Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 310 - Inikah Kejutan?


__ADS_3

Minami bersama yang lainnya saat ini sedang mempersiapkan pesta ulang tahun dan pertemuan, Korrina mencoba untuk mengundang semua teman-temannya, ia berharap bahwa mereka semua ingin ikut dan jawaban mereka justru sangat memuaskan karena mereka juga ingin sekali bertemu kembali seperti biasanya karena mereka sudah lama tidak saling bertemu di satu tempat.


"Sepertinya kalian menjalani hidup Legenda yang baru ya... bekerja untuk mendapatkan uang dan pengalaman, jangan bilang kalian melupakan latihan rutin kalian sebagai seorang Legenda. Kalian ini masih bisa disebut sebagai penjaga untuk Yuusuatouri, kau tahu itu." Kata Korrina, ia berbicara dengan Shira, Arata, Yuuna, Shizen, dan yang lainnya. Mereka semua tentu bisa ikut merayakan pesta ulang tahun dan pertemuan itu, mereka merasa sangat tidak sabar untuk bertemu kembali.


"Menjadi pedagang juga cukup menguntungkan, aku mendapatkan banyak informasi ketika mengelilingi berbagai planet dan semesta terutama aku selalu saja di tantang oleh pembeli." Kata Shira.


"Langka sekali untuk mendengar berita tentang dirimu yang berkaitan dengan bekerja, selama ini kau benar-benar berkembang dalam dunia pekerjaan ya tetapi kau beruntung masih bisa berlatih dan bertarung karena di tantang oleh para pembeli, aku sendiri selalu melupakan waktu berlatih-ku." Kata Shizen.


"Latihan tentunya adalah kewajibanku, aku sendiri bahkan berlatih sambil memasak..." Kata Arata.


"Arata benar-benar berlebihan dalam melakukan pekerjaannya loh, aku pernah mengunjungi restoran-nya dan dia pernah melakukan push-up sambil memasak. Bakatnya benar-benar bercampur menjadi satu." Kata Yuuna.


"Ahahaha, sepertinya kalian benar-benar menikmati waktu-waktu damai ini ya...? Bekerja itu bisa disebut sebagai latihan juga untuk Legenda, aku senang melihat kalian bekerja dan berubah seperti ini, dulu kalian hanya mementingkan latihan dan latihan, hahaha." Korrina terkekeh, mereka sendiri merasa sangat khawatir dengan Korrina yang selalu bekerja keras demi mencari cara untuk mengembalikan Haruka kembali, ia sampai tidak pernah pulang ke rumah akhir-akhir ini.


"Sepertinya hanya dirimu saja yang mengalami perubahan terbesar, Korrina. Siapa sangka bahwa ratu Touriverse akan menjadi seorang Mortal yang paling kaya dan terkenal di seluruh alam semesta, setiap tempat yang aku kunjungi pasti memiliki kaitan dengan Comi's Corporation. Kau benar-benar hebat tetapi kau juga harus mengetahui batas dan jangan memaksakan dirimu." Ucap Shira.


"Kau benar... setiap acara televisi selalu saja berkaitan denganmu, apakah kau tidak lelah selalu mengalami pertemuan seperti itu...? Aku tahu itu demi Haruka tetapi aku yakin Haruka sendiri akan merasa sedih melihat dirimu terlalu memaksakan diri." Kata Yuuna.


"Hahaha, tenang saja. Aku baik-baik saja, memang aku lelah sih tetapi sudah kewajibanku sebagai kepala keluarga dan seorang ibu untuk mencari obat agar Haruka bisa kembali, Kou sendiri sudah cukup umur untuk menjaga dirinya sendiri bahkan Okaho selalu di rumah dan aku sudah menyewa banyak penjaga kok. Santai saja, santai." Korrina tersenyum, mereka semua masih merasa khawatir tetapi sepertinya tidak ada cara untuk menghentikan Korrina yang sudah bertahun-tahun bekerja keras.

__ADS_1


"Sebentar lagi pesta akan mulai, secepatnya datang ya atau aku harus menyuruh beberapa pelayanku untuk mengantar kalian."


""Itu tidak perlu---"


"Maaf, sudah di pesan. Sebentar lagi akan datang, dah~ Secepatnya sampai tujuan ya." Korrina mematikan layar virtual nya lalu ia duduk di atas kasur sambil menatap Haruka, ia menarik nafas lalu menghembus nafas-nya dengan pelan karena ini adalah satu satunya jalan untuk mengembalikan dirinya. Korrina pergi meninggalkan ruangan itu lalu Rokuro bisa melihat ekspresi Korrina yang terlihat sedih dan lelah.


"... ..." Rokuro menatap Haruka lalu ia menghampiri dirinya dengan ekspresi yang terlihat serius, ia mencoba untuk mencari keberadaan Haruka tetapi ia tidak bisa bahkan satu titik kekuatan atau Lenergy, ia menatap kedua mata Haruka yang terlihat mati bahkan jarum jam di matanya tidak bergerak sama sekali sehingga ia mencoba untuk berbicara dengan dirinya, hanya reaksi pergerakan jari saja yang terjadi.


"Sebenarnya kau kemana, Haruka. Limiter yang kau hancurkan itu, apakah Okaho benar-benar mengetahui resiko dan pemulihan yang harus kau alami...?" Rokuro mencoba untuk menggerakkan rambut poninya sehingga ia melihat tanda Limiter di kening-nya, ketika ia mencoba untuk menyentuhnya, ia hanya merasakan sumber kekuatan besar sampai ia sendiri mundur beberapa langkah karena merasakan firasat yang buruk ketika menyentuh Limiter itu.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan hukum dewa atau resiko yang berkaitan dengan dewa... benar-benar bodoh dan menghabiskan waktu saja." Rokuro pergi meninggalkan ruangan itu sehingga Kou bisa melihatnya, ia menghampiri dirinya lalu menyentuh punggung sehingga Rokuro menoleh ke belakang dan melihat Kou yang sedang memegang sebuah layar yang mengatakan, 'Kenapa keluar dari kamar Kak Haruka...? Apa Kak Rokuro butuh sesuatu?'


"Kenapa kau memeluk diriku, hah? Hentikan, kau menghabiskan waktuku saja." Kou terkekeh ketika mendengar Rokuro marah seperti itu, ia mundur lalu menunjukkan sebuah layar yang mengatakan 'Pelukan dan ciuman adalah cara aku menunjukkan rasa terima kasih karena menulis terima kasih saja tidak cukup, cium pipi untukmu mungkin akan aku lakukan sekarang."


"Tidak, terima kasih, kau simpan saja untuk yang lain." Rokuro menekan tombol lift, ia bersikap dingin kepada Kou tetapi Kou sendiri merasa terhibur melihat dirinya seperti itu sehingga ia tertawa sambil menutup mulutnya. Mereka berdua masuk ke dalam lift untuk turun menuju lantai satu, pestanya berlangsung di halaman yang sudah dipenuhi dengan persiapan pesta karena Korrina menyuruh Tech untuk melakukannya, dengan teknologi semuanya berjalan cukup cepat.


Kou menulis lagi di layarnya yang mengatakan, 'Apakah aku boleh bergandeng tangan dengan Kak Rokuro? Hanya sampai halaman saja.' Rokuro membacanya dan ia menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena Kou benar-benar bersikap seperti anak kecil, tidak ada pilihan lain karena hari ini adalah spesial untuknya jadi Rokuro lah yang pertama untuk menggenggam tangannya sehingga Kou terkekeh dan tersenyum.


"Ini yang terakhir. Aku tidak akan melakukannya lagi selama seumur hidup, kau dengar?" Kou mengangguk, mereka tiba di lantai satu lalu pergi menghampiri halaman. Rokuro bisa melihat banyak pajangan di halaman bahkan semua orang sudah berkumpul di luar, ia juga melihat Arata dan Ophilia yang akhirnya memutuskan untuk beristirahat dan berkumpul di pesta ini, mungkin para orang tua juga merindukan teman mereka masing-masing.

__ADS_1


Kou melompat-lompat melihat semua pajangan itu, ia merasa tidak sabar terutama ia bertambah semangat ketika melihat kue yang terbuat dari madu, kedua matanya sampai berbinar-binar melihatnya, "Kau suka madu ya? Bagaimana jika hadiah ulang tahunmu aku beri madu yang berkualitas?"


Kedua mata Kou semakin berbinar-binar, ia melompat lagi dan lagi karena merasa sangat bersemangat ketika mendengarnya. Rokuro melepas tangannya karena mereka sudah tiba di hadapan pintu menuju halaman itu, "Waktu habis, sekarang kau nikmati lah hari spesial-mu ini, Kou." Rokuro membuka pintu lalu mereka semua menyambut Kou dengan senyuman dan mengatakan selamat ulang tahun bersama-sama.


""Selamat ulang tahun, Kou Comi~"" 


Kou tersenyum lebar sambil membuka mulutnya lalu ia melompat lagi dan lagi untuk menunjukkan perasaan senangnya, ia memberi rasa terima kasihnya kepada mereka semua dengan pelukan dan ciuman di pipi sehingga Minami melihat Kou yang mendekat karena sekarang gilirannya untuk memeluknya, "Sini, Kou, datanglah kek Kak Minami, nya~" Kou memeluk Minami erat.


"Ciumannya, nya!" Kou mencium pipi Minami lalu ia pergi menghampiri Asriel dan memeluknya juga, "Selamat ulang tahun ya, Kou. Rayakanlah dengan kesenangan yang besar di dalam dirimu." Kata Asriel sehingga ia menerima ciuman juga di pipi, entah kenapa ciuman Kou terasa cukup berbeda sampai mereka semua mendapatkan perasaan hangat dan sejuk di dalam diri mereka, mungkin auranya yang benar-benar polos dan tidak berdosa sama sekali.


Kou masih berlanjut untuk berterima kasih kepada mereka semua, Akina muncul tepat di belakang Korrina sambil menggendong anaknya yang bernama Yuri, ia melihat sekeliling dan tidak melihat Arata sama sekali, itu artinya Akina bisa berbicara dengan Korrina secara berduaan, ia masih ingin merahasiakan suaminya, "Akina, kamu terlambat---"


Akina membawa dirinya menuju tempat yang lebih aman karena ia ingin berbicara bersamanya, Korrina juga ingat bahwa Akina ingin berbicara dengan dirinya secara rahasia ketika pesta di mulai, "Apa yang ingin kau bicarakan--- Ahh, halo malaikat kecil... kamu sama imutnya dengan Kou ya~" Korrina mulai meremas kedua pipi Yuri.


"Langsung ke intinya saja ya sebelum semua orang terlambat, waktunya juga tepat karena aku tidak melihat Kakak. Sebenarnya aku ini menikah dengan seorang malaikat... kita memiliki anak karena pernikahan silang bunga." Kata Akina, Korrina menatap Akina dengan ekspresi yang terlihat bingung, "Apa? Pernikahan silang bunga?"


"Uckk... aku sebenarnya menikah dengan seorang gadis malaikat yang mungkin kau kenal juga... Hanami Asuka... Hanami Yuri adalah anak kita." Perkataan Akina baru saja membuat Korrina membuka dan tidak bisa mengatakan apapun, Akina menatap ekspresi Korrina yang terlihat datar dan canggung yang dicampur menjadi satu, ia tidak bisa mengatakan apapun.


"Heh...?"

__ADS_1


"Kamu sehat, Akina?"


__ADS_2