Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 234 - Sangat Tidak Disangka


__ADS_3

"Pffttt... Puhu... Hahahahahahaha!!! Kau!? Aku tahu kau memiliki sihir realita yang sangat hebat tetapi aku juga memiliki banyak sihir yang tak terbatas, kita lihat seberapa lama kau akan bertahan ketika menggunakan sihir realita tersebut!? Jika kau bisa melakukan sihir realita maka aku juga bisa karena aku adalah segala-nya...!!!" Komi meluncurkan banyak sekali sihir berbagai elemen ke arah Okaho, tetapi Okaho menatap semua sihir itu dengan wajah yang datar.


"Menyebalkan sekali... aku sungguh merasa malang kepada saudara angkat-ku sendiri memiliki seorang ibu seperti ini..." Okaho hanya menggunakan beberapa jari-nya untuk mengubah semua sihir itu menjadi udara, Shira dan Shinra langsung diselimuti dengan aura merah dimana sihir yang mengenai tubuh mereka akan langsung berubah menjadi udara.


Komi mengerutkan dahi-nya, ia merapatkan giginya lalu mengeluarkan lebih banyak sihir di sekitar wilayah itu hingga Okaho hanya meniup semua sihir tersebut dan semua sihir itu berubah menjadi daun, tetapi Komi mengubah semua daun itu menjadi bentuk pedang yang terbang menuju arah Okaho.


"Hoaammm..." Okaho menguap dan semua pedang itu berubah menjadi air yang membasahi tubuh-nya, "Terima kasih, tadi-nya aku merasa panas dan dipenuhi keringat." Okaho melihat Komi menggunakan banyak sekali ilusi lalu ia dikepung oleh semua ilusi itu, Komi bersama ilusi-nya menyerang Okaho secara bersamaan tetapi setiap serangan yang mereka lakukan Okaho ubah menjadi serangan yang terasa lembut.


Tenaga dan kekuatan yang mereka salurkan kepada tinju mereka terasa seperti kertas menyentuh tubuh-nya, dengan satu langkah semua ilusi itu langsung berubah menjadi udara dan Komi melebarkan mata-nya ketika melihat Okaho yang bertarung tanpa harus mencoba. Walaupun dia sekuat itu Komi segera menunjuk Okaho dan muncul tepat di belakang-nya.


"Jangan sombong dulu...!!! Mortal...!!! Vanish!!!" Tanpa berpikir dua kali, Komi segera menggunakan sihir tingkat segala-nya yaitu [Vanish].


Okaho meregangkan kedua lengan-nya dan ia kembali menguap, "Counter-Reality..." Tiba-tiba sihir Vanish Komi tidak mempan kepada Okaho karena ia menggunakan kemampuan terkuat-nya tentang realita dimana ia dapat mengubah sesuatu menjadi kebalikan-nya, jika sihir Vanish bisa menghapus keberadaan seseorang maka Okaho bisa membalikkan-nya menjadi mengembalikan keberadaan seseorang.


"Sekarang sihir Vanish itu bisa berguna juga kepada seseorang yang sudah kau hapus, Mama. Sayang sekali, keberadaan-ku masih utuh dan selalu ada di dalam tubuh Honoka... Sungguh menyenangkan memiliki tubuh seperti itu loh." Okaho tersenyum kepada Komi dan Komi segera melayangkan beberapa pukulan tetapi setiap pukulan yang mengenai tubuh Okaho berubah menjadi air yang hanya membuat diri-nya senang.


Shira dan Shinra tercengang ketika melihat Okaho yang memiliki kekuatan sehebat itu, jika Okaho berada di pihak yang benar maka kemenangan untuk pihak keadilan bisa saja besar, tetapi hal aneh lain-nya adalah... kenapa Okaho tidak menahan Komi yang asli di berbagai semesta?


"Jadi... Mama...? Apakah kau pikir ilusi-mu itu yang terhebat dibandingkan sihir realita-ku yang bisa mengubah realita menjadi apapun yang aku mau... Realita terkadang mengecewakan ya, sayang sekali kau tidak bisa memiliki sihir hebat ini." Okaho tersenyum serius kepada Komi hingga senyuman itu memanas diri-nya, Komi sudah muak dengan sihir realita sehingga ia melayang ke atas langit lalu menciptakan sihir Sacred dan Crimson yang dicampur menjadi satu.

__ADS_1


"Boosted Sacred Crimson Meteor...!!!" Ukuran dari sihir itu sama besar-nya dengan planet Legenia, Okaho masih terlihat datar ketika menatap sihir itu karena perbuatan yang dilakukan oleh Komi benar-benar tidak ada guna-nya, ia segera melempar sihir itu ke arah planet Legenia dan Okaho hanya diam dengan berdiri tegak saja.


"Meteor itu akan menghancurkan planet kita...!!! Lakukan sesuatu!!!" Seru Shinra keras.


"Santai-santai... Seorang Legenda yang layak harus santai dalam menghadapi sesuatu loh." Jawab Okaho.


"Wah... Aku mengantuk sekali... Mungkin sebentar lagi giliran-mu, Honoka..." Okaho mengusap kedua mata-nya dan ia kembali menguap sehingga sihir itu mengenai planet Legenia lalu mengguncangkan-nya, setelah itu planet itu masih terlihat utuh dan bahkan terasa seperti planet yang baru dan subur.


Komi melebarkan mata-nya ketika merasakan keberadaan planet Legenia sekarang menjadi lebih utuh dan subur, ia juga bisa merasakan banyak esensi kedamaian di dalam-nya, ia menatap Okaho yang sedang tertawa terbahak-bahak karena sihir itu telah mengubah planet Legenia menjadi planet yang sangat menguntungkan dan baru.


"Wah, wah, ternyata perbuatan-mu baik juga ya, Mama... Fufu~ Aku kira kau hanya bisa menghancurkan tetapi sihir itu dapat aku ubah dengan Counter-Reality hingga sihir itu yang tadi-nya dapat menghancurkan Legenia sekarang malah mengubah Legenia menjadi planet yang sangat subur..."


 Amarah Komi semakin melonjak tinggi, kedua mata-nya berubah menjadi merah pekat hingga kegelapan menyelimuti tubuh-nya dan memberikan diri-nya kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelum-nya, Okaho tersenyum melihat Komi yang benar-benar kesal... ia melepaskan ratusan ilusi yang mengepung diri-nya dan semua ilusi itu terasa sama persis dengan yang asli.


"Sepertinya aku akan kesulitan..." Okaho melebarkan kedua mata-nya, nada-nya terdengar ketakutan bahkan tubuh-nya bergetar penuh dengan ketakutan melihat kekuatan baru Komi, melihat Okaho seperti itu membuat Komi puas sehingga ia tertawa terbahak-bahak.


Shira dan Shinra ingin sekali membantu tetapi mereka tidak bisa bergerak karena aura Okaho yang menyelimuti tubuh mereka, Okaho memperingati mereka untuk tetap diam dan melihat kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh Komi. Komi bersama ilusi-nya langsung menyerang Okaho secara bersamaan.


"Ck... Aku tidak bisa bergerak... tekanan ini... terus bertambah besar..." Okaho mulai berkeringat dan ia mengerutkan dahi-nya.

__ADS_1


Terdengar banyak sekali tawa dari mereka, Komi bersama ilusi-nya segera melayangkan serangan yang bertubi-tubi ke arah Okaho dan Okaho segera menggunakan sihir realita-nya untuk mengubah semua serangan itu menjadi serangan yang terasa seperti angin menghembus kulit-nya tetapi jumlah mereka yang sangat banyak mampu membuat Okaho kesulitan.


"S-Sial...!" Okaho melebarkan mata-nya dan ia melihat Komi yang asli berada di hadapan-nya sambil memegang pedang [Omni-Slayer], "Inilah yang kau dapatkan jika kau terlalu sombong dengan sihir realita-mu itu....!!!!"


"Tapi bohong!"  Okaho menjulurkan lidah-nya dan kedua telapak tangan-nya memancarkan cahaya merah yang memunculkan sebuah benda, ia segera memegang kedua benda itu lalu ia terbang ke atas dan menggerakkan-nya beberapa kali seolah-olah ia mengeluarkan sebuah bunyi yang sangat bising dan mengganggu untuk para iblis saja.


Kedua benda itu adalah alat musik tradisional Indonesia yaitu [Angklung], salah satu-nya alat musik yang dapat melemahkan bangsa Iblis, jika Succubus termasuk salah satu dari iblis maka Komi sudah pasti akan lemah dengan bunyi ini karena Korrina sudah meningkat-nya menjadi alat musik yang sangat hebat, bunyi yang mengandung kesucian di dalam-nya hingga berkesempatan untuk membakar mereka dengan api suci.


"Aaaaahhhhhhhhhhhh...!!!" Bunyi itu benar-benar mempengaruhi mereka semua hingga Komi bersama seluruh ilusi-nya berlutut di atas tanah sambil memegang telinga mereka, tetapi semua yang mereka lakukan itu tidak berguna karena bunyi yang dikeluarkan oleh Okaho secara langsung menembus kedua telinga mereka.


"Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh!!!" Komi menjerit keras, ia tidak bisa menahan semua suara hingga pada akhir-nya semua ilusi-nya berubah menjadi partikel suci yang masuk ke dalam alat musik itu, Komi yang asli ikut berubah menjadi partikel karena awal-nya dia adalah ilusi kuat yang dikeluarkan oleh Komi yang asli.


"Sepertinya ini benar-benar berguna... Untungnya Manusia Indonesia itu pernah menggunakan alat musik ini dalam pertarungan melawan bangsa Giblis ya, hebat sekali... Mama sampai memperkuat alat musik ini menjadi alat musik yang sangat sakral." Okaho menatap kedua Angklung itu lalu ia mengubah-nya kembali menjadi aura-nya karena ia memanggil kedua angklung itu menggunakan sihir realita-nya.


Shinra tidak bisa berkata apapun lagi berbeda dengan Shira yang sudah mengetahui Okaho serta gaya bertarung keluarga Comi yang selalu mencari kelemahan-nya terlebih dahulu, Okaho melepas mereka berdua dari aura-nya itu lalu Shira segara bangkit dan bertepuk tangan secepat mungkin.


"Hebat sekali, aku tidak menyangka bahwa alat itu akan berguna juga ketika melawan Komi yang segala itu."


"Yahh... asalkan dia seorang Succubus maka alat ini bisa menjadi kelemahan-nya." Okaho langsung menatap mereka dengan tatapan yang terlihat tajam, "Kalian berdua seharusnya berlatih... waktu masih ada dan situasi masih belum bisa disebut bahaya..."

__ADS_1


"...jika kalian berhenti berlatih maka ancaman Komi bisa saja menjadikan kalian berdua menjadi sebatas semut yang tidak berguna."


__ADS_2