
Korrina's POV
Semuanya berawal ketika aku memutuskan untuk menjelajahi lapisan di bawah Touriverse bersama ibuku dan teman-temanku, mereka semua adalah seorang Dewa yang memberikan kemungkinan menjadi kenyataan.
Tujuanku pergi mengunjungi lapisan yang berada di bawah Touriverse hanya untuk menghentikan seekor Eldritch yang dapat menghapus konsep untuk membuka gerbang kebebasan.
Kebebasan untuk lapisan dunia dan singularitas berbeda-beda dimana Kebebasan tersebut dapat memberikan inti dari dunia Touriverse terbagi untuk semua.
Sejarah mengatakan jelas bahwa dewa yang sudah menciptakan semua ini... satu-satunya yang bisa disebut sebagai Dewa yaitu Zangges menciptakan berbagai macam dunia, lapisan, dan singularitas berbeda.
Semua dunia dalam segi alam semesta, dimensi, planet, apapun yang kau namakan itu. Dia yang menciptakan semuanya hanya untuk mengisi rasa kehampaan yang ia rasakan tanpa adanya penduduk.
Touriverse adalah dunia yang tercipta untuk pertama kalinya oleh Zangges, itu artinya semua yang dilakukan oleh penghuni Touriverse mencatat berbagai macam hal baru yang bisa disebut sebagai sejarah.
Dan semua penghuni itu diduduki oleh bangsa Legenda yang bisa disebut sebagai ras pertama untuk menghuninya, semuanya memiliki penampilan yang berbeda-beda.
Setiap dunia yang Zangges ciptakan berhasil ia pecahkan lalu dihalangi dengan lapisan untuk menghalang penghuni dari lapisan berbeda itu sendiri.
Terdapat dua lapisan yang menguasai segala hukum dan konsep, lapisan atau layer tingkatan ke satu dan kedua yang diduduki oleh Touriverse serta Kountraverse.
Penghuni dari tingkat kedua tidak akan bisa menginjak lapisan ke satu, masuk ke dalam Touriverse saja adalah hal mustahil yang mengabaikan segala sebab dan akibat.
Lapisan itu tidak akan bisa dilihat oleh mereka semua, maupun dia memiliki kekuasaan yang terbesar dalam dunianya sendiri. Dia tidak akan pernah bisa melewati lapisan yang terlihat sebagai hal tak terbatas.
Seperti ruang hampa atau ketiadaan, mereka hanya akan melihat alam semesta lainnya yang berbentuk kubus, tak terhitung dan tak terbatas sama sekali...
Zangges memutuskan untuk memecah belah segala dunia demi menghindari sebuah konflik besar-besaran yang terjadi untuk pertama kalinya bernama Ragnarok.
Ragnarok pertama yang bisa dibilang sudah dilupakan dalam sejarah itu sendiri karena seluruh dunia yang tak terbatas berperang karena menerima sebuah hakim dari bawahan Zangges.
Ragnarok yang pertama tidak terjadi lama karena Zangges yang menghentikan mereka semua hanya dengan kehadirannya saja, ia memutuskan untuk membagi dunia dan membatasinya dengan lapisan atau bisa disebut sebagai [Layer].
Karena Touriverse dan Kountraverse mendapatkan pandangan yang baik untuk Zangges, kita semua diletakkan dalam dua lapisan yang bisa dianggap sebagai kenyataan dimana kita melihat sesuatu yang lebih bawah dari lapisan kita hanya sekedar fiksi yang terbatas dengan buku.
Ternyata apa yang aku rasakan benar-benar terjadi, karena lapisan Touriverse berada lebih tinggi dari Kountraverse kita bisa masuk ke dalam.
Kountraverse memiliki sebuah jalan yang dapat membawa kita menuju singularitas yang berbeda dimana seluruh Eldritch menduduki wilayah tersebut, salah satunya bisa menjadi hakim dan berkuasa melebihi dari setiap lapisan yang ada termasuk Touriverse.
Eldritch yang berada dalam Zuutouri sendiri hadir karena telur yang ditinggalkan oleh para leluhur Eldritch yang sudah gugur, selama mereka masih dibasmi maka tidak akan ada masalah.
Kami berhasil masuk ke dalam lapisan tersebut, melihat Kountraverse yang sangat berbeda dari Touriverse berdasarkan wilayah serta ukuran dari inti alam semesta yang berbentuk kubus.
Berbeda sekali dengan Touriverse... kita sempat mempelajari Kountraverse dalam waktu yang cukup lama hanya untuk menggali informasi yang lebih dalam tentang singularitas para Eldritch.
Dan kebetulan jawaban yang aku cari itu ditemukan selama bertahun-tahun lamanya, seorang penghuni sempat bercerita padaku bahwa terdapat sebuah benda atau tempat yang dapat membawa diriku langsung menuju singularitas itu...
__ADS_1
Singularitas yang dinamakan sebagai... [The First Singularity] dimana aku berhasil masuk ke dalam singularitas tersebut lalu melihat sesuatu yang tidak pernah aku lihat atau rasakan sebelumnya.
Tidak ada ruang waktu... semuanya berjalan di luar logika dan konsep apapun itu, rasanya aku berada di sebuah tempat yang berbeda...
...anehnya lagi aku tidak terikat dengan apapun di dalamnya, rasanya diriku memang ditakdirkan untuk tidak terikat dengan hal tersebut sampai aku berhasil melawan Eldritch tersebut tanpa masalah.
***
Normal's POV.
"Jadi ini... Eldritch yang tinggal dalam singularitas ini, konon katanya dia yang akan mengabaikan konsep mutlak dari penjagaan setiap lapisan dan dunia."
"Sekali saja dia berhasil menggunakan kemampuan untuk mengabaikan dan menghancurkan konsep tersebut maka sejarah yang mengerikan akan terulang..."
"...semuanya menerima kebebasan yang hanya akan membawa kekacauan dalam kesamaan." Korrina memunculkan sebuah katana yang terbuat dari api yang disucikan dengan surga.
"Mungkin karena aku masih bisa disebut sebagai bangsa Legenda, setiap pengalaman dan perjuangan yang aku rasakan dalam lapisan dan singularitas berbeda..."
"...entah kenapa membuat diriku bertambah kuat seperti ini sampai semua kemungkinan yang tak pernah terjadi menjadi sebuah kenyataan bagi diriku." Korrina memegang erat gagang katana.
"Aku menggapai surga... sebuah dunia yang tidak terikat dengan apapun juga, melebihi singularitas apapun termasuk kedudukan dari sang pencipta dan Eldritch Abomination yang lebih tinggi lagi."
Korrina memancarkan cahaya surga melalui kedua matanya sampai membatalkan pengubahan konsep yang dilakukan oleh Eldritch di depannya.
"Cahaya surga yang aku lepaskan mengabaikan pengubahan konsep yang kau lakukan, mungkin sekarang kau tidak bisa mempengaruhi diriku dengan kemampuanmu itu."
Korrina menarik keluar katana tersebut dari sarungnya sampai belati yang melepaskan api suci surga itu menyebar di sekitar wilayah singularitas itu yang menyamai dengan [Nothingness] atau ketiadaan.
"Aku bisa mencegahnya... kebebasan yang ingin semua orang raih kecuali Touriverse akan aku gagalkan agar tidak ada lagi yang namanya Ragnarok!" Seru Korrina keras yang langsung menunjuk katana itu ke depan.
Eldritch terus menerima pembakaran api surga yang sangat menyakitkan sampai ia mengeluarkan suara yang begitu keras sampai mengguncangkan singularitas tersebut.
Korrina hanya bisa diam karena kekuatan dari kemurnian surga mengabaikan semua hal yang dilakukan oleh Eldritch tersebut, "Ragnarok...!"
"...tidak akan bisa terulang lagi!"
"Heaven's Prime!" Korrina memasukkan kembali katana tersebut ke dalam sarung tersebut sampai menyebabkan ledakan besar di hadapannya sampai menghancurkan tubuh Eldritch itu menjadi kepingan kecil.
Semua kepingan itu mengalami perpindahan yang langsung mengejutkan dirinya seketika, ia mulai menggunakan kecepatan untuk melakukan perpindahan menuju wilayah yang berbeda.
Setiap serpihan tubuh Eldritch itu terlepas kemana-mana sampai bentuk dari daging itu perlahan-lahan membentuk cumi-cumi kecil dengan kepalanya yang menunjukkan banyak sekali mata kecil.
Korrina merasakan semua keberadaan dari serpihan Eldritch itu menyebar menuju dunia berbeda, salah satunya termasuk ke dalam alur waktu berbeda, singularitas, lapisan, dunia, dan semua tempat yang sangat jauh sampai tidak bisa ditempuh begitu saja.
Tetapi katana yang Korrina dapatkan berkat menggapai surga dapat menyerang musuh sejauh apapun tanpa mengenali yang dinamakan jarak atau perbatasan karena ia hanya perlu mengeluarkan katana tersebut lalu memasukkannya kembali ke dalam sarungnya.
__ADS_1
Semua serpihan yang berpisah itu langsung terbakar hangus tanpa menyisakan apapun, hanya saja satu serpihan berhasil selamat dari serangan Korrina karena menyentuh akar dari pohon emas yang diciptakan oleh Minami.
Akar itu bekerja secara natural, seseorang yang berhasil menyentuh akarnya dapat memberikan keinginan dan kebutuhan penting salah satunya adalah serpihan yang berhasil membentuk kembali menjadi cumi-cumi itu berhasil selamat dari serangan Korrina.
Akar itu memberikan berkah yang sangat berguna dan mutlak kepada Eldritch yang baru saja lahir itu, keberkahan yang dapat menyelamatkan dirinya dari apapun yang berkaitan dengan serangan.
Itu artinya Eldritch tersebut tidak akan bisa mati walaupun sudah menerima serangan apapun, maupun itu yang mengabaikan hukum, konsep, dan logika.
Eldritch itu akan tetap bertahan dan tidak bisa terbunuh dengan serangan sejenis apapun termasuk katana yang Korrina pegang, serangan yang ia lakukan seharusnya sudah cukup membasmi targetnya secara instan.
"Berhasil juga ya..." Korrina menghela nafasnya lega lalu ia muncul di sebuah wilayah yang penuh dengan penghuni berbulu seperti hewan.
Eldritch itu juga tidak bisa di deteksi oleh seseorang yang mencoba untuk membunuh dirinya berkat bantuan dari berkah pohon emas tersebut.
"Aku sudah menyelesaikan masalah yang aku takutkan terlebih dahulu..."
"...mencegah kembali Ragnarok agar kedua lapisan itu tidak memperebutkan." Korrina melangkah pergi untuk beristirahat sebentar.
***
"Zangetsu, apakah kau melihatnya?" Tanya Zenzaku yang mengetahui jelas Eldritch yang seharusnya memberikan kebebasan kepada seluruh penghuni tak terbatas telah dibunuh oleh seseorang.
"Itu adalah Korrina... dia berhasil melakukannya, sama seperti ketiga keturunan Comi itu..."
"...dia menggapai surga lebih awal sampai menerima sesuatu yang lebih hebat dari mereka." Jawab Zangetsu.
"Tetapi Eldritch itu tidak akan bisa mati selama sejarahnya tidak terhapus, kebetulan serangan yang dilakukan oleh Korrina tidak mengenai Eldritch itu."
Zenzaku memperlihatkan sebuah cumi-cumi kecil yang berdekatan dengan akar pohon emas tersebut sampai mengejutkan Zangetsu seketika karena ia berhasil lolos dari serangan kesucian surga Korrina.
"Itu adalah serpihan terakhir..." Zangetsu menjentikkan jarinya sampai Eldritch tersebut muncul tepat di hadapannya lalu tubuhnya mulai mengeras sampai menciptakan kristal.
"Jika Ragnarok tidak terjadi maka aku tidak bisa mengumpulkan lebih banyak Holy Corpse..."
"...satu-satunya hal yang dapat membuka kebebasan selain Zangges adalah peliharaannya yaitu para Eldritch. Salah satunya adalah dia yang sudah menjadi keturunan dari leluhur Eldritch."
"Eldritch yang menjaga [The First Singularity] itu yang seharusnya memberikan kebebasan untuk seluruh hal yang terbatas."
"Tetapi karena Korrina berhasil mengalahkan dirinya maka Ragnarok bisa saja tidak akan pernah terjadi..." Zenzaku mulai memperlihatkan seorang gadis penyihir yaitu Anastasia kepada Zangetsu.
"Biarkan penyihir itu yang mengurus Eldritch tersebut agar bisa membangkitkan potensi penuhnya..."
"...sekali saja Eldritch itu menghapus konsep keterbatasan maka kebebasan akan diberikan kepada segala hal yang eksis."
"Aku mengerti."
__ADS_1