
Seluruh tubuh Korrina langsung berubah menjadi partikel-partikel putih dan hal itu membuat mereka semua kesal termasuk Shira karena ia tidak suka melihat temannya terbunuh oleh siapapun, "KAU AKAN MEMBAYARNYAAAAAA!!!" Teriak Shira keras sehingga ia melesat menuju arah Obelisk lalu ia menebas wajahnya sehingga ia terdorong ke belakang. Agfi mulai membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Shira yang menyerangnya menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki, "... ..." Arata muncul di depan Agfi lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Ini adalah satu-satunya cara..."
Shira mulai mengayunkan pedang-nya beberapa kali ke arah Obelisk, tetapi Obelisk menahan semua serangan itu sehingga sihir Ruinous Armor miliknya mulai terserap habis oleh Shira sendiri sehingga pedang Shira mampu melukai tubuh Obelisk yang sudah tidak lagi terlindungi dengan Ruinous Armor, "MORTAL SIALAN!!!" Teriak Obelisk keras sehingga ia mencoba untuk menghantam wajah Shira, tetapi Shira langsung menangkis tinju itu. Kekuatan Shira melonjak karena kemarahannya yang bisa ia kontrol, ia tidak mau melihat teman-temannya mati termasuk Korrina yang ia anggap sebagai gurunya sendiri.
Shira saat ini sedang berada di wujud barunya yang pernah ia dapatkan ketika ia berlatih dan mengangkat Luz Legendaria untuk pertama kalinya, wujud itu bernama Saint Observation dimana wujud ini dapat meningkatkan kecepatan seorang Saint tiada batasnya sehingga kecepatannya bisa meningkat sampai puncak tiada batas, kedua cincin yang berada di kedua lengannya mulai berputar cepat yang mengartikan bahwa cincin itu memberi Shira kecepatan. Shira terus menyerang Obelisk dengan semua yang ia miliki walaupun ia tahu bahwa kekuatannya masih rendah untuk bisa menandingi Obelisk, tetapi Obelisk terlihat seperti terpojoki karena serangan Shira yang bertubi-tubi.
Shira berputar lalu ia menendang pinggang Obelisk sehingga ia langsung terpental ke belakang, "Cih... Legenda bertambah kuat melalui kemarahan juga, sepertinya kemarahannya bisa ia kontrol dengan baik." Ucap Obelisk yang mulai mengusap darah yang terdapat di mulutnya. Shira muncul di depannya lalu ia menebas dagu Obelisk sehingga ia terpental ke belakang. Shira melempar pedangnya ke depan sehingga pipi Obelisk langsung tertusuk oleh pedangnya dan membuat Obelisk terpental ke belakang lagi.
"Jadi inikah kekuatan kemarahan seorang Mortal Legenda..." Ucap Obelisk yang mulai menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat kesal, "... ..." Shira mulai menunjukkan kuda-kuda berpedangnya. Agfi bisa melihat kuda-kuda bertarung Shira yang terlihat sama dengan Korrina sepertinya Korrina benar-benar melatih Shira sebelum mereka bersiap untuk melawan Obelisk, "HARRRRGGGGHHHHH!!!" Obelisk mulai menggunakan sihir Ruinous Armor lagi lalu ia melesat menuju arah Shira sehingga pedang yang Shira pegang di tangan kirinya mulai bersinar, "LIGHT REVOLT EXORCISM!!!" Shira menebas perut Obelisk sehingga itu benar-benar melukainya dan membuatnya terpental ke belakang.
Obelisk merasa terkejut bahwa sihir Ruinous Armor-nya bisa hancur dengan satu tebasan, tetapi ia bisa melihat Shira yang mulai berkeringat, itu artinya sihir tadi menghabiskan Lenergy dan tenaga dalam jumlah yang cukup besar. Obelisk muncul di depan Shira lalu ia menghantam wajahnya dan membuatnya terdorong ke belakang, Shira berputar lalu ia menebas dagu Obelisk sehingga ia terpental ke atas, Shira melompat ke atas lalu ia melempar pedangnya ke arah Obelisk sehingga pedang itu berputar lalu menusuk perut Obelisk dengan sangat dalam. Pedang itu membawa Obelisk menuju daratan, "Heh..." Obelisk tersenyum karena ia sempat untuk menggunakan Ruinous Armor lagi, ia menarik pedang Shira menggunakan tangan kanannya hingga tangan kanannya langsung tersengat dan terbakar.
BUSSHHHH!!!
"A-Apa!?" Obelisk mulai menatap telapak tangan kanannya, "T-Tidak mungkin!" Obelisk mulai menatap Shira yang melesat menuju arahnya selagi menunjuk pedangnya yang mulai terbang kembali menuju arah Shira. Obelisk bergerak ke depan lalu ia mulai memukul Shira beberapa kali, tetapi Shira menahan semua serangan itu menggunakan pedangnya. Sepertinya kekuatan Obelisk mulai meningkat karena Shira tidak bisa bertahan dari dorongan yang di keluar dari kedua tinju Obelisk.
Arata mulai menyilangkan kedua lengannya lalu ia mulai menatap pertarungan mereka berdua, "Shira tidak akan bisa bertahan lama. Dengan Legend's Boost dan kemarahan yang ia alami saat ini... Aku yakin itu masih belum cukup untuk membuat Obelisk lelah." Ucap Arata, Agfi dan Catherine saat ini sedang memulihkan kondisi mereka dan Agfi terlihat seperti tenang kembali, "Apakah rencana kita benar-benar berjalan...?" Tanya Agfi selagi menatap Shira yang mulai tersiksa dengan kedua tinju Obelisk sekarang, Shira sudah tidak bisa lagi menandingi Obelisk karena seluruh tubuh Shira mulai melemah karena berlebihan memegang Luz Legendaria dan juga sihir Enchantment Testament Light.
"Rencana berjalan lancar kok." Ucap Korrina yang tiba-tiba muncul di belakang mereka bertiga, Agfi melirik ke belakang lalu ia tersenyum karena Korrina yang baru saja terkena sihir Vanish adalah ilusi-nya, "Aku tidak percaya bahwa dewa bisa terbodohi dengan seorang mortal." Ucap Catherine karena sepertinya Obelisk benar-benar mempercayai bahwa Korrina benar-benar telah terhapus dari kenyataan.
"Sepertinya kalian yang bersandiwara tentang kematianku benar-benar membuat Obelisk dan juga Shira percaya. Kerja bagus, kita tidak akan bisa merencanakan rencana jika Shira tidak berada di level yang sama dengan kita, dia membutuhkan latihan dan usaha untuk bisa berada di level yang sama dengan kita." Ucap Korrina, ia mencoba untuk memberi Shira motivasi agar ia bisa terus bertambah kuat dan berkembang, sepertinya motivasinya bisa disebut melalui teman-temannya dan juga pacarnya Megumi. Ia juga sudah Korrina latih beberapa kali, tetapi Shira masih belum berada di level dimana ia bisa menyentuh melukai Korrina cukup parah.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Korrina?" Tanya Korrina sehingga ia mulai memulihkan kondisi mereka semua, "Kita menunggu hingga Shira benar-benar menghancurkan batasannya lalu aku serahkan kepadamu, Arata. Biarkan aku dan Shira menyempurnakan rencana untuk benar-benar bisa menghancurkan Obelisk. Dia ini seorang dewa kehancuran dan juga memiliki sihir regenerasi yang cukup kuat." Ucap Korrina, ia mulai duduk sila di atas tanah selagi menatap mereka bertarung, Shira dan Obelisk tidak bisa merasakan keberadaan Korrina karena Korrina menggunakan sihir ilusi yang mampu menghilang keberadaannya sehingga Obelisk sendiri tidak bisa merasakan keberadaan Korrina.
Korrina menghampiri Agfi lalu ia mulai membelai rambutnya, "Agfi, apakah kau siap untuk menggunakan sihirmu dengan sihir Crimson?" Tanya Korrina dan Agfi langsung mengangguk, "Apa yang harus aku lakukan nanti?" Tanya Catherine.
"Seperti biasa... Mengalihkan perhatiannya sampai kondisi Shira kembali pulih oleh diriku." Ucap Korrina, mereka semua langsung mengangguk.
Shira mulai mengayunkan pedang-nya beberapa kali ke arah Obelisk dan Obelisk menahan semua tebasan itu dengan hanya menggunakan kedua lengannya, "Cih...!!!" Shira terus mengayunkan pedangnya sehingga Obelisk memegang wajah Shira lalu ia melemparnya ke belakang dan setelah itu ia mulai melesat menuju arahnya lalu ia menghantam seluruh tubuh Shira tanpa henti sehingga Shira tidak bisa menyerang balik karena kecepatan Obelisk yang sudah melampaui kecepatannya saat ini.
Obelisk mulai memegang kaki kanan Shira lalu ia melemparnya ke depan dan setelah itu ia meluncurkan Devastation Orb sehingga sihir itu mengenai seluruh tubuh Shira. *BAM!* "UAAAGGGGHHH!!!" Teriak Shira keras sehingga Kisetsu-nya langsung terbakar habis, "Nrgghhh..." Shira perlahan-lahan bangkit dari atas tanah dengan tubuh yang lemah, sepertinya batasan mulai menghalangi kekuatan dan kecepatannya, "PERSETAN DENGAN BATASAN INI!!!" Teriak Shira keras sehingga ia mulai menaikkan aura emasnya, ia mulai bersinar cerah sehingga membuat Obelisk menghalang sinar itu menggunakan kedua tangannya.
Shira melesat menuju arah Obelisk lalu ia mengayunkan pedang-nya ke arah leher Obelisk, tetapi perut Shira langsung terkena hantaman dari tinju kanan Obelisk dengan sangat dalam, "Urrggghhh...!!!" Shira berlutut di depan Obelisk selagi memegang perutnya yang baru saja terhantam dan ia rasa bahwa tinjunya tadi terlindungi dengan sihir kehancuran-nya, "Cih..." Shira mulai memaksakan tubuhnya lagi, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah dengan bantuan dari pedangnya yang tertancap di atas tanah.
Shira mulai menatap Obelisk yang tersenyum sinis, "Destruction Rush..."
BAG! BAG! BAG! BAG! BAG! BAG! BAG! BAG! BAG!
Obelisk menghantam seluruh tubuh Shira dengan kecepatan dewa sehingga Shira tidak bisa melihat kecepatannya melainkan ia hanya melihat pukulan Obelisk yang bertubi-tubi, Shira tidak bisa menghindari karena kecepatan dari kedua tinju Obelisk yang bergerak sangat cepat, "HUEEGGGGHHHH!!!" Shira memuntahkan darah banyak sekali melalui mulutnya lalu ia terjatuh di atas tanah selagi meneteskan beberapa darah dari mulutnya, Obelisk mulai mundur beberapa langkah selagi menatap Shira yang terlihat seperti terluka parah karena Obelisk menyerang bagian vital-nya.
"Nrggghhh..." Mata kiri Shira mulai bersinar cerah, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti putus asa, "Kau masih bisa bangkit?! Ras Legenda ternyata memang menyusahkan!" Ucap Obelisk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena Shira terus bangkit walaupun dia sudah di serang beberapa kali.
__ADS_1
Korrina mulai tersenyum bangga melihat Shira yang masih terus berjuang walaupun dia tahu bahwa dia sebentar lagi akan kalah, "Hooo... Saint yang cukup menarik. Dia masih terus bertarung walaupun dia sadar bahwa kekuatannya jauh berbeda dari dewa itu." Ucap Arata yang mulai menghormati Shira karena dia adalah seorang Saint Legenda yang berada di bawah level mereka, tetapi ia masih terus melawan dewa itu.
Shira mulai menepatkan pedangnya di belakang punggung-nya lalu ia menaikkan seluruh auranya lagi sehingga ia mulai menatap Obelisk dengan tatapan yang terlihat serius, "Aku akan menghancurkan batasanku." Ucap Shira sehingga aura emas, jingga, dan kuning mulai muncul di seluruh tubuhnya sehingga aura Shira sekarang mulai berlapis, "Sihir yang masih belum aku sempurnakan... Aku punya berapa persentase untuk bisa menggunakan sihir ini dengan wujud Saint Observation..."
"Tapi...!!!" Shira mengepalkan tinju kanannya sehingga aura-nya mulai membesar lebih besar di sebelumnya sehingga membuat planet yang mereka tepati bergetar, "A-Apa ini...? Tekanan apa ini?" Tanya Catherine karena ia melihat Shira yang mulai terlihat berbeda.
"Aku akan menunjukkan sihir yang bernama Light of Hope!!!" Teriak Shira keras sehingga ia mulai menggunakan sihir penguat yang bernama Light of Hope dicampur dengan wujud Saint Observation, "Hoho! Sepertinya aku berhasil... Semua kekuatan dan kecepatan yang dimiliki wujud Saint Observation digabungkan dengan sihir penguat yang bernama Light of Hope!" Shira mulai mengepalkan tinju kanannya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat puas, sepertinya latihan kerasnya mampu membayar Shira dengan hasil yang bagus.
"Jika aku mengacaukannya bahkan sedikit... Lenergy pasti akan kehilangan kendalinya dan bisa saja tubuhku hancur atau meledak karena sudah membebani tubuh yang selalu saja dihalangi oleh batasan." Ucap Shira, "Sudah lama sekali aku tidak menggunakan Light of Hope... Walaupun cukup beresiko, tetapi apa salahnya jika mencobanya untuk melawan seseorang yang jauh lebih kuat dariku."
"Sepertinya sepadan juga dengan resikonya."
"Dan apa gunanya sihir yang bernama Light of Hope ini?" Tanya Obelisk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan, "Ini hampir sama seperti memanipulasi Lenergy milikku, aku menciptakan sihir ini ketika aku berlatih sekeras mungkin dan mati-matian agar aku bisa melatih tubuh yang lemah ini menjadi tubuh yang kuat. Bukannya hanya memanipulasi Lenergy, tetapi sihir ini juga mampu meningkatkan kekuatan, kecepatan, atau semua atribut sesuai dengan angka yang akan aku gunakan." Ucap Shira yang mulai mengepalkan kedua tinjunya.
"Ahh!" Obelisk langsung menunjukkan kuda-kuda bertarungnya, "Bersiaplah!!!"
ZWOOOOSSSHHHH!!!
Obelisk membulatkan kedua matanya ketika ia merasakan keberadaan Shira yang berada tepat di belakangnya, Obelisk melirik ke belakang lalu ia tidak melihat Shira melainkan ia mulai merasakan keberadaan Shira dimana-mana, sepertinya kecepatannya mampu melampaui kecepatan milik Obelisk sendiri, "Mustahil!"
"Disini." Shira berada tepat di depan Obelisk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena ia harus berkonsentrasi untuk mengontrol tubuhnya dalam menggabungkan Light of Hope dengan wujud Saint Observatio, "Aku tidak bisa melihat dirinya ketika dia bergerak." Ungkap Obelisk.
"Aku tahu semua ini sangat beresiko, tapi resiko itu memiliki hasil yang baik. Saint Observation lebih mementingkan kecepatan dan kontrol terhadap Lenergy, jadi sepertinya aku bisa menggabungkan sihir Light of Hope dengan wujud yang bisa aku kontrol ini. Tidak ada yang tahu aku bisa berkembang sebesar apa karena sudah menggabungkan sihir Light of Hope dengan Saint Observation." Ucap Shira
"Dua kali... Tiga kali...? Apa...?"
"LIMA BELAS KALI!!!" Teriak Shira keras sehingga ia mulai bersinar dengan sangat cerah dan membuat mereka semua yang melihat Shira langsung memejamkan kedua mata mereka karena sinar cahaya Shira, "LIGHT OF HOPE TINGKAT LIMA BELAS!!!" Teriak Shira keras, ia menggunakan Light of Hope tingkat lima belas karena ia hanya bisa menaikkan Light of Hope-nya sampai angka lima belas jika ia melebihinya maka seluruh tubuhnya akan hancur, Shira melesat menuju arah Obelisk lalu ia menghantam wajahnya menggunakan tinju kanannya.
BAAAMMMMM!!!
Obelisk terpental ke belakang, "HUARRRGGGHHHH!!!" Teriak Shira keras sehingga ia melesat menuju arah Obelisk, Obelisk melesat menuju arah Shira, tetapi Shira langsung menghantam perut Obelisk menggunakan tinju kiri-nya dengan sangat dalam. *BAM!* "Tidak akan bisa... Aku tidak peduli kau ini dewa berjulukan apa, tetapi sihir penguat Light of Hope pasti akan terus meningkat walaupun musuhku itu jauh lebih kuat dariku!"
Shira langsung menghantam dan menendang seluruh tubuh Obelisk dengan kecepatan yang tidak bisa Obelisk lihat, Shira mengakhiri serangan kombo-nya dengan berputar lalu menendang dagu Obelisk sehingga membuatnya terpental ke atas langit, "HAH!" Shira melesat ke menuju arah Obelisk lalu ia menghantam perutnya dua kali sehingga ia terpental lebih jauh ke atas.
Shira mulai menatap lengan kirinya dan seluruh tubuhnya sepertinya tidak akan bisa bertahan lama menggunakan sihir Light of Hope, "Bahkan sihir Light of Hope tidak akan bertahan lama sepertinya... Aku harus mengakhirinya dengan satu serangan!" Shira menghilang lalu ia muncul di atas tanah dengan tangan kirinya yang terletak di keningnya, ia mulai mengisi sihir Megura Light.
"MEGURA...!!! LIGHTTTT!!!" Teriak Shira keras sehingga ia meluncurkan gelombang emas menuju arah Obelisk, gelombang emas itu mengenai seluruh tubuh Obelisk, "KAU TIDAK AKAN AKU BIARKAN LARIIIII!!!" Shira melesat ke atas dan masuk ke dalam gelombang sihirnya lalu ia tiba di depan Obelisk dengan tinju kanannya yang dikepalkan, "HYAAAAAGGGGGHHHH!!!" Shira menghantam wajah Obelisk.
BAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMM!!!!
TO BE CONTINUED.
__ADS_1
TRAILER #2 - Spesial Chapter I
"Mimpi Rina adalah... untuk menyelamatkanmu dari Crimson Realm itu. Ia berharap bahwa ia benar-benar bisa membawamu keluar dari dalam wilayah tersebut." Ucap Korrina yang sedang memeluk Alvin yang sedang menangis, "Sepertinya mimpi-nya telah terkabuli... Kau selamat dan sekarang berada di pelukan-ku... Kau aman dari dewa agung itu." Korrina tersenyum.
~The Madness of Demon Lord and Grand-Crimson God~
"Jangan sombong dulu... Walaupun kau sudah mengalahkanku, aku ini abadi dan tidak akan pernah bisa dihancurkan dengan mudah." Rxeonal tersenyum seperti seorang iblis yang kehausan terhadap darah, ia sudah terkalahkan, tetapi ia masih bisa hidup karena dia ini abadi, "Percuma saja jika kau menyegel-ku..."
"Aku sudah bilang bukan...? Tidak ada yang harus dipercayai." Ucap Arata.
"Sebagai pelindung semesta Yuusuatouri, aku akan menahan Rxeonal sehingga ia benar-benar terbunuh oleh pedangku." Ucap Shira selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Mama, apakah kau tahu apa yang akan terjadi denganmu karena sudah menikahi seorang dewa dan bercinta dengannya lebih dari lima kali...?" Tanya Mortem.
"Apa yang akan terjadi...?"
"Kamu pasti akan mati karena sihir Crimson milik Papa dan kemungkinan besar kau akan mengamuk."
"Aku sudah berharap besar bahwa dia akan menjadi rekan kita." Ucap Haruki yang sedang memegang kedua pedangnya yang patah, ia merasa kesal karena ia baru saja dihianati oleh seseorang, "Apakah ada kata-kata terakhir untuk dirimu ini...? Alvin...?"
~Siapa yang harus dipercayai?~
"TIDAAAAAAAAAAKKKKKKKK!!!" Teriak Rina keras.
~Dewa Agung yang akan bertindak dan mengurus keseimbangan~
Korrina berjalan ke depan dengan ekspresi yang terlihat kosong, rambutnya telah berubah menjadi warna merah darah serta kedua matanya juga mulai berubah menjadi warna merah darah, baju-nya juga mulai berubah menjadi warna serba merah dan hitam. Setiap ia meletakkan kaki-nya di atas daratan makan semua daratan itu akan berubah menjadi merah serta tumbuhan akan layu lalu berubah menjadi merah, "... ..."
"Sepertinya kau menipuku ya..." Mortem tersenyum sinis.
"Apa yang kau maksud dengan semua ini, hah!? Bagaimana bisa kau memiliki sihir Sacred!? Apakah kau mengambil kesempatan yang sesat ketika aku terjebak di Crimson Realm...!? Kau bercinta dengan Korrina begitu!?" Tanya Alvin selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat kesal.
"Apakah kau mempercayaiku...?" Tanya Shira yang mulai mengulurkan lengan kanannya, "Aku memilihmu, jadi tentu saja aku percaya." Jawab Alvin yang mulai berjabat tangan dengan Shira.
NOVEMBER OR MAYBE DESEMBER
Arata mulai menatap ke depan dimana ia melihat dewa agung Crimson itu sedang duduk di atas tahta-nya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, Arata tidak sendirian karena ia ditemani oleh Alvin dan beberapa teman-temannya yang lain. Arata menghadapi dewa agung itu sendirian karena ia memiliki sebuah rencana yang dapat mengalahkannya.
"Shinku..." Panggil Arata karena nama dewa agung Crimson itu adalah Shinku.
"Aku salah tentangmu... Semuanya salah tentang dirimu..." Ucap Alvin yang tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang sekarat.
~YUUSUATOURI: A NEW LIFE BEING A LEGEND~
__ADS_1
~SPESIAL CHAPTER I - THE MADNESS OF DEMON LORD AND GRAND-CRIMSON GOD~
~COMING NOVEMBER OR DESEMBER~