang dikeluarkan oleh Possesyte untuk bisa bertahan hidup.


"Yuuna, aku akan menahan mereka semua... lebih baik kau fokus mengisi semua kekuatan itu agar aku dapat mengubahnya menjadi ledakan yang sangat mematikan."


"Baiklah, kau tahan mereka semua sampai aku memiliki kekuatan cukup untuk menggunakan Decagrammaton Order: Tiphereth Starlight Judgement!" Yuuna mundur ke belakang lalu ia mengisi penuh seluruh kekuatannya.


Hinoka melesat menuju arah Lilith dan rekannya itu lalu menimbulkan ledakan asap untuk mencoba menghalangi pandangan mereka agar tidak bisa melihat kemana Hinoka akan pergi.


"Dia dapat mengubah apapun menjadi sebuah ledakan ya... semua itu pasti berkaitan dengan realitas yang dipermainkan oleh dirinya." Lilith terus melihat di sekelilingnya dimana Hinoka langsung mengubah semua asap itu menjadi ledakan.


Ledakan itu menghempas mereka ke belakang sehingga Lilith memiliki rasa tertarik kepada Hinoka yang begitu karena kekuatan dan kemampuan menarik itu, "Dia juga terlihat seperti gadis yang baru saja menginjak kedewasaan..."

__ADS_1


"...kalau begitu tubuhnya memang cocok sekali aku jadikan sebagai wadah."


__ADS_2